
Kiara sudah membaik setelah kondisi nya di cek oleh psikologis, ia hanya mengalami trauma sementara saja.
Kini mereka semua tengah berkumpul di ruang tamu.
“Pernikahan kalian akan dilaksanakan tiga hari lagi. Daddy sudah membicarakan ini pada Papa mu juga Kiara. Kamu besok kembali ke New york karena pernikahan kalian akan di gelar di sana” ucap Adrian.
Alasan di percepat karena mereka semua tidak ingin Kiara mendapatkan ancaman ataupun gangguan dari luar lagi, dengan dilaksanakan nya pernikahan mereka di New York karena musuh-musuh mereka kebanyakan di Indonesia. Lagi pula sudah waktunya Kiara untuk kembali.
“Kiara ikut saja apa kata Daddy” jawabnya tenang.
“Lalu bagaimana dengan Keno Dad?” Tanya pria itu
“Apanya yang bagaimana?” Heran Adrian
“Ya itu, masak Keno nggak ikut ke New York?” Tanya Keno
“Untuk apa? Kau selesaikan dulu urusan perusahaan biar Will tidak kerepotan sendiri ketika kau tinggal ke New York nanti” jawab Adrian.
“Iya Keno, lagi pula tinggal dua hari saja berpisah tidaklah lama” ucap Merry
“Ck! Itu bagi kalian, bagiku sangat lama” gerutunya
“Lagipula kenapa bukan Daddy saja yang menggantikan Keno untuk sementara? Masa iya calon pengantin kerja keras nggak ada cuti sama sekali” protes nya
“Kau ini masih untung Daddy percepat pernikahanmu, mau Daddy undur sebulan lagi?” Ancam Adrian.
“Apa-apaan.. gak usah! Biar Keno urus pekerjaan Keno di kantor. Bye! Cupp” Ucapnya berlalu pergi mencuri kecupan di kening Kiara.
Kiara yang menerima perlakuan mendadak itu pun sontak memegang keningnya seraya menggelengkan kepala.
“Dasar anak tengil!” Cibir Adrian yang tidak di dengar oleh Keno.
Sementara di sebuah apartemen, Sylvi yang seminggu lalu menjalani operasi plastik mengganti wajah nya pun berhasil, wanita itu kini sedang dalam masa pemulihan dan baru saja mendarat di Indonesia.
“Heh, lihat saja.. sebentar lagi rencanaku akan berjalan mulus dengan wajahku yang baru tentu mereka tidak akan mengenaliku” ucapnya tersenyum devil.
Masih ada perban di bagian hidung nya yang terlihat lebih mancung dari wajah nya yang sebelum nya.
Wanita itu mengganti wajahnya menyerupai artis Korea. Karena operasi nya juga di negara itu, tentunya semua biaya ditanggung oleh Morgan. Pria itu benar-benar menepati ucapannya akan menjadikannya ratu jika wanita itu bersedia lepas dari Ryan.
“Huekk.. huekkk!” Tiba tiba ia mual-mual dan berlari menuju wastafel.
“Huekk.. huekkk!!”
“Kau kenapa Baby??!” Tanya Morgan yang muncul dari pintu kamar dengan raut wajah khawatir.
__ADS_1
Sylvi menggeleng memegangi perutnya sambil membekap mulutnya yang terasa sangat mual.
“Mau ku panggilkan dokter kesini? Sepertinya kau sakit, wajahmu pucat sekali” ucap Morgan
“Tidak perlu. Mungkin aku hanya mabuk obat selama berhari-hari berbaring di rumahsakit” tolak Sylvi.
Wajahnya nampak pucat dan lesu.
“Yasudah, istirahatlah. Mungkin kau juga jetlag kelelahan habis perjalanan cukup lama” ucap Morgan membawa Sylvi ke tempat tidur.
“Yasudah, aku pergi ke kantor dulu. Kalau ada apa-apa kabari aku segera” pamitnya hanya di balas anggukan oleh Sylvi.
Sepeninggal Morgan, ia merasa perutnya mual lagi.
“Huekk.. huekk” wanita itu langsung kembali ke wastafel memuntahkan cairan bening.
“Sial! Sebenarnya kenapa denganku? Seumur hidup aku tidak pernah merasakan yang namanya mual atau gejala sakit seperti ini” umpatnya kesal
Ia meraih ponselnya dan mencari tahu di google tentang gejala mual-mual nya.
“Apa?? Tanda-tanda hamil??” Ucap Sylvi shock
“Bagaimana mungkin secepat itu aku hamil anak Morgan? Kami saja baru seminggu yang lalu melakukannya, lagi pula hanya sekali” gumamnya heran.
“Apa sebaiknya aku pergi ke dokter saja ya?” Ucapnya menimbang-nimbang.
Sesampainya di klinik wanita itu langsung masuk ke ruangan obgyn.
“Silahkan duduk Nyonya, kalau boleh tahu apa keluhan anda?” Tanya dokter wanita itu.
“Begini Dok, saya mau memastikan sesuatu. Barusan saya mual berkali-kali, perut saya sangat tidak nyaman Dok rasanya” ucap Sylvi
“Selain mual apalagi keluah lainnya Nyonya?” Tanya dokter itu
“Emm.. pusing, juga lesu” ucap Sylvi
“Baiklah, mari saya cek terlebih dahulu. Silahkan berbaring di brankar tempat tidur” tunjuk Dokter itu.
Sylvi pun mengikuti perintah dokter itu.
Dokter itupun mengecek denyut nadi Sylvi dan tekanan darahnya.
“Akan saya cek USG terlebih dahulu ya Nyonya” ucap Dokter itu menyingkap t-shirt yang dikenakan Sylvi.
“Apakah saya hamil Dok?” Tanya Sylvi penuh ragu.
__ADS_1
Dokter wanita itupun tersenyum.
“Ini hanya prediksi saya saja Nyonya, bisa iya bisa tidak” terangnya.
Sylvi deg-deg an dibuatnya. Bisa gawat kalau memang dia hamil, bagaimana dengan rencananya nanti jika sampai morgan curiga. Dan dia pun tidak tahu itu anak siapa. Yang jelas antara Morgan dan Ryan.
Dokter itu mengoleskan gel dan meletakkan alat USG di perut Sylvi.
“Bisa dilihat di dalam kantung rahim Nyonya, disana terdapat embrio yang di perkirakan masih berusia lima minggu Nyonya” terang Dokter itu tersenyum lembut.
“I-itu artinya saya beneran hamil dok?” Tanya Sylvi terbata.
“Betul sekali Nyonya, selamat atas kehamilan nya. Bayinya sehat dan seluruh organ nya berkembang dengan baik” jelas Dokter itu mengulum senyum.
Deg!!
“Astaga!!” Ucap Sylvi membekap mulutnya tak percaya. Tidak mungkin anaknya dengan Morgan. Kemungkinan anak Ryan, karena dirinya ingat betul sebelum mereka bertengkar mereka melakukan hubungan intim pada saat mereka masih berada di mansion Ryan tanpa menggunakan pengaman sama sekali.
“Sebentar, saya akan menuliskan resep vitamin kehamilan untuk Nyonya” ucap Dokter itu kembali menuju meja nya.
Sylvi pun bangun dan berjalan gontai menuju meja itu.
“Ini Nyonya, silahkan tebus resep ini di apotik” ucap Dokter itu menyerahkan selembar kertas.
“Baik Dokter, terimakasih kalau begitu saya permisi dulu” pamit Sylvi
“Sama-sama Nyonya” ucap Dokter itu.
Sesampainya di apartemen ia terus berkecamuk dengan pikirannya. Di satu sisi ia senang dengan kehadiran bayi itu mengingat itu adalah darah daging Ryan, di sisi lain ia takut kalau sampai Morgan mengetahui kenyataan bahwa janin yang dikandungnya bukan anaknya. Ia takut Morgan akan melenyapkan janin itu dan membuat dirinya tidak bisa lagi memperjuangkan cintanya pada Ryan.
“Ya tuhan bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?” Gumamnya
“Apa aku harus menyembunyikan ini dari Morgan?”
“Setidaknya sampai aku bisa berusaha meyakinkan Ryan dulu bahwa aku mengandung anaknya. Ya! Sementara aku rahasiakan dulu kehamilan ku ini. Jangan sampai dia tahu dan memaksa ku untuk membunuh bayi ini” tekad nya bulat.
“Tenang sayang, mommy akan selalu melindungi mu, bantu mommy agar mommy bisa membujuk daddy mu kembali” ujarnya seraya mengusap perutnya yang memang sedikit terlihat membuncit.
Dirinya juga baru sadar selama dua minggu ini nafsu makan nya tak terkontrol. Terkadang nafsu makan naik terkadang turun. Bahkan sehari pun kadang hanya makan buah. Dan itu ia rasakan selama berada di rumah sakit tempatnya melakukan operasi plastik. Ia pikir hal itu wajar pengaruh dari obat bius.
“Ah! Lapar sekali. Sabar ya nak, mommy belikan makanan untuk mu yang sehat, agar kau juga tumbuh sehat di dalam perut mommy” ucapnya lalu meraih ponselnya dan memesan makanan melalui aplikasi.
Sembari menunggu pesanan nya datang, wanita itu bergegas mengambil obatnya dan menyimpan di laci nakas nya agar tidak di ketahui oleh Morgan.
Mohon maaf jika terdapat beberapa typo🙏🏻
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like&vote nya ya readers..