Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 30


__ADS_3

Setibanya Delon di gudang tua itu, ia segera turun dan membayar dengan sejumlah uang pada supir taksi tersebut.


Lalu ia bergegas masuk ke dalam gudang itu, ia samar-samar mengdengar pertengkaran seorang wanita dengan pria. Langkahnya semakin mendekat ke arah pintu gudang tersebut.


Anak buah Keno yang tengah mengecoh target nya tengah bersembunyi di balik pohon dan semak belukar, melihat Delon yang datang lalu salah satu dari mereka keluar dari persembunyian nya.


“Tuan..” panggil salah satu bodyguard itu.


“Ya? Serahkan padaku senjata itu!” Pinta Delon


“Ini Tuan” Ucap bodyguard itu seraya memberikan senjata api kecil lalu Delon mengambilnya dan memasukkan dalam saku celana nya.


“Aku masuk dulu, nanti aku beri kode dua kali tepukan kalian segera keluarlah!” Titah Delon pada bodyguard itu.


“Baik Tuan” Ucap bodyguard itu mengangguk.


Delon pun bergegas masuk ke dalam.


“Sekarang katakan padaku kemana perginya Kiara?!” Bentak Ryan pada Sylvi.


“Kenapa kau masih saja peduli padanya?! Aku tidak tau! Dan aku berjanji jika aku bertemu dengan Kiara suatu saat aku akan langsung membunuhnya! Aku menyesal telah membuang-buang waktu untuk menyuruh mereka menyekapnya terlebih dahulu! Tahu begitu lebih baik langsung ku bunuh saja!” Teriak Sylvi kesetanan.


“Sebelum kau membunuhnya maka aku akan membunuhmu terlebih dahulu ja**** kecil!!” Suara bariton mengagetkan mereka bertiga yang ada di dalam ruangan pengap itu.


Sontak ketiga nya membelalakkan matanya.


“Delon?” ucap Ryan kemudian.


“Siapa? K-kau mengenalnya,Ryan?” Tanya Sylvi gugup melihat aura kemarahan terpancar di kedua netra Delon.


Belum sempat Ryan menjawabnya sudah di sela oleh Delon.


“Tentu saja ba*****n itu mengenalku! Ku beritahu padamu. Aku adalah kakak dari seorang wanita yang telah kau culik bahkan hendak kau bunuh wanita kepar*t!!” Emosi Delon bagai kerasukan iblis.


“A-apa?!!”


Sylvi bergetar ketakutan mengetahui faktanya , jantungnya seakan mau lepas dari tempatnya. Mengerikan sekali tatapan nya.


“Kali ini aku akan memberimu dua pilihan, kau mendekam di penjara dengan hukuman seberat-beratnya atau kau memilih ku sekap dan menjalani siksaanmu se umur hidup?” Ujar Delon memberi pilihan.


“Waktumu hanya lima menit untuk menentukan nasib mu kedepan nya. Jadi pikirkan dengan matang!” Imbuhnya lagi.


“Jangan! Aku mohon jangan lakukan itu. Aku tidak akan mengulanginya lagi,aku janji!” Mohon Sylvi pada Delon. Ia tak ingin memilih keduanya.


“Cihh!! Semudah itu kau meminta atas semua perbuatan mu pada adikku selama ini?! Lantas sekarang aku harus mengampuni mu begitu?! Bermimpi lah!!” Sentak Delon.


“Perlu kau tahu satu hal, adikku itu seorang wanita yang kuat! Ia tak pernah main-main dengan ancaman nya. Masih untung kau tidak dibunuh nya ketika kau masih berada di mansion laki-laki ba*****n itu!” Tunjuk nya kemudian ke arah Ryan.


Sejak tadi Ryan hanya diam saja, dia mencoba menyusun puzzle yang ada di pikiran nya mengenai kaburnya Kiara dan kedatangan Delon kakaknya.


“Hikss.. hikss.. aku mohon tolong ampuni aku! Aku bersedia melakukan apa yang kau inginkan. Bahkan aku rela menukarnya dengan tubuhku jika kau mau” ujar Sylvi dengan tidak tahu diri nya seraya menangis bombay.


“Cuihhh!!! Mau kau bertelanjang di hadapanku sekalipun aku tak akan sudi mengampunimu! Kau sungguh menjijikkan j****g !!!” Teriak Delon


“Waktumu tinggal satu menit!” Timpal Delon


Sylvi tampak menggeleng putus asa, pilihan nya begitu menyulitkan hidupnya kedepannya.


“Aku lebih memilih masuk bui daripada kau siksa!” Putusnya kemudian.


‘Setidaknya masih ada kesempatan untuk bebas,dari pada seumur hidupku menerima siksaan yang ada bisa mati muda!” Ucapnya dalam hati.


“Bagus! Setelah ini kau akan dijemput oleh aparat menuju rumah baru mu! Dan ingat?! Jangan coba coba berpikir untuk kabur, karena kedua kalinya kau tertangkap maka bukan hukuman lagi yang menantimu,melainkan nyawa mu akan lenyap!” Ujar Delon memberi peringatan. Ancaman nya kali ini tak main main.


“B-baik!” Balas Sylvi gugup.


“Dan untukmu preman kampung!” Tunjuk Delon pada Jack


“Kau akan menjadi tahanan pribadiku! Kali ini aku tidak akan memberimu pilihan sebab kau telah berani menyentuh dan melukai adikku!” Tegas Delon.


Dia hanya pasrah saja. Entahlah otaknya sedang berpikir keras merencanakan sesuatu, namun sedetik kemudian Delon menepuk tangan nya dua kali.


Plok plok !


Muncul lah semua anak buah Keno yang bersembunyi tadi.


“Seret pria itu menuju markas! Dan jebloskan wanita itu ke penjara!” Titah Delon

__ADS_1


“Baik Tuan” ucap anak buah itu berpencar membagi tugas.


Sylvi terus memberontak sedangkan Jack hanya pasrah saja,ia pastikan hidupnya di ujung tanduk kali ini.


Sementara Ryan sejak tadi hanya menyaksikan pertunjukan itu, ia sama sekali tak buka suara. Entah apa yang ada dipikiran nya.


“Sekarang giliran mu laki-laki ba*****n!” Tatapan Delon beralih pada Ryan.


Bugh ! Bugh! Bugh!


Pukulan Delon melayang membabi buta mengenai wajah dan perut Ryan. Ia sampai terpental mundur dibuatnya.


“Kurang ajar! Apa maksudmu?!” Tanya Ryan seraya melayangkan tinju nya namun segera di tangkis oleh Delon dan memelintir nya ke belakang.


“Aaarghhh!!” Teriak Ryan kesakitan.


“Teruslah berteriak. Ini belum ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit yang kau berikan pada adik kesayanganku!!” Sentak Delon.


Bugh! Braakk!!!!


Delon menendang tubuh Ryan dengan keras hingga terpental ke meja yang telah rapuh di ujung ruangan itu. Tatapan nya merah menyalang mendekati Ryan yang tergeletak di sudut ruangan itu.


Lalu ia menginjak tangan Ryan kuat-kuat dengan sepatu pantofel nya yang bernilai fantastis itu.


“Aarghh!! Sialan!” Umpat Ryan menahan sakit di sekujur tubuhnya.


“Bagaimana? Sakit bukan? Ini adalah tangan yang kau gunakan untuk menampar pipi mulus adikku! Baiknya ku retak kan saja tidak ya?” Ucapnya menimbang-nimbang.


Semakin lama semakin ditekan oleh Delon.


“Lepaskan!” Seru Ryan menahan sakit.


“Baru begini saja kau sudah kesakitan? Bagaimana dengan adikku yang kau lukai fisik serta batin nya?! Hahh!!!” Teriak Delon kesetanan.


Tadinya ia ingin langsung menembak Ryan, namun ia urungkan karena Delon tidak mau adiknya mengira dirinya seorang pembunuh mengingat Ryan masih berstatus suaminya.


“Kau tak tau betapa sakitnya adikku atas penghianatan mu! Jangan kira aku tak mengetahui niat busukmu menikahi adikku! Aku mengetahui nya sedari lama, sengaja aku diam selama adikku tak kau lukai, namun nyatanya dia sama sekali tak pernah mengadu kesakitan nya padamu! Yang ada dia selalu membelamu ba*****n!!!” Emosi nya meluap luap


“Tinggalkan Kiara dan ceraikan dia secepatnya atau perusahaan mu akan hancur!” Tekan Delon pada Ryan.


“Itu tidak mungkin terjadi! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan Kiara!” Ucap Ryan kekeh.


“Kau tidak bisa seenaknya sendiri memutuskan! Disini akulah yang lebih berhak atas Kiara! Lagipula Kiara begitu mencintai ku,selama ini dia selalu bergantung padaku baik fisik ataupun materi!” Ucap Ryan menggebu gebu.


“Kau yakin dengan ucapanmu? Aku tidak habis fikir ternyata kau pria terbodoh di muka bumi ini. Asal kau tahu! Selama Kiara menjadi istrimu tidak pernah sepeserpun ia menggunakan uang mu! Kenapa kau tak mengecek notifikasi kartu kredit yang kau berikan pada Kiara?! Itu artinya kau bodoh!” Sentak Delon


“Hahaha, kau bercanda? Jika bukan dengan uang ku lalu siapa yang memenuhi semua kebutuhan nya yang fantastis itu?!” Ejek Ryan tertawa sumbang.


“Dia menggunakan blackcard pemberianku tiga tahun lalu!! Dia memenuhi semua kebutuhan nya sampai kebutuhan rumahtangga hingga kebutuhan perutmu menggunakan blackcard nya!! Kau benar-benar bodoh Ryan! Kau yang seharusnya malu selama ini Kiara yang menafkahi mu,bukan kau yang menafkahi Kiara! Dan secara tidak langsung kau menggantungkan hidupmu dari hartaku! Camkan itu!” Pungkas Delon


Ryan yang mengetahui fakta itu menggeleng tak percaya.


“Tidak! Itu tidak mungkin!” Sanggah nya


“Terserah kau percaya atau tidak tapi memang itu kenyataan nya!” Timpal Delon.


“Ku peringatkan padamu sekali lagi! Ceraikan Kiara secepatnya atau kau akan kehilangan seluruh aset mu! Ingat baik-baik ucapanku karena aku tak pernah main-main!” Delon berlalu pergi meninggalkan keterdiaman Ryan di ruangan itu.


“Tidak.. Kiara..? Jadi selama ini kau tak pernah menggunakan kartu kredit ku?” Ucapnya bermonolog.


“Lantas yang selama ini aku kira menghamburkan uang ku ternyata tidak sama sekali? Ya tuhan, betapa bodohnya aku terlalu acuh padanya. Kiara maafkan aku, aku tidak akan pernah menceraikan mu Kiara!” Tekad Ryan.


Di restauran bandara tempat Kiara dan Keno berada, mereka berdua tengah asyik bergurau.


“Ishh! Kau curang Keno! Itu milikku! Kemarikan!” Seru Kiara karena cemilan nya di ambil Keno.


“Sedikit saja Kiara, kau ini pelit sekali” sahut Keno.


“Kau tadi bilang tidak mau, sekarang kau memintanya! Sungguh menyebalkan!” Ucap Kiara cemberut.


“Baiklah baiklah aku kembalikan, jangan cemberut begitu” ujar Keno mengembalikan cemilan Kiara.


“Tidak. Aku sudah tidak mau” jawab Kiara.


“Kenapa? Ini masih banyak,belum aku makan sama sekali” ucap Keno.


“No, aku kenyang Keno. Steak di lambungku belum tergiling dengan baik” tolak Kiara.

__ADS_1


“Benarkah begitu? Yasudah aku makan saja” ucap Keno.


“Habiskan saja!” Jawab Kiara.


“Kau tidak apa-apa menunggu disini sebentar? Aku sedang menanti kedatangan seseorang” ucap Keno


“Siapa?” Tanya nya.


“Ada, nanti kau juga tahu” sahut Keno kemudian.


Kiara hanya menganggukkan kepalanya saja.


Sementara Delon kini sudah sampai di bandara, ia kembali bersama anak buah Keno yang berjaga di gudang tua tadi.


Setelah sampai di lobi ia menghampiri para bodyguard yang berjaga disana.


“ Dimana Keno dan adikku?” Tanya Delon yang tidak melihat keberadaan dua orang itu.


“Mereka ada di foodcourt ujung sana Tuan, Nona Kiara sedang menemani Tuan Keno sarapan.


“Baiklah, aku kesana dulu” ucapnya berlalu meninggalkan bodyguard itu menuju ke foodcourt.


Tak lama seseorang yang ditunggu-tunggu itu pun datang.


“Kakak?!” Seru Kiara yang melihat langkah Delon mendekati mereka.


“Halo gadis kecil! Bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja?” Tanya Delon pada Kiara duduk disamping nya.


Kiara pun memeluk kakaknya dengan erat, rasanya sudah lama sekali mereka tak berpelukan.


“Hikss.. hiks.. ya! Aku baik-baik saja, aku merindukanmu!” Seru Kiara dengan airmata nya yang kembali menetes.


“Sstt.. jangan menangis.. malu dilihat orang” seru Delon.


“Isshhh kau ini! Tidak mengerti suasana haru sama sekali!” Kesal Kiara melepaskan pelukan nya


Keno yang melihat interaksi kedua kakak beradik itupun tersenyum, hatinya ikut merasakan haru dengan pertemuan mereka mengingat mereka berdua terpisah cukup lama.


“Sudah-sudah. Kau jelek jika menangis!” Ejek Delon


Plakk!


Tangan Kiara melayang ke bahu Delon.


“Aww!” Keluh Delon.


“Rasakan! Ngomong-ngomong kenapa kakak bisa ada disini?” Tanya Kiara penasaran, pasalnya Delon juga tidak mengatakan niat kedatangan nya kesini.


“Kakak habis memberi pelajaran pada orang orang yang sudah melukai mu” jawab Delon kembali datar. Emosi nya masih terlihat jelas di wajahnya.


“Apa?! Darimana Kakak tau? Dan kau Keno?” Selidik Kiara menatap wajah Keno.


Keno yang ditatap pun menganggukkan kepalanya.


“Ya, kami bekerja sama untuk meenyelamatkan mu Kiara” jawab Keno jujur.


“Bagaimana bisa kalian saling mengenal?” Tanya nya kepo.


“Jelas lah kami saling kenal, kami bersahabat sejak kuliah S2” ujar Delon


“Haisshhh.. aku seperti orang bodoh yang di beri kejutan berkali-kali” keluh Kiara menghembuskan nafasnya kasar.


“Kami akan membawa mu ke New York sekarang juga Kiara! Kau sudah tidak aman berada di sini. Hanya membuang-buang energi dan waktu mu saja!” Seru Delon.


“Lalu bagaimana dengan nasib pernikahanku?” Tanya Kiara lirih. Ia masih memikirkan hal yang mengganjal dikepalanya itu.


“Kau tenang saja! Biar aku dan Keno yang mengurus semua itu. Tugasmu hanya menuruti perkataan kita selanjutnya kau hanya terima beres saja” timpal Delon menenangkan.


“Ya, benar yang dikatakan oleh kakakmu” ujar Keno membenarkan perkataan Delon.


Kiara pun mengangguk pasrah, percuma saja protes di hadapan dua pria tak terbantahkan ini.


Mohon dukungannya ya readers ku,


Maaf jika terdapat typo dalam bacaan..


Jangan lupa like & vote nya.

__ADS_1


Semoga kalian sehat selalu, Salam sayang dari author 🫶🏻


__ADS_2