
Kehangatan meliputi seluruh keluarga besar Bimantara saat ini.
Mereka semua berkumpul di ruang rawat Kiara untuk menjenguk baby boy.
“Cucu Oma tampan sekali.. lihatlah Dad, kenapa semua wajahnya mirip dengan Keno? Kiara hanya kebagian mata bening nya saja hahaha” ucap Merry tertawa geli.
“Ya, kenapa bisa begitu ya hahaha…” Adrian ikut tertawa membuat Keno dan Kiara terdiam cengo.
Kedua orangtua nya itu kenapa begitu excited sekali?
“Jelas saja dia mirip dengan ku, aneh saja jika mirip orang lain” timpal Keno sedikit kesal.
“Apa maksudmu? Kau menuduhku hubby?!” Kiara langsung menyahut dengan tatapan mengintimidasi membuat Keno kikuk menggaruk tengkuk nya.
“Bukan begitu honey, mereka saja yang aneh. Jelas-jelas kita yang membuatnya wajar saja jika muka anak kita mirip dengan kita” ucap Keno.
“Ishh!” Kiara mendesis mendengar jawaban suaminya.
“Ngomong-ngomong siapa nama baby boy?” Tanya Adrian.
“Ah iya! Aku hampir melupakannya” keluh Merry karena terlalu asyik menggendong cucu nya.
“Kalau itu aku serahkan pada Keno saja Dad” ucap Kiara beralih menatap suaminya.
Keno tersenyum lembut mengusap kepala Kiara.
“Kenrich Delano Xavier Bimantara” ucap Keno spontan.
“Hah?? Ya Tuhan.. nama yang gagah sekali” puji Merry.
“Mommy setuju” ucap Merry tersenyum menatap cucunya.
Bayi mungil itu sedari tadi memejamkan kedua matanya setelah kenyang di susui Kiara dengan melewati drama konyol antara putra dan suaminya.
“Daddy juga setuju” timpal Adrian tersenyum singkat.
“Kau sudah mengabari Delon dan Papa mu?” Tanya Adrian menatap Keno.
“Sudah Dad, mereka bilang lusa akan terbang ke sini” jawab Keno.
“Oh iya, aku lupa mengabari mereka hubby” ucap Kiara baru teringat.
“Sudah tenanglah, aku sudah menelpon Delon tadi. Dia bilang selamat atas kelahiran keponakan nya. Papa juga turut senang dengan berita gembira ini” ucap Keno memegang jemari Kiara lalu mengecupnya.
“Thanks hubby” ucap Kiara tersenyum lembut.
“Apapun untukmu, cup!” ucap Keno mengecup singkat bibir ranum istrinya membuat Kiara merona.
“Ehm! Jangan lupakan disini masih ada orangtua” tegur Adrian berdehem.
“Daddy mengganggu saja!” Gerutu Keno.
Membuat pria paruh baya itu mendesah kasar.
“Bagaimana keadaan Sylvi?” Tanya Kiara mengalihkan topik. Dia juga penasaran apakah sahabatnya itu sudah sadar atau belum.
“Dia sudah sadar, hanya saja tadi dokter bilang perlu waktu sementara untuk pulih. Makanya Mommy dan Daddy tinggal sebentar untuk menunggu persalinan mu” jawab Merry.
“Syukurlah.. aku sangat khawatir dengannya, apalagi bayinya sangat membutuhkan ibunya” ucap Kiara sedikit sendu.
“Nanti kita jenguk dia lagi setelah kondisi mu fit kembali honey” ucap Keno
“Ya..” jawab Kiara menganggukkan kepalanya.
Tak lama pintu ruangan Kiara terbuka menampakkan sosok wanita tengah duduk di kursi roda.
“Hai Ra,” sapa nya tersenyum. Ia semakin mendekat di dorong oleh suaminya yang juga terlihat sangat fresh karena penyemangatnya sudah pulih kembali.
“Sylvi..” ucap Kiara dengan mata berkaca-kaca.
“Selamat ya atas kelahiran putra mu, aku turut berbahagia” ucap Sylvi tersenyum tulus.
“Selamat Bro” Morgan menepuk pundak Keno memberi ucapan.
“Thanks!” Keno membalas dengan anggukan seraya tersenyum singkat.
__ADS_1
“Terimakasih Vi, aku juga senang akhirnya kau sadar juga” ucap Kiara terharu.
“Ini semua berkat support dari kalian semua, aku sangat berterimakasih padamu terutama pada Keluarga Bimantara yang sudah berbesar hati membantu dan ikut menjaga ku juga bayi ku” ucap Sylvi penuh rasa haru.
Ia tak menyangka ternyata keluarga sahabatnya adalah orang-orang baik yang tak memiliki dendam padanya sama sekali, justru dia dianggap sebagai bagian dari keluarga mereka juga.
“Jangan sungkan, kita adalah keluarga. Kapanpun kalian butuh bantuan tangan kami selalu terbuka untuk kalian” ucap Adrian di angguki oleh Merry.
“Terimakasih paman, aku tidak tau harus berbuat apalagi untuk membalas semua kebaikan paman” jawab Sylvi tak enak.
“Panggil aku Dad seperti yang lainnya. Anggap saja kami juga orangtua mu” ucap Adrian tak ingin di bantah.
Sylvi semakin tertunduk haru. Sungguh anugerah Tuhan datang bertubi-tubi. Ia sangat beruntung bisa berada di tengah-tengah kehangatan keluarga ini.
“Sudahlah baby, jangan terus larut dengan suasana. Lihatlah bayi tampan itu, aku gemas sekali ingin menggendongnya!” Seru Morgan mendapatkan pelototan dari ayah sang bayi.
“Ya Tuhan.. tampan sekali.. siapa namanya Ra?” Tanya Sylvi terpesona dengan paras bayi mungil itu.
“Namanya Kenrich Delano Xavier Bimantara” ucap Kiara membuat pasangan suami istri itu semakin terperangah.
“Astaga, nama yang bagus! Siapa yang memberinya nama Ra?” Tanya Sylvi penasaran
“Suamiku..” ucap Kiara menatap penuh kagum pada suaminya.
“Gila lu bro! Keren banget!” Pekik Morgan.
“Siapa dulu Daddy nya” ucap Keno sombong.
“Cih! Aku yakin, kedua anak kita nanti akan menjadi pria sejuta pesona kelak” ucap Morgan begitu yakin.
Pasalnya kedua bayi itu sama-sama memiliki aura ketertarikan kuat tersendiri.
“Aku rasa juga begitu, mereka pasti punya power yang besar ketika mereka bersatu” ucap Keno menatap tajam putranya yang kini tertidur di dalam gendongan Mommy nya.
“Mereka adalah calon penguasa, Daddy akan mewariskan semua aset Daddy pada cucu-cucu tampan Daddy” ucap Adrian dengan tatapan penuh bahagia.
“Tidak perlu Dad, putraku tidak ada hubungan darah sama sekali dengan keluarga ini, Daddy menganggapnya sebagai cucu sendiri saja sudah cukup bagi kami” ucap Sylvi merasa sungkan.
“Iya Dad,Mom.. aku rasa semua itu tidak perlu” sahut Morgan menimpali ucapan istrinya.
“Sudah.. turuti saja, ucapan Daddy mu adalah perintah mutlak tidak bisa di ganggu gugat” ucap Merry setelah meletakkan cucu nya di box bayi.
Sementara Keno dan Kiara saling melempar senyuman mendengar perdebatan mereka.
“Huffhhhtt..” terdengar hembusan kasar keluar dari mulut Sylvi. Morgan mengusap-usap bahu istrinya.
Mau gimana lagi? Perintah raja adalah mutlak!
“Ayo kita kembali Baby, jangan terlalu lama kasian putra kita” ajak Morgan pada Sylvi.
“Baiklah, Kiara.. aku kembali ke ruangan ku dulu. Semuanya aku pamit..” ucap Sylvi.
Di angguki Keno, Merry dan juga Adrian.
“Ya, nanti aku main ke ruangan mu jika aku sudah pulih” jawab Kiara.
“Okay” ucap Sylvi membentuk jarinya O.
“Bro, aku tinggal dulu” pamit Morgan pada Keno.
“Ya, selamat beristirahat” ucap Keno.
Morgan dengan sigap membalikkan kursi roda istrinya dan mendorong keluar dari ruangan Kiara.
“Daddy dan Mommy juga pamit pulang dulu, besok kita kesini lagi” ucap Adrian sepeninggal Morgan dan Sylvi.
“Kenapa mendadak sekali?” Tanya Keno heran.
“Daddy ada urusan, Ben juga akan kembali ke New York malam ini” jawab Adrian.
“Ohh.. baiklah.. Keno juga baru bisa mengurus perusahaan setelah Kiara keluar dari rumah sakit” ucap Keno
“Urusan perusahaan sudah di tangani Will, kau tidak perlu khawatir. Dia juga sebentar lagi akan menikah” ucap Adrian yakin.
“Oh ya?! Semudah itu Daddy memprediksi? Sejauh mana kedekatan mereka berdua?” Cecar Keno tak habis pikir dengan perkembangan pesat hubungan assisten nya itu.
__ADS_1
“Kau lihat sendiri nanti jika kau kembali ke perusahaan” jawab Adrian santai.
“Ok” sahut Keno.
“Ya sudah, Daddy pulang dulu” pamit Adrian.
“Bye sayang, jaga kesehatan dan cucu Mommy. Makan asupan yang penuh vitamin, minta suami mu carikan makanan yang bisa membantu mengembalikan imun tubuh dan melancarkan asi mu” pesan Merry seraya cipika cipiki pada menantu kesayangannya.
“Mommy tenang saja” sahut Keno santai.
“Baik Mom, terimakasih” ucap Kiara tersenyum mengangguk.
“Bye cucu tampan Oma” ucap Merry menatap cucunya yang berada di box bayi.
“Bye Oma..” sahut Kiara menirukan suara bayi membuat Keno terkekeh kecil.
Merry pun keluar menyusul langkah suaminya meninggalkan ruangan Kiara.
“Siapa yang Daddy maksud tadi hubby? Apakah Will sudah mempunyai kekasih?” Tanya Kiara sesaat setelah pintu ruangannya tertutup rapat.
“Aku tidak tahu persis seperti apa hubungan kesuanya honey, tapi yang jelas orang itu adalah orang yang kau kenal” jawab Keno ambigu.
“Siapa? Aku tidak memiliki teman selain Sylvi disini, jangan mengarang deh hubby” ujar Kiara tak yakin.
“Ada.. tega sekali kau melupakannya..” ucap Keno
Kiara tampak berpikir,
“Ah langsung saja katakan apa susahnya sih, kepalaku pusing hubby!” Keluh Kiara memijat pelipisnya.
“Baiklah.. baiklah..” ucap Keno mengalah.
“Dia adalah mantan assisten mu dulu” jawab Keno.
“Assisten??” Beo Kiara mengernyitkah dahinya.
Keno mengangguk, “namanya Rere” jawab Keno
“Whatt?!!!! Jadi mbak Rere orangnya?? Tapi kenapa bisa hubby?” Pekik Kiara terkejut.
“Bisa saja, namanya juga jodoh. Kita tidak pernah tau kedepannya” ujar Keno santai.
“Bukan itu maksud ku, kenapa mbak Rere bisa bertemu dengan Will, kapan dan dimana?” Tanya Kiara penasaran.
Pasalnya setelah keluar dari rumah itu Kiara sama sekali tak mengetahui bagaimana kabar Rere lagi karena ponselnya yang menyimpan kontak Rere entah hilang kemana kala insiden itu.
“Rere melamar sebagai sekretaris setelah berhenti bekerja di mansion itu, disanalah awal mula Will dan Rere bertemu” jelas Keno.
“Serius hubby? Bukankah mbak Rere tidak memiliki pengalaman sebagai sekretaris, bahkan dia hanya sebatas assisten rumah tangga. Kenapa bisa masuk ke perusahaan sebesar itu?” Ucap Kiara aneh.
“Siapa bilang? Kau pikir kakak mu itu akan menempatkan seseorang yang tidak berkompeten di bidangnya begitu? Mana mungkin honey, Rere adalah mahasiswa lulusan S1 yang sudah dipilih Delon untuk menjadi mata-mata, dia cukup cerdas karena menyandang gelar predikat mahasiswa cumlaude” jelas Keno kemudian.
Kiara semakin terkejut mendengarnya, lama tak mendengar kabar dari wanita itu membuatnya semakin tidak sabar ingin menemui nya.
“Ah.. ternyata aku ketinggalan berita sejauh ini, ck! Menyebalkan” decak Kiara.
“Sudahlah jangan terlalu ikut campur, biarkan mereka yang menjalani. Kita cukup mendukung dari jauh saja” ucap Keno.
“Hemm.. kau benar hubby, semoga saja mereka berjodoh” ucap Kiara penuh harap.
Cup!
“Hubby!” Kiara terpekik kaget dengan serangan Keno tiba-tiba.
Kecupan itu lama kelamaan menjadi ******* membuat kedua orang tua baru itu hanyut dengan suasana.
Oeek! oeek!
Tiba-tiba terdengar tangisan melengking putra mereka.
“Astagaa! Kau sungguh tidak berpihak pada Daddy kali ini boy” keluh Keno lesu.
“Cepat bawa dia kemari hubby!” Titah Kiara.
“Huffttt!” Keno berjalan gontai menuju box bayi.
__ADS_1
Membuat Kiara terkikik geli dengan tingkah suaminya.