
Keno Dan Kiara kini telah sampai di mansion kediaman keluarga Bimantara setelah menempuh perjalanan selama 30 menit.
“Ayo kita masuk sayang” ajak Keno.
Kiara menganggukkan kepalanya kemudian mengikuti langkah kaki Keno, tautan jari jemari mereka seakan tak pernah lepas.
Mereka berdua masuk kedalam mansion hening, kemudian berjalan menuju ruang makan. Ternyata Mommy dan Daddy nya tengah makan siang bersama.
“Hai Mom,Dad.. kalian berdua makan siang kok nggak ngajak Keno” ucapnya.
Sepasang pasutri itu pun menoleh,
“Keno?? Tumben makan siang pulang ke rumah? Dan ini siapa? Mommy seperti tidak asing dengan wajahnya” ucap Mommy Merry.
Adrian pun tak kalah terkejutnya, mengapa bisa Keno membawa Kiara? Bukankah Papa nya melarang untuk datang ke Indonesia sementara waktu?
“Dia Kiara Mom masa Mommy lupa, putri bungsu Daniel dan Diana” jawab Adrian.
“Yah.. ternyata Mommy oun sama lupa nya dengan Kiara” keluh Keno.
“Benarkah?? Kiara? Kiara gadis kecil cerewet itu? Ya Tuhan.. Mommy benar-benar terkejut sayang, kau semakin cantik ternyata” puji Merry pada Kiara.
“Tante bisa aja, maaf Tante,Om.. Kiara tidak begitu ingat dulu Kiara masih kecil.. jadi memori ingatan Kiara belum terlalu kuat” ujar Kiara tidak enak.
“Tidak masalah sayang, kami mengerti. Ayo duduk dulu, kita makan siang bersama.. kebetulan hari ini menu nya lebih” ucap Merry menuntun Kiara duduk disampingnya, dan Keno duduk di sebelah kanan Kiara.
“Terimakasih Om, Tante. Maaf merepotkan” ucap Kiara.
“Jangan sungkan, anggap saja ini rumahmu, kami juga keluarga kedua mu dari dulu. Benarkan Dad?” Tanya Merry pada Adrian.
“Benar Kiara, panggil kami Mommy dan Daddy seperti Keno” titah Adrian tegas.
“Baiklah Mom, Dad” pasrah Kiara
Mereka berempat melanjutkan kegiatan makan siangnya hingga tandas.
“Kita pindah ke ruang keluarga saja biar nyaman berbincang-bincang” ujar Adrian seraya bangkit dari tempat duduk,
Mereka bertiga mengangguk setuju,
__ADS_1
“Ayo Kiara” ajak Merry , lalu Kiara berjalan mengekori Mommy Merry di ikuti Keno di belakangnya.
“Gimana kabar Papa dan kakamu Kiara? Maafkan Daddy belum sempat kesana lagi, Daddy juga sedang sibuk menghadiri acara teman-teman Daddy disini” ujar Adrian saat mereka semua sudah duduk di sofa hadapannya.
“Papa dan kak Delon baik Dad, tidak masalah. Papa juga paham kesibukan Daddy dan Mommy. Keno juga sudah mengatakan ini pada Papa tempo lalu” jawab Kiara
“Ya, Papa mu memang sangat mengerti Daddy dari dulu. Mungkin Daddy akan mengunjunginya sepekan lagi setelah acara pesta perusahaan” sahut Adrian sembari meraih majalah dibatas meja.
“Ya, Dad. Tidak masalah” ujar Kiara tersenyum.
“Bagaimana kamu bisa berada disini Kiara? Bukankah Papa mu melarang mu kesini sementara waktu?” Tanya Adrian di sela-sela aktifitas nya.
“Ceritanya panjang Dad, Kiara kesini atas persetujuan Papa juga kok. Tapi dengan alasan yang bohong tentu nya” jawaban Kiara membuat ketiga orang itu menggeleng heran. Dari dulu sifat Kiara sangat persis dengan ibunya. Sama-sama ngeyel dan keras kepala.
“Lalu apa motif sebenarnya kedatanganmu ke sini?” Tanya Adrian ingin tahu. Sebab bodyguard utusan nya sudah tidak mengawasi Kiara lagi semenjak Kiara dibawa ke New York, utusan Keno pun sama begitu.
Kiara menoleh ke arah Keno, tatapan nya seolah meminta pendapat. Keno yang melihat itu lalu mengangguk.
“Sebenarnya kedatangan Kiara ke Indonesia untuk mengejar Flo Dad, Kiara berniat menangkap wanita itu dan membawa nya ke markas anak buah Papa” ujar Kiara jujur.
“Apa?? Kenapa kamu nekat sekali Kiara? Kau tidak takut nyawa mu ter-ancam? Dia saja dari dulu selalu saja lepas dari kejaran hukum. Bagaimana mungkin kau akan mudah menangkapnya. Tidak semudah yang kau kira Kiara. Jangan nekat sayang, Daddy tidak akan membiarkan mu berbuat gegabah seperti itu. Biarkan masalah ini di urus Keno dan kakakmu saja” ujar Adrian panjang lebar penuh ketegasan.
“Ya, syukurlah kalau begitu. Bukan apa-apa Kiara, Daddy dan semua nya begitu khawatir dengan keselamatanmu. Bagi kami kamu adalah mahkota kami, dari kecil sampai sekarang bahkan sampai kapanpun akan tetap begitu. Kamu adalah putri perempuan satu-satunya yang kami lindungi. Jadi Daddy mohon kali ini turutilah perkataan kami semua, percaya pada Daddy semua akan terjadi sesuai keinginanmu” ujar Adrian lagi.
Kiara yang sejak tadi mendengarkan matanya berkaca-kaca, seberharga itukah dia di mata dua keluarga besar itu? Terutama keluarga Bimantara, padahal ia bukan anak kandung mereka.
Airmata Kiara pun seketika luruh.
“Loh kenapa nangis sayang?” Tanya Merry seraya memeluk dan mengusap-usap bahu Kiara.
“Hikss.. hikss.. Kiara jadi terharu mendengarnya Mom,Dad” ucapnya sesegukan.
“Sudah, tidak heran incaran mereka adalah kamu Kiara. Sebab mereka tau kelemahan kita adalah kamu, mereka tahu kamu adalah putri mahkota kita. Jika kamu berada ditangan mereka otomatis mereka akan dengan mudah menghancurkan keluargamu, dan akan berdampak pada kita juga sebab dua keluarga besar kita saling berhubungan dekat sedari dulu. Sudah menjadi rahasia umum bagi mereka” jelas Adrian panjang lebar.
“Makasih Mom,Dad.. Kiara jadi seperti punya keluarga baru yang utuh selain Papa dan kak Delon” ucap Kiara bahagia.
“Mulai sekarang katakan apapun yang kamu mau, jangan pernah sungkan pada kami. Dan sebaiknya sementara waktu kamu tinggal di mansion Daddy saja dengan pengawalan ketat, Daddy akan meminta ijin pada Papa mu nanti” ujar Adrian
Keno menganggukkan kepala nya. Rasanya ikut bahagia melihat kedua orangtuanya sangat welcome pada Kiara. Dengan begitu hubungan kedepannya akan berjalan dengan mulis tanpa halangan restu dari siapapun.
__ADS_1
“Baiklah Dad” ucap Kiara menuruti calon mertua nya itu. Ciee calon mertuaa😝
“Yasudah Mom, Dad. Keno balik ke kantor dulu, jam makan siang sudah lewat” pamit Keno pada Adrian dan Merry.
“Honey, kamu disini aja ya gak usah ikut ke kantor?” Tanya Keno.
Kiara mengangguk,
“Ya, aku disini saja. Pergilah” ujar Kiara.
“Baiklah, aku tinggal dulu. Bye” ucapnya sambil melayangkan kecupan di kening Kiara. Padahal masih ada kedua orang tuanya. Dasar Keno tak kenal tempat.
Keno pun pergi begitu saja sebeljm terkena ultimatum Mommy dan Daddy nya.
“Bocah itu sembarangan saja mencium istri orang” gerutu Daddy nya.
Kiara hanya tersenyum hambar menahan malu gara-gara ulah Keno.
“Oh ya sayang, gimana perceraian mu sudah di proses? Tanya Merry
“Belum Mom, rencana nya kedatangan Kiara kesini juga ingin menyelesaikan itu, tapi sepertinya sulit.. Ryan tidak mau menceraikan Kiara” ucapnya lirih.
“Masalah itu Keno sudah mengurusnya Kiara. Kau tidak perlu khawatir, biar saja Keno yang berjuang. Selebihnya kamu hanya mengikuti saja jika sewaktu waktu Keno membutuhkan peran mu dalam rencana nya” ujar Adrian memberi tahu Kiara.
“Benarkah Dad? Tapi sudah sejauh mana Keno bertindak?” Tanya Kiara penasaran.
“Setahu Daddy saat ini Keno tengah mengumpulkan semua bukti kejahatan Ryan, dan ia sedang menjerat Ryan agar bergantung pada perusahaan nya. Sebab saat ini yang Daddy dengar saham perusahaan Ryan sedang anjlok, itupun karena ulah Keno sendiri. Semua ini adalah bagian dari rencana yang Keno susun” jelasnya.
“Kiara sama sekali nggak nyangka ternyata sudah sampai ke tahap sejauh itu Dad” ujar Kiara, pasalnya yang ia tahu selama ini Keno baru hanya merencanakan saja, belum bertindak. Ternyata langkahnya sudah sejauh ini memperjuangkan dirinya. Kiara sangat terharu, cinta dihatinya semakin besar seiring perlakuan manis Keno.
“Ya, jika sudah cinta apa saja akan dia perjuangkan termasuk kamu Kiara” jelas Adrian.
Kiara tersenyum malu mendengar perkataan calon mertuanya.
Duhhh author jd ngiri deh ya..
Author gak jadi up 2 bab, kali ini author tambah satu bab lagi.. mumpung lagi semangat..
Selamat membaca,semoga kalian suka
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like&vote nya