
Plakk!!
Plakk!!
Tamparan dua kali Kiara layangkan di wajah Ayumi hingga gadis itu jatuh tersungkur di lantai.
“Gila! Baru kali ini aku melihat wanita selembut dia bisa murka Will” ucap Morgan terkejut sekaligus tak menyangka.
Will hanya diam menatap sang Nyonya yang tengah dilanda amarah.
“Awsshh!!” Ringis Ayumi memegangi kedua pipinya terasa panas.
“Sakit ya? Ohh padahal aku hanya menggunakan seperempat dari tenaga ku” ucap Kiara tanpa beban.
Ayumi menunduk mengepalkan tangannya.
“Sial!! Ternyata tenaga nya cukup kuat!” Umpatnya dalam hati.
“Nyonya saya benar-benar tidak sengaja, semua ini karena Tuan Muda yang memaksa saya menemaninya sungguh saya tidak berani menolak perintah Tuan Muda” ucap Ayumi masih berusaha membual.
Sementara Keno yang mendengar ucapan gadis itu melebarkan matanya sempurna.
“Tutup mulut kotor mu itu dasar ******!!” Bentak Keno tersulut emosi. Ia sejak tadi mati-matian menahan emosi nya demi melancarkan rencananya malah gadis itu semakin menggunakan kesempatan.
“T-tuan?” Ucap Ayumi bergetar kaget melihat Keno sudah sadar, padahal seingatnya ia memberikan obat tidur dosis tinggi pada minuman itu. Seharusnya Keno bangun sekitar tiga jam lagi. Tapi sekarang?
Keno malah terbangun lebih dulu sebelum ia berhasil meyakinkan target nya. Gagal sudah rencana yang sudah ia susun secara matang.
Kiara menatap suaminya dan Ayumi bergantian. Tatapan nya semakin datar membuat Keno takut istrinya itu salah paham lagi.
“Kenapa? Kau terkejut karena aku sudah bangun? Dimana reaksi obat yang kau bubuhkan di minuman ku? Hah?!” Ucap Keno dengan nada penuh penekanan.
“Apa maksud Tuan? Obat apa? Saya tidak tahu sama sekali Tuan” ucap Ayumi berbohong.
“Jangan coba-coba mengelak! Atau perlu kita tes kandungan apa yang ada dalam kopi itu?” Tantang Keno membuat Ayumi gugup setengah mati.
“Sudah??” Ucap Kiara membuka suara.
“Honey, kau percaya padaku kan?” Tanya Keno menatap istrinya khawatir.
“Diam! Aku tidak bertanya padamu” ketus Kiara.
“Kau wanita menjijikkan yang pernah aku temui di muka bumi ini! Apa yang kau inginkan sebenarnya hah?!” Sentak Kiara menatap nyalang Ayumi yang terduduk meringis menahan perih di pipinya.
Sementara di bawah Adrian dan Merry baru saja tiba dari perjalanan bisnis nya.
“Kita langsung ke atas saja Dad, aku ingin menengok cucu ku dulu” ucap Merry menenteng tas jinjing nya.
“Ya, Daddy akan menyusul sebentar lagi” ucap Adrian duduk di ruang tamu menyandarkan punggungnya.
Namun langkah Merry terhenti ketika mendengar keributan berasal dari lantai atas.
“Suara apa itu Dad? Apa kau mendengarnya?” Tanya Merry menoleh ke arah Adrian.
“Tunggu sebentar..” ucap Adrian menajamkan telinganya.
“Sepertinya dari kamar Keno dan Kiara Mom” ucap Adrian mendengar suara perdebatan entah siapa.
“Daddy benar, ayo kita lihat Dad!” Ucap Merry dengan raut wajah penasaran.
Adrian pun mengikuti langkah kaki istrinya.
“Kau tahu apa yang ku inginkan? Aku hanya menginginkan dia!” Tunjuk Ayumi pada Keno menjawab pertanyaan Kiara.
Kiara semakin berang mendengar ucapan gadis itu.
“Cih! Dasar tidak tau malu! Kau siapa beraninya menginginkan suamiku?? Seharusnya kau sadar diri dengan posisi mu di mansion ini!” Maki Kiara
__ADS_1
“Kau yang seharusnya sadar diri!! Kau sudah merebut calon suamiku! Seharusnya aku yang menikah dengannya bukan kau!!” Teriak Ayumi tersulut emosi.
“Asal kau tau, sejak kecil kami berdua sudah di jodohkan oleh mendiang kakek Lewis dan ayahku, beliau sudah berjanji akan menikahkan nya denganku sebelum akhirnya mereka meninggal dunia!” Sambung Ayumi membuat Keno mengeras mengetatkan rahangnya.
“Heh?! Lelucon macam apa ini?” ucap Kiara menggelengkan kepalanya menatap Ayumi dan Keno bergantian.
“Kau pikir aku sudi menikah dan memiliki istri seperti mu?! Jangan bermimpi!” Potong Keno menatap nyalang gadis itu.
“Kau dengar itu kan?” Ucap Kiara tersenyum remeh menatap Ayumi.
Jujur dalam hatinya sangat sakit mendengar kenyataan itu. Ia sama sekali tak tahu menahu soal masalah ini.
“Kau tidak bisa seperti ini padaku! Kau harus menepati perjanjian yang di buat oleh kakek Lewis!” Kekeh Ayumi
“Cukup Ayumi!” Suara bariton mengagetkan mereka yang ada di tempat itu.
Adrian datang dengan langkah tegasnya membuat Keno sedikit lega.
“Tuan Besar?” Ucap Ayumi berbinar melihat kedatangan Adrian. Ia sangat berharap pria paruh baya itu membelanya dan membenarkan segala ucapannya.
“Kalian boleh bertanya pada Tuan Besar bahwa perjodohan itu benar adanya, iya kan Tuan Besar?” Tanya Ayumi menatap Adrian penuh harap.
Sementara Adrian menghela nafasnya dalam-dalam.
“Dengarkan aku, dulu memang kakek Lewis yang berniat menjodohkan kalian, tapi itu sebelum kakek Lewis mengetahui jika putraku sudah aku jodohkan dengan putri sahabat ku. Setelah Ayah mu dan Kakek Lewis mengetahuinya mereka sepakat membatalkan perjodohan itu tanpa sepengetahuan mu. Kami sengaja menyembunyikan hal ini dari mu karena tidak ingin menyakiti mu Ayumi. Kau masih sangat kecil saat itu” ujar Adrian yang terpaksa mengatakan rahasia itu, ia sebenarnya tidak tega dengan gadis sebatang kara itu tapi dia juga tidak mau rumah tangga putranya terus di usik hanya karena kekeliruan di masa lalu.
Kiara dan Keno saling menyimak mendengarkan fakta yang di lontarkan oleh Adrian.
Sementara Ayumi terdiam penuh rasa kecewa menggerogoti relung hatinya. Ia begitu shock mendengar kenyataan ini.
“Uncle.. itu tidak benar kan? Katakan bahwa itu bohong Uncle?!” Teriak Ayumi meneteskan airmatanya.
Adrian menatap netra gadis malang itu seraya menggelengkan kepala.
“Itu semua adalah fakta yang sebenarnya Ayumi” ucap Adrian pelan.
“Sudahlah Ayumi, terima saja takdir dari Yang Kuasa. Kau masih muda tentu saja masih banyak laki-laki yang lebih pantas dan tulus mencintaimu selain putraku” ucap Merry menasehati Ayumi.
Sementara Ayumi menggeleng kuat. Ia tak terima dengan fakta itu, dirinya hanya menginginkan Keno seorang. Gadis itu mati-matian memendam rasa pada Keno sejak lama, berharap penantian nya berbuah manis namun oada akhirnya sia-sia.
“Maaf Aunty, aku tidak bisa semudah itu mengikhlaskan apa yang seharusnya di takdir kan untukku, aku akan memperjuangkan nya sampai aku berhasil mendapatkan cinta dari putramu” tekad Ayumi penuh percaya diri.
Membuat kiara melotot tak percaya, keras kepala sekali gadis ini,pikir Kiara.
“Tapi nyatanya dia bukan takdir mu Ayumi, kau harus mengerti itu! Jangan paksakan sesuatu yang bukan milikmu, kau hanya akan semakin merasakan sakit lebih dalam lagi Ayumi percaya padaku” ucap Merry.
“Tidak! Aku akan tetap memperjuangkan segalanya meskipun aku harus kehilangan harga diriku” ucap Ayumi kekeh.
“Jika kau berani merusak rumah tangga ku, aku tidak akan segan-segan membunuh mu wanita ******!” Ancam Keno dengan tatapan menyalang.
“Kau pikir aku takut? Bahkan aku bisa menggoyahkan perusahaan mu dalam waktu sekejap” ucap Ayumi tersenyum sinis.
“Jadi benar kau yang telah membuat data di perusahaan ku kacau?! Dasar Wanita gila!!”
“Aku gila karena mu asal kau tahu!!” Sentak Ayumi balik.
“Kau keterlaluan Ayumi! Aku tidak menyangka kau senekat itu, lebih baik kau ikut kami ke New York!” Putus Adrian merasa kecewa dengan tingkah gadis yang selama ini ia rawat dan besarkan.
Ayumi menggeleng kuat.
“Aku tidak mau Uncle! Biarkan aku disini” tolak Ayumi
“Kau sungguh tidak tahu diri sekali! Selama ini siapa yang membiayai mu dan memberi mu makan sampai sebesar ini, hah?!!” Sentak Keno tak habis pikir dengan jalan pikiran Ayumi.
“Apa aku meminta nya?? Tidak kan?! Apapun yang terjadi aku akan tetap disini demi mengejar bahagiaku!” Balas Ayumi tak kalah sengit.
Membuat Keno menggelengkan kepalanya menghadapi gadis keras kepala itu.
__ADS_1
“Cukup!! Ikut kami ke New York sekarang juga atau kami akan membuang mu dari keluarga ini” ancam Adrian yang habis kesabarannya.
Ayumi melotot seketika.
“Uncle tidak bisa bertindak seperti itu, apa kalian tega membuang ku sama saja membuat Kakek Lewis kecewa! Kalian telah mengingkari wasiatnya!” Ucap Ayumi tak terima.
“Persetan dengan wasiat! Kakek Lewis lebih kecewa melihat sikap mu yang seperti ini” ucap Adrian membentak gadis itu, ini kali pertama nya Adrian berkata kasar padanya. Membuat Ayumi menggeleng tak percaya.
Orang yang selama ini di anggapnya telah melindungi dan menjaga nya ternyata tega padanya. Cih! Tidak tahu diri, dia sama sekali tidak bercermin atas kesalahan dirinya sendiri.
“Bawa dia! Antarkan dia ke bandara malam ini juga!” Titah Adrian tegas tak ingin di bantah.
Dua bodyguard pun langsung membawa Ayumi keluar dari kamar itu.
“Tidak aku tidak mau keluar dari mansion ini!! Lepaskan!!” Teriak Ayumi memberontak.
Dua bodyguard itu terpaksa membopong tubuh Ayumi agar tidak lagi berontak.
“Dimana cucuku?” Tanya Adrian yang sejak tadi tak melihat baby Ken.
“Dia ada di resort bersama Sylvi Dad, tadi kami berniat menginap disana” ucap Kiara.
“Ya sudah, kembalilah. Biar Daddy dan Mommy yang disini. Besok pagi kami harus kembali ke New York untuk mengurus kekacauan ini” ucap Adrian
“Daddy minta maaf karena terlambat mengatakan hal sebenarnya pada gadis itu sampai dia mengacaukan rumah tangga kalian.” Ucap Adrian sesal.
“Bukan salah Daddy atau siapapun” ucap Kiara tersenyum.
“Ayo kita kembali honey, kasian putra kita sudah menunggu” ajak Keno meraih tangan Kiara namun secepat kilat Kiara menghindar. Membuat Keno terdiam seketika.
“Aku akan kembali membawa mobil sendiri” tolak Kiara dengan nada datar.
“Tapi ini sudah malam honey, berbahaya jika kau menyetir sendiri” ucap Keno
“Ada bodyguard” singkat Kiara menghampiri mertuanya.
“Mommy Kiara pergi dulu, kita ketemu besok pagi” ucap Kiara pamit memeluk Merry.
“Ya, hati-hati sayang. Titip salam untuk cucu tampan ku” balas Merry.
Kiara mengangguk tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuruni tangga.
“Apa kau tak memberitahu istri mu sebelum nya” tanya Adrian menatap putranya yang terlihat sedih.
“Ini salah ku, dari awal aku tak mengatakan hal apapun padanya” ucap Keno kecewa dengan dirinya sendiri.
“Aku pergi dulu” ucap Keno menyusul istrinya.
Adrian menghembuskan nafasnya kasar.
“Sudah larut, ayo kita istirahat Dad” ajak Merry melihat raut lelah di wajah suaminya.
Adrian mengangguk berjalan mengiringi langkah istrinya.
Sesampainya di luar Keno menghampiri Will dan Morgan yang berada di teras mansion.
“Dimana istriku?” Tanya Keno.
“Dia sudah pergi duluan bersama para bodyguard” ucap Morgan.
“Ayo kita kembali” ucap Keno.
“Pulanglah Will, aku tahu kau lelah” titah Keno pada Assisten nya.
“Baik, terimakasih Tuan” ucap Will.
Mobil yang di kendarai oleh Morgan dan Keno pun meninggalkan halaman mansion.
__ADS_1
‘Semoga Nyonya tidak marah padamu Tuan’ batin Will menatap khawatir mobil yang perlahan menghilang itu.