Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 23


__ADS_3

Di New York,


Delon yang baru saja mendapat kabar dari Rere, asisten rumahtangga yang di utus nya mengawasi Kiara itu pun berniat segera memberi tahu Keno.


Tak lama Keno yang selesai bersiap pun turun dari lantai atas.


“Ayo kita pergi!” Ucap Keno seraya berjalan keluar.


“Tunggu dulu Keno!” Cegah Delon menghentikan langkah kaki Keno.


“Why? Tunggu apa lagi Delon? Kau ini tak tahu apa Kiara sedang dalam bahaya, kita harus cepat terbang ke Indonesia, kau jangan membuang-buang waktu!” Ujarnya sedikit emosi.


“Tunggu dulu aku belum selesai bicara!” Sentak Delon


“Aku baru saja mendapat kabar dari pelayan di mansion Ryan, dia bilang bahwa besok Kiara akan terbang kesini menemui Papa ku” terang Delon pada Keno.


“Kau serius?! Kalau begitu baguslah jika Kiara akan datang kesini, kita tidak perlu menjemputnya” ucap Keno senang.


“Tapi tunggu dulu, kita tidak tahu Kiara kesini sendiri atau bersama laki-laki itu” balas Delon


“Ck! Apa yang jadi masalah? Kita tinggal bertindak dari sini,hancurkan perusahaannya buat dia kelimpungan. Dengan begitu dia tidak mungkin menemani Kiara pergi kan?” Usul Keno.


“Ya kau benar, tapi bagaimana jika pria itu melarang Kiara pergi tanpa dirinya?” Ujar Delon khawatir.


“Ada benarnya juga ucapanmu” timpal Keno membenarkan. Ia tampak berpikir sejenak.


“Bagaimana kalau kita suruh anak buah ku menculik Kiara?” Usulnya kemudian


“Kau gila?! Itu terlalu ekstrim Keno! Apakah tidak ada cara lain selain itu? Daripada menculiknya lebih baik aku beritahu saja dia kalau akan ada orang yang menjemputnya diam-diam. Itu lebih baik daripada membuat adikku jantungan” ujar Delon tidak setuju dengan rencana Keno.


“Jangan bodoh Delon! Kiara saja tidak tahu bahwa kau mengetahui niatnya akan datang kesini, lantas jika ia menanyakan darimana kau mengetahui hal itu kau mau menggunakan alasan apa?” Tanya Keno tak habis pikir


“Lebih baik dengan cara ekstrim sedikit, jika Ryan mengetahui hal ini maka ia akan mengira ini murni penculikan. Bukankah ini akan mengamankan rencana kita? Aku janji anak buah ku tidak akan melukai nya seujung kuku pun, kau tahu bagaimana sayang nya aku pada adikmu bukan? Mana mungkin aku tega melukainya” tukas Keno kemudian.


Delon tampak mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Ya aku percaya, baiklah aku setuju dengan rencanamu kali ini” timpal Delon


“Oke,sekarang aku akan menghubungi assistenku” ucap Keno seraya merogoh ponsel yang ada di dalam saku jeans nya.


Ia mencari nomor ponsel Will kemudian mendialnya.


Tak lama panggilan pun tersambung.


“Halo Tuan?” Sapa Will dari seberang telpon.

__ADS_1


“Halo Will, hancurkan Perusahaan pria b******n itu sekarang juga, buat perusahaan nya bangkrut Will. Aku tidak mau tahu, sekarang juga! Aku tunggu kabar darimu” Titah Keno.


“Baiklah Tuan, akan saya lakukan segera” jawab Will


Kemudian Keno mematikan panggilannya.


“Beres! Tinggal kita tunggu saja beritanya” Ucapnya pada Delon.


“Oke, sekarang tinggal kita susun rencana untuk besok” ujar Delon kemudian.


“Ya, aku ada ide..” ucapan Keno terpotong oleh Delon


“Ck! Kau ini daritadi selalu saja selangkah lebih encer dariku! Setidaknya beri aku kesempatan untuk berfikir” protes Delon yang sebal sebab ia selalu kalah selangkah dari Keno.


Ia akui Keno memang pria yang cerdas, ia mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Hampir saja pria itu tak pernah salah langkah dalam mengambil keputusan. Kemampuan nya memang patut di acungi jempol. Pantas saja musuh-musuh nya selalu di telak mundur oleh Keno. Itu sebabnya ia memikirkan rencananya dengan matang.


“Aku tahu kemampuan otakmu yang minimalis itu, jadi biarkan aku saja yang memberikan ide” sahut Keno mengejek


“Sialan kau! Terserah, apa ide mu kali ini?” Tanya Delon


“Kau minta bantuan pada asisten suruhanmu itu, katakan bahwa kau akan menculik Kiara. Suruh dia membujuk Kiara keluar dari rumah jikalau memang Ryan tak mengijinkan nya untuk pergi, dengan begitu akan mempermudah anak buahku untuk membawanya pergi tanpa harus membuat keributan di mansion itu” Jelas Keno dengan gamblang. Memang cerdik sekali pria ini.


“Oke, akan aku atur besok. Kau memang bisa di andalkan” ujar Delon menyetujui ide yang Keno berikan.


“Ya ! Aku memang cukup bisa diandalkan dalam segala hal. Jangan lupa janjimu membantu ku untuk bersatu dengan Kiara” ujar Keno mengingatkan.


“Terimakasih. Aku bangga memiliki kakak ipar sepertimu” canda Keno


“Kakak ipar? Cihh, belum juga menikah dengan adikku kau sudah mengklaim ku sebagai kakak ipar mu saja” ujar Delon menanggapi candaan Keno


“Memang kenyataan nya akan begitu kan?” Timpal Keno


“Terserah mu saja, aku lelah terus berdebat denganmu” ujanya seraya merebahkan diri ke sofa yang ada di ruang tamu itu.


“Siapa suruh kau meladeni ku” ucap Keno acuh.


Dari atas tangga, Grandma Thea yang terganggu dengan perdebatan dua manusia tengil itupun hendak turun ke bawah menegur mereka berdua.


Ia berjalan perlahan tanpa menggunakan alas kaki dan mengangkat tongkatnya agak tinggi, tujuannya adalah agar dua orang itu tidak mendengar langkah kakinya.


Grandma Thea semakin mendekati kedua manusia yang terus berdebat itu.


Tuk ! Tuk !


Tiba-tiba Grandma Thea memukul kepala Keno dan Delon bergantian dari arah belakang.

__ADS_1


“Aaawww!!” Teriak dua orang itu bersamaan.


Mereka berdua pun menoleh ke belakang.


“Grandma ?!!” Ucap Keno dan Delon bersamaan.


“Ya!! Apa kalian tidak tahu ini sudah malam! Sedangkan kalian berdua asik berceloteh ria disini, apa kalian tak tahu kalian telah mengganggu ketenangan seluruh penghuni mansion!” Ujar nenek tua itu dengan nada marah.


“Ya maaf Grandma, habis kita terlalu asyik sih” celetuk Delon dengan santai.


“Hei kau tamu tak diundang ! Kenapa pula kau masih berada disini? Apa kau sudah tak memiliki rumah sehingga kau berniat bermalam disini?” Ketus Grandma menanggapi ucapan Delon.


Delon dan Keno sontak memelototkan kedua matanya. Bisa-bisanya Grandma mengatakan nya tak memiliki rumah, semiskin itukah ia sekarang? Hahaha…


“Aku kesini hanya ingin bermain saja Grandma, tak ada maksud terselubung seperti yang Grandma katakan tadi” sanggah Delon.


“Bermain? Kalau begitu pulanglah, karena disini tidak ada mobil-mobilan atau robot-robotan seperti yang kau maksud!” usir Grandma Thea


Keno yang mendengar itu sontak menahan tawanya, kena kau Delon.


Sedangkan Delon memutar kedua matanya malas.


“No, bukan itu yang aku maksud. Aku kesini untuk berbincang dengan Keno Grandma. Sudah lama kita tak bertemu. Sekalinya bertemu malah tak lama” celetuk Delon dengan konyol.


“Ya itu benar Grandma” timpal Keno


“Haisshh.. kalian berdua ini memang serasi. Sama-sama bocah tengil!” Ujar Grandma seraya berjalan menaiki tangga.


“Hei Grandma.. kami bukan bocah lagi, sekarang belalai kami sudah tumbuh berkembang!” Teriak Delon yang melihat nenek tua itu perlahan mulai menjauh.


“Benarkah? Aku tak percaya, paling hanya sebesar biji durian!” Ujar Grandma yang sempat menghentikan langkahnya lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


“What?!!!” Pekik Delon melongo.


“Hahahaha… mampus kau!” Tawa Keno seketika pecah mendengar ucapan Grandma nya.


“Kurang asam! Sebesar ini dibilang biji durian” Gerutu nya sambil menggeleng-gelengkan kepala tak habis fikir dengan ucapan Grandma.


Malam semakin larut, Delon pun memutuskan pamit pulang ke rumah. Ia takut Papa nya akan menanyakan kemana perginya.


Mobil pun berlalu meninggalkan area mansion Grandma Thea.


Hari ini author hanya up 2 bab dulu ya.. karena seharian ini author sibuk.. terimakasih sudah mengikuti ceritanya sampai sejauh ini..


Mohon dukungannya ya..

__ADS_1


jangan lupa like&vote nya..


Salam sayang dari author🫰🏻


__ADS_2