
Sementara Kiara kini tengah duduk di kursi pinggir danau setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit. Ia sama sekali tak ada rasa curiga sedikitpun, sebab mobil pembuntut itu cukup pandai sekali menjaga jarak dengan mobil Kiara.
Dari arah jauh dua mobil jeep itu melesat cepat mendekati dimana Kiara berada.
Ckiittt!
Suara kampas rem pun terdengar, Kiara menoleh ke sumber suara dan nampak lah sejumlah gerombolan pria berpakaian serba hitam berlari mendekati Kiara.
“Apa-apaan ini? Siapa kalian?!!” Tanya Kiara yang tangannya sudah dicekal salah satu pria itu.
“Diam dan menurutlah!!” Bentak salah satu pria yang ada disana.
“Tidakk!! Lepaskan aku!” Kiara memberontak hebat dan menendang satu persatu para penculik itu.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Empat orang di tendang Kiara dengan gerakan sangat cepat mengenai dada mereka sehingga menelak mundur empat pria itu sambil terbatuk darah.
“Kurangajar! Hebat juga kemampuan mu gadis cantik!” Ucap pria yang di yakini sebagai ketua komplotan itu.
“Cihh! Beraninya keroyokan, dengan wanita pula!” Ujar Kiara seraya meludah di hadapan para penculik itu.
“Sialan! Kepung wanita itu dan segera lumpuhkan dia! Cepat waktu kita tidak banyak!” Ucap ketua itu
“Baik boss!” Ucap mereka serempak.
Kiara yang mendengar aba-aba pria itu segera waspada dan memasang kuda-kuda.
Hingga para pria itu mendekat ke arahnya lalu..
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Ketiga orang pertama yang menyerang Kiara terpental jauh akibat tendangan Kiara.
Lalu anak buahnya yang lain kembali menyerang Kiara. Kali ini lima lawan satu. Sungguh jumlah yang tak sebanding mengingat Kiara adalah perempuan,walau bagaimanapun sehebat-hebat nya dia tenaganya akan tetap kalah melawan laki-laki apalagi jumlah nya yang tidak sedikit. Total mereka berjumlah sebanyak dua puluh orang beserta bos nya.
Kiara yang kehabisan tenaga karena terus melawan akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh para penculik itu.
Mereka membius Kiara hingga Kiara pingsan.
“Bawa dia ke mobil!” Titah bos nya itu
“Baik bos, lalu bagaimana dengan mobil wanita itu? Apa kita biarkan saja?” Tanya salah satu anak buahnya
“Jangan, tabrakkan saja mobilnya ke pohon itu! Dengan begitu orang akan mengira nya kecelakaan” ujar pria itu sambil menunjuk jarinya ke arah pohon besar yang terletak di pinggir danau.
__ADS_1
“Baik boss!” Ucap salah satu anak buah itu kemudian melakukan perintah bos nya.
Dan.. Brakkk!!
Mobil Kiara pun hancur bagian depannya karena tabrakan sengaja yang dilakukan anak buah penculik itu.
Mereka bergegas pergi meninggalkan danau dengan membawa Kiara pergi jauh dari tempat itu.
Bodyguard suruhan Daddy nya Keno yang sejak tadi bersembunyi dibalik pohon dekat danau itupun menyaksikan apa yang para penculik itu lakukan.
“Bedebah sialan! Mereka berhasil membawa Nona Kiara!” Umpat bodyguard itu seraya keluar dari tempat persembunyian nya mendekati mobil Kiara yang rusak parah.
“Maafkan saya tidak bisa melindungi anda Nona” ucapnya merasa bersalah.
Tak lama gerombolan mobil Pajero sport berwarna hitam sebanyak 5 mobil itupun berhenti di dekat area danau.
“Dimana Nona Kiara?” Tanya anak buah Keno itu pada bodyguard tersebut
“Nona dibawa pergi oleh para penculik itu setelah Nona sempat melawan lalu berhasil dilumpuhkan dan di bius oleh mereka. Dan mereka juga menabrakkan mobil Nona ke pohon seolah-olah insiden ini adalah murni kecelakaan” jawab bodyguard itu menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
“Sial!” Umpat anak buah Keno
“Lalu bagaimana langkah kita selanjutnya?” Tanya salah satu dari mereka.
“Aku akan menghubungi Tuan Keno terlebih dahulu” ucap anak buah itu.
Cukup lama menunggu panggilan terangkat akhirnya panggilan itu tersambung juga.
“Ya? Kau sudah berhasil menyelamatkan Kiara?” Tanya Keno pada anak buahnya.
“Belum Tuan, kami kalah cepat. Para penculik itu berhasil membawa Nona dan membiusnya. Mereka juga merekayasa insiden ini dengan menabrakkan mobil Nona di pohon dekat danau agar orang mengiranya kejadian ini murni kecelakaan tunggal Tuan” jelas anak buah itu.
“Baik Tuan, akan saya laksanakan” ucap anak buah itu.
Keno pun memutuskan panggilan nya.
Ia baru saja akan menaiki jet pribadi nya menuju Indonesia. Namun langkahnya terhenti setelah mendengar suara ponsel berdering.
“Bagaimana Keno?” Tanya Delon yang berada di sampingnya.
“Kiara berhasil dibawa para penculik itu!” Geram Keno
“Apa?! Sialan, kita terlambat selangkah dari penculik itu?” Tanya nya
“Ya, tapi sekarang anak buahku sedang melacak keberadaan Kiara” jawab Keno
Delon menganggukkan kepalanya.
“Tunggu dulu, aku teringat sesuatu” ucap Keno
“Apa?” Tanya Delon penasaran
“Aku pernah memberikan sebuah liontin dan gelang kepada Kiara waktu kita pergi ke danau itu sebelum kepergian ku ke negara ini” ujar Keno
“Lalu apa hubungan nya dengan Kiara?” Heran Delon.
__ADS_1
“Ck! Kau berpikir logis lah sedikit Delon!” Decak Keno
“Tentu saja aku menaruh alat pelacak, aku sudah menaruh GPS pada dua benda itu” imbuh Keno kemudian
“Kalau begitu tunggu apa lagi? Lacak sekarang juga!” Titah Delon
“Tunggu dulu, aku akan mengecek dulu dimana keberadaan benda itu. Aku tidak tau setelah pemberian ku itu Kiara memakai nya atau tidak. Aku harap Kiara memakai salah satunya” ucap Keno
“Ya, kalau begitu cepat periksa!” Titah Delon lagi.
“Ck! Kau ini kerjamu hanya memerintahku saja!” Tukas Keno sebal
“Memang seharusnya begitu kan? Kau yang harus berjuang keras mendapatkan Kiara” jawab Delon santai.
“Ck! Iya iya!” Decak Keno
Ia menemukan titik lokasi pada gelang itu berada di area dekat danau. Itu artinya Kiara tidak memakai gelang pemberian nya ,mungkin saja titik keberadaan gelang itu di sekitar mobil nya Kiara.
Lalu ia beralih mengecek GPS pada liontin yang ia berikan pada Kiara waktu itu.
Titik lokasi menunjukkan liontin itu berada di sebuah gudang terpencil di pedalaman hutan. Itu berarti Kiara memakai liontin pemberiannya kan? Ada rasa bahagia dihatinya,ternyata Kiara menghargai barang pemberian nya.
Ia langsung memberitahu Delon.
“Delon! Kemari!” Panggil Keno.
“Ada apa? Kau menemukan nya?” Tanya Delon mendekat ke arah Keno
“Ya! Aku menemukan liontin yang dipakai Kiara berada di sebuah gudang yang terletak di tengah hutan kota itu. Jaraknya dua kilo dari danau itu” ujar Keno
“Bagus! Segera beritahukan pada anak buah mu” titah Delon.
“Ya, tanpa kau suruh pun aku akan segera memberitahunya” datar Keno
Lalu ia segera menghubungi anak buahnya.
Panggilan pun terjawab.
“Halo Tuan? Kami masih berusaha melacak keberadaan Nona Kiara Tuan” jawab anak buahnya
“Tak perlu, aku sudah melacaknya melalui liontin yang Kiara kenakan. Segera pergi ke gudang tua tengah hutan! Jaraknya dua kilo dari danau itu!” Titah Keno pada anak buahnya di sambungan telpon
“Baik Tuan, kami segera meluncur kesana!” Jawab anak buahnya.
“Satu lagi! Bunuh semua kompotan penculik itu dan sisakan satu ketua nya, aku ingin menggunakan nya untuk mengecoh wanita ular dalang dari penculikan ini. Pancing dia untuk datang ke lokasi itu. Aku akan memberinya pelajaran ketika aku sampai!” Pesan Keno
“Baik Tuan” jawab anak buahnya.
Kemudian setelah mematikan panggilan nya Keno dan Delon masuk ke dalam jet pribadi bersiap terbang ke Indonesia. Mereka berangkat siang ini dan akan sampai di Indonesia besok pagi.
Author mohon dukungannya ya para readers..
tinggalkan like dan vote nya..
Terimakasih bagi yang sudah memberikan like di setiap bab novel ini..
__ADS_1
Salam sayang dari author🥰
Semoga kalian sehat selalu🫰🏻