
Hari hari berlalu pernikahan Keno dan Kiara yang berjalan dua bulan itu pun semakin hari semakin harmonis.
Dan hari ini mereka memutuskan bulan madu di Indonesia lebih tepatnya di pulau Bali atas permintaan Kiara. Keno pun menyetujui permintaan istrinya itu.
Saat ini Kiara tengah bersiap di depan cermin sedangkan Keno sudah rapi dengan pakaian casual nya.
“Aku ingin menemui Delon dulu sayang, aku tunggu di bawah” ucap Keno yang ingin membicarakan sesuatu dengan kakak ipar sekaligus sahabatnya itu.
“Oke, sebentar lagi aku selesai hubby” ucap Kiara yang di angguki oleh Keno.
Pria itupun melangkahkan kakinya keluar meninggalkan Kiara.
“Mana barang bawaan mu?” Tanya Delon yang melihat Keno seorang diri tanpa membawa koper satupun.
“Untuk apa? Semua keperluan ku ada di mansion, jadi tidak perlu membawa apapun” ujar Keno duduk di sebelah Delon.
Delon menganggukkan kepalanya mengerti.
“Aku sudah menemukan apartemen tempat tinggal wanita itu bersama Morgan, dan juga mansion baru nya yang hampir jadi. Apa tindakan mu kedepannya?” Tanya Delon.
“Aku rasa tidak perlu menggunakan cara ekstrim, lagi pula aku dengan Morgan juga punya hubungan kerjasama. Tinggal mengungkap kebenarannya saja wanita itu pasti berada di ujung tanduk.” Terang Keno.
“Kau benar juga, tapi aku sudah berjanji bahwa kedua kalinya aku menangkapnya maka aku akan membunuhnya saat itu juga” ucap Delon geram yang tak rela wanita itu hidup tanpa adanya hukuman.
“Kita lihat saja, jika Morgan memang benar mencintai wanita itu pasti dia akan merubahnya menjadi lebih baik. Tapi jika tidak, aku yakin dia hanya memanfaatkan nya dan akan membuat hidupnya sengsara karena mengetahui fakta yang sebenarnya” ujar Keno.
“Maksud mu kita melepaskan wanita itu begitu saja?!” Geram nya tak terima.
“Ck! Kau berpikirlah lebih logis, jika kita ikut andil dalam menyiksa wanita itu dengan keadaan Morgan yang sangat mencintainya, bukan berarti kita akan menciptakan musuh baru. Tapi jika pria itu tidak mencintai wanita ular itu, dengan sendiri nya dia yang akan membuat hidup wanita itu menderita tanpa harus repot-repot membuang waktu dan tenaga kita” jelas Keno panjang lebar.
Delon terdiam dengan penuturan adik iparnya itu. Terlalu emosi hingga otaknya tidak bisa berpikir jernih.
“Aku rasa yang dikatakan suamiku benar kak, kita nikmati saja pertunjukan drama kedepannya. Aku akan memaafkan wanita itu jika memang benar dia sudah berubah. Tapi jika tidak, kita tinggal beri dia pelajaran dengan menghasut pria itu” ucap Kiara yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka berdua.
“Sayang? Sejak kapan kau ada disitu?” Kaget Keno.
“Sejak tadi” singkat Kiara yang menbuat Keno mengernyitkan dahinya.
Delon pun menoleh ke sumber suara.
“Ya ya.. kalian memang pasangan yang cocok, sama-sama memiliki visi yang sama” ujar Delon menghembuskan nafasnya pelan.
Kiara pun ikut duduk ditengah-tengah mereka.
__ADS_1
“Jika tuhan saja bisa memaafkan hamba-Nya kenapa kita tidak?” Jawab Kiara santai.
“Ck! Terserah kalian saja” pasrah Delon.
“Ngomong-ngomong dimana semua orang? Kenapa sepi sekali?” Tanya Delon kepo.
“Mommy Daddy dan juga Grandma sedang berlibur di Mexico” jawab Keno.
“Kapan? Kenapa aku sama sekali tidak tahu keberangkatan nya?” Tanya nya lagi.
“Baru kemarin, mereka terburu-buru sebab jadwal tiket pesawat yang mereka pesan terlalu mepet dengan keberangkatan.” Ujar Keno.
“Haishh.. orang kaya kenapa harus ribet pakai pesawat komersial” keluh Delon.
“Karena Grandma hanya ingin menaiki pesawat umum, katanya mau mencari sugar daddy” celetuk Kiara yang memang benar adanya.
“Hah?!” Ucap Delon cengo. Ia masih tak habis pikir dengan tingkah keluarga absurd itu.
“Sudahlah, aku malah bersyukur tidak ada yang mengganggu kebersamaan ku dengan istriku, kepala ku pusing setiap kali nenek tua itu memonopoli Kiara” keluh Keno yang di sambut tawa oleh Delon. Keno mendelik dengan reaksi kakak ipar sekaligus sahabatnya itu.
“Jangan begitu hubby, mungkin Grandma hanya merasa kesepian. Wajar saja Grandma bertingkah begitu” ucap Kiara.
“Ya ya” pasrah nya.
Delon hanya tersenyum jahil mendengar keluhan pria itu.
“Ya, titip salam ke Papa kak. Kiara dan Keno juga mau berangkat” ucap Kiara memeluk kakaknya.
“Baiklah.. semoga bulan madu kalian segera membuahkan hasil” ucap Delon.
“Terimakasih, semoga kau juga segera menyusul kami” celetuk Keno pada kakak iparnya itu.
Kiara mengangguk membenarkan.
“Ck! Jangan mulai” decak Delon.
Sepasang suami istri itu pun tertawa melihat muka kesal Delon.
“Bye..” pamit Delon berlalu pergi meninggalkan pasutri itu.
“Sudah siap Honey?” Tanya Keno pada istrinya.
“Sudah hubby, ” jawab Kiara.
__ADS_1
“Oke, kita berangkat sekarang” ujar Keno menggandeng tangan Kiara menuju mobil yang telah disiapkan anak buahnya.
“Silahkan masuk Tuan, Nona” ucap Sopir itu membukakan pintu untuk Keno dan Kiara.
“Terimakasih” ucap Kiara di angguki oleh sopir pribadi itu.
Mobil pun melaju meninggalkan area mansion menuju landasan pacu jet pribadi milik Keluarga Bimantara.
Di apartemen Morgan, kedua insan berbeda gender itu nampaknya habis melakukan pergulatan panas. Sylvi masih terbaring lemas akibat terus di gempur di atas ranjang.
Kandungan wanita itu ternyata cukup kuat, bahkan bercinta beberapa jam dengan gaya apapun dia tetap baik-baik saja meskipun setelahnya perutnya merasakan kram.
Namun wanita itu memilih menyembunyikan rasa sakitnya, karena sampai detik ini Morgan belum mengetahui soal kehamilan nya.
“Bagaimana? Apa kau sudah menemukan keberadaan tante Flo?” Tanya Sylvi di sela-sela nafasnya yang memburu.
Morgan yang semula memejamkan kedua matanya kini pun membuka matanya mendengar pertanyaan Sylvi.
“Apa kau sebegitu rindu nya dengan tante mu?” Tanya Morgan kepo. Pasalnya ia sangat tahu bahwa hubungan keduanya sedikit renggang sejak adanya Ryan.
“Ya..” jawab Sylvi singkat.
“Kabar dari anak buah ku Tante mu itu terakhir kali berada di apartemen nya yang berada di kota X. Tak jauh dari sini. Namun ada hal janggal yang membuatku curiga bahwa tante mu di culik oleh seseorang. Petugas keamanan disana mengatakan bahwa ada seorang pria yang membawa komplotan membuntuti mobil yang ditumpangi tante mu” jelas Morgan.
“Apa?! Siapa yang menculik nya?” Ucap Sylvi bangun dari tempat tidur.
“Aku tidak tahu. Dan aku rasa itu bukan urusanku. Sudah cukup aku memberitahu kondisi terakhir tante mu. Lagipula bukankah hubungan mu dengan nya selama ini tidak baik-baik saja? Lantas kenapa tiba-tiba kau sibuk mencari keberadaan nya?” Tanya Morgan heran.
“A-aku hanya ingin tahu kabarnya saja. Wajar dong, bagaimanapun dia tetap tante ku Morgan. Please bantu aku mencari nya” mohon Sylvi.
“Kau yakin hanya itu alasanmu? Tidak ada maksud lain?” Tanya Morgan mengintimidasi.
“T-tidak.. aku hanya benar-benar ingin tahu bagaimana kondisi nya. Ayolah please.. aku akan menyetujui tawaran menikah dengan mu” ucap Sylvi.
“Kau yakin?” Tanya Morgan memastikan.
Sylvi mengangguk cepat.
“Ya! Aku yakin” ucapnya mantap.
“Oke, aku akan mengerahkan seluruh anak buah ku untuk melacak keberadaan tante mu. Tapi ingat, jangan pernah mencoba mengingkari janjimu. Aku tidak pernah main-main dengan ancaman ku Sylvi” ucap Morgan penuh penekanan.
“I-iya.. aku berjanji” ucap Sylvi terbata.
__ADS_1
'Tidak apalah sementara aku menjalani rumahtangga dengan nya sampai waktu nya aku menemukan keberadaan Ryan. Setelah itu aku akan bercerai dengan alasan bahwa anak ini bukan darah dagingnya’ gumam Sylvi dalam hati.
Mohon dukungannya semua.. jangan lupa tinggalkan like&vote.. satu dukungan kalian sangat berarti buat author.. thank you🫰🏻