
Pagi ini dunia bisnis dan jagat maya tengah di kejutkan dengan kabar kebangkrutan perusahaan Hartono Group. Setelah mencuatnya berita skandal antara ayah dan anak itu para investor pemegang saham menarik semua sahamnya dari perusahaan itu, alhasil nasib para karyawan berakhir saat itu juga karena William tidak mampu menutupi semua kerugian.
Dan ternyata saham yang di tanam Keno di perusahaan itu adalah yang paling besar di antara para investor lain, sekali Will bergerak maka luluh lantak sudah perusahaan itu.
Kini keduanya sudah tidak punya muka lagi di hadapan umum, mereka memutuskan untuk pergi dari negara ini karena nama baiknya sudah terlanjur buruk di mata semua orang akibat skandal mereka berdua.
“Maafkan aku. Ini semua gara-gara pelayan sialan itu! Sekarang hidup kita sudah hancur karena penanam saham terbesar yang ada di perusahaan adalah Keno, mungkin dia mengetahui niat buruk ku sehingga dia dengan mudahnya menghancurkan perusahaan hanya dalam waktu semalam” ucap William dengan sorot mata penuh amarah dan rasa sesal.
“Ayah, aku sudah tidak punya muka lagi di depan mereka semua. Semua orang menatapku jijik dan penuh cemoohan yah, hiks..hikss” isak tangis Laura tak henti sejak kesadarannya bahwa dia telah berbuat tak senonoh dengan ayahnya sendiri. Hidupnya hancur saat ini karena ambisinya dan ayahnya.
“Stop Laura, berhenti lah menangisi keadaan. Semua sudah terjadi, dan satu lagi.. Mulai sekarang jangan panggil aku ayah, karena aku bukan ayahmu!” Ucap William lugas.
Laura mendongakkan pandangan nya menatap pria yang di anggapnya sebagai ayah kandung nya itu.
“Apa maksud ayah?” Tanya Laura tak mengerti
“Aku bukan ayah mu, ayah kandungmu sudah lama meninggal”
“A-aapaaa?!! Tidak! Ayah pasti bohong kan?!” Ucap Laura menggeleng kuat.
“Aku tidak bohong. Ayah dan ibumu sudah lama berpisah, dan kau dititipkan padaku oleh ayahmu yang notabene bekerja sebagai supir pribadi ku karena dia memiliki penyakit serius yang akhirnya membuat usianya tidak bisa bertahan lama” terang William.
“Hiks.. hiks.. lalu kenapa kau merawat dan membesarkan ku sampai saat ini?? Kenapa tidak kau buang saja aku ke panti?! Hatiku sakit mendengar kenyataan ini hiks..hiks..” tangisannya begitu pilu mendapat kenyataan pahit bertubi-tubi yang seolah menghantam dadanya.
“Apa aku sudah gila membuangmu dengan keadaan kau tak memiliki satu keluarga pun? Setidaknya aku masih mempunyai hati nurani, sekarang kau bebas pergi kemanapun atau kau mau mencari keluarga mu yang masih ada itu terserah mu. Aku sudah tak memiliki hak untuk menahanmu agar tetap berada disisiku setiap waktu” ucap William dengan sorot mata tak terjabarkan.
Pria paruh baya itu sama sekali tidak mempercayai komitmen setelah ditinggal menikah oleh kekasihnya beberapa puluh tahun silam hingga ia akhirnya memilih untuk tidak menjalani hubungan dengan siapapun. Dan dia juga menutupi fakta siapa ibu Laura setiap kali wanita itu bertanya karena dia tak memiliki istri, dia hanya mengatakan kalau ibunya sudah meninggal ketika melahirkannya.
William bertekad merawat dan membesarkan Laura dengan penuh kasih sayang karena dirinya juga merasa kesepian tidak mempunyai teman hidup di usianya yang tidak lagi muda.
“Kenapa? Kenapa kau baru mengatakan nya sekarang?? Disaat aku sudah kehilangan arah dan tujuan hidup! Lalu kau seenaknya membuangku begitu saja!! Kenapa?!!!!” Teriak Laura
“Aku tidak bermaksud membuangmu, hanya saja aku merasa sudah tidak bisa membahagiakan mu lagi seperti dulu. Hartaku sudah habis tak tersisa, mau bertahan atau tidak itu terserahmu” jawab William. Ia enggan mengatakan alasan nya menahan Laura hingga saat ini karena yang ada dipikirannya adalah dia tak mampu menjalani hidup sendirian, tanpa Laura mungkin hidup William akan kosong terlunta-lunta tak terurus. Sebab kehadiran Laura semenjak itu dia merasa semangatnya kembali bangkit dan hidupnya terasa lebih berwarna.
__ADS_1
“Aku akan tetap ikut denganmu, apapun yang terjadi! Mari kita mulai semuanya dari nol, aku akan membantumu untuk bangkit lagi” ucap Laura yakin. Wanita itu mengusap airmata nya kasar.
“Apa kau yakin, apa kau mampu hidup dengan segala keterbatasan seperti ini?” Tanya William, pasalnya selama ini ia selalu memanjakan segala kebutuhan Laura.
“Aku yakin” ucap Laura mengangguk mantap.
“Oke. Baiklah, kita pergi sekarang.. sebentar lagi pesawat take off” ajak William di angguki oleh Laura.
Kali ini adalah yang terakhir kalinya mereka menginjakkan kaki di negara ini. Mereka berdua memutuskan untuk pindah ke LA dan memulai kehidupan baru di negara itu tanpa adanya gosip miring yang akan menodai kehidupannya nanti.
Jika William dan Laura tengah dilanda kesedihan dan nasib buruknya, berbeda dengan keluarga Bimantara yang saat ini tengah merayakan pesta ulang tahun perusahaan yang di gelar di ballroom hotel Santika milik Adrian.
Semuanya tengah berkumpul di pavilion termasuk Delon,Daniel,Adrian dan Merry. Hanya Grandma Thea yang tidak ikut memeriahkan acara itu karena nenek tua itu kelelahan dari liburan nya menjelajah beberapa negara, akhirnya ia memilih untuk tinggal di mansion nya yang tak lain berada di New York itu.
“Sudah tidak ada lagi tikus kecil pengganggu, mari kita rayakan kebebasan kita semua..” ucap Delon mengangkat gelasnya tinggi-tinggi. Mereka semua tersenyum bahagia dan bersulang.
“Apa kau juga mengundang perusahaan Morgan?” Tanya Delon di sela-sela minumnya.
“Cihh! Ternyata kau lebih lembek dari yang aku kira” cibir Delon
“Itu bagus! Kalau kita bisa saling berbaik hati kenapa harus bermusuhan?!” Protes Kiara yang tak terima suaminya dikatai lembek.
“Kau dengar ucapan istriku?” Ucap Keno santai.
“Ck! Istrimu itu adalah adikku jika kau lupa” decak Delon sebal. Selalu saja ia kalah berhadapan dengan adik dan iparnya itu.
“Semua orang juga tau” jawab Keno lagi dengan santai, membuat Delon menggeram kesal dan pergi dari hadapan pasutri itu.
“Kemana dia?” Tanya Kiara melihat kepergian kakaknya.
“Entahlah, biarkan saja bujang lapuk itu mencari pasangan hidup” celetuk Keno.
Kiara menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan suaminya itu.
__ADS_1
“Hubby, nanti malam aku ingin Sylvi dan suaminya menginap juga di hotel ini.. biar tambah seru” ucap Kiara penuh harap.
“Oh ya? Baiklah, sesuai keinginan mu honey. Aku akan memerintahkan Will untuk menyiapkan satu kamar lagi untuk mereka berdua” ucap Keno mengecup mesra bibir Kiara.
“Thank you hubby, i love u” ucap Kiara tersenyum senang. Mood nya selalu membaik setiap berdekatan dengan suaminya. Entahlah, Keno menjadi magnet tersendiri bagi Kiara.
“Sayang, masuk yuk. Kita bersiap sekarang.. sebentar lagi acara di mulai” ajak Merry pada menantu kesayangannya itu.
“Sekarang jam berapa Mom?” Tanya Kiara mendongak.
“Sudah jam enam, dan jangan lupa minum vitamin agar si baby tambah sehat” ucap Merry mengingatkan.
“Baiklah” ucap Kiara mengangguk dan berdiri dari duduknya dibantu oleh Keno.
“Hubby aku masuk dulu, bye” ucap Kiara mengecup bibir Keno singkat.
“Ya.. bersiaplah, dandan yang cantik, Cupp!” ucap Keno membalas kecupan istrinya.
“Kau tenang saja, Mommy akan mengubahnya menjadi princess kerajaan malam ini” ucap Merry menggandeng tangan Kiara dan berjalan menjauhi putranya.
Keno mengangkat jempolnya tanda setuju dengan ucapan Mommy nya.
“Dad, Daniel.. aku ke dalam dulu, kalian segeralah bersiap. Tidak etis rasanya jika Tuan Rumah terlambat menyambut kedatangan tamunya” ucap Merry menasehati.
“Ya ya.. Daddy segera bersiap” ucap Adrian di angguki oleh Daniel.
Kedua pria paruh baya itu terlalu asyik dengan pembahasan mereka yang sibuk menyiapkan masa depan calon cucunya. Padahal calon cucunya masih berada di dalam perut dan baru berukuran sebesar bola kasti🤣🤣
***
Buat kalian yang ingin kasih saran atau apapun kalian bisa bergabung di grup chat KPI fans ya readers,
Author mohon maaf sering blong satu sampai dua episode tiap minggu nya, karena author punya kesibukan lain.. disamping jd ibu rumahtangga author juga bergelut di dunia per makeup an pengantin, jadi mohon di maklumi ya readers.. tapi author janji bakal menyelesaikan novel ini sampai tamat secepatnya🫰🏻 pokoknya dukung terus karya author biar makin semangat update nya.. love u all🫶🏻
__ADS_1