
Hari ini Kiara kembali ke New York, sesuai perkataan Adrian bahwa ia yang akan mengantarkan Kiara menuju ke kediaman sahabatnya itu sekalian melamar Kiara.
“Sudah siap Kiara?” Tanya Adrian yang berdiri di depan pintu kamar Kiara yang terbuka.
“Sebentar lagi Dad, nanti segera Kiara turun”
“Baiklah, jangan terlalu banyak membawa barang Kiara. Tinggalkan saja sebagian jika sewaktu-waktu kamu berkunjung kesini lagi” ucap Adrian
“Ok Dad” jawab Kiara lalu Adrian berlalu turun menuju ruang tamu.
“Huffft.. Goodbye kenangan manis dan pahit..” gumamnya menghela nafasnya kasar.
“Kenapa berat banget sih pergi tanpa Keno” keluhnya sambil memasukkan barang penting nya ke dalam koper.
“Aku juga honey..” ucap Keno tiba tiba masuk ke dalam kamar Kiara.
Sontak Kiara pun menoleh.
“Keno, bisa tidak jangan mengagetkan ku!” Kesalnya
Keno pun terkekeh.
“Maaf honey.. kau berniat membawa semua barang-barangmu?” Tanya Keno yang melihat Kiara mengemasi barangnya ke dalam koper.
“Tidak. Ini hanya beberapa yang menurutku penting saja. Daddy menyuruhku meninggalkan sebagian besar barang-barang jika sewaktu-waktu berkunjung kembali” ujar Kiara
“Ohh.. baguslah.. karena setelah nanti kita menikah kita akan bolak balik Indonesia-New York honey” ucap Keno.
“Kenapa begitu?” Tanya Kiara pandangan nya beralih menatap Keno.
“Ya kamu tahu kan honey, Daddy memiliki dua cabang perusahaan yang besar. Tentunya tidak mungkin aku meninggalkan salah satunya, aku tetap harus mengontrol keduanya agar perusahaan tetap balance. Dan tugasmu setelah menjadi istri ku adalah menemani ku kemanapun aku pergi” jelas Keno panjang lebar.
Jelas saja. Adrian adalah penguasa dua bisnis besar di Indonesia dan yang di New York setara dengan perusahaan milik Daniel yang sekarang dipimpin Delon. Kedua perusaahan itu bekerja sama sejak persahabatan keduanya terjalin, dan semakin pesat saja setelah putra mereka yang memimpin, yakni Keno dan Delon.
“Oke, aku mengerti. Tapi bolehkah aku bekerja?” Tanya Kiara meminta persetujuan.
“No, tidak aku ijinkan dirimu untuk bekerja. Kalaupun kamu bosan dan ingin bekerja, setiap harinya kamu ikut aku ke kantor menemaniku bekerja honey, kau bisa membantu sebisa mu. Aku tidak akan membebani” jelas Keno
“Oke terserahmu saja” putus Kiara pada akhirnya, percuma jika terus berdebat ujungnya dia juga yang kalah.
“Lagi pula untuk apa bekerja? Kau tinggal duduk menikmati hasil kerja keras ku saja honey? Kenapa harus repot-repot bekerja? Kau adalah ratu dari penguasa bisnis, apa kata mereka jika melihat istri seorang penguasa bisnis bekerja. Oh ayolah, pasti aku akan di cap sebagai suami tidak bertanggung jawab honey” keluh Keno.
“Ya ya ya.. apapun keputusan mu aku mengikuti mu” ucapnya singkat.
Keno di buat gemas dengan respon Kiara. Wanitanya ini semakin cuek semakin menarik perhatian nya saja.
__ADS_1
“Cupp”
“Aku pasti sangat merindukanmu honey..” rengeknya memeluk Kiara dari samping.
“Come on, hanya dua hari Keno.. lusa juga kau akan berangkat ke New York, jangan seperti bocah yang hobi merengek” tegur Kiara.
“Tapi aku terbiasa dengan kehadiran mu honey, bagaimana bisa aku semangat bekerja jika moodbooster ku saja tidak ada” protes nya.
“Lagian kenapa juga sih tidak Om Ben saja yang memegang perusahaan disini. Kan aku bisa menggantikan nya memimpin perusahaan di sana. Daddy memang menyebalkan” gerutu nya kesal.
“Sudahlah jangan terus mengeluh, tidak ada gunanya. Lebih baik sekarang bersiap, sebentar lagi kau juga akan pergi ke kantor kan?” Ujar Kiara
“Hmm.. ya kau benar honey” ucap Keno lesu, sebentar lagi ia akan berpisah dengan wanitanya itu.
Kiara mengusap pelan bahu Keno.
“Jangan lesu begitu, semangat kerjanya biar urusan kantor cepat selesai dan kau bisa segera menyusul ku” ucap Kiara memberi semangat pada pria bucin akut itu.
“Baiklah honey, demi kamu aku akan bekerja penuh semangat” ucap Keno mengeratkan pelukannya.
“Yasudah, aku turun dulu Daddy pasti sudah menunggu. Cepatlah bersiap aku tunggu di bawah” titah Kiara melerai pelukannya.
“Oke honey, cupp” Keno pun meninggalkan Kiara setelah mencuri kecupan di bibir nya.
Sementara di ruang tamu, Adrian tengah berbincang dengan Will ditemani oleh Merry. Bertepatan dengan kedatangan Kiara menenteng koper berukuran kecil.
“Kamu sudah siap sayang?” Tanya Merry
“Sudah Mom” ucap Kiara duduk di sebelah Merry.
“Selamat pagi Tuan,Nyonya besar dan Nona Kiara” sapa Will menunduk hormat dibalas anggukan juga oleh Kiara dan Merry.
“Pagi.. Duduklah Will” titah Adrian
“Terimakasih Tuan Besar” ucap Will mengikuti perintah Adrian.
“Panggil saja Om Will, kita sedang tidak berada di lingkungan pekerjaan. Anggap aku sebagai paman mu juga” ucap Adrian.
“Baik Om” ujar Will menuruti perkataan Adrian.
“Om ingin menitipkan perusahaan padamu untuk sementara waktu Will, kemungkinan Keno berada di New York dalam waktu lama.. tapi yang jelas dia tetap akan bolak balik kesini untuk mengurus perusahaan, jika kau merasa kerepotan rekrut saja sekretaris baru untuk membantu mengurus pekerjaan mu agar lebih ringan” saran Adrian pada Will yang merupakan keponakan dari Ben tangan kanan nya.
“Baiklah Om. Jika boleh ijinkan saya membuka lowongan sekretaris baru, sebab semua karyawan sudah cocok di bidangnya masing-masing” ungkap Will.
“Ya, itu terserah mu Will jika kau lebih nyaman begitu. Tidak ada masalah sama sekali, maaf Om selalu merepotkan mu” ucap Adrian
__ADS_1
“Saya tidak merasa di repotkan Om, itu sudah menjadi tugas saya mengabdi pada Tuan Muda” jawab Will tulu.
“Ya, Om tau Will. Kau memang bisa di andalkan” puji Adrian yang di balas senyuman oleh Will.
“Ayo kita berangkat” ucap Keno turun dari tangga.
“Will, kita mengantar mereka ke bandara dulu” ujar Keno pada Will.
“Baik Tuan”
Mereka pun berangkat dengan mobil dua mobil. Mobil yang Keno dan Kiara tumpangi di kemudikan oleh Will, sementara Adrian dan Merry bersama supir pribadi mereka.
Disusul beberapa mobil bodyguard yang mengawal perjalanan mereka menuju bandara. Karena di manapun keamanan mereka tetap yang utama.
Di belahan bumi New York. Delon tengah di sibukkan dengan pelacakan Sylvi yang menghilang begitu saja seminggu yang lalu, perempuan itu hilang bak di telan bumi segingga anak buahnya kesulitan menemukan jejaknya kembali.
“Bagaimana? Kau sudah menemukan titik terang keberadaan wanita itu?” Tanya Delon pada anak buahnya.
“Belum Tuan, tapi berdasarkan laporan orang kami, wanita itu terakhir kali terlihat di bandara International Soekarno-Hatta bersama seorang laki-laki dengan penerbangan menuju Korea Selatan. Setelah penyelidikan itu orang-orang kami sudah tidak lagi melihat jejaknya di negara tujuan itu” terang anak buahnya.
“Seorang lelaki? Kalian melihat wajahnya?” Tanya Delon
“Tidak Tuan, laki-laki itu menggunakan masker dan kami tidak mengenali wajahnya. Sepertinya pria itu yang membantu wanita itu terbebas dari tahanan” jelasnya
Delon menganggukkan kepalanya.
“Ya, aku rasa juga begitu. Tapi untuk apa mereka pergi ke negara itu? Sementara musuh yang di incar nya saat ini berada di Indonesia” heran Delon.
“Kalau menurut pendapat saya, wanita itu mungkin mengubah wajahnya agar tidak di kenali banyak orang Tuan. Mengingat saat ini dia adalah buronan anda. Mungkin saja itu menjadi pemicu nya gmagar tidak tertangkap oleh Tuan” jelas anak buahnya itu.
“Perkataan mu itu ada benarnya juga, pantas saja dia sampai menghilang tak terlacak sepekan ini. Kita harus lebih bekerja keras lagi menemukan wajah barunya untuk mengetahui keberadaan wanita itu. Kerahkan semua ahli IT untuk membobol data wanita itu dan siapa pelindungnya. Aku yakin sosok dibalik wanita itu bukan orang biasa” ucao Delon.
“Baik Tuan, kami akan berusaha lebih keras lagi” ucap anak buah itu.
“Bagus.. ya sudah, kau boleh pergi. Lakukan tugasmu dengan baik” ucap Delon
“Baik Tuan, saya permisi” pamit anak buah itu dibalas anggukan oleh Delon.
‘Cukup besar juga nyalimu berani menentang hukuman dariku. Awas saja jika aku berhasil menemukan keberadaan mu dasar j*****!” Umpat Delon dalam hati.
Ia segera mengambil ponselnya berniat memberitahukan hal ini pada Keno.
Hai semua.. jangan lupa like&vote nya ya.. author minta dukungan nya biar karya author makin banyak peminat bacanya.
Author ucapkan Terimakasih bagi yang sudah memberikan dukungannya..
__ADS_1