
Keno beserta para bawahannya kini sedang berada di markas tak terkecuali Will,Morgan dan uncle Ben.
Pria paruh baya itu baru saja sampai di negara ini karena utusan dari Adrian langsung, nampaknya Adrian sudah mencium firasat buruk yang akan terjadi sebelumnya.
Mereka sedang berusaha melacak posisi dimana Kiara berada, cukup sulit sebab Kiara berada di jangkauan yang sulit di lacak.
“Apa orang itu kali ini cukup kuat sampai-sampai keberadaan mereka saja sulit di tembus?” Tanya Morgan.
“Jika perkiraan saya tidak salah, kemungkinan Nyonya saat ini berada di tangan sekumpulan organisasi tersembunyi, karena jika hanya penjahat biasa mereka tidak akan mampu untuk menciptakan kemanan sedemikian rupa Tuan. Bahkan pergerakan nya cukup rapi tak terendus sama sekali” ucap Ben serius.
Bahkan cctv yang berada di mall tersebut sama sekali tidak menampakkan kejadian penculikan Kiara dan Sylvi.
“Uncle benar, apa yang sebenarnya mereka inginkan? Kenapa harus istriku yang menjadi sasarannya!” Ucap Keno mengepalkan tangannya hingga urat-uratnya menyembul.
“Apa kau punya musuh di masa lalu? Tapi kenapa istriku juga ikut mereka bawa?” Heran Morgan. Ia juga tak habis pikir, perasaan dirinya selama ini tak memiliki musuh sama sekali.
“Musuhku hanya sebatas orang-orang bisnis, aku sama sekali tidak pernah berurusan dengan dunia hitam lain” ucap Keno penuh makna.
“Dunia hitam lain? Maksudmu?” Tanya Morgan penasaran.
“Tuan Muda adalah pemimpin organisasi kami Tuan Morgan. Lucifer adalah Organisasi di bawah naungan Keluarga Bimantara” jelas Uncle Ben.
Sebab Ben adalah ketua nya saat ini. Organisasi itu dibentuk oleh Adrian. Pria paruh baya itu melimpahkan seluruhnya pada Ben dan Will selaku tangan kanan Uncle Ben di dunia hitam. Dan saat ini kepemimpinan ia serahkan pada Keno yang memantau segala perkembangan dan pergerakan organisasi itu dalam rangka bergerak di bidang sipil negara, tujuannya untuk membantu melindungi data dan seluruh aset penting negara. Organisasi nya sudah di percaya beberapa negara tak terkecuali New York dan Indonesia.
“A-apaa?!! Kenapa semua orang bahkan tidak tau? Jadi aku adalah orang pertama yang mengetahuinya?” Tanya Morgan shock.
“Ya! Dan kau jangan mencoba membeberkan rahasia ini” ancam Keno.
“Benar Tuan, ini semua demi keselamatan keluarga besar” ucap Ben.
“Baiklah.. a-aku tidak akan buka mulut” ucap Morgan mengisyaratkan mengunci mulutnya.
“Saat ini Tuan Besar sedang menyelidiki semuanya Tuan. Mohon bersabar menunggu perintah selanjutnya, jangan terlalu gegabah selama kita belum mengetahui siapa dalang di balik semua ini” jelas Will.
Sementara di sebuah tempat terpencil tepatnya berada di sebuah bangunan gudang tua, para anggota Black Aaron sedang mengepung tawanan mereka, tak lain adalah Kiara dan Sylvi.
Keduanya kini masih dalam pengaruh obat bius terbaring di ranjang usang dengan tangan dan kaki terikat rantai.
“Bubar semua! Tinggalkan mereka, sebentar lagi bos akan datang!” Perintah sang tangan kanan pimpinan Black Aaron tersebut.
Para bawahan mereka pun segera membubarkan diri masing-masing.
Tak lama seorang pria bertubuh tinggi tegap dengan badan di penuhi tato berjalan mendekati ranjang tempat Kiara dan Sylvi terbaring.
Di susul Pria paruh baya dan seorang wanita muda yang nampaknya juga tengah berbadan dua, hanya saja perutnya belum terlalu besar, di perkirakan usia kandungannya sekitar 5 bulan.
“Mereka belum juga sadar?” Tanya Bos nya.
“Belum Tuan. Mereka tertidur cukup lama, sebab obat bius itu seharusnya efeknya sudah hilang tiga puluh menit yang lalu” jelas tangan kanan nya yang bernama Zen itu.
“Cih! Dasar wanita-wanita pemalas! Mentang-mentang jadi istri konglomerat seenaknya saja hidup mereka!” Umpat wanita itu.
“Diam kau! Sepertinya aku tertarik salah satu dari mereka, aku tidak akan melepaskan nya” ucap Aaron dengan seringai devil di bibirnya.
“Apa?! Kau gila Aaron, wanita sepertinya bisa dengan mudah memikat mu? Cihh! Seperti dunia kehabisan wanita saja” cibir Laura.
Ya! Wanita itu tak lain adalah Laura dan William yang kini berstatus sebagai pasutri, mereka menikah siri demi bayi yang ada di kandungannya.
Mereka juga lah yang merencanakan semua ini dengan memanfaatkan seorang Aaron yang notabene Ketua dari organisasi Mafia Black Aaron di Los Angeles itu.
Mereka sengaja membujuk Aaron untuk membantunya menculik Kiara, karena Aaron berhutang budi dengan mereka berdua karena telah menolongnya sewaktu penyerangan di markas nya. Pria itu berhasil melarikan diri dan di selamatkan pasangan suami istri itu. Namun yang terjadi kini malah Sylvi juga ikut masuk kedalamnya, William sengaja ingin menghancurkan hubungan dekat keduanya. Sungguh pikiran yang licik!
“Jangan mencoba menghinaku! Kau tidak berhak atas itu, tujuanmu ingin menangkapnya sudah aku kabulkan. Tapi tidak untuk menyiksa nya, aku ingin menikmati tubuhnya dulu baru setelahnya kau bebas melakukan apapun jika aku sudah puas! Hahahahaha…” tawa menggelegar Aaron memenuhi ruangan itu.
__ADS_1
Laura dan William semakin bergidik ngeri, tapi seringai licik muncul di bibir mereka berdua.
“Kalau begitu aku setuju, silahkan nikmati tubuh ****** itu! Kalau perlu dua-duanya sekaligus!” Ucap Laura penuh provokasi.
“Ide mu bagus juga!” Balas Aaron menyeringai.
“Tunggu apalagi, lakukan sekarang” ucap Laura
“Lancang sekali kau berani memerintahku! Disini akulah penguasa nya, kalian hanya cecunguk! Maka diam saja!” Bentak Aaron membuat tubuh keduanya berjingkat kaget.
“B-baiklah.. lakukan sesuka hatimu” ucap Laura gugup.
“Kau jangan banyak bicara! Lihat saja apa yang dia lakukan” bisik William penuh penekanan.
Laura hanya berdecak sebal.
“Kau sudah memastikan bahwa tindakan kita sama sekali tak terdeteksi oleh mereka Zen?!” Tanya Aaron dengan tatapan intimidasi.
“Sudah Bos! Bahkan mereka tidak dapat melacak keberadaan kita. Sistem yang kita gunakan cukup kuat untuk membentengi sinyal dari musuh” jelas Zen.
“Bagus! Sekarang tidak akan ada lagi yang berani mengusik ku!” Ucapnya menyeringai.
Mereka pun pergi dari tempat itu meninggalkan Kiara dan Sylvi yang masih setia memejamkan kedua matanya.
Kiara yang sejak tadi sudah sadar terpaksa pura-pura tidur agar ia mendengar semua percakapan mereka.
“Sylvi bangun..!” Ucap Kiara menggoyang-goyangkan lengan Sylvi.
Wanita itupun akhirnya membuka kedua matanya.
“Kau mendengar percakapan mereka sejak tadi?” Tanya Kiara
“Ya! Aku mendengar semuanya, tak ku sangka ternyata William dan putrinya dalang di balik semua ini, Ra!” Ucap Sylvi penuh dendam.
“Sekarang apa yang harus kita lakukan Ra? Aku takut mereka semakin bertindak kasar pada kita, bagaimana nasib anak kita yang sebentar lagi akan lahir ini” ucap Sylvi sendu.
“Sst.. jangan berpikiran negatif dulu, aku yakin semua anak buah Keno pasti saat ini sudah bertindak. Tugas kita hanya mengulur waktu saja sampai mereka tiba menemukan keberadaan kita Vi, sebab liontin ku sudah mereka rusak. Pasti Keno dan anak buahnya kesulitan mencari keberadaan ku” ucap Kiara memberi pengertian.
“Semoga saja mereka cepat mengendus keberadaan kita Ra” ucap Sylvi penuh harap.
“Ya.. semoga saja, kita doakan untuk keselamatan kita dan calon bayi kita” ucap Kiara.
Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat.
“Gawat Vi, ada orang masuk! Kita lanjutkan akting kita!” Seru Kiara pada Sylvi.
Keduanya kembali tidur untuk mengelabuhi mereka semua.
“Ck! Belum bangun juga mereka?!” Ucap Aaron berdecak.
“Cepat bangunkan paksa mereka berdua!” Titah Aaron pada Zen.
“Baik Bos!”
Zen pun mengambil gayung berisi air lalu menyipratkan pada wajah Kiara dan Sylvi bergantian.
“Bangun! Hei! Cepat bangun!” Bentak Zen nyaring.
Kiara dan Sylvi yang kaget pun terpaksa mengakhiri sandiwaranya. Keduanya akting mengerjapkan matanya agar mereka mengira memang murni terbangun.
“Awwshhh!! Dimana aku?” Desis Kiara.
“Akhirnya kau bangun juga bidadari ku, kau sedang berada di markas ku sekarang” ucap Aaron dengan tatapan mesum.
__ADS_1
‘Cih! Bidadarimu? Bermimpilah pria keparat!’ Umpat Kiara dalam hati. Ia muakk melihat wajah pria menyeramkan itu.
“Apa sebenarnya mau kalian? Kenapa kalian menculik kami?!” Cecar Sylvi
“Hahahahaha.!!!” Tawa Aaron menggelegar.
“Pertanyaan yang bagus darling, kalian adalah aset berharga seorang pengusaha terkenal no 1 sekaligus di dua negara.. siapa yang tidak ingin mengincar kalian? Hah? Hahahaha… tentu semua orang menginginkan kehancuran mereka” ucap Aaron tertawa nyaring.
“Kau salah jika menggunakan kami sebagai alat perantara mu, itu tidak akan mempengaruhinya sama sekali Aaron! Camkan kata-kataku!” Tekan Kiara.
“Wow?? Benarkah begitu darling? Apa kau yakin pria pujaan hatimu kini tidak kelimpungan mencarimu? Kalau begitu bagus! Aku tidak perlu repot-repot menyembunyikan mu di lubang semut sekalipun” ucap Aaron tersenyum mengejek.
“Kau tidak ada apa-apanya dengan dia, jangan merasa tinggi dulu!” Balas Kiara dengan tatapan mengejek.
Seketika darah Aaron mendidih mendengar kalimat itu.
“Kurang ajar! Besar juga nyalimu menghadapi seorang Aaron! Kita lihat, apakah setelah ini kau masih bisa mengumpati ku wanita ******!” ucap Aaron emosi.
“Tutup mulutmu bedebah sialan!!!” Umpat Sylvi tak terima sahabatnya dikatai ******.
Plakkk!!! Plakkk!!
Dua tamparan keras melayang di pipi Kiara dan Sylvi hingga membuat keduanya meringis perih memegangi pipinya.
“Kalian sudah menguji kesabaran ku! Sekarang nikmati saja hukuman kalian!!” Ucap Aaron murka.
“Zen!! Singkirkan wanita itu, aku akan menikmati tubuh mereka bergantian!” Titah Aaron pada Zen.
“Laksanakan Bos!” Ucap Zen melepaskan ikatan rantai di tubuh Sylvi lalu membawanya ke sudut ruangan.
“Lepaskan!!! Kau apakan sahabatku laki-laki baj****n!!” Teriak Sylvi meronta.
“Diam!!” Bentak Zen.
Sementara Kiara berusaha setenang mungkin menghadapi pria di hadapannya yang sudah terbakar gairah itu.
“Hmm.. ternyata wanita seorang Presdir Bimantara sangatlah sempurna.. aku menyukai bentuk indah tubuhmu ini darling, mari kita arungi malam panas ini dengan penuh kenikmatan” ucap Aaron hampir meneteskan air liurnya.
“Cih!! Aku tidak sudi kau sentuh! Enyah kau dari hadapanku!!” Umpat Kiara meludahi wajah Aaron.
“Sialan!!! Berani sekali kau meludahi ku ******!!!” Teriak Aaron murka.
Pria itu semakin maju mendekati tubuh Kiara, sedangkan Kiara semakin meringsut mundur sampai tubuhnya terpentok dinding ranjang itu.
“Jika kau berani menyentuh ku, jangan salahkan nyawamu akan menjadi taruhannya Aaron! Suamiku tidak akan membiarkan orang yang berani menyentuhku hidup begitu saja!” Tekan Kiara penuh peringatan.
“Hahahaha!!! Apa aku harus takut dengan ucapanmu darling?? Kita lihat saja, siapa yang akan membunuh siapa!” Ucap Aaron dengan mata menyalang tertutup gairah.
Pria itu semakin menarik tubuh Kiara dan berhasil mengungkungnya.
Sementara Sylvi terus menggeleng kuat dengan airmata membanjiri wajahnya, mulutnya sengaja di lakban oleh Zen agar tidak menimbulkan kebisingan.
“Lepaskan aku!!!” Teriak Kiara meronta histeris. Dress yang dikenakan nya sudah robek tak berbentuk hanya tersisa lapisan celana se-paha nya.
Aaron terus berusaha membuka ************ Kiara namun yang terjadi kini…
Dorrr!!! Dorr!!!
Dua tembakan melesat ke bahu Aaron dan Zen.
“Aaarrgghhhh!!!” Teriak keduanya merasakan sakit di bahunya.
“Bedebah sialan kau apakan menantu kuu!!!!!!” Teriak seorang pria paruh baya menggema memenuhi ruangan itu dengan sniper di tangannya.
__ADS_1
“Daddy?!!!”