
Keesokan paginya Kiara bangun lebih pagi, ia berniat membuatkan sarapan untuk Keno sebelum berangkat ke kantor.
“Kamu lagi apa sayang?” Tanya Merry yang melihat Kiara berkutat di dapur bersama pelayan.
“Ini Mom,Kiara mau buatin sarapan kesukaan Keno” ucap Kiara menoleh ke arah Merry.
“Wah, calon mantu Mommy pengertian sekali ternyata ya” puji Merry pada Kiara.
Pipi Kiara seketika bersemu merah.
“Mommy apaan sih.. Kiara jadi nggak fokus nih” sahut Kiara tersenyum malu.
“Haha.. yasudah, Mommy ke atas dulu ya mau bangunin Daddy” pamit Merry yang tidak ingin mengganggu aktifitas Kiara.
“Ya Mom” ucap Kiara.
“Bi, nanti tolong kupasin wortel nya ya” titah Kiara pada Bibi Mun.
“Baik Non” ucap Bibi Mun.
Kiara pun sibuk dengan spatula dan teflon. Tiba-tiba tangan kekar memeluk nya dari belakang.
“Astaga! Keno! Bikin jantungan aja sih” kaget Kiara
“Hehe, habis kamu serius banget. Lagi buat apa sih sayang?” Tanya Keno.
“Ini, aku buatin spaghetti carbonara kesukaan kamu”
“Lepas dulu ih ganggu nih, malu juga diliatin Bibi” protes Kiara.
“Enggak apa-apa kok Non, malah Bibi seneng ngeliatnya. Nona sama Tuan Muda mirip pasangan suami istri hehe” ucap Bibi Mun cengengesan.
“Tuh kamu denger kan sayang? Kita itu serasi, jadi pengen nikahin kamu deh” goda Keno.
Blushh..
Pipi Kiara seperti udang rebus dibuatnya.
“Udah ih sana, mandi dulu nanti aku panggil kalo sarapan nya udah siap” usir Kiara.
“Iya.. iyaa..cupp” ucap Keno mencuri kecupan di pipi Kiara lalu berjalan meninggalkan dapur.
“Isshhh dasar” gerutu Kiara menggelengkan kepalanya tersenyum malu.
Di dalam kamarnya, Keno tengah melakukan ritual mandi nya. Sepuluh menit kemudian dia keluar dengan handuk melilit di pinggang nya.
Tringg.. tringg..
Terdengar bunyi ponsel Keno di atas nakas. Ia pun berjalan mendekati nakas meraih ponselnya.
“Halo..” ucap Keno.
‘Halo Tuan, ada yang ingin kami sampaikan pada Tuan mengenai pembunuh bayaran itu’ ucap anak buah Keno di sambungan telepon.
__ADS_1
“Katakan” titah Keno datar
‘Kami baru saja mendapatkan informasi dari rekan kami yang melacak keberadaan penbunuh itu, saat ini dia sedang berada di negara S Tuan, dia berhasil kabur dari negara ini dengan bantuan kelompoknya yang saat ini berada di negara S. Bahkan mereka mendirikan markas disana Tuan’ jelas bodyguard itu.
“Apa? Baiklah, kita bertemu dan bicarakan di kantor ku nanti setelah jam makan siang” ucap Keno
‘Baik Tuan, saya tutup telpon nya’ ucap bodyguard itu mengakhiri panggilannya.
“Ternyata dia punya komplotan juga, pantas saja dengan mudahnya lari dari kejaran anak buah Daddy. Sepertinya lawan ku kali ini tidak bisa di remehkan. Aku harus bertindak lebih ekstrim kali ini” ujar Keno bermonolog.
Tok tok.
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar.
“Keno kamu udah siap?” Tanya Kiara dari balik pintu kamar Keno.
“Masuk aja sayang pintunya nggak dikunci” teriak Keno dari dalam.
Ceklek.
“Udah siap be.. Aaaa!!!” Belum sempat melanjutkan kalimatnya Kiara di kejutkan dengan penampilan Keno yang hanya memakai handuk sebatas pinggang.
“Keno kamu bener-bener ya! Buruan ganti baju!” Protes Kiara sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Keno pun terkekeh, ia semakin mendekati Kiara.
“Mau ngapain, sana jauh-jauh ih!” Usir Kiara.
“Kamu kenapa sayang? Aku nggak gigit hahaha” sahut Keno tertawa melihat tingkah Kiara.
Bukannya menuruti ucapan Kiara namun malah semakin menempel ke tubuhnya. Tiba tiba Keno mengangkat tubuh Kiara dan melemparkan ke atas ranjang.
“Aaaaa Keno!!!” Pekik Kiara kaget.
“Ssssttt diam dong sayang, nanti yang lain denger” ucap Keno
“Biarin aja! Biar tau rasa, lepas ih Keno! Nanti Mommy dan Daddy tau gimana” protes Kiara yang di tindih Keno.
“Sebentar aja kenapa sih, lagian aku kangen beberapa hari ini kita jarang ada waktu bersama sayang” keluh Keno menempelkan wajahnya ke ceruk leher Kiara.
“Kita? Enak aja, aku selalu ada waktu ya! Kamunya aja yang terlalu sibuk!” Gerutu Kiara.
“Iya maaf sayang, aku sibuk di kantor dan urusan mantan suami kamu itu yang bikin aku sibuk” ucap Keno.
“Masih suami kali. Salah kamu sendiri kan? Pake segala ngurusin perceraian aku lagi, padahal tanpa bantuan kamu juga mudah banget ngajuin gugatan ke pengadilan” sahut Kiara.
“Enggak gitu prosedurnya sayang, kita harus punya bukti yang kuat dulu biar dia gak bisa ngajuin permohonan banding di persidangan. Itu akan lebih mudah lagi nantinya” ujar Keno memberitahu.
“Ya ya terserah kamu lah. Aku nurut aja, lagian mau protes pun percuma” pasrah Kiara.
“Nah gitu dong” sahut Keno.
Sedetik kemudian pandangan mereka bertemu, lalu Keno mencium bibir Kiara penuh kelembutan.
__ADS_1
Kiara pun tak menolak sama sekali. Jujur dalam hatinya ia rindu sekali dengan sentuhan lembut pria ini. Di hatinya sudah sepenuhnya terisi dengan nama Keno, tidak ada lagi sedikitpun rasa terhadap Ryan yang notabene statusnya masih sah menjadi suaminya itu. Kiara sama sekali tak peduli, ia akui ini salah, tapi Ryan bahkan yang lebih dulu bersalah atas hal ini. Kabarnya bagaimana pun Kiara sama sekali tak peduli.
Lama kelamaan sentuhan Keno mulai menjalar ke dua buah **** Kiara. Hingga suara Kiara pun lolos dibuatnya. Sedetik kemudian Kiara tersadar.
“Hentikan Keno, cepat ganti baju sana! Nanti kesiangan” ucapan Kiara menghentikan aktifitas mereka berdua. Keno pun melepas tautan bibir nya.
“Manis” ucap Keno.
Blusshhh
Wajah Kiara bersemu merah, logika nya menolak namun bahasa tubuhnya tidak bisa bohong. Ia begitu terbuai dengan sentuhan yang Keno berikan.
“Kamu kenapa sayang? Kok merah gitu mukanya” goda Keno. Ia tahu wanitanya ini tengah malu.
“Ishh udah sana ganti baju! Aku tunggu dibawah, mungkin Mommy dan Daddy sudah menunggu dari tadi” titah Kiara berlalu pergi meninggalkan Keno.
‘Hahaha.. Semakin hari semakin menggemaskan saja’ ucapnya dalam hati.
Sesampainya di bawah ternyata ucapannya benar, Mommy Merry dan Daddy Adrian sudah duduk di meja makan terlebih dahulu.
“Maaf Kiara lama Mom,Dad. Tadi habis ke kamar Keno buat panggil dia, ternyata belum siap-siap” ucap Kiara.
“Mommy tahu, pasti anak nakal itu lagi godain kamu kan?” Ucap Mommy Merry menebak.
“Ya begitulah Mom” ucap Kiara canggung.
Merry tersenyum dibuatnya, putranya itu memang sebelas dua belas dengan suaminya.
“Yasudah, Daddy makan duluan. Kelamaan nunggu perjaka yang tengah dimabuk cinta itu bisa-bisa maagh Daddy kambuh” ucap Adrian menggerutu mengejek putranya.
Merry dan Kiara pun sontak tertawa mendengarnya.
Tak lama Keno pun turun dengan setelan jas nya sambil menenteng tas kerja nya. Sangat tampan menurut Kiara.
“Pagi Mom, Dad” sapa Keno lalu duduk disamping Kiara.
“Ya, pagi” sahut keduanya.
Kiara dengan sigap mengambilkan makanan untuk Keno,
“Segini cukup? Atau mau tambah lagi?” Tanya Kiara
“Cukup sayang, nanti buncit aku terlalu banyak makan masakan kamu yang menggoda selera itu” ucap Keno setengah memuji.
“Apaan sih orang dikit juga” gerutu Kiara. Keno terkekeh mendengar gerutuan Kiara.
Kiara pun mengambil sarapan untuknya setelah memberikan sepiring spaghetti carbonara untuk Keno.
Mommy Merry dan Daddy Adrian yang melihat interaksi keduanya itu pun tersenyum. Mereka berdua sangat cocok layaknya suami istri. Pikirnya.
Mereka berempat sarapan pagi dengan khidmat tanpa pembicaraan sekalipun, hanya terdengar suara dentingan sendok saling bersahutan.
Mohon maaf jika terdapat beberapa typo dalam bacaan..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like dan vote..