Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 90


__ADS_3

Satu jam berlalu dua insan di mabuk cinta itu masih belum mengakhiri kegiatannya. Keno terus memacu dengan kecepatan penuh di atas tubuh Kiara.


“Hubby stop.. perut ku kram” ringis Kiara memegangi perutnya.


“Hah? Serius honey?” Tanya Keno menghentikan gerakannya sejenak.


“Serius.. lepas dulu hubby!” Pinta Kiara


“Baiklah..” akhirnya Keno terpaksa menarik pusaka nya kembali.


Keno dengan telaten membantu Kiara duduk bersandar di sofa.


“Bagaimana honey, masih sakit?”


“S-sakit hubby.. perut ku sangat kram, sshhhh” Kiara terus mendesis mencoba meredakan rasa sakitnya namun nihil, malah semakin bertambah.


“Hubby, panggil kan dokter! Sepertinya aku mau melahirkan!” Titah Kiara sambil menahan perut bagian bawahnya.


“A-apa? Astaga boy, baru saja Daddy jenguk ternyata kau sudah tidak sabar ingin bermain dengan Daddy?!” Seru Keno dengan mimik wajah bahagia sekaligus terkejut.


“Sshhh.. cepat hubby aku sedang tidak bercanda!” Teriak Kiara yang kini sudah berpeluh menahan sakitnya.


“Oke-oke! Tunggu sebentar!” Ucap Keno segera memakai pakaian nya.


Pria itu langsung lari secepat kilat keluar dari ruangan Kiara.


“Dokter! Dokter!!” Teriak Keno menggema di koridor rumah sakit.


“Kenapa teriak-teriak? Tadi saja kau tak butuh dokter, giliran udah enaknya nyari-nyari dokter!” Seru Adrian menyembulkan kepalanya dari dalam ruangan Morgan.


“Ck! Apaan sih Dad! Cepat panggilkan dokter istriku mau melahirkan!” Ucap Keno


“Apa?! Oke-oke biar Daddy panggilkan!” Ucap Adrian panik bukan kepalang.


Keno pun berbalik menuju ruang rawat Kiara kembali.


“Mana dokter nya hubby? Aku sudah tidak tahan lagi, sepertinya baby sudah tidak sabar ingin keluar!” Ringis Kiara menahan gejolak di dalam perutnya.


“Sabar dulu honey, Dokter sedang menuju kesini” ucap Keno mengusap-usap punggung bagian belakang istrinya.


Tak lama Dokter wanita datang dengan tiga orang perawat membawa stroller besisi alat-alat lengkap medis.


Semua perawat dengnman sigap menyiapkan alat-alat dan segala fasilitas yang dibutuhkan dalam proses melahirkan.


“Nyonya silahkan berbaring di brankar, biar suster yang membantu” titah dokter itu.


“Biar saya saja dok!” Seru Keno di angguki oleh sang Dokter. Pria itupun mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang.


“Sshhtttt sakiittt dok!” Keluh Kiara terus berpegangan pada sisi ranjang dan satu tangannya mencengkeram kuat bahu Keno hingga Keno pun ikut meringis menahan perih.


“Ikuti intruksi saya Nyonya, tarik nafas lalu dorong pelan-pelan” ucap Dokter itu memberi arahan.


Kiara pun menarik nafasnya dalam-dalam “Aaaaaaakkhhh!!! Huffttt huh huhh” teriak Kiara menjambak rambut suaminya.

__ADS_1


Keno pun hanya pasrah demi kelancaran proses persalinan istrinya dia rela babak belur.


“Ss-sakiitt!! Hubbyy!!!!” Ringis Kiara merasakan sesuatu yang mendesak ingin keluar.


“Semangat honey, baby akan segera keluar.. cup! cup! cup!” ucap Keno menghujani kecupan di wajah Kiara


Membuat wanita itu membangkitkan semangatnya kembali.


“Bagus sekali! Teruskan Nyonya kepala bayi sudah keluar, mari saya bantu. Satu.. dua.. tiga.. dorong..”


“Huuuffhhhhhtt!!! Mmmmhhhh!!! Ini sakit hubby!” Kiara terus meronta hingga nafasnya ngos-ngosan


“Sabar honey, demi baby boy.. ayo semangat!” Keno terus mengucapkan kata-kata manis hingga sister di ruangan itu menjadi kikuk mendengar kata lontaran dari mulut Keno.


“Sedikit lagi Nyonya, dorong lebih kuat lagi!” Titah Dokter menginterupsi.


“Huhhh huhhh huhhh.. aaaakkkkhhhhhh!!!”


“Oeee.. oee.. ooeee..!!”


Akhirnya teriakan penuh perjuangan dari Kiara di selingi dengan tangisan bayi mungil nya.


“Syukurlah.. bayi anda normal tanpa kekurangan suatu apapun Tuan,Nyonya” ucap Dokter itu memberikan bayi laki-laki pada perawat agar di bersihkan.


“Honey.. anak kita honey..”


“Terimakasih kau sudah berjuang sejauh ini, terimakasih kau sudah melahirkan bayi lucu sebagai hadiah untukku” ucap Keno dengan mata berkaca-kaca.


Pria itu terus menghujani Kiara dengan kecupan penuh rasa terima kasih. Ia terharu dengan momen ini, momen dimana ia menemani sang istri berjuang sekuat tenaga antara hidup dan mati mengeluarkan bayi mereka.


Sementara Kiara memejamkan kedua matanya lega dengan airmata mengalir di sudut kelopaknya. Ia masih berusaha meredam rasa sakitnya, namun tidak sesakit tadi karena sudah terbayarkan dengan kehadiran buah hatinya.


Sesaat kemudian suster datang menyerahkan bayinya pada gendongan Keno.


“Silahkan di adzan kan dulu putranya Tuan” ucap Perawat itu.


Keno meraih buah hatinya dengan hati-hati. Tangan dan bibirnya bergetar memandang wajah tampan putranya.


“Hi boy, ini Daddy..” ucap Keno tersenyum haru.


Kiara membuka kedua matanya, hal pertama kali yang ia lihat adalah hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, memiliki keluarga kecil yang lengkap seperti ini.


“Honey, putra kita tampan sekali” ucap Keno takjub dengan wajah putranya.


Kiara tersenyum mengangguk, kondisi tubuhnya masih sangat lemah pasca melahirkan. Tapi dia sangat bersyukur karena bisa melewati proses persalinan dengan normal tanpa operasi.


Sedetik kemudian Keno melantunkan suara adzan untuk putranya.


Kiara terharu dan mulai meneteskan airmata.


“Ya Tuhan, aku bersyukur dengan segala nikmat dan kebahagiaan ini. Tolong jangan ambil lagi apa yang seharusnya kau takdirkan untukku, jaga keutuhan keluarga kecil kami” doa Kiara dalam hati.


Selesai mengumandangkan adzan Keno menyerahkan putranya pada Kiara, ia meletakkan sang buah hati di samping ibunya untuk di susui.

__ADS_1


“Dokter berpesan agar kau menyusuinya dulu honey, setelah itu istirahatlah.. nanti ada suster yang akan membantu mu membersihkan diri” ucap Keno pada istrinya.


Kiara mengangguk mengiyakan dan mulai memberikan asi pertama untuk putranya.


Tapi nampaknya ia kesulitan karena asi nya tak kunjung keluar, mungkin karena pertama kali jadi agak susah.


“Kenapa honey?” Tanya Keno yang sejak tadi mengamati kegiatan Kiara yang tampak resah.


“Asi ku tidak mau keluar hubby, sedangkan baby sudah tidak sabar ingin minum” ucap Kiara mengeluh.


“Sebentar aku panggilkan dokter” ucap Keno keluar dari ruangan itu.


Sesampainya diluar ruangan ternyata Merry dan Adrian sudah berjaga di luar.


“Bagaimana dengan cucu ku?”


“Gimana keadaan Kiara?”


Tanya kedua pasangan paruh baya itu bersamaan.


Keno menatap kedua orang tuanya bergantian.


“Mereka baik-baik saja, cucu kalian juga sehat dan tampan” jawab Keno


“Tapi, asi Kiara tidak mau keluar Mom, aku akan menemui dokter terlebih dahulu” ucap Keno hendak beranjak dari hadapan mereka namun di cegah oleh Merry.


“Tunggu dulu! Tidak perlu, cukup dengarkan saran Mommy” ucap Merry.


“Saran apa?” Tanya Keno mengernyitkan dahinya.


“Beri rangsangan pada istrimu langsung, itu akan memancing keluarnya asi” ucap Merry memberi saran.


“Hah? Maksud Mommy?” Tanya Keno masih tidak mengerti.


“Ck! Berikan pijatan lembut pada payudara istrimu, kalau perlu kau dulu yang menyusu padanya. Dengan begitu asi nya akan lebih mudah keluar” terang Merry menjelaskan.


Keno memelototkan bola matanya.


“Mommy yakin cara itu akan berhasil?” Tanya Keno memastikan.


“Jangan membantah, kau meragukan pengalaman Mommy yang sudah melahirkan mu dulu?” Sahut Merry


“Baiklah, akan aku coba” ucap Keno melenggang masuk kembali ke ruangan rawat istrinya.


“Hei! Dasar tidak tahu terimakasih!” Gerutu Merry melihat tingkah putranya.


“Thanks Mom!” Sahut Keno menutup pintu.


“Astaga! Lihatlah Dad hasil didikan mu!” Keluh Merry memijat pelipisnya.


“Mommy yang mengandungnya” jawab Adrian santai.


“Ck!” Merry berdecak sebal dengan jawaban suaminya.

__ADS_1


__ADS_2