
Semua pasukan Keno membabat habis anak buah Aaron secara brutal. Sedangkan Keno,Will,Ben dan juga Morgan menyusup masuk melalui celah kecil yang ada di gudang tua pinggir hutan itu.
Mereka menempuh perjalanan selama satu jam semenjak Adrian dan pasukannya sampai, karena memang Adrian lah yang lebih dulu mengetahui posisi Kiara.
Jangan salahkan, ternyata kemampuan nya di bidang IT beberapa tahun silam ia kerahkan lagi hanya untuk menolong putri kesayangannya.
Keno beserta rombongannya mengintip lubang kecil di tempat persembunyiannya, melihat keadaan di dalam entah kenapa hatinya begitu sakit, wanita yang selama ini ia perhatikan dengan penuh kasih sayang terlihat lemah tak berdaya. Rahang tegasnya mengetat dan tangannya mengepal kuat.
“Uncle, cari dua tikus kecil itu dan bawa mereka hidup-hidup. Dan kau Morgan, selamatkan istrimu saat mereka lengah nanti!” Titah Keno menginterupsi mereka bertiga.
“Baik Tuan Muda!” Jawab Ben mantap.
Morgan pun mengangguk dengan nafas yang memburu melihat istrinya di perlakukan secara tidak manusiawi.
“Will, kau bantu aku membawa istriku ke tempat yang lebih aman. Aku akan menghabisi ba*****n itu dengan tanganku sendiri!” Ucap Keno dengan sorot memancarkan kemarahan luar biasa.
“Baik Tuan!” Ucap Will.
Di dalam sana, Adrian dan anak buahnya terus bertarung melawan serangan Aaron dan Zen yang membabi buta. Gerakan Adrian masih cukup gesit untuk seukuran pria tua sepertinya, kemampuannya tidak bisa di ragukan, bahkan Aaron selalu dibuat limbung dengan pukulan telak Adrian.
Hingga tiba-tiba..
Brughh!! Kretekk!!!
Aaarrrghhhh!!!!
Tulang kering Aaron dipatahkan oleh Adrian secara sadis.
Lalu Keno beserta Morgan dan juga Will pun masuk membantu Adrian melumpuhkan mereka semua.
“Honey, ini aku sayang.. Kiara, buka matamu.. cup cup cup” Keno menyadarkan istrinya yang dilanda shock dengan menghujani kecupan-kecupan lembut di seluruh bagian wajahnya.
Kiara pun membuka kedua matanya perlahan.
“H-hubby.. kau kah itu? Hiks..hiks..” ucap Kiara lirih.
“Ya! Ini aku sayang! Ayo kita keluar dari sini” ucap Keno.
Entah darimana Will mendapatkan kunci gembok rantai itu, dengan sigap ia membuka gembok yang melilit di tubuh Kiara.
“Kau ikut Will dulu honey, aku akan menyelesaikan semua ini. Akan ku balaskan rasa sakitmu tanpa ampun” ucap Keno
“Will! Bawa istriku sekarang juga” titah Keno lalu berbalik menatap Aaron yang kesakitan. Sementara Kiara dibantu beberapa bawahan dan Will menuju heli yang sudah ada beberapa petugas medis.
Langkah tegap Keno menimbulkan bunyi yang cukup membuat semua orang merinding.
Tak.. tak… tak..
Kini mereka berdua saling berhadapan dan Keno berjongkok menyamakan tingginya dengan Aaron yang sedang beringsut kesakitan.
“Hahahaha… Aaron Aaron.. ternyata hanya segini kemampuan mu? Ckckck, markas kecil dengan fasilitas dan keamanan minim kau masih bisa berharap tidak ada yang mengendus mu?! Hahahaha!!! Bahkan aku bisa menyadap semua yang ada di dalamnya termasuk niatmu menodai istriku Aaron!!!!” Teriak Keno menggelegar dengan tawa mengerikan.
Aura iblis menguasai tubuh Keno saat ini, darahnya sudah mendidih melihat kondisi lemah istrinya dengan perut besar nya.
Sementara Aaron memelotot hebat, ia tak menyangka kekuatan lawannya kali ini cukup besar tak terkalahkan.
__ADS_1
“Cihh!! Kau meremehkan kekuatanku? Mari kita bertarung one by one! Kita lihat kau atau aku yang akan mati!!” Tantang Aaron murka. Pria itu bangkit mencoba berdiri tegap.
“Hahahaha!!! Dengan kondisi mu yang cacat seperti itu kau masih berani menantang seorang Lucifer?!! Lelucon macam apa ini?!” Teriak Keno menggema.
“L-lucifer?!” Ucap Zen ternganga lebar.
Sementara tubuh Aaron membeku di tempatnya menatap mata menyalang milik Keno.
“Kau telah salah mencari lawan Aaron!” Ucap Keno menyeringai devil.
Tak ada pilihan lain, tangannya meraih pistol kecil di saku celana nya dan mengarahkannya ke tubuh Keno.
Sedetik kemudian Keno menghindar, cukup gesit pergerakannya membaca serangan lawan.
Adrian terus menyerang Zen hingga pria itu lumpuh seketika dengan luka di sekujur tubuhnya.
“Kurang ajar!! Kau sudah menghabisi semua anak buah ku bedebah sialan!!!!” Teriak Aaron murka.
“Itu sangat mudah bagiku! Dan hanya untuk menghilangkan nyawa mu saja cukup mudah! Hanya saja aku ingin melihat sejauh mana kemampuan receh mu ini” ucap Keno meremehkan.
Aaron semakin murka mendengarnya.
Pria itu terus menyerang bertubi-tubi hingga tenaga nya habis Keno belum juga mengeluarkan kekuatannya, hanya mengindari serangan Aaron.
“Cih!! Kau masih jauh di bawahku! Sekarang rasakan pembalasan ku keparat!!” Ucap Keno berlari memutari Aaron.
Dan..
Bruaakkkk!!! Brughhh! Brughh! Pyarrr!!!!
Serangan Keno membabi buta dengan pukulan dan tendangan sekuat tenaga hingga tubuh Aaron terlempar jauh cukup sadis menabrak meja kaca di sudut ruangan itu.
“Kekuatan iblismu kembali bangkit, dan aku harap ini yang terakhir kalinya” gumam pria paruh baya itu kemudian membantu Morgan membawa Sylvi yang pingsan karena melihat pertarungan itu.
“Bawa istrimu ke heli, Kiara juga ada disana bersama tenaga medis lainnya” titah Adrian pada Morgan.
“Baik Om” ucal Adrian membopong tubuh Sylvi diikuti Adrian.
“Bangun!!! Apa hanya itu kemampuan mu melawanku?!!” Cecar Keno mendekati tubuh Aaron yang terkapar di atas pecahan kaca itu.
“Uhhuukk!!” Pria itu terbatuk mengeluarkan darah.
“Hahahaha.. kau cukup kecil di mata ku Aaron! Sekarang nikmati kehidupan baru mu di neraka!!”
Dorrrr!!!!
Satu tembakan pistol maut melesat di kepala Aaron hingga membuat pria itu tewas seketika.
Keno menyeringai, meniup senjata kesayangannya itu.
Sementara di ruangan tersembunyi, Laura dan juga William tak berani menampakkan diri mendengar kekacauan itu. Keduanya sejak tadi tidak muncul melihat penyiksaan Kiara karena mereka merayakan kemenangan dengan berhubungan badan dengan William. Namun yang terjadi justru mereka malah merayakan kemalangan nya.
Hingga disaat asyik-asyik nya mereka tak menghiraukan kekacauan diluar sana tiba-tiba Ben datang menendang pintu usang itu cukup keras membuat keduanya terlonjak kaget.
“Aaargghh!! Siapa kau! Beraninya mengganggu kesenangan ku!!!” Umpat William
__ADS_1
Sementara Laura segera meraih pakaiannya untuk menutupi tubuhnya.
“Manusia sampah! Ikut aku sekarang juga atau kalian akan mati disini!” Gertak Ben menodongkan senjata api nya.
“T-tolong j-jangan.. baiklah a-aku akan ikut denganmu” ujar Laura terbata.
“Hei!! Kau gila menyerah begitu saja! Biar aku yang atasi” ucap William sok jagoan. Sebab yang ia lihat Ben hanya datang seorang diri.
Langkahnya maju menyerang tubuh Ben dan memukuli Ben membabi buta, namun Ben hanya diam di tempat tak merasakan apapun.
“Sial!!! Tubuhnya begitu kuat!” Umpat William kehabisan tenaga.
“Hahahaha..!!!!” Tawa Ben menggema membuat keduanya bergetar ketakutan. Sebenarnya siapa pria ini?
“Mau mencoba lagi? Ku beri pilihan, kau menyerangku disini dengan tangan kosong seperti ini sampai kau mati atau kau memilih hidup sementara dengan ikut dengan ku” ucap Ben dengan tatapan tajamnya.
William dan Laura hanya saling pandang, mereka buntu tak tau mau berbuat apa.
“Jawab!!!!!” Bentak Ben.
“Baiklah baiklah! Kami ikut dengan mu asalkan jangan bunuh kami” ucap William memohon.
“Pilihan yang bagus!” Ucap Ben menyeringai lalu kembali memasukkan senjatanya ke dalam saku.
Sesaat kemudian ia menepukkan tangannya, datanglah beberapa pasukan sekitar lima orang.
“Bawa tikus-tikus got ini!!” Titah Ben pada anak buahnya.
“Siap Tuan!” Ucap mereka serempak kemudian menyeret tubuh William dan Laura.
Ben mengibaskan tangannya ke kedua bahunya lalu melangkah pergi menemui Keno.
“Tuan! Saya sudah berhasil membawa dua orang itu! Dan sekarang mereka dalam perjalanan menuju markas bersama beberapa anak buah kita” lapor Ben pada Keno.
“Bagus Uncle! Sekarang kerahkan mereka semua yang tersisa untuk meledakkan tempat ini” titah Keno.
“Siap laksanakan Tuan!”
Keno pun keluar menyusul dimana istri kesayangannya itu berada.
“Dimana istriku Dad?” Tanya Keno berpapasan dengan Adrian.
“Dia ada di dalam heli sedang ditangani dokter pribadi” ucap Adrian
“Baiklah, ayo kita kembali. Aku harus segera membawa istriku ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis” ucap Keno.
Adrian pun mengangguk paham mengikuti langkah kaki putra kesayangannya.
“Semoga Kiara dan kandungannya baik-baik saja” ucap Adrian
“Ya, aku harap juga begitu Dad” ucap Keno berusaha menepis segala pikiran buruknya.
Bummm!! Duaaaarrr!!!
Tak lama setelah rombongan heli itu menjauh, gudang tua itu meledak hancur berkeping-keping bersama mayat-mayat yang ada di dalamnya.
__ADS_1
***
Jangan lupa tinggalkan like dan vote, semoga ibadah puasanya lancar ya manteman..