
Sesampainya di landasan pacu bandara Internasional John F. Kennedy dengan waktu tempuh 21 jam lebih cepat dari pada pesawat komersial.
Delon memutuskan untuk berpisah dengan Keno dan Kiara, sesuai kesepakatan nya dengan Keno semalam.
“Kiara, kau pulang bersama Keno nanti, kakak akan pulang duluan” ucap Delon.
“Kenapa harus begitu? Kenapa nggak bareng aja sih?” Heran Kiara.
“Papa tidak tau kepergian kakak untuk misi penyelamatan mu Kiara, kakak harus pulang duluan agar Papa mengira kakak habis perjalanan bisnis” ucap Delon menjelaskan.
“Lalu aku harus bilang apa ke Papa dengan kedatangan ku tiba-tiba?” Tanya nya.
“Bilang saja kau rindu ingin mengunjungi nya, kau bertemu Keno di pesawat dan kebetulan tujuan negara nya sama, beres kan? Lagi pula kita tidak menggunakan jet pribadi Keluarga jadi Papa tidak akan curiga” terang Delon.
“Oke kalau begitu, lalu aku harus kemana setelah ini?” Tanya Kiara dengan menaikkan alisnya sebelah.
“Kau ikut aku ke apartment ku dulu Kiara, kita baru akan ke mansion mu setelah satu jam kakakmu sampai di mansion” jelas Keno.
“Hmm.. baiklah. Tapi aku harus membeli pakaian dulu,tidak mungkin aku mengenakan pakaian seperti ini kan? Akan sangat aneh dengan penampilan ku nanti ketika aku menemui Papa!” Seru Kiara melihat penampilan nya sendiri, seperti orang-orangan sawah yang dipakaikan baju longgar dengan panjang menutupi lututnya.
“Ya, kau minta saja pada Keno. Dia kaya sekali,tak mungkin miskin hanya karena membelikan mu sepuluh set pakaian!” Seru Delon
“Mana ada begitu?! Kau sudah berjanji ingin membelikanku pakaian kak?!” Protes Kiara.
Keno hanya diam menyaksikan perdebatan adik dan kakak itu, pening rasanya melihat Delon selalu mencari gara-gara pada Kiara.
“Ayolah Kiara.. dompet kakak ketinggalan di saku celana kakak yang kakak pakai ini, jadi kakak sedang tidak membawa uang sepeserpun. Kau lihat sendiri kan?” Timpal Delon dengan alasan konyol nya.
Sepertinya Delon kehabisan obat,pikir Keno.
“Ck! Pelit sekali!” Decak Kiara
“Lagi pula kakak sedang buru-buru, Keno! Kau urus adikku dengan baik! Aku pergi dulu,bye” ucap Delon sambil berlari kecil menjauhi mereka.
“Heii awas kau Delon!!” Teriak Kiara yang melihat kakaknya kabur darinya.
“Sudahlah Kiara, kakakmu itu memang manusia menyebalkan. Ayo kita masuk ke mobil, aku antarkan kau membeli pakaian” ajak Keno.
“Hmm.. maaf merepotkanmu terus Keno” jawab Kiara sambil mengikuti langkah kaki Keno.
“No, kau jangan punya pemikiran seperti itu Kiara. Aku sama sekali tidak merasa direpotkan” jawab Keno
“Benar begitu?” Tanya Kiara
Keno menganggukkan kepalanya,
“Ya, justru aku senang bisa membantumu. Kau jangan pernah merasa sungkan padaku. Mulai sekarang anggap aku sahabat baikmu, Kiara” ucapnya. ‘Dengan begitu kau akan semakin terbiasa bergantung padaku Kiara, aku ingin menghapus semua perasaanmu dari pria itu’ batin Keno dalam hati.
“Tetap saja aku merasa tidak enak, kau sudah banyak membantu ku. Sementara aku belum bisa membalas kebaikan mu sama sekali” ucap Kiara.
“Kau ingin membalas ku kan? Kalau begitu cukup kau selalu jadi sahabatku dan kita terus bersama seperti ini, itu sudah lebih dari cukup” pinta nya pada Kiara.
“Hanya itu?” Tanya Kiara.
“Ya, hanya itu” Keno mengangguk pasti.
“Tapi bagaimana mungkin kita selalu bersama, sementara kita tidak berada dalam satu rumah?” Kernyit Kiara bingung.
“Jadi maksudmu kau ingin kita satu rumah? Tak masalah,aku bisa mewujudkan keinginan mu” ucap Keno menggoda Kiara.
“Ah,tidak. Bukan itu maksudku..” ucap Kiara menggantung.
“Hahahaha.. ya, aku paham Kiara. Kau ini serius sekali, aku hanya bercanda” ucap Keno di sela tawa nya.
“Isshh kau ini!” Ucap Kiara sambil mencubit kecil lengan kekar Keno.
“Tapi kalau pun kau mau aku tidak keberatan sama sekali” ucap Keno serius. Namun hanya ditanggapi Kiara dengan candaan.
“Hahaha.. kau ini ada-ada saja Keno. Aku saja masih berstatus istri orang sekarang” timpal Kiara tertawa sumbang mengingat nasibnya yang sebentar lagi menyandang status janda.
Keno menganggukkan kepalanya paham. ‘Mungkin sebentar lagi tidak Kiara’ ucapnya dalam hati.
Tak lama mobil yang Keno kendarai pun sampai di sebuah butik ternama di kota New York.
“Selamat datang di butik kami Tuan,Nona” sapa pegawai butik itu. Anggap saja mereka berbicara dengan bahasa inggris,author lagi mager translate, hihi.
“Ada yang bisa kami bantu Tuan dan Nona?” Tanya nya kemudian.
“Ya, carikan kekasihku beberapa set pakaian” ucap Keno
Kiara yang mendengar ucapan Keno mengernyitkan dahi. Keno pun membalas nya dengan kerlingan matanya.
“Mau mencari pakaian yang seperti apa Nona?” Tanya pegawai itu lagi.
“Ah, saya hanya mencari pakaian santai saja” jawab Kiara.
“Tolong carikan model yang bagus!” Titah Keno pada pegawai itu.
__ADS_1
“Baik Tuan, mari Nona saya tunjukkan beberapa model pakaian yang anda inginkan” ajak pegawai itu.
Kiara pun hanya mengangguk mengekori pegawai butik itu.
“Sepertinya yang ini cocok untuk anda Nona” Ucap pegawai itu seraya menunjukkan satu set dress panjang selutut dengan lengan pendek.
“Ya, baiklah” Kiara mengangguk saja. Kemudian ia mengambil satu set kaos dan celana jeans. Ia berencana akan memakai itu sekarang.
“Tolong pilihkan yang mana saja terserah, aku akan mengganti baju dulu” ucapnya pada pegawai itu.
“Ah, tunggu Nona. Saya punya rekomendasi dress untuk Nona. Sepertinya ini cocok untuk Nona, saya yakin kekasih Nona akan terpukau dengan Nona memakai dress ini” ucap pegawai itu memberikan dress pilihan nya ke Kiara.
“Tapi..”
“Coba saja Nona, pasti Tuan akan senang dengan penampilan Nona nanti” Ucap pegawai itu mendorong Kiara ke ruang ganti pakaian.
“Haisshhh menyebalkan” gerutu Kiara sambil masuk ke ruang ganti.
Tak lama Kiara keluar dengan tampilan anggun nya, dress warna navy yang ukurannya sangat pas ditubuhnya. Dengan sedikit belahan bagian paha nya. Menambah kesan feminim penampilan Kiara.
“Wahh penampilan anda sangat memukau Nona” puji pegawai butik itu.
“Terimakasih” ucap Kiara sambil tersenyum
Ia pun berjalan mendekati Keno, tampak laki-laki itu tengah sibuk dengan ponselnya sehingga tidak sadar akan kedatangan Kiara.
“Keno..” panggil Kiara
“Ya..” sahut nya tanpa menatap Kiara.
“Aku sudah selesai” ucap Kiara.
Keno pun mendongakkan wajahnya, tatapan nya tertuju ke arah Kiara dengan penampilan anggun nya.
‘Cantik sekali’ ucapnya samar
“Kau mengatakan sesuatu Keno?” Tanya Kiara yang tidak terlalu mendengar ucapan Keno.
“Ah ya, kau semakin terlihat cantik sekali Kiara” puji Keno
“Gombal” timpal Kiara wajahnya bersemu.
“Serius. Baiklah aku ke kasir dulu” pamit Keno.
Kiara menganggukkan kepalanya. ‘Semakin lama perasaan ku semakin tak terkontrol saja berada di dekatnya’ ucap Kiara dalam hati sambil menetralkan perasaan nya.
“Ayo kita pergi” ajak Keno seraya menggandeng tangan Kiara menuju mobilnya.
Kiara hanya menurut saja, entah kenapa ia tidak bisa menolak perlakuan Keno sama sekali. Sepertinya Kiara mulai jatuh dalam pesona seorang Keno Adrian Bimantara.
“Aku berhutang budi padamu Keno, nanti biar ku ganti tagihan belanjaku” ucap Kiara tak enak hati.
“Tidak perlu Kiara, anggap saja ini hadiah selamat datang untukmu atas kembalimu ke New York” ucap Keno tulus. Kiara mengangguk tersenyum.
Keno mengambil alih belanjaan Kiara lalu memasukkan ke dalam jok belakang.
Mereka berdua segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan area butik itu menuju ke apartemen Keno.
Di mansion Keluarga Davency
Delon baru saja sampai rumah, ia melihat Papa nya tengah duduk di ruang keluarga seraya membaca sebuah buku.
“Kau darimana saja Delon?” Tanya Daniel yang melihat putranya baru pulang.
“Ah, Delon habis melakukan perjalanan bisnis Pa” jawabnya
“Kenapa tidak pamitan pada Papa?” Tanya Daniel.
“Delon buru-buru pa jadi tidak sempat berpamitan. Klien Delon tiba-tiba mengadakan pertemuan untuk membahas perkembangan saham hasil kerjasama perusahaan kita” ujarnya alasan.
“Yasudah Pa, Delon ke atas dulu istirahat. Badan Delon rasanya capek sekali” pamitnya pada Daniel menghindari pertanyaan sang Papa.
“Ya, pergilah” ucap Daniel. Entah kenapa mood nya sangat bagus hari ini.
Di apartemen Keno
Mereka berdua baru saja sampai di dalam apartemen Keno.
“Kau sendiri saja disini?” Tanya Kiara sambil duduk di sofa ruang tv.
“Ya, siapa lagi kalau bukan aku sendiri” balas Keno.
“Mana tahu kau bersama kekasihmu atau sahabatmu” ucap Kiara menimpali.
“Sudah ku katakan aku tidak punya kekasih, dan soal sahabat ya hanya kamu Kiara sahabat aku saat ini selain Delon” ucap Keno
“Benar begitu?” Tanya Kiara
__ADS_1
“Iya” sahut Keno.
“Kau tidak lapar? Aku akan memesankan makanan untukmu jika kau lapar, kebetulan perutku sudah protes minta di isi” tanya Keno pada Kiara.
“Ya, aku juga sudah lapar. Bolehlah” sahut Kiara.
“Kau ingin makan apa?” Tanya Keno.
“Terserahmu saja” jawab Kiara.
Keno menganggukkan paham. Lalu membuka ponselnya.
Tak lama makanan mereka pun sampai.
Dua insan yang tengah kelaparan itu segera menghabiskan makanan nya hingga tandas.
Setelah selesai Kiara segera membereskan meja makan tersebut, Keno masuk ke dalam kamarnya ingin berganti pakaian.
Kiara berjalan menuju balkon melihat pemandangan kota New York dari apartemen Keno.
“Hmm.. aku begitu merindukan negara ini” ucap Kiara sambil menikmati pemandangan kota, rambutnya terkibas akibat hembusan angin di balkon itu.
“Benarkah? Kau tak merindukanku?” Tanya Keno tiba-tiba memeluknya dari belakang. Entah keberanian darimana Keno melakukan itu.
“Keno? Kau mengagetkan ku saja!” Seru Kiara yang kaget dengan perlakuan tiba-tiba Keno.
“Kau belum menjawab pertanyaan ku Kiara” ucapnya Keno
“Ya, aku merindukanmu” jawab Kiara
“Benarkah? Sebagai apa?” Tanya Keno
“Emm.. sahabat mungkin?” Ujar Kiara
“Yakin? Tidak ingin lebih?” Tanya Keno yang belum puas dengan jawaban Kiara.
“Maksudmu?” Tanya Kiara bingung.
“Maksudku sebagai sepasang kekasih,maybe?” Jawab Keno.
“Kau ini bisa saja” Kiara tertawa sumbang, mana mungkin Keno mau dengan calon janda sepertinya,pikir Kiara.
“Aku serius Kiara. Aku mencintaimu” jujur Keno kemudian.
Kiara terdiam,kemudian menoleh ke arah Keno.
“Apa yang kau katakan Keno?” Tanya Kiara
“Aku berkata jujur dari hati Kiara, mungkin ini terlalu cepat untukmu tapi aku sudah tidak bisa menutupi perasaan ku lagi. Sangat tersiksa menahan nya begitu lama” ucap Keno sambil menyandarkan dagu nya di bahu Kiara yang masih dengan posisi memeluk wanita cantik itu.
“Sejak kapan?” Tanya Kiara.
“Sejak lama” singkat Keno.
“Bagaimana mungkin? Keno, kau tahu saat ini statusku masih rumit, masih sangat abu-abu” ujar Kiara
Keno membalikkan badan Kiara hingga mereka berdua saling berhadapan.
“Ya, i know. Tapi aku sama sekali tak peduli dengan hal itu Kiara. Mari kita memulai semuanya, aku yakin kau juga memiliki rasa padaku walaupun hanya secuil. Aku juga sama merasakan nyaman nya selama kebersamaan kita akhir-akhir ini Kiara” ucap Keno panjang lebar.
Kiara terus menatap kedua manik mata Keno, terlihat begitu tulus pandangan Keno terhadap dirinya.
“Beri aku waktu Keno, Setidaknya sampai ketok palu sidang perceraian ku selesai” ujar Kiara memberi pengertian.
Keno tersenyum lembut, kemudian ia mengecup kening Kiara cukup lama.
Kiara terbuai dengan perlakuan Keno padanya, ia memejamkan mata menikmati sentuhan bibir Keno yang menempel di keningnya.
Rasanya hatinya berbunga-bunga diperlakukan begitu spesial nya di hadapan laki-laki yang telah banyak mengisi kekosongan hatinya itu.
Mereka berdua tersadar lalu menghentikan kegiatan nya.
“Sudah satu jam lebih kita disini, mau pulang atau tetap disini bersamaku?” Goda Keno
“Ishh.. tentu saja pulang” jawab Kiara tersenyum malu.
“Baiklah” ujar Keno kemudian mereka turun dari apartemen menuju basement dan melajukan mobilnya ke mansion Keluarga Davency.
Hai semua.. kali ini author sengaja memfokuskan alur nya ke Keno dan Kiara dulu di bab ini..
karena akan sangat mempengaruhi alur cerita ke depan nya..
Terimakasih sudah bertahan sampai di bab ini, terus dukung author ya..
Mohon maaf jika terdapat beberapa typo di bacaan..
jangan lupa tinggalkan like&vote nya biar author makin semangat update😉
__ADS_1