Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 63


__ADS_3

Sementara Keno yang baru saja meeting dengan ketiga perusahaan tempo lalu memenangkan tender kini berjalan menuju ruangannya.


“Aishh bisa pusing kepalaku kalau tidak ada kabar darinya” gerutu nya meraih ponsel di atas meja kerjanya.


Ternyata ada balasan dari Kiara. Pria itu mengembangkan senyumnya bergegas membuka pesan itu.


“Maaf aku lupa mengabarimu, aku sudah sampai sejak dua jam lalu, dan baru saja menghidupkan ponsel ku”


Hanya itu saja chat yang masuk dari Kiara. Ia pun segera mengetik balasan.


“Tak apa honey, asal jangan sampai tidak membalas pesan dan panggilan ku. Kau tahu aku seperti orang gila hari ini” balasnya pada Kiara. Namun hanya dua centang saja, pertanda Kiara tidak membaca pesan nya.


“Ah sudahlah, mungkin dia sudah masuk ke alam mimpi, yang penting dia sudah mengabariku” gumamnya melanjutkan pekerjaan nya.


Tok tok


“Masuk!” Ucap Keno yang masih fokus dengan layar laptop nya.


“Permisi Tuan,” ucap Will memasuki ruangan itu.


“Ada perlu apa Will?” Tanya Keno.


“Ini Tuan, saya membawa dokumen informasi dari perusahaan D’Morg Group, perusahaan itu saat ini mengalami keterlambatan kinerja akibat banyaknya karyawan yang kurang kompeten Tuan, bagaimana? Apa Tuan akan tetap melaksanakan kerja sama ini?” Tanya Will memastikan.


“Aku tidak habis pikir bagaimana para petinggi itu menyeleksi nya Will, bagaimana perusahaan semacam itu bisa lolos seleksi” ucap Keno


“Masalah ini terjadi baru beberapa hari ini Tuan, selama proses seleksi tender tempo lalu riwayat kinerja perusahaan itu masih baik-baik saja. Berdasarkan informasi yang saya ketahui, hal ini terjadi karena baru-baru ini perusahaan itu mengalami pembengkakan biaya yang cukup besar akibat dari Presdir nya sendiri mengalokasikan dana untuk membangun mansion baru” terang Will.


“Mansion baru? Apakah sebelumnya ia tidak memiliki tempat tinggal sampai membuat mansion baru?” Tanya Keno mengernyit.


Sangat mustahil seorang pemilik perusahaan tidak punya tempat tinggal.


“Tentu saja punya Tuan, hanya saja kabar yang beredar dari sejumlah karyawan nya bahwa Presdir nya itu memiliki wanita simpanan hingga rela mengeluarkan biaya yang cukup fantastis” ujar Will.


“Wanita simpanan? Hahaha.. sangat menarik sekali. Aku jadi penasaran seperti apa rupa wanita dari pria kaku itu sampai dia rela mengorbankan harta bendanya sebanyak itu” ucap Keno tersenyum miring. Tidak ada yang tahu keberadaan Sylvi di pesta waktu lalu sebab wanita itu sama sekali tidak membuka masker nya.


Dia sedikit banyak tahu tentang desas desus pemilik perusahaan D'Morg Group itu bahwa pria itu sejak dulu anti wanita sama seperti dirinya. Hanya saja dia tidak tahu bahwa nasibnya kurang lebih sama seperti dirinya yang gagal move on dari wanita masa lalu nya.


“Pada saat pesta perebutan tender beberapa hari yang lalu pria itu memang membawa wanitanya Tuan, hanya saja tidak banyak yang tahu seperti apa rupa wanita itu. Lantas bagaimana Tuan? Apakah kita akan tetap melanjutkan tender ini?” Tanya Will


“Tidak apa Will, kita tetap melanjutkan tender ini. Aku ingin melihat sebesar apa usahanya memperjuangkan cintanya demi wanita. Tidak jauh beda denganku bukan?” Putus Keno pada akhirnya.

__ADS_1


“Ya Tuan, anda benar. Kalau begitu saya permisi dulu Tuan” pamit Will di angguki oleh Keno.


Sesampainya di luar ruangan Will berpapasan dengan seorang wanita berpakaian cukup minim.


“Permisi, saya mau bertemu dengan Presdir apakah dia ada di dalam?” Tanya wanita itu sedikit angkuh pasalnya tanpa menggunakan embel-embel Tuan.


“Ada perlu apa? Apakah Nona sudah membuat janji temu dengan Presdir?” Tanya Will.


“Sudah, dua hari lalu saya mengirim lewat email pribadi Presdir” jawabnya cuek.


“Baiklah, anda tunggu sebentar saya ingin mengonfirmasi dengan Presdir terlebih dahulu” ucap Will meninggalkan wanita itu tanpa menyuruhnya duduk.


“Maaf Tuan” ucap Will kembali memasuki ruangan itu.


“Kenapa lagi Will?” Tanya Keno yang heran


“Itu diluar ada perempuan katanya perwakilan dari perusahaan Hartono Group ada perlu dengan Tuan” ucap Will menjelaskan.


“Hartono Group? Kita tidak membuat janji dengan perusahaan itu kan?” Tanya Keno tak mengerti.


“Benar Tuan, tapi wanita itu bilang kalau dua hari yang lalu sudah mengirim email ke Tuan” jelas Will.


“Ah iya.. ada. Tapi kenapa harus ke aku? Bukannya segala bentuk janji temu sudah jelas melalui email mu?” Ucap Keno aneh.


“Entahlah Tuan, saya juga tidak mengerti” balas Will yang juga merasa aneh.


“Ya sudah, suruh dia masuk” titah Keno.


“Baik Tuan” Will pun berlalu keluar memanggil wanita itu.


“Anda di persilahkan masuk” ucap Will datar.


“Oke” balasnya berlalu meninggalkan Will langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


“Ck! Tidak punya sopan santun sama sekali!” Gerutu Will.


“Selamat siang Presdir” sapa wanita itu berjalan masuk melenggak-lenggokkan tubuhnya.


Keno pun mengalihkan pandangannya ke wanita itu.


“Apa kau tidak di ajarkan sopan santun Nona? Adab seorang tamu adalah mengetuk pintu terlebih dahulu!” Tegur Keno dengan suara tegas.

__ADS_1


Wanita itu bukannya takut malah semakin kagum merasakan aura berkharisma dari sosok Keno dengan dekat.


“Ehmm.. maaf Tuan saya lupa” ucap wanita itu tersenyum menggoda.


Keno menjadi risih dibuatnya.


“Perkenalkan saya Laura, putri dari William Hartono pemilik perusahaan Hartono Group Tuan” ucap wanita itu mengulurkan tangannya.


Namun Keno tak berniat membalas uluran tersebut.


Ia hanya menatap datar wanita itu.


“Oh jadi kamu putri dari William Hartono. Beginikah sikap dan penampilan seorang putri terpandang dari pemilik perusahaan Hartono Group?” Ucap Keno mencibir.


“Kenapa dengan penampilan saya Tuan? Apakah saya kurang menarik?” Balas wanita itu menggoda.


“Hentikan omong kosongmu Nona, jangan pernah memancing emosi saya. Langsung to the point saja apa niat kedatangan mu kemari” tanya Keno mengintimidasi.


“Ehmm.. baiklah.. saya mewakili perusahaan ayah saya, ingin mengajukan kontrak kerja sama dengan perusahaan milik Tuan. Dan saya sudah membawa berkas-berkas yang di perlukan” ucap Laura se anggun mungkin.


Ia yakin jika Keno akan takluk pada pesona nya.


‘Tidak ada yang mampu menolak ku selama ini, kau pun pasti akan bertekuk lutut memohon padaku’ ucapnya dalam hati.


“Atas dasar apa perusahaan ayah mu ingin mengajukan kontrak kerja sama? Tentu semua orang tau jika perusahaan ku hanya menerima orang-orang yang berkompeten dalam hal ini” tanya Keno penuh intimidasi.


“Perusahaan kami sejauh ini selalu berkompeten dalam menjalankan kerja sama dengan perusahaan manapun Tuan. Saya yakin dan berani menjamin bahwa jika nantinya kita menjadi partner perusahaan anda tidak akan mengalami kerugian sama sekali. Ayah saya adalah orang yang bersih” ucapnya bermulut manis meyakinkan Keno.


Sedangkan pria itu hanya menatap datar dengan pandangan tegas, membuat wanita itu semakin takjub dengan pria di hadapannya ini.


“Semua tetap berjalan sesuai prosedur, jadi mau kau menemui ku secara personal pun proses kerja sama harus melewati banyak pertimbangan. Untuk selanjutnya kau bicarakan saja kepada Assisten ku” terang Keno yang belum memutuskan apapun. Ia merasa ragu dengan biat terselubung wanita ini. Mungkin saja ini bagian dari siasat Presdir Hartono Group sendiri demi meraih keuntungan melalui putrinya. Memang licik memakai umpan demi melancarkan rencana nya,pikir Keno.


“Ah baiklah.. saya akan menyampaikan pesan ini kepada ayah saya.. kalau begitu saya permisi dulu Presdir” ucap Wanita itu membungkukkan badannya agar belahan dada nya terlihat.


Keno seketika memalingkan wajahnya tidak ingin melihat pemandangan menjijikkan itu.


“Ya, silahkan!” Singkat Keno.


Wanita itu tersenyum miring berlalu keluar dari ruangan itu.


“Cihh.. kau pikir aku akan tergoda dengan tubuh murahan mu itu, jauh lebih menggoda wanitaku” cibir Keno.

__ADS_1


__ADS_2