
Hari menjelang petang, Kiara duduk di ruang tv keluarga menanti kepulangan suami nya. Wanita itu absen sehari tidak ikut karena mengeluh badan nya pegal-pegal, alhasil Keno tak mengijinkannya untuk ikut ke kantor.
“Bi, apa suamiku sudah pulang?” Tanya Kiara yang fokus menonton acara talk show.
“Belum Nona, mungkin sebentar lagi Tuan muda kembali” ucap Bibi.
Kiara menganggukkan kepalanya lesu.
“Haisshh.. cuma sehari gak ketemu kenapa rasanya gelisah sekali. Sabar ya nak, daddy pasti sibuk” ucap Kiara mengusap perutnya lembut.
Dilanda kebosanan akhirnya wanita itu mengecek ponselnya berselancar di media sosial.
Cukup lama ia menscroll layar benda pipih itu hingga matanya menangkap sebuah artikel yang terpampang di akun gosip menampilkan foto seorang wanita cantik dan sexy berjalan anggun di koridor ruangan Keno.
‘Seorang pengusaha terbesar no 1 di indonesia pewaris tunggal Bimantara Group saat ini dikabarkan tengah dekat dengan salah satu putri pengusaha pewaris Hartono Group’
Kiara membelalakkan kedua bola matanya.
“Apa-apaan ini?! Siapa yang sengaja menebar isu receh seperti ini! Berani-berani nya mengklaim suami orang” geram Kiara emosinya memuncak. Wanita hamil itu memang sering kali sensitif ketika menghadapi hal-hal sepele, apalagi hal sebesar itu.
Dia tak habis pikir, kenapa ada wanita yang senekat itu mengklaim seorang Keno yang notabene seorang pria dingin tidak pernah di gosipkan dengan wanita manapun.
“Sepertinya aku harus sedikit ganas kali ini, oke baiklah.. kita mulai saja permainan ini, aku akan menunjukkan taring ku di hadapan wanita gatal itu” ucap Kiara dengan sorot mata tajam penuh amarah.
Tak lama suara deru mesin mobil pun terdengar memasuki halaman Mansion.
“Ah itu dia,” ucap Kiara berdiri lalu melangkahkan kaki jenjangnya menyambut sang Suami.
“Honey..” ucap Keno merangkul tubuh Kiara lalu mendaratkan kecupan lembut di kening wanita cantik itu.
Kiara tersenyum lembut berada di dekapan Keno.
“Bagaimana keadaanmu, sudah lebih baik?” Tanya Keno
Kiara menganggukkan kepalanya.
“Syukurlah, anak Daddy pintar ya.. tidak menyusahkan Mommy sama sekali, Cup!” Ucap Keno berjongkok mengecup lembut perut rata istrinya.
Kiara tersenyum haru melihat perlakuan hangat suaminya itu
“Aku merindukan mu..” ucap Kiara manja.
Keno pun mendongak terkekeh gemas. Pria itu berdiri merangkul bahu Kiara.
“Ya, padahal hanya sehari. Bagaimana jika nanti aku tinggal perjalanan bisnis berhari-hari bahkan berminggu-minggu?” Tanya Keno menggoda istrinya itu.
__ADS_1
Kiara langsung beradu pandangan dengan netra Keno.
“Bukankah kau pernah bilang kemanapun kau pergi aku akan selalu ikut?” Tanya Kiara dengan sorot mata tajam.
“Itu dulu sayang, sekarang keadaan nya sudah berbeda. Kau sedang berbadan dua, mana mungkin aku mengajak mu ikut perjalanan jauh. Bukankah ibu hamil tidak boleh menaiki pesawat?” Tanya Keno menaikkan alisnya sebelah.
Kiara terdiam sejenak mendengar perkataan suaminya, ia hampir melupakan satu hal itu.
“Tapi hubby.. aku benar-benar tidak bisa jauh darimu. Aku sangat tersiksa seharian ini, bagaimana mungkin kau akan meninggalkan ku dalam jangka waktu yang lama” rengek Kiara hampir meneteskan airmatanya.
Keno menangkup pipi istrinya yang tengah terbawa suasana itu.
“Hei, kenapa jadi sedih begini? Siapa yang mau meninggalkanmu sayang? Untuk saat ini kita menetap disini saja dulu sampai kandungan mu memasuki usia yang cukup kuat untuk dibawa perjalanan jauh. Oke?”
Tangan Keno mengusap sisa airmata di sudut kelopak istrinya lalu mendaratkan kecupan di bibir ranum nya.
Wanita hamil itu sedikit tenang dengan bujukan Keno.
“Oke, tapi kau harus berjanji jangan pernah meninggalkan ku” ucap Kiara.
Keno tersenyum lembut, “Sudah gelap, ayo kita masuk. Udara malam tidak baik untuk kesehatan kalian berdua” ucap Keno mengusap lembut perut Kiara.
Wanita itu pun mengangguk menuruti ucapan suaminya.
“Kau ingin langsung tidur honey?” Tanya Keno.
Kiara menggeleng cepat.
“No hubby, aku membawa mu kesini karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan” jelas Kiara.
“Oh ya, apa itu?” Tanya Keno mendudukkan istrinya di pangkuan nya.
“Ishh. Turunkan aku, ini sangat tidak nyaman hubby, perutku terasa begah” desis Kiara.
“Baiklah..” pasrah Keno menurunkan istrinya lalu duduk di sampingnya.
“Sekarang katakan apa yang ingin kau tanyakan” ucap Keno
“Hubby, siapa wanita yang tempo lalu datang ke perusahaanmu?” Tanya Kiara
Keno pun langsung mengalihkan pandangannya ke wajah cantik istrinya.
“Siapa honey? Bukankah selama ini aku hanya membawa mu, wanita yang mana?” Tanya Keno tak mengerti.
“Jangan pura-pura lupa hubby, jangan-jangan kau menyembunyikan sesuatu dariku” ucap Kiara dengan sorot mata mengintimidasi.
__ADS_1
“Astaga honey, tidak baik berburuk sangka pada suami sendiri.. siapa sih? Aku benar-benar bingung honey dengan pertanyaanmu. Langsung saja to the point, jangan memancing perdebatan aku tidak suka itu” ucap Keno merengkuh tubuh Kiara.
Kiara mendengus sebal.
“Siapa putri pewaris keluarga Hartono?” Tanya Kiara dengan tatapan serius. Sebenarnya dia tidak ingin berburuk sangka pada suaminya itu, hanya saja dia perlu memastikan bahwa suaminya memang tidak menjalin hubungan dengan wanita manapun kecuali dirinya.
“Ohh.. dia, dia yang beberapa bulan lalu datang ke kantor ingin mengajukan kerja sama, aku lupa namanya. Tapi darimana kau tahu?” Tanya Keno heran. Pasalnya dia tidak pernah memberitahukannya pada Kiara.
Kiara meraih ponsel di belakangnya lalu menunjukkan ke arah Keno.
Keno pun melotot tak percaya dengan berita itu.
“Kurang ajar! Siapa yang berani mengeluarkan gosip sampah seperti ini! Seperti tidak ada berita lain saja” umpat Keno menahan emosi. Rahangnya mengeras melihat nama kehormatannya mencuat di akun gosip dengan membawa nama putri William Hartono itu.
“Kau harus menjelaskan pada publik hubby, aku tidak mau tahu! Namamu harus bersih dari sangkut paut para ****** itu!” Ucap Kiara mendelik emosi.
“Tenang honey, aku akan bereskan masalah ini segera” ucap Keno mencium kening Kiara.
“Sekarang tidurlah, besok pagi-pagi kita sudah harus berangkat. Ada pertemuan penting dengan klien” ucap Keno menuntun istrinya ke atas tempat tidur. Pria itu dengan telaten membaringkan tubuh Kiara dan menyelimutinya.
“Tidurlah dulu, aku akan menyelesaikan sedikit pekerjaan, dan akan segera kembali.. cup!” Ucap Keno mengecup singkat bibir istrinya.
Kiara pun hanya mengangguk patuh.
Kemudian Keno keluar dari kamar dan menutup pintunya pelan.
“Aku percaya padamu suamiku” batin Kiara meyakinkan diri bahwa berita diluar sana tidaklah benar.
Sesampainya di ruang kerja.
“Tolong redam semua berita yang menyebar sekarang juga! Perintahkan pada hacker kita Will. Dan retas perusahaan itu. Aku tidak mau tahu besok berita itu harus sudah hilang!” Titah Keno dengan rahang mengetat.
“Baik Tuan, segera saya laksanakan” ucap Will di sambungan telepon.
“Dan besok siapkan konferensi pers, aku akan mengumumkan bahwa berita itu adalah berita palsu” ucap Keno.
“Baik Tuan, ada lagi?” Tanya nya.
“Cukup, itu saja. Lakukan tugasmu dengan baik!” Ujar Keno lalu mengakhiri sambungan telpon nya.
“William Hartono.. rupanya kau sudah berani mencari masalah dengan ku!” Geram tangan Keno terkepal kuat.
“Lihat saja, kau tidak akan tahu apa konsekuensi yang akan kau terima setelah ini!” Rutuknya dengan mata memancar emosi.
Nama baiknya sudah tercoreng atas tuduhan palsu itu, bagaimana mungkin dia bisa tertarik dengan wanita jablay seperti Laura, sedangkan istrinya saja jauh melebihi wanita itu. Standard nya terlalu tinggi jika di sandingkan dengan Kiara.
__ADS_1