Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 29


__ADS_3

Di gudang tua,


Sylvi memarkirkan mobilnya di halaman samping gudang itu. Matanya menelisik terdapat dua mobil pajero sport dan dua mobil jeep yang ia kenali sebagai suruhan nya untuk menculik Kiara. Ia penasaran siapa pemilik pajero itu, namun sedetik kemudian ia cuek kembali melanjutkan langkahnya memasuki gudang tua itu.


“Astagaa!! Apaa ini?? Apa yang terjadi!!” Histeris nya melihat mayat-mayat tergeletak di dalam gudang itu.


Tiba tiba terdengar suara langkah kaki dari dalam kamar.


“Kau sudah sampai?” Tanya pria itu tak lain adalah ketua komplotan yang ia suruh menculik Kiara tadi.


“Kau?! Apa yang kau lakukan terhadap anak buah mu? Kau membunuhnya? Iya?? Bisa-bisa nya kau menghabisi anak buah mu sendiri?!” Tanya Sylvi tak menyangka.


Tangan pria itu terkepal kuat menahan emosi.


“Lalu di mana wanita itu? Tunjukkan padaku sekarang, apa dia sudah sekarat?” Tanya Sylvi beruntun.


“Tidak ada wanita itu disini! Kau yang menyebabkan semua kekacauan ini!! Sampai-sampai anak buah ku habis mati tak tersisa! Aku akan menuntut balas dendam padamu!” Ucap pria bernama Jack itu emosi.


“Apa yang kau katakan?! Aku sungguh tak mengerti semua ini Jack, tunggu dulu. Kau bilang wanita itu tak ada disini? Lalu kemana perginya? Apa dia kabur dan menghabisi anak buahmu begitu? Oh ayolah Jack,dia perempuan dan hanya satu orang! Sangat mustahil baginya mengalahkan semua anak buahmu!” Cecar Sylvi tak habis pikir, ia masih belum mengerti dengan situasi ini.


Harapan nya hanya satu, melihat Kiara lemah tak berdaya. Ia terlanjur membenci wanita itu sampai ke tulang-tulangnya.


Namun apa yang terjadi sekarang justru kebalikan nya, orang-orang suruhan nya tergeletak tak bernyawa.


“Anak buah ku mati karena antek-antek wanita itu! Dia menghabisi semua anak buah ku dengan membabi buta!” Sentak pria itu.


“A-apaa?!! Antek-antek? Apa maksudmu Jack aku masih tak mengerti semua ini!” Seru Sylvi memegangi kepala nya yang terasa pusing.


“Dia pergi diselamatkan oleh para anak buahnya. Jumlahnya begitu banyak membuat lawan kita tak seimbang sehingga anak buah ku semuanya mati terbunuh! Kau harus menanggung ini semua Sylvi! Jika suatu saat kejahatan ini terendus polisi maka kau yang harus mendekam di penjara! Jangan pernah seret nama ku ke dalam masalahmu! Aku sudah cukup kapok dan menyesal telah membantu mu!” Ujar Jack menggebu-gebu.


Sylvi menggeleng panik,


“Tidak bisa! Aku tidak mau dipenjara! Lagipula Kau sudah merekayasa kecelakaan mobil Kiara bukan? Mana mungkin polisi sampai mengira kasus penculikan?” Ujas Sylvi


“Ternyata selain ceroboh kau juga bodoh! Jangan lupakan para anak buah wanita itu! Mereka semua menjadi saksi dan bukti kekerasan pun sudah kuat, tinggal mengajukan laporan saja kau sudah di jebloskan ke dalam jeruji besi!” Timpal Jack


“Tidak! Itu tidak mungkin terjadi! Kalaupun aku masuk penjara maka kau juga akan ikut! Bukan hanya aku dalang nya tapi kau juga pelakunya Jack!” Seru Sylvi tidak terima.


“Oh, kau berniat menyeretku dalam masalahmu? Lebih baik aku membunuhmu sekarang juga lalu melarikan diri dan merubah wajahku! Toh yang melakukan kekerasan adalah anak buah ku yang telah mati, sidik jari yang melekat di mobil wanita itupun milik anak buah ku. Aku akan aman jika kau tak buka suara, jadi jalan satu-satunya adalah dengan aku membunuhmu maka aku akan terbebas dari jeratan pidana!” Seringai licik tercetak di bibir Jack.


“Jangan Jack!” Ucap Sylvi ketakutan


“Kau tidak boleh seperti ini padaku. Lebih baik kita berdua kabur saja, dan aku setuju dengan saranmu. Kita merubah wajah kita dan mengasingkan diri ke luar negeri!” Ucap Sylvi bernegoisasi.


Jack tampak menimbang-nimbang saran Sylvi,


“Ide mu tidak buruk” ucap Jack seraya mangut mangut.


Sylvi lega, laki laki ini cukup mudah di bujuk.


“Kalau begitu tunggu apa lagi Jack? Ayo kita pergi sekarang sebelum keberadaan kita terendus kepolisian!” Seru Sylvi


Plok plok plok..


“R-ryan??” Cicit Sylvi shock.


Tiba tiba Ryan datang dari pintu masuk. Suara mobilnya memang tidak terdengar karena Ryan memarkirkan mobilnya cukup jauh dari lokasi gudang itu.


“Bagus! Ternyata kau dalang dari semua ini Sylvi?!” Ucap Ryan


“Ckckck.. aku tidak menyangka kau berbuat sejauh ini” imbuhnya


“Apa yang kau lakukan disini?!” Tanya nya kaget


“Tentu saja membuntuti mu!” Jawab Ryan datar

__ADS_1


“Bagaimana bisa kau tau tempat ini?!” Tanya Sylvi tak menyangka.


“Kau pikir aku bodoh hah?! Kau tak menjawab panggilanku berkali-kali? Kau sengaja bukan? Aku melacak ponsel mu,dan bodoh nya kau mengaktifkan ponselmu!” Tukas Ryan.


••••


Sementara di bandara Internasional Soekarno-Hatta, Keno dan Delon baru saja sampai.


Mereka duduk di lobi menunggu kedatangan anak buahnya yang berhasil membawa Kiara.


“Target sudah masuk perangkap, dan anak buah ku sedang menuju kesini membawa Kiara. Apa kau tetap disini menunggu Kiara datang atau kau mengurus para cecunguk itu dulu?” Tanya Keno pada Delon.


“Lebih baik aku segera memberinya pelajaran, tanganku sudah gatal ingin menghajar bedebah itu! Kau tunggu disini saja! Biar aku yang mengurus para cecunguk itu!” Ujar Delon


“Aku pergi dulu” pamit Delon


“Ya, hati- hati” sahut Keno seraya menatap kepergian Delon menggunakan taksi.


Tak lama setelah kepergian Delon, Keno melihat tiga mobil anak buahnya memasuki bandara.


“Kita sudah sampai Nona” ujar bodyguard itu membangunkan Kiara yang masih terlelap.


“Nona..” ujar nya lagi, namun tak ada tanda tanda Kiara membuka matanya. ‘Nyenyak sekali’ batin bodyguard itu.


“Goyang-goyangkan saja lengan nya, siapa tau Nona bangun” ujar teman nya yang duduk di kursi kemudi.


Lalu bodyguard itu menuruti usulan teman nya.


“Nona, bangun Nona.. Kita sudah sampai” ujarnya lagi.


‘Hooaammmm’


“Kita sudah sampai ya? Dimana ini?” Kiara melihat sekeliling.


“What?? Bandara? Kenapa turun disini? Memangnya siapa yang mau pergi?” Tanya Kiara beruntun.


“Oh, begitu ya? Oke, ayo kita turun. Aku sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa rupa Tuan Muda mu itu” ujar Kiara tidak sabar


“Mari Nona” Ucap bodyguard itu sembari melangkah di ikuti Kiara di belakang dan di belakang Kiara ada beberapa bodyguard yang mengawal Kiara.


“Aku sudah seperti Tuan Putri saja” celetuk Kiara terkekeh.


‘Memang sebentar lagi anda akan menjadi Tuan Putri nya Tuan Muda Nona’ ucap para bodyguard itu dalam hati.


Tak lama mereka pun sampai di tempat sang Tuan nya menunggu kedatangan mereka.


Tampak seorang Pria tampan dengan balutan jas hitam yang rapi,terlihat sangat gagah. Aura ke pemimpinan nya sangat mendominasi.


“Itu Tuan Muda kami Nona, silahkan Nona temui. Beliau sudah menunggu kedatangan anda” ujar bodyguard itu memberi tahu.


“Ah , baiklah. Kenapa aku jadi gugup begini?” Ujar Kiara.


“Santai saja Nona, Tuan Muda Bimantara sangat baik dan ramah. Anda tidak perlu takut” Ucap bodyguard itu.


“Tuan Muda Bimantara?” Beo Kiara


“Ya Nona, dia adalah Tuan Muda Keluarga Bimantara” Ucap bodyguard


“Seperti tak asing dengan namanya. Ah sudahlah, aku pergi dulu,terimakasih sudah mengantarku” ucap Kiara pada para bodyguard itu.


“Sama-sama Nona” sahut Bodyguard itu serentak.


Langkah Kiara semakin lama semakin mendekati laki laki ber jas hitam itu.


Belum juga sampai di depan nya tiba-tiba laki laki itu berbalik ke arah Kiara.

__ADS_1


Sontak Kiara kaget bukan main,langkah nya seketika terhenti begitu saja.


“Ke-keno??” Ia menutup mulutnya tak percaya. Kiara menatap Keno tak berkedip, netranya menyiratkan kerinduan yang mendalam pada pria itu.


Keno yang mendengar Kiara menyebut namanya pun mengangguk dan tersenyum manis seraya merentangkan kedua tangan nya.


“Kemarilah” ucap Keno


Matanya berkaca-kaca setelah mendengar ucapan Keno. Kiara pun langsung berlari ke arah pria itu.


Dan..


Brukkk! Tubuh mereka saling bertubrukan saking kencangnya Kiara berlari. Keno memeluk tubuh Kiara dengan erat, ia pun sama rindunya dengan wanita itu.


‘Cupp’ Ia reflek mencium kepala Kiara dan Kiara pun membiarkan saja apa yang dilakukan Keno, ia sama sekali tak menolaknya, lalu Keno mengelus punggung Kiara. Rasa bahagia nya tak dapat ia sembunyikan melihat respon Kiara begitu senangnya bertemu dirinya.


Tiba tiba terdengar suara isak tangis Kiara.


“Hiks.. hiks.. hikss..”


“Ssttttt.. jangan menangis” ujar Keno


“Hikss.. mereka jahat Keno! Mereka menculikku dan ingin menodai ku! Hiks.. hikss..” ujar Kiara dengan sesegukkan.


“Ya. Aku tahu, tapi sekarang kau sudah aman bukan? Jangan takut, aku akan selalu melindungi mu Kiara” ujar Keno menenangkan


Kiara menganggukkan kepala dan menghentikan tangisnya. Lalu ia mendongakkan wajahnya menatap Keno.


“Jadi kau yang mereka maksud sebagai Tuan Muda Bimantara?” Tanya Kiara menghapus airmata nya seraya menunjuk ke arah para bodyguard yang berjaga dari jauh itu.


“Ya” jawab Keno mengangguk dan ikut menyeka airmata Kiara dengan kedua ibu jari nya.


“Tapi kenapa kau sampai berbuat sejauh ini Keno? Darimana kau tahu semua ini? Seolah kau sudah menyusun rencana ini dengan sangat matang?” Tanya Kiara beruntun.


“Sudah ku bilang Kiara, aku akan membantu mu terlepas dari genggaman suami mu yang bre****** itu, dan maaf selama ini aku mengutus seorang bodyguard untuk mengawasi dan menjagamu selama kau berada diluar rumah” ungkal Keno jujur.


Kiara melongo mendengar penuturan Keno. Sebegitu penting nya kah dirinya bagi Keno?


“Tapi kenapa kau sampai melakukan ini semua Keno? Padahal kita baru saja saling mengenal kan?” Ucap Kiara


“Tidak ada alasan untuk itu Kiara, aku hanya ingin melindungi mu. Jika ditanya kenapa, aku tidak bisa menjawab nya” ujar Keno menjawab pertanyaan Kiara


Kiara menganggukkan kepalanya, jujur dibenaknya masih banyak pertanyaan yang bersarang di kepalanya. Tapi ia masa bodoh saja tak terlalu memikirkannya. Mungkin lain kali ia akan memastikan kembali.


“Kau sudah makan?” Tanya Keno membuyarkan lamunan nya.


“Sudah, bahkan tadi anak buahmu yang mentraktirku sampai dua porsi” jawab Kiara


Keno terkekeh mendengarnya seraya mengusap kepala Kiara karena gemas.


“Oke, kalau begitu temani aku makan. Aku belum sempat sarapan tadi” ujar Keno seraya menggandeng tangan Kiara.


“Kenapa kau sampai belum sarapan?” Tanya nya heran.


“Aku terlalu cemas menunggu kedatangan mu Kiara, mana sempat aku memikirkan perutku” sahut Keno


Kiara yang mendengar itu pun tersipu malu.


Mereka berdua berjalan bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih menuju foodcourt yang ada di bandara itu.


Jangan lupa dukung karya author..


juga jangan lupa pencet like & vote nya


Semoga kalian sehat selalu🥰

__ADS_1


Salam sayang dari author🫰🏻


__ADS_2