Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 76


__ADS_3

Sedangkan Morgan yang penasaran dengan wanitanya semalam di antar oleh Presdir Bimantara Group itu kini ia mendatangi kantor Keno.


Ada sesuatu yang harus ia pastikan mengenai hubungan nya dengan Sylvi, sepertinya pria itu salah paham dengan apa yang di laporkan anak buahnya.


“Selamat siang Presdir” sapa Morgan menjabat tangan Keno.


“Selamat siang, ada perlu apa sampai anda datang kemari Presdir Morgan?” Tanya Keno sopan.


“Sebelumnya mohon maaf atas kedatangan saya yang mendadak ini, langsung saja saya utarakan maksud kedatangan saya ingin membahas hal pribadi” terang Morgan menjeda ucapannya.


Keno mengernyitkan dahinya.


“Langsung to the point saja” ucap Keno dengan tatapan datar.


“Apa hubungan mu dengan wanita yang kau antar pulang ke apartemen kemarin?” Tanya Morgan dengan tatapan serius.


“Hubungan? Wanita? Siapa yang kau maksud?” Tanya Keno masih tak mengerti.


“Sylvia” singkat Morgan dengan kalimat penuh penekanan.


Tatapan nya seolah mengintimidasi Keno saat ini.


Keno pun terkekeh kecil. Ia paham arah pembicaraan pria itu sekarang.


“Ohh.. wanita itu. Jujur saja aku tidak begitu mengenalnya. Tapi aku mengetahui segala sepak terjang hidupnya” ucap Keno dengan mimik wajah santai.


“Apa maksudmu? Jangan-jangan kau ada hubungan spesial dengannya?” Tuduh Morgan.


Keno tersenyum remeh.


“Jangan menyimpulkan sesuatu dengan mudah hanya karena terlihat dengan mata. Aku sudah mempunyai seorang istri yang jauh lebih sempurna” ucap Keno bangga. Hal itu membuat Morgan sedikit terkejut. Pasalnya pria itu tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Seluruh kolega bisnis juga mengetahui hal itu.


“Apa ucapanmu itu benar? Lalu kenapa sampai kalian bisa pulang berdua?” Tanya Morgan heran.


“Untuk apa aku bohong, ceritanya panjang. Lagi pula apa kau tak menanyakan lagsung pada nya? Kenapa harus repot sampai datang kemari?” Cecar Keno.


“Kalau begitu ceritakan semuanya, sebab dia tidak mau menjawab pertanyaanku. Dia begitu stress entah apa yang baru di alaminya. Untuk itu aku kemari ingin menanyakan sejelas-jelasnya” terang Morgan dengan raut wajah penasaran.


“Kau yakin ingin mendengarkan semuanya?” Tanya Keno


Morgan mengangguk pasti.


“Ya, semuanya. Tanpa terkecuali” ucap Morgan.


“Baiklah. Persiapkan mental dan hatimu” ucap Keno dengan senyum smirk nya.

__ADS_1


“Aku hanya mengantarkan nya pulang atas permintaan istriku. Sebab saat itu kondisi nya begitu terpukul karena habis kehilangan seseorang”


“Kau tentu sudah tau siapa Ryan” sambung Keno


“Ya, dia pria yang dicintai Sylvi. Bahkan sampai sekarang” ucapnya dengan tatapan kosong. Hatinya berat mengatakan fakta itu.


“Pria itu kini sudah tiada, bersama tante nya yang bernama Flo. Mereka meninggal kemarin, karena koma beberapa bulan” ucap Keno.


Morgan memandang Keno dengan tatapan terkejut.


“Apa?! Jadi Sylvi sudah berhasil menemukan mereka?” Tanya Morgan


“Ya.. dan anak buahku yang sengaja mengarahkan nya ke dalam markas ku. Agar dia segera bertemu dengan orang yang selama ini dicarinya” terang Keno.


“Bagaimana mungkin? Anak buahku bilang di markas mu kosong tidak ada siapapun” ucap Morgan menaikkan alisnya.


“Itu hanya sebagian dari jebakan ku” singkat Keno.


“Dan perlu kau tahu, kenapa wanita mu itu sampai nekat mencari keberadaan mereka. Itu karena dia saat ini tengah mengandung anak Ryan” ucap Keno.


Degg!!


Morgan semakin shock dengan fakta itu. Hatinya bagai tertusuk sembilu tajam menghantam relung paling dalam.


“Dia hamil?”


Keno tersenyum miring.


“Kau memang laki-laki terakhir yang tidur dengannya, tapi kau harus tau berapa usia kehamilannya” ucap Keno dengan tatapan datarnya.


“Berapa usianya?” Tanya Morgan penasaran.


“Usia kandungan nya saat ini di perkirakan sekitar empat bulan” ucap Keno.


Morgan terdiam tak percaya. Sementara kedekatannya dengan Sylvi baru berjalan selama dua bulan lebih.


“Astaga! Kenapa sampai aku tidak mengetahuinya.. bodohh Morgan kau bodoh!” Ucap Morgan mengusap wajahnya kasar.


“Kenapa juga kau sampai kecolongan begini? Bukankah kau selalu memantau pergerakan nya” ucap Keno tak habis pikir.


“Dulu memang aku selalu memata-matai nya. Tapi setelah dia bersamaku aku berhenti mengintai nya. Karena yang ada dipikiranku dia tidak mungkin berbuat macam-macam di belakangku karena dia selalu berada di bawah ancaman ku” jujur Morgan.


“Dia memang tidak berbuat macam-macam, karena kejadian itu terjadi sebelum mereka terpisah. Dan itu artinya saat dia bersama mu ia sudah mengandung benih dari pria itu” ucap Keno.


“Ya.. kau benar.. tapi kenapa dia memilih bungkam dan tidak mau mengatakannya padaku?” Tanya Morgan tak habis pikir.

__ADS_1


“Apa kau bodoh, tentu saja dia masih mengharapkan pria itu agar mau bertanggung jawab terhadap janin nya. Tidak mungkin dia meminta pertanggung jawaban padamu sementara anak yang di kandungnya bukan darah daging mu” maki Keno.


Morgan terdiam sejenak. Pria itu menghirup udara dalam-dalam mengurangi sesak di dada nya.


“Pantas saja dia sempat menolak ajakan ku menikah. Mungkin saja saat itu dia sudah mengetahui kehamilannya.” Ucap Morgan dengan ekspresi suram.


“Lalu apa yang akan kau lakukan kedepannya?” Tanya Keno.


“Aku tidak tahu. Padahal aku berniat menikahinya secepat nya. Tapi mengetahui fakta ini, pikiranku menjadi terpecah. Aku tidak tahu harus berbuat apa” ucap Morgan frustasi. Lagi-lagi kenyataan pahit menghantam dirinya disaat dia memperjuangkan cintanya pada Sylvi.


'Cobaan apalagi ini Ya Tuhan’ batin Morgan meraup wajahnya kasar.


“Saranku, nikahi saja dia. Perjuangkan cintamu sekali lagi selagi ada kesempatan. Aku yakin wanita itu mau memikirkan masa depan nya. Tapi sebelum itu, aku bertanya padamu. Jika anak yang di kandungnya kelak lahir apa kau mau mengakui dan menganggap layaknya sebagai anak biologis mu?” Tanya Keno dengan tatapan mengintimidasi.


Morgan sejenak terdiam mencerna kalimat Keno.


“Sebenarnya aku tidak masalah mau anak siapapun yang di kandungnya. Hanya saja aku ragu, apa dia bisa mencintaiku sementara hati dan pikirannya masih saja terpaut pada pria itu” ucap Morgan ragu.


“Masalah hati memang sedikit sulit, tapi tidak ada yang tidak mungkin jika kalian kelak bisa saling mencintai seiring kebersamaan kalian membina rumahtangga bersama. Apalagi dengan kondisinya yang sedang hamil pasti wanita itu membutuhkan perhatian ekstra untuk mengatasi hormon nya” jelas Keno panjang lebar.


Morgan tampak mengangguk kecil seraya tersenyum singkat. Mungkin ini takdirnya, mencintai seseorang dengan tulus tanpa harus memaksa kan perasaan Sylvi.


“Aku akan mencoba untuk membicarakan ini padanya, dan semoga saja dengan lapang dada dia mau menerimaku untuk menggantikan peran ayah biologis dari janin nya” ucap Morgan mantap.


Keno tersenyum kecil melihat kesungguhan pria di hadapannya itu. Jika dia berada di posisi Morgan tentu dia akan melakukan hal yang sama.


“Bagus, aku salit dengan keberanian dan keteguhan mu dalam memperjuangkan perasaanmu meskipun kau harus merasakan hancur terlebih dahulu. Karena aku pun lebih dulu mengalaminya sebelum aku berhasil memilikinya saat ini” ujar Keno.


Morgan menatap kedua netra Keno intens.


“Apa maksudmu, kau menikahi wanita yang belum move on dengan masalalu nya juga?” Tanya Morgan penasaran.


“Bukan, hanya saja dia adalah mantan istri pria yang sama. Tak lain adalah Ryan” ucap Keno dengan pandangan menerawang jauh penuh tatapan emosi mengingat bagaimana dulu perlakuan pria itu pada Kiara.


“What?! Kau serius?” Tanya Morgan terkejut.


Keno menganggukkan kepalanya.


“Jadi istrimu sekarang adalah wanita yang bernama Kiara itu? Keturunan keluarga Davency?” Cecar Morgan yang selama ini tidak tahu seperti apa rupa wanita dari presdir Bimantara ini.


“Ya. Kau benar” ucap Keno tersenyum kecil.


“Astaga.. kenapa kita jadi saling terhubung begini” desahnya tak habis pikir.


“Ya.. inilah hidup.. dan aku bersyukur bisa mendapatkan wanita yang sudah lama aku incar sedari dulu, bukankah kita memiliki kesamaan?” Ucap Keno tersenyum simpul.

__ADS_1


“Ckckck.. aku juga tidak menyangka kau ternyata korban gagal move on juga” ucap Morgan terkekeh.


Keduanya pun saling berbincang panjang lebar hingga membahas bisnis mereka.


__ADS_2