
Sesuai yang di katakan Keno, Kiara saat ini sudah sampai di kantor Keno dengan pengawalan ketat para bodyguard Keno berseragam hitam dengan jumlah 20 orang, itu hanya sebagian perwakilan dari anak buah Adrian dan Keno.
Kiara berjalan paling depan disusul para bodyguard itu di belakang. Pandangan nya lurus dan tegas berjalan anggun melewati koridor lantai dasar.
Semua tatapan karyawan di kantor itu tertuju pada Kiara, tak terkecuali resepsionis dan para karyawan wanita, mereka memandang sinis penuh tanya siapa sebenarnya wanita itu yang tampak di perlakukan spesial sekali oleh atasan nya.
Seperti biasa Kiara hanya acuh saja dan membalas sapaan dengan senyum singkat sebagian karyawan yang menyapa.
Para bodyguard itu mengantarkan sampai depan pintu ruangan Keno.
“Silahkan Nona, kami permisi ingin menemui Tuan Will terlebih dahulu” pamit salah satu dari mereka di angguki oleh Kiara.
Ceklek
Pandangan Keno pun beralih ke arah pintu.
“Sayang, kamu sudah datang” ucap Keno
“Ya, dan para karyawan mu seperti ingin menelan ku hidup-hidup tadi” ucap Kiara dengan senyuman miring di bibirnya.
“Sudahlah biarkan saja. Jika ada yang macam-macam lapor saja padaku” ucap Keno.
“Untuk apa? Bahkan aku bisa mengatasinya sendiri tanpa campur tangan mu. Itu hanya masalah sepele saja” sinis Kiara.
Keno semakin hari semakin takjub dibuatnya. Wanita nya ini walaupun segala fasilitas dan kebutuhan tercukupi dengan baik namun ia tidak pernah manja merengek mengadukan hal-hal sepele sekalipun. Sangat-sangat mandiri pikirnya.
“Baiklah terserah mu saja. Sudah makan siang?” Tanya Keno mendudukkan Kiara di pangkuan nya.
Kiara menganggukkan kepalanya. “Aku makan siang bersama Daddy dan Mommy, kamu sendiri bagaimana?” Tanya Kiara balik.
“Syukurlah.. aku juga sudah barusan dipesankan makanan cepat saji oleh Will” ujar Keno.
Kiara mengangguk paham.
“Apa yang ingin kau tunjukkan padaku? Aku sudah sangat penasaran” ucapnya manja.
“Sabar dulu dong, temani aku meeting dengan para bodyguard dulu untuk membahas penyerangan nanti malam, setelah itu kita pergi ke markas” ucap Keno.
“Kok malah meeting sih, nggak mau ah lama. Ngebosenin juga. Dan lagi, kenapa harus ke markas sih?” Kesal Kiara merasa di bohongi
“Bentar kok yang nggak lama, kita ke markas karena kejutannya ada disana” jawab Keno
“Ishh yaudah, tapi aku nggak ikut meeting. Mau tidur disini aja ngantuk banget soalnya tadi terlalu banyak makan” ucap Kiara turun dari pangkuan Keno berjalan menuju sofa.
“Jangan disitu sayang, di private room aja di sebelah kiri itu. Nanti kalau ada orang masuk ngeliat kamu tidur disitu ntar di apa-apain lagi” ucap Keno tak rela.
“Dihh ribet amat mau tidur aja” gerutu nya lalu masuk kedalam kamar pribadi Keno.
Keno yang melihat tingkah Kiara itupun terkekeh.
Tok tok
“Permisi Tuan”
“Masuk Will” titah Keno.
“Ada apa?” Tanya Keno ketika Will sudah berdiri di hadapan nya.
“Itu Tuan, seluruh perwakilan anak buah Tuan dan Tuan besar sudah terkumpul lengkap. Kita mulai pembahasan nya sekarang?” Tanya Will
“Ya Will, bawa mereka semua ke ruang meeting saja jangan diruangan ku, calon istriku sedang beristirahat” ucap Keno.
Will pun mengedarkan pandangan nya tak melihat sosok Kiara, ‘ah mungkin Nona berada di kamar privat’ batin nya.
Keno yang melihat gerak gerik Will pun sontak menegurnya.
“Apa yang kau cari Will? Jangan macam-macam!” Tegur Keno.
“Ah tidak Tuan, baiklah saya permisi dulu” pamitnya
__ADS_1
“Ya, lima menit lagi aku susul” ucap Keno.
Setelah kepergian Will, Keno berjalan masuk ke kamar pribadinya. Dilihatnya Kiara sudah tertidur di ujung ranjang dengan posisi telentang dan kaki menjuntai ke bawah.
‘Ckckck.. dia tidur tanpa membenarkan posisinya’ batin nya lucu.
Keno pun mendekat ke arah ranjang, lalu menaikkan kaki Kiara agar tidurnya nyaman. Tak lupa menarik selimut sampai batas dada agar Kiara tidak kedinginan dengan AC yang ada di ruangan itu.
‘Cupp! Aku tinggal dulu sayang’ pamit Keno seraya mengecup kening Kiara lalu pergi meninggalkan ruangan itu menuju ke ruang meeting tempat para bodyguard nya berkumpul disana.
Sedangkan di mansion Bimantara, Adrian dengan Merry tengah duduk berdua di ruang keluarga. Merry yang sibuk dengan sinetron nya sampai-sampai tak menghiraukan keberadaan suaminya.
Adrian yang bosan pun tiba-tiba teringat sesuatu, ia lupa mengabari sahabatnya akhir-akhir ini.
Kemudian ia meraih ponselnya di atas meja dan mendial nomor Daniel.
Tak lama panggilan pun terangkat.
“Halo Daniel, gimana kabarmu? Maaf aku lupa mengabari keadaan putrimu” ucap Adrian
‘Ah, aku sangat baik Adrian.. tidak masalah,apakah putriku nakal disana? Lalu bagaimana denganmu dan Merry?” Tanya Daniel beruntun.
“Aku dan istriku juga baik. Kiara tidak se nakal yang kau pikirkan Niel, putrimu itu sudah dewasa. Kami sangat senang dengan kehadiran nya membawa suasana riang di mansion kami” ucap Adrian. Merry pun hanya menyimak seraya tersenyum lembut, benar yang dikatakan oleh suaminya. Kiara sosok wanita yang membawa aura positif dimanapun ia berada.
‘Bagus lah kalau dia tidak berulah, terkadang kepalaku pusing mendengar keinginan-keinginan konyol nya Adrian. Tapi aku juga terkadang merasa sepi tidak ada anak itu hahaha’ ucap Daniel terkekeh mengingat tingkah laku putrinya.
“Ya, kau akan sangat kehilangan putri mu jika tak mendengar ocehan nya selama seminggu saja” balas Adrian menggoda sahabat nya itu.
‘Ya.. aku akui itu. Ah ya, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu Adrian’ ucap Daniel kemudian.
“Katakan saja Daniel, jangan sungkan” ucapnya.
Daniel pun menceritakan dengan detail kedatangan Ryan ke New York kemarin tanpa terlewat satupun.
‘Aku ingin kau menyembunyikan keberadaan Kiara serapat mungkin Adrian, pria itu kali ini tak main-main. Dia akan nekat kali ini,sebab aku sudah memperingatinya tapi dia sama sekali tak mengindahkan ucapanku’ ucap Daniel geram.
“Baiklah Niel, aku akan melakukan permintaan mu. Tenang saja, selama Kiara bersama ku tidak akan ada satupun yang berani menyentuhnya, aku pastikan itu” ucap Adrian yakin.
“Baiklah,selamat beristirahat” ucap Adrian lalu mengakhiri panggilan nya.
“Kenapa Dad?” Tanya Merry penasaran
Adrian menghembuskan nafasnya kasar. “Mantan suami Kiara saat ini tengah mencari keberadaan Kiara Mom, kita harus meminimalisir aktifitas Kiara. Sebab Daniel meminta ku untuk menyembunyikan keberadaan nya” ucap Adrian.
“Mau apalagi laki-laki itu? Tak cukupkah dia menyakiti Kiara sejauh ini? Mommy sama sekali tak habis fikir” ucap Merry menggelengkan kepala nya.
“Sudahlah, yang terpenting kita fokus menjaga Kiara agar keberadaan nya tak terendus oleh pria itu” ucap Adrian.
Merry menganggukkan kepalanya setuju.
Sedangkan saat ini Keno dan Kiara beserta seluruh anak buahnya sudah sampai di markas.
Kiara dibuat penasaran dengan kejutan itu, sebenarnya apa yang akan Keno berikan sampai-sampai datang ke markas? Misterius sekali pikirnya.
“Itu kejutan untukmu sayang” tunjuk Keno pada sosok wanita yang terikat di kursi dengan kondisi tak berdaya. Anak buah Keno sengaja tak memberinya makan selama tiga hari ini.
Kiara sontak kaget.
Kemudian menoleh ke arah Keno. “Terimakasih,aku suka kejutannya” ucap Kiara
“Apapun untukmu honey,lakukan semaumu” balas Keno tersenyum manis.
Kemudian pandangan nya beralih ke Flo,
Kiara yang melihat itu matanya memancarkan amarah.
“Kauu! Akhirnya kita bertemu Tante, upss! Maksudku Tante bohongan dari mantan suamiku” ucap Kiara sinis.
“Mmmhhh!! Mmmhhhhhhh!!!” Wanita tua itu hanya bisa mengeram karena mulutnya di lakban.
__ADS_1
“Lepaskan plester nya!” Titah Keno tegas.
Srekkkk!
“Awhhssshhh kurangajar kalian!!” Umpat Flo yang ditarik kasar plester nya oleh anak buah Keno.
Plakkk plaaakkkk!
Dua tamparan keras Kiara layangkan ke pipi Flo kanan kiri.
“Begini kan yang kau sebut kurangajar?!” Sarkas Kiara.
“Dengar aku!! Usahamu membalaskan dendam laki-laki selingkuhanmu itu akan berbalik menjadi balas dendamku atas kematian Mamaku wanita biadab!!!! Kau dengar itu!!!” Marah Kiara penuh kesetanan.
Keno hanya membiarkan saja apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu. Senyum miring tercetak dibibirnya, ternyata wanitanya itu cukup mengerikan sama seperti dirinya. Hanya saja selama ini sisi gelap Keno tidak pernah ia tampakkan.
“Apa maksudmu! Aku tidak ada sangkut pautnya dengan meninggalnya ibumu!” Teriak Flo
“Kau pikir aku bodoh? Hahh?!!! Kau adalah selingkuhan dari mantan mertuaku Rendy Wijaya kan?! Dan kau juga yang menjadi dalang atas kematian ibuku!! Kau licik ja**ng kau licikkk! Apa salah Mamaku hahh!!” Bentak Kiara seraya menjambak rambut Flo sangat kuat.
“Aargghhh!! Lepaskan!! Kalau iya memang kenapa?! Itu balasan untuk wanita yang suka ikut campur dengan urusan orang! Ibumu memang pengacau!!” Balas Flo
“Kurangajar! Beraninya kau mengatai Mamaku dengan mulut kotormu!! Rasakan ini!” Sentak Kiara sambil menarik kasar rambut Flo hingga rontok.
“Aarghhhh perihh sialann!!!” Rintih nya.
“Hahahaha… kau salah mencari lawan ja****! Rasakan penderitaan mu yang sesungguhnya! Aku tidak akan membunuhmu langsung, baiknya ku siksa kau sampai kau mati dengan sendirinya!” Tekan Kiara dengan mata menyalang.
“Berikan dia obat perangs*ng dosis tinggi! Biarkan dia meronta kepanasan!” Titah Kiara pada anak buah Keno.
“Baik Nona” ucap nya.
Bodyguard itu pun datang membawa serbuk itu lalu memasukkan paksa ke dalam mulut Flo.
“Tidakk!!!” Teriak Flo meronta.
“Diam kau!!” Bentak bodyguard itu.
Flo terus saja menolak tapi tenaganya kalah dengan anak buah Keno. Obat itu berhasil masuk kedalam mulut Flo.
Tak berapa lama obat itu bereaksi. Flo mulai menggeliat kepanasan.
“Awwshhh ashhh tolongg a-aakuuu!!” Rintihnya.
Wanita itu terus meronta meminta kepuasan namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena tangan dan kaki nya terikat di kursi besi itu.
‘Dibalik kecantikan dan ke anggunan Nona, Ternyata Nona wanita yang tidak bisa diremehkan sama sekali’ batin Will dalam hati.
“Tinggalkan wanita itu! Biarkan dia menikmati penderitaan nya!” Titah Keno.
“Ayo sayang” ajaknya pada Kiara
Kiara pun mengangguk menyamakan langkah kaki nya dengan Keno.
Flo terus saja meronta dan menangis. Tubuhnya serasa terbakar kali ini. ‘Sialan!! Apa sebenarnya hubungan Kiara dengan Presdir Bimantara itu?! Kenapa sedekat itu? Bagaimana dengan Ryan?!’ Ucapnya dalam hati seraya memandangi kepergian dua orang itu penuh benci.
“Kita pulang sekarang?” Tawar Keno yang melihat mata Kiara mulai sayu.
“Ya.. aku lelah dan ingin segera tidur” ucap Kiara
“Baiklah” ucap Keno.
“Siapkan mobil Will, kita pulang sekarang” titahnya pada Will.
Kiara sebenarnya ingin bertanya bagaimana cara Keno menangkap Flo, namun ia memilih acuh saja. Apa yang tidak bisa Keno lakukan? Pikirnya.
Setelah masuk ke dalam mobil Kiara menyandarkan kepalanya di dada bidang Keno. Keno pun dengan senang hati melihatnya.
Ia mengusap-usap kepala Kiara hingga wanita itu tertidur pulas.
__ADS_1
“Sudah tidur rupanya, menggemaskan sekali sih” gumam Keno seraya tersenyum.
Will yang melihat dari cermin pun seketika ikut bahagia dengan kehadiran Nona nya itu yang mampu merubah sosok Keno yang awalnya dingin tak tersentuh menjadi sosok penyayang.