
Sesampainya di mansion, kedatangan mereka berdua sudah di sambut oleh beberapa maid.
“Selamat datang kembali dan selamat atas pernikahan Tuan Muda dan Nona Muda” ucap pelayan itu.
“Terimakasih semuanya, sebagai tanda terimakasih dan syukuran atas pernikahan kami. Bulan ini kalian akan ku beri bonus” ucap Keno yang di sambut senyum kebahagiaan para pelayan mansion itu.
“Terimakasih Tuan Muda” ucap pelayan itu serempak.
Kiara mengembangkan senyumannya atas kedermawanan Keno. Suaminya ini memang paket komplit.
“Sama-sama. Dan satu lagi, besok pagi kami akan bulan madu ke Bali, nanti kalian tolong bantu istriku mengemasi barang-barang keperluan kami ke dalam koper” titah Keno.
“Baik Tuan Muda” jawab beberapa pelayan itu.
“Hubby, memangnya berapa lama kita disana?” Tanya Kiara.
“Mungkin sekitar dua minggu Honey” jawab Keno yang di angguki oleh Kiara.
“Itupun kalau kamu tidak bosan” imbuhnya lagi.
“Ya, kita lihat saja nanti” jawab Kiara tersenyum.
“Kita ke atas, pasti kamu sudah sangat lelah kan?” Tanya Keno.
“Hu'um” jawab Kiara disertai dengan anggukan.
Keno terkekeh gemas dan mengecup puncak kepala istrinya itu.
Sepasang pengantin baru itu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
“Ganti baju mu dulu honey,” tegur Keno melihat istrinya itu langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
“Aku lelah hubby, rasanya ingin segera tidur” keluh Kiara sambil memejamkan matanya.
“Iya, tapi ganti baju dulu” titah Keno tak mendapat respon dari istrinya.
Ia tak kehilangan akal, kakinya melangkah menuju walk in closet menuju sederet lemari pakaian Kiara lalu mengambil satu set kimono.
Setelah nya ia membawa pakaian itu ke arah dimana Kiara berbaring.
Tanpa ba-bi-bu tangan nya secepat kilat melucuti pakaian Kiara hingga sang empu terlonjak kaget.
“Hubby!” Teriaknya. Kiara pun mencoba menahan tangan suaminya yang sudah menjalar kemana-mana.
“Kalau tidak mau berganti pakaian biar aku saja yang melakukan nya honey” jawab Keno tak ingin di bangah, ia sama sekali tak menghiraukan berontakan istrinya itu.
__ADS_1
Tangan nya dengan telaten memakai kan kimono ke tubuh Kiara. Kiara bersemu malu dengan perlakuan manis suaminya itu. 'Astaga! Padahal sudah jadi suamiku tapi begini saja aku masih malu?’ Gerutu nya dalam hati.
“Oke selesai” ucapnya dengan wajah tanpa dosa.
“Ishh! Pemaksa!” Gerutu Kiara membalikkan badannya menelungkup.
“Jangan menggerutu honey, kita habis perjalanan jauh. Jangan biarkan kuman-kuman menempel, tidak baik untuk kesehatanmu” ucap Keno lalu pria itu pun menghilang dibalik pintu.
Sementara Kiara yang masih menahan malunya tak menanggapi ucapan Keno dan memilih memejamkan matanya. Rasa kantuknya sudah menjalar ke seluruh tubuh serasa semua syarafnya ikut lemas. Tak lama Kiara pun terlelap.
“Tuan, di bawah ada Tuan Ben yang ingin bertemu dengan anda” ucap Maid itu berpapasan dengan Keno yang kebetulan keluar dari kamarnya.
Tadinya Keno ingin ke ruang kerjanya sebentar,namun ia urungkan karena kedatangan pelayan itu.
“Baiklah, aku turun sekarang” ucap Keno di angguki pelayan itu.
“Selamat siang Tuan Muda” sapa Ben yang melihat kedatangan Keno.
“Ya, siang juga Uncle.. apa kabar?” Sapa Keno balik.
“Saya baik Tuan Muda. Kedatangan saya kesini ingin memberitahukan sesuatu mengenai kerja sama dengan perusahaan Hartono” ucap Ben
“Oh.. ada apa dengan perusahaan itu?” Tanya Keno penasaran. Seingatnya dia belum menge-deal kan perjanjian itu.
“Benarkah? Syukurlah kalau Uncle sudah menolak perjanjian itu, aku sendiri masih mencari cara agar tidak terlibat kerja sama licik itu. Dan ternyata Uncle bergerak lebih cepat rupanya. Aku salut dan sangat berterimakasih padamu Uncle” puji Keno.
“Sama-sama Tuan, sebelumnya saya sudah memberi tahu Tuan Besar, dan beliau pun juga menyetujui nya. Tapi saya memohon maaf atas kelancangan saya Tuan Muda” ucap Ben merasa tidak enak.
“Sudahlah Uncle, bukan salah Uncle. Justru aku dan Daddy mendukung tindakan Uncle. Sekali lagi terimakasih” ucap Keno terdengar tulus di telinga Ben.
Pria paruh baya itupun menyunggingkan senyuman lembutnya. 'Tuan Muda memang titisan dari Tuan Besar. Pemaaf dan rendah hati’ puji Ben dalam hati.
“Bagaimana perusahaan Uncle? Apa ada masalah?” Tanya Keno memecah keheningan.
“Sejauh ini semuanya berjalan lancar Tuan Muda, hanya tikus kecil itu saja yang mengganggu. Selebihnya tidak ada. Tapi ada satu hal yang mengganjal, ini diluar masalah perusahaan” ucap Ben
“Apa itu?” Tanya Keno
“Pagi tadi ada beberapa orang yang mengintai sekitar markas kita Tuan Muda, dan itu sudah di selidiki oleh anak buah kita. Keterangan mereka mengatakan bahwa mereka adalah orang suruhan Morgan yang sedang mencari keberadaan perempuan yang bernama Flo itu” jelas Ben panjang lebar.
Keno pun tersenyum smirk.
“Langkah yang cepat” gumam Keno.
“Biarkan saja Uncle, beri mereka celah supaya memudahkan mereka semua melacak keberadaan wanita sekarat itu. Aku sudah memiliki rencana, dua minggu kedepan mereka sudah harus mengetahui keberadaannya bersamaan dengan kepulangan ku dari Bali nanti” ucap Keno memberi perintah.
__ADS_1
“Baik Tuan Muda. Saya akan memberitahukan ini pada seluruh anak buah” ujar Ben mengangguk.
“Good.. ngomong-ngomong sekarang Will sudah mempunyai sekretaris baru ya?” Tanya Keno kepo.
“Benar Tuan, sebenarnya hal itu tidak perlu karena anak itu bisa menghandle nya sendiri” ucap Ben agak keberatan.
“Tidak masalah Uncle, biarlah Will berinteraksi dengan wanita sesekali. Agar hidupnya sedikit berwarna tidak monoton seperti itu” ujar Keno terkekeh.
“Ya, Tuan Muda ada benarnya juga” ucap Ben menyetujui.
“Lalu bagaimana dengan Uncle sendiri?” Tanya Keno dengan maksud tertentu.
Ben menghembuskan nafasnya berat.
“Usia sudah berkepala lima begini apa masih pantas mencari pasangan hidup Tuan Muda?” Tanya Ben dengan nada berat.
“Memangnya kenapa? Uncle masih segar bugar, masih gagah dan tampan. Sama sekali tidak terlihat jika usia lima puluh tahun lebih. Bahkan masih seperti usia tiga puluh lima tahun” celetuk Keno memecahkan tawa nya.
Ben mendengus mendengar penuturan pria yang sudah ia anggap seperti keponakan nya sendiri itu.
“Sudahlah Tuan Muda, no time for love.. no money no love” ujar pria paruh baya itu dengan kalimat konyolnya.
Keno mengernyit dengan kata-kata absurd Uncle nya itu.
“Ck! Seperti budak cinta saja Uncle ini” decak Keno.
Ben pun terkekeh pelan.
“Oh iya Uncle, besok aku akan berangkat bulan madu bersama istriku. Mungkin aku tidak sempat singgah ke kantor karena waktu kami terlalu singkat” ucap Keno kemudian.
“Santai saja Tuan Muda, tanpa Tuan Muda singgahi pun perusahaan itu tidak akan bergeser kemana-mana” celetuk Ben ngawur.
“Haishh.. susah bicara dengan pria jaman purba seperti Uncle” ejek Keno.
Ben pun terdiam mengatupkan mulutnya.
“Ya sudah Tuan Muda, saya ingin melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda. Silahkan nikmati waktu istirahatnya. Saya permisi” ucap Ben berpamitan.
“Baiklah. Hati-hati Uncle” jawab Keno di angguki oleh Ben.
Pria paruh baya itupun berjalan keluar dari pintu utama.
Keno mengantarkan kepergian Ben sampai mobil yang ditumpangi pria paruh baya itu menghilang.
“Haishh.. saking asyiknya bercanda aku sampai lupa mengecek laporan di New York” gumam Keno lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion.
__ADS_1