
Hari-hari berlalu tak terasa kini baby Ken sudah berusia satu tahun. Bayi mungil itu semakin menunjukkan skill nya, mulai dari mengoceh memanggil Mommy daddy nya hingga merangkak dan belajar berdiri. Semakin hari Kiara di buat terkejut dengan tingkah perkembangan putranya.
“Ken ikut Daddy dulu ya? Mommy mau membuatkan sarapan untuk Daddy, Cup!” Ucap Kiara meletakkan baby Ken di samping Keno yang masih tertidur.
Pagi ini Kiara akan menyiapkan sarapan bersama pelayan, ia menitipkan baby Ken pada Daddy nya setelah ia mandikan.
“Hubby, aku titip Ken sebentar. Cepatlah bangun ini sudah pagi!” Seru Kiara menggoyangkan lengan suaminya.
“Hmmm..” hanya itu yang keluar dari mulut Keno. Namun pria itu masih setia memejamkan matanya.
Sepeninggal Kiara, baby Ken seperti tau situasi. Bayi itu merangkak ke atas tubuh Daddy nya dan menepuk-nepuk wajah Daddy nya.
“Dda-da-da!” Celoteh bayi berusia satu tahun itu.
“Mmum mmumm daddada!”
Plakk!
“Aawww!” Pekik Keno terkejut sekaligus merasakan sakit di bagian pipinya akibat tabokan maut putranya.
“Heeehhhe Ddaaddaadaad!” Baby Ken berceloteh riang melihat Daddy nya bangun.
“Oh boy! Apa yang kau lakukan? Astaga kau menganiaya Daddy mu?” Ucap Keno bangun dan meraih tubuh gembul baby Ken.
“Naaa-nna-naa! Huuaammm!”
Mendengar celotehan sang putra membuat ayah satu anak itu gemas sendiri. Akhirnya Keno menggigit gemas pipi putranya hingga merah.
“Huuaaaaa!!!! Ddadd-dadddad huaaa!!!”
“Sssttt hei boy kenapa menangis?! Ssstt jangan keras-keras nanti Mommy mu dengar” desis Keno membungkam baby Ken.
Bisa gawat jika sampai Kiara tau putranya di gigit, hal ini bukan hanya sekali melainkan dua kali sudah Keno melakukan ini. Dan hukuman yang Keno terima adalah tidur terpisah dengan istrinya selama seminggu. Memang konyol bapak satu anak ini.
“Huaaaa!!” Semakin keras saja tangisan bayi mungil itu.
“Oke oke Daddy minta maaf! Sekarang kau mau apa akan Daddy kabulkan, kau mau mainan banyak? Atau mau permen? Atau biscuit? Atau susu? Katakan boy” ucap Keno memberondong pertanyaan pada putranya itu.
Lambat laun tangis bayi itupun mereda, tangannya menepuk-nepuk ranjang entah apa maksudnya.
“Apa boy? Kau mau kasur baru? Atau selimut baru? Atau ranjang yang baru?? Begitu kah?” Tanya Keno
“No no no…” celoteh bayi mungil itu menggeleng2 kan kepalanya berkali-kali.
Tangannya menepuk betis Daddy nya lalu menepukkan lagi ke ranjang.
Keno mengernyitkan dahinya berfikir keras.
“Oh Daddy tau! Kau ingin Daddy tidur lagi? Iya kan boy?” Tanya Keno antusias.
“Heemmmmm ddadddadd..” girangnya dengan tawa cekikikan.
“Oke baiklah, ternyata cukup mudah hahaha” ucap Keno tertawa senang.
Ia pun membaringkan dirinya di atas ranjang dengan posisi tengkurap, baby Ken pun merangkak menaiki punggung kekar sang Daddy dan langsung menyerang Daddy nya yang sudah siap dengan posisi nya.
“Awww!! Astaga boy! Hentikan.. awww!” Pekik Keno akibat genjotan putranya.
“Hikhikhik.. daddaadd.. dadd..” tawa girang memenuhi pendengaran Keno. Bayi itu semakin brutal melonjak-lonjak di atas tubuh Daddy nya.
“Oh my god!! Honeeyyyy..!!” Teriak Keno kewalahan memanggil Kiara. Namun sia-sia saja Kiara tak akan mendengarnya sebab kamar mereka kedap suara.
Tubuh Keno semakin lemas tapi bayi mungil itu tak kunjung berhenti.
__ADS_1
“Baby stop it!” Suara bariton Keno menghentikan aksi putra semata wayangnya.
Kedua mata bayi itu mengedip lucu karena terkejut dengan teriakan Daddy nya.
Keno langsung membalikkan badannya dan menangkap tubuh mungil putranya.
“Kau semakin nakal ya..” ucap Keno menggelitik baby Ken hingga membuat bayi itu tertawa geli.
“Ahhahahahaha ddaddad dadd! Huahaha” bayi tampan itu tertawa lepas akibat ulah Daddy nya.
“Rasakan pembalasan Daddy!” Ucap Keno tersenyum smirk.
Tubuh baby Ken memberontak geli karena tangan Keno terus bergerilya menggelitikinya. Hingga suara ketukan pintu terdengar.
Tok! Tok!
“Ah itu pasti Mommy, masuk honey!” Teriak Keno dari dalam.
Pintu pun terbuka menampilkan sosok wanita cantik berpakaian ketat masuk ke dalam kamar Keno.
“Kau? Mau apa kau kesini?” Tanya Keno pada Ayumi.
“Ehm, permisi Tuan saya ingin mengantarkan baju yang sudah di laundry” ucap Ayumi dengan nada mendayu dibuat-buat.
“Oh, dimana Bibi Mun? Biasanya selalu dia yang mengurusnya” ucap Keno menatap putranya yang masih terengah-engah nafasnya akibat ulah jahilnya.
“Beliau sedang ada pekerjaan lain Tuan, makanya saya yang mengantarkan pakaian anda” jawab Ayumi tersenyum genit menatap majikannya.
Langkahnya semakin mendekat melewati ranjang Keno. Gadis itu meletakkan keranjang baju di atas meja lalu menata dan memasukkan semua baju-baju ke dalam walk in closet.
“Lain kali tidak perlu, biar Bibi Mun saja yang melakukannya. Aku tidak suka orang sembarangan masuk kecuali orang-orang yang aku perintahkan untuk membersihkan kamar pribadi ku” ucap Keno datar.
“Baik Tuan” ucap Ayumi menunduk.
Keno pun turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya menuju walk in closet. Bersamaan dengan itu Ayumi keluar dari tempat itu dan menyandungkan kakinya hingga terjatuh di pelukan Keno.
Keno pun tanpa sengaja reflek menangkap tubuh Ayumi yang hendak terjatuh.
“Aww!” Pekik Ayumi pura-pura sakit di bagian kakinya.
“Kau kenapa?” Tanya Keno agak risih.
“Kaki saya sakit Tuan” ringisnya yang masih berada di pelukan Keno.
“Lain kali hati-hati!” Ucap Keno dengan sorot mata tajam membuat Ayumi terpesona dengan paras tampan majikannya itu.
Tiba-tiba..
Ceklek!
“Hubby!” Sentak Kiara mendidih melihat adegan di hadapannya itu. Pandangannya sejenak menoleh pada putranya yang tertidur pulas di atas ranjangnya.
“Honey?!”
Brukk!
Keno seketika melepaskan tangannya dari tubuh Ayumi sehingga gadis itu terjatuh cukup keras di lantai.
“Awwsshh!” Ringis gadis itu mengusap-usap bokong sintalnya.
“Bagus! Begini kelakuan mu ketika istrimu sibuk menyiapkan makanan untukmu?” Ucap Kiara tersenyum miring.
“Tidak honey, kau salah lihat! Aku tidak sengaja menahan dia agar tidak terbentur ke lantai sebab dia hendak jatuh tadi” ucap Keno menjelaskan dengan wajah pucat pasi.
__ADS_1
“Benarkah begitu? Kau pikir aku percaya dengan omong kosong mu?” Sarkas Kiara.
Hal itu tak luput dari pandangan Ayumi, gadis itu menyeringai devil melihat pertunjukan di hadapannya.
‘Bagus sekali Ayumi, hanya sekali tebas kau sudah mampu membakar rumahtangga mereka’ ucapnya menyeringai licik.
“Percaya lah padaku honey, mana mungkin aku tertarik dengan perempuan sepertinya” ucap Keno masih berusaha meyakinkan istrinya.
“Jika kau berniat menolongnya untuk apa kau menjatuhkannya? Kenapa tidak kau biarkan saja dia jatuh tadi? Bukankah sama saja?!” Cecar Kiara membantah ucapan suaminya.
“Astaga bukan begitu, aku hanya shock tiba-tiba kau datang” ucap Keno menggeram frustasi. Ia takut istrinya ini akan menuduhnya macam-macam.
“Terserah apa katamu, aku tidak peduli! Bersiap dan segeralah turun. Sarapan sudah siap” ucap Kiara dingin melangkahkan kakinya menuju walk in closet.
Wanita itu melewati Ayumi yang masih terjerembab di lantai begitu saja tanpa sepatah katapun. Membuat gadis itu semakin senang dengan kericuhan pasutri itu.
“Honey please listen to me” ucap Keno memohon seraya mengekori Kiara.
“Jangan sentuh aku! Menjauhlah!” Usir Kiara.
“Arghh! Dan kau! Kenapa masih disini?! Pergi sekarang juga!” Bentak Keno pada Ayumi hingga gadis itu terlonjak kaget.
“B-baik Tuan. Saya permisi” ucap Gadis itu bangun lalu keluar dari kamar itu dengan perasaan yang puas telah menimbulkan kekacauan.
Sepeninggal Ayumi, Keno terus merayu Kiara dan mengekori wanita itu.
“Honey please, percaya padaku honey. Aku tidak melakukan apapun, insiden itu murni karena aku reflek saja honey aku tidak ada maksud apapun” ucap Keno dengan wajah sendu.
Kiara menghembuskan nafasnya kasar.
“Siapa bilang aku menuduhmu. Aku percaya padamu” ucap Kiara masih fokus memilah kemeja yang akan ia siapkan untuk setelan kerja suaminya.
“What? Lalu kenapa harus marah-marah seperti tadi? Kau membuatku shock terapi honey!” Pekik Keno tak habis pikir.
“Aku hanya memberikan reward saja pada gadis murahan itu atas akting nya hari ini” ucap Kiara santai.
“Astaga.. kau benar-benar membuat jantungku hampir copot” keluh Keno mengusap wajahnya kasar.
“Siapa suruh berduaan di dalam kamar sedangkan kalian bukan muhrim” ketus Kiara menjawab ucapan suaminya.
“Mana ada berduaan, kita bertiga. Kau melupakan putra kita?” Ucap Keno menyangkal.
“Itu pengecualian!” Sahut Kiara sinis.
“Oh my god! Istriku ternyata ganas juga ya” ucap Keno merengkuh tubuh sexy milik istrinya dan melabuhkan ciuman di bibir ranum Kiara.
“Stop hubby! Cepatlah mandi kau sudah harus berangkat ke kantor!” Seru Kiara menghentikan aksi suaminya.
“No, kita selesaikan ritual kita yang satu ini” ucap Keno jahil, tangannya menelusup ke dalam dua gundukan milik Kiara dan meremasnya begitu keras.
“Aww! Pelan-pelan hubby sakit!” Pekik Kiara.
“Aku gemas sayang” bisik Keno dengan nada sensual membuat tubuh Kiara merinding.
“Hubby please, nanti Ken terbangun” ucap Kiara mencegah aktifitas suaminya yang sudah kepalang nafsu itu.
“Tidak akan, dia kelelahan setelah bermain denganku” ucap Keno semakin meringsek posessif menjelajahi tubuh istrinya.
“Kita lakukan di sini saja honey” bisik Keno menidurkan Kiara di sofa sudut ruangan itu.
Kiara hanya pasrah saja dengan kemauan suaminya.
Tak lama terdengar suara-suara erotis memenuhi ruangan mereka. Anehnya baby Ken tak terganggu sama sekali malah semakin pulas.
__ADS_1
Dan terjadilah pergulatan panas pasangan itu hingga berlangsung selama dua jam. Gagal sudah acara sarapan pagi ini.