
Seminggu berlalu..
Akhirnya Kiara mendapatkan izin juga dari Daniel untuk pergi ke Indonesia dengan berbagai persyaratan rumit dari Papa nya.
Pagi ini jet pribadi milik Papa nya telah mendarat di bandara Soekarno-Hatta.
Ia dijemput oleh bodyguard yang waktu itu ia utus menangkap Flo.
“Kau sudah berhasil menangkapnya?” Tanya Kiara pada bodyguard itu setelah masuk ke dalam mobil menuju apartemen yang ia sewa sementara waktu selama berada disini.
“Wanita itu sama sekali belum keluar dari persembunyian nya Nona” ucap bodyguard itu.
“Bagaimana bisa? Apa yang tengah ia rencanakan sebenarnya?” Tanya Kiara heran.
“Entahlah Nona, kalau menurut saya wanita itu sudah mencium pergerakan kita saat mengintainya. Untuk itu kita berusaha se-waspada mungkin agar wanita itu tidak kabur” jelas bodyguard itu.
“Ck! Padahal aku sudah tidak sabar ingin mencabik-cabik kulitnya” geram Kiara.
Ia nampak berpikir sejenak, lalu muncul seringai liciknya di sudut bibir Kiara.
“Aku akan memulai rencana nya malam ini, kalian ikut bersamaku” titah Kiara.
“Anda yakin Nona? Biarkan kami saja yang bergerak, kami tidak mau terjadi sesuatu pada Nona. Nyawa Nona adalah keutamaan kami semua Nona” ujar bodyguard itu khawatir.
“Tenang saja, aku akan bermain aman kali ini” ujar Kiara tersenyum devil.
Kiara sampai di apartemen nya di lantai 9. Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
‘Aku jadi ingin menemui Keno, tapi apa respon nya nanti??’ Gumam nya.
‘Temui tidak ya?’ Kiara nampak berpikir.
‘Ah tidak ada salahnya kan? Daripada dihantui rasa rindu. Kenapa aku jadi terlihat murahan begini? Sudahlah, bodo amat. Kemakan gengsi terus yang ada aku mati kaku’ gerutu nya.
Ia bangkit berjalan menuju koper nya, mengambil beberapa dress yang menurut nya cocok ia kenakan untuk menemui Keno. Kali ini ia harus tampil secantik mungkin, padahal selama dengan Ryan ia jarang sekali ingin terlihat cantik di depan pria itu, tapi kali ini? Memang benar-benar Keno sedikit banyak telah membawa perubahan pada diri Kiara.
‘Oke, sekarang tinggal memoles wajah’ gumamnya berjalan ke meja rias.
Ia memoles sedikit bibirnya dengan lipmatte warna pink pearl, tampak begitu fresh penampilan kali ini apalagi di padukan dengan dress mocca panjangnya selutut dan juga heels setinggi 7cm menampakkan kaki jenjangnya yang indah.
Kiara turun menuju basement, kali ini ia menggunakan mobil anak buah Papa nya yang ditinggalkan bodyguard tadi.
Mobilnya melaju meninggalkan basement menuju perusahaan Keno. Ia yakin jam segini pasti Keno ada di kantor.
Lima belas menit kemudian Kiara sampai di gedung Perusahaan Bimantara Group, kakinya melangkah masuk ke dalam perusahaan itu. Sampai di meja resepsionis Kiara menghentikan langkah kakinya.
“Permisi mbak, Tuan Keno nya ada?” Tanya Kiara sopan
“Ada, mohon maaf ada perlu apa? Sudahkah anda membuat janji?” Tanya resepsionis ber name tag ‘Dewi’ itu dengan nada tidak enak.
“Saya belum membuat janji. Ada hal yang perlu saya bicarakan” ucap Kiara datar.
“Tunggu sebentar, saya tanyakan dulu” ucap resepsionis itu lalu meraih gagang telpon.
“Halo Assisten Will, dibawah ada seorang wanita yang mencari Tuan Keno. Dia bilang ada perlu dengan presdir,tapi belum membuat janji” ucap nya
“Seorang wanita? Siapa namanya?” Tanya Will di sambungan telpon.
“Siapa nama anda?” Tanya resepsionis itu pada Kiara dengan jutek.
“Kiara” singkat nya.
“Namanya Kiara Tuan” jawab resepsionis.
“Apa??? Langsung suruh saja Nona itu naik ke lantai ruangan Presdir!” Titah Will di seberang.
“Anda yakin Tuan? Bahkan wanita itu belum membuat janji sama sekali” protes nya.
“Jangan membantah atau kau akan terkena masalah! Turuti saja kataku!” Tegas Will pada resepsionis itu seraya mengakhiri panggilannya. Berani-berani nya menahan wanita Presdirnya, pikirnya.
“Baik Tuan” ucap resepsionis itu lalu meletakkan telpon nya.
“Anda dipersilahkan masuk menggunakan lift, ruangan presdir berada di lantai 14” ucap resepsionis itu dengan raut wajah sebal.
“Terimakasih” ucap Kiara singkat berlalu meninggalkan resepsionis minim attitude itu dengan langkah anggun nya.
‘Siapa sih dia? Kenapa begitu spesial sekali? Jangan-jangan wanita panggilan’ gumamnya merendahkan Kiara.
Jika Keno mendengar ucapan itu sudah dipastikan karirnya berakhir detik itu juga.
Kiara sudah berada di dalam lift, kali ini ia menggunakan lift para karyawan. Ia tidak ingin dibilang lancang menggunakan lift khusus petinggi meskipun ia sangat yakin Keno tak akan mungkin mempermasalahkan.
Ting!
Setibanya di lantai 14 ,ia melangkahkan kakinya keluar dari lift. Kiara disambut oleh Will yang sudah berdiri di dekat lift tersebut.
“Selamat pagi dan selamat datang di kantor kami Nona Kiara” sapa Will.
__ADS_1
“Ah, ya.. terimakasih Tuan Will. Maaf kedatanganku kesini secara tiba-tiba mengejutkan mu” ucap Kiara tidak enak.
“Tidak masalah Nona, panggil saya Will saja Nona rasanya tidak enak anda menyebut saya dengan panggilan Tuan” ujar Will merasa sungkan.
“Ah ya, baiklah Will. Dimana ruangan Presdir?” Tanya Kiara.
“Di sebelah sana Nona, mari saya antar” tunjuk Will berjalan ke arah ruangan Keno.
“Silahkan masuk Nona, pasti Tuan Keno akan terkejut dengan kedatangan anda” ucap Will.
“Baiklah Will, terimakasih” ucap Kiara tersenyum.
“Sama-sama Nona” balas Will kemudian berlalu menuju ruangannya kembali.
Di dalam ruangannya, Keno sedang fokus di depan layar laptop nya, entah apa yang ia kerjakan yang pasti saat ini nampak serius.
Tok tok
Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
“Masuk” ucapnya dengan pandangan masih fokus pada layar laptop.
Ceklek
Kiara masuk kedalam setelah sang empu menyuruhnya.
Namun yang dilihatnya Keno tetap fokus pada laptop nya hingga tidak menyadari siapa yang masuk kedalam ruangannya.
“Selamat pagi Presdir Keno” sapa Kiara dengan suara merdu nya.
Keno yang mendengar suara itu mendongakkan wajahnya menatap sang pemilik suara.
“Kiara??” Cicitnya kaget.
Kiara pun tersenyum manis menyaksikan keterkejutan Keno.
Keno pun berdiri menghampiri Kiara.
“Kenapa kau bisa ada disini? Kapan kau tiba di Indonesia?” Tanya nya
“Baru saja, aku hanya ingin memberimu surprise” ucapnya seraya tersenyum cantik.
Jujur kecantikan Kiara sangat menyihir penglihatannya.
“Are you sure? Kau sudah tidak marah padaku?” Tanya nya memastikan.
Kiara mengangguk
Keno mendekat lalu memeluk Kiara. Ia menghirup aroma lavender tubuh Kiara yang kini menjadi candunya. Rasa rindu keduanya terobati sekarang.
“Keno, sudah. Lepas dulu” pinta Kiara dengan nada manja.
“Tidak bisa honey, biarkan seperti ini” kekeh Keno enggan melepaskan.
Kiara terkejut dengan panggilan yang Keno berikan, Honey? Sedekat itukah mereka sekarang? Jauh dalam lubuk hatinya Kiara sangat bahagia.
“Tapi aku sesak Keno” keluh Kiara.
“Oke-oke” ucap Keno.
Keno menuntun Kiara duduk di sofa ruangannya. Mereka duduk berdampingan.
“Ceritakan maksud kedatanganmu kesini tiba tiba ini Kiara?” Cecar Keno.
“Sudah ku bilang, aku hanya ingin memberimu surprise” ujar Kiara.
“No, aku tidak percaya itu sayang” ucapnya.
“Sayang? Wait Keno apa maksud nya?” Tanya Kiara.
“Aku tidak peduli mulai sekarang kita resmikan hubungan kita menjadi sepasang kekasih” tegas Keno.
“Haishh padahal aku belum mengatakan iya” jawab Kiara
“Itu kau sudah mengatakannya. Sekarang cepat jawab pertanyaanku, jangan mengalihkan pembicaraan honey. Dan jangan berbohong padaku. Aku tidak suka” ujar Keno.
“Baiklah-baiklah” ucap Kiara menurut.
“Sebenarnya kedatangan ku kesini karena merindukanmu” jawab Kiara yang membuat hati Keno ber flower flower wkwk.
Keno kembali merubah wajahnya menjadi serius, ia tahu taktik Kiara hanya mengalihkan topik.
“Bukan itu yang aku maksud, apa tujuan mu ke Indonesia? Bukankah Papa mu sudah melarang?” Tanya Keno.
Kiara menghela nafasnya kasar.
“Sebenarnya kedatanganku kesini untuk menyelesaikan misi ku. Tapi Papa tidak tahu, aku terpaksa berbohong padanya agar dia mengizinkan aku kembali ke negara ini” terang Kiara.
__ADS_1
“Apa?? Misi apa Kiara? Kenapa sampai berani membohongi Papa mu?” Cecar Keno
“Aku ingin menjebak wanita tua itu supaya bisa datang ke markas anak buah Papa malam ini. Aku akan memulai misi ku membalaskan dendam kematian Mama ku” ujar Kiara dengan sorot mata penuh dendam.
“Sayang, dengarkan aku. Wanita itu cukup licik, kita harus bertindak penuh perhitungan Kiara. Jangan gegabah begini, itu akan membahayakan keselamatanmu. Kita tidak tahu siapa orang yang ada dibelakang wanita ular itu. Kita selidiki dulu baru kita mencari kelemahan nya” ucap Keno memberi tahu.
“Tapi sampai kapan Keno? Jangan sampai terlalu lama membiarkan wanita itu menikmati hidupnya. Aku tidak rela” ucap Kiara.
“Tenang dulu, aku akan membantumu menyelidiki seseorang dibalik wanita itu. Setelah berhasil kita serang backingan nya terlebih dahulu baru lah kita melumpuhkan wanita ular itu” ujar nya.
“Baiklah, kali ini aku setuju dengan rencanamu” ucap Kiara
“Bagus, aku suka gadis penurut” ucap Keno memuji seraya mengelus kepala Kiara penuh kasih sayang.
Kiara menyandarkan kepalanya ke dada bidang Keno. Rasanya sangat nyaman berada di pelukan pria itu.
“Bolehkah kita seperti ini sebentar saja?” Mohon Kiara.
“Why? Kenapa tidak boleh sayang? Bahkan lama pun tak masalah” ucap Keno mengecup kepala Kiara.
“Benarkah? Aku tidak menganggu mu kan?” Tanya Kiara mendongakkan kepalanya, ia merasa tidak enak.
“No, pekerjaanku hanya mengecek laporan dari Will saja tadi” ucap Keno meyakinkan.
Kiara menganggukkan kepalanya mengerti.
“Ngomong-ngomong kamu tinggal dimana sayang? Apakah di mansion mu yang dulu?” Tanya Keno
Kiara menggeleng,
”No, aku memilih tinggal di apartemen xxx saja. Mansion itu terlalu besar bagiku sementara aku hanya tinggal sendiri” jawab Kiara
“Sebaiknya kau tinggal di mansion keluargaku saja honey. Aku takut keselamatan mu terancam jika tinggal di apartemen tanpa pengawasan yang ketat” ucap Keno
“Mana mungkin? Bagaimana dengan orangtuamu? Aku belum mengenalnya” jawab Kiara
“Siapa bilang kau belum mengenalnya? Kau bahkan sudah akrab dari kecil sayang, mungkin kau lupa dengan wajah mereka. Lagi pula Mommy dan Daddy pasti akan senang dengan kedatanganmu, mereka tidak akan kesepian lagi jika aku sedang berada di kantor” jelas Keno panjang lebar.
“Oh ya? Benarkah begitu?” Tanya Kiara.
“Ya..” jawab Keno seraya mencuri kecupan di bibir Kiara.
“Isshh Keno!” Protesnya.
“Kenapa? Kau menyukainya kan?” Goda Keno
“Apaan sih” ucap Kiara memerah menahan malu.
Keno pun terkekeh dibuatnya.
Kemudian ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya menunjukkan pukul 11:30 , menandakan sebentar lagi waktu istirahat tiba.
“Kau sudah makan tadi?” Tanya Keno.
“Belum” ucap Kiara menggeleng.
“Baiklah, kita makan siang di mansion saja ya? Kamu mau kan?” Tanya Keno
“Ya, aku mau” ucap Kiara mengangguk tersenyum.
Keno menggandeng tangan Kiara berlalu keluar menuju lift khusus petinggi.
Mereka berdua berpapasan dengan Will yang baru saja keluar dari ruangannya.
“Selamat siang Tuan,Nona. Anda berdua mau makan siang dimana?” Tanya Will sopan.
“Ah ya Will, baru saja aku mau memberitahu mu. Aku dan Kiara akan makan siang dirumah saja. Kau mau ikut atau makan siang dikantor?” Tanya Keno
“Terimakasih atas tawaran nya. Tapi saya makan siang di kantor saja Tuan” tolak Will halus.
“Oke baiklah tidak masalah, aku pergi dulu Will” pamit Keno seraya menepuk pundak assistennya. Kiara memberikan senyuman singkatnya.
Sesampainya di lantai dasar, tatapan para karyawan Keno pun penuh tanda tanya melihat atasannya menggandeng seorang wanita cantik nan anggun.
Termasuk tatapan sebal resepsionis tadi, Kiara yang melihat itu pun hanya acuh saja melewati resepsionis itu.
Mereka berdua berjalan menuju parkiran mobil Keno.
Kiara masuk ke dalam mobil duduk disamping Keno yang duduk di kursi kemudi.
Mobil yang dikendarai Keno pun melaju perlahan menjauhi area perusahaan.
Mohon maaf jika terdapat typo, author minta dukungannya ya readers..
Jangan lupa tinggalkan like&vote nya biar author tambah semangat update nya.
Salam sayang dari author🫰🏻
__ADS_1