Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 49


__ADS_3

Kini Delon dan Will pun kembali ke rumah sakit tempat Keno dirawat setelah beberapa jam istirahat di hotel. Mereka juga berpapasan dengan Adrian dan Merry di lobby rumah sakit, pasangan paruh baya itu juga akan bergantian istirahat ke hotel tempat mereka menginap.


Ceklek..


Pintu ruangan pun terbuka menampakkan Delon dan Will.


“Kau sudah sadar Keno, bagaimana keadaanmu” tanya Delon basa basi.


“Ya.. seperti yang kau lihat” balas Keno menganggukkan kepala.


“Bagaimana keadaanmu Kak?” Tanya Kiara yang duduk di sisi ranjang Keno.


“Kakak baik baik saja, tidak terluka sedikit pun” ujar Delon


“Justru aku minta maaf padamu Keno, maaf aku gagal melindungi mu. Seharusnya aku yang sekarang berada di posisimu” imbuh Delon penuh rasa sesal.


“Tidak Tuan, saya yang bersalah disini. Saya lah yang berkewajiban melindungi kalian tapi saya lengah, saya siap menerima hukuman” timpal Will yang menyela ucapan Keno.


“Kalian ini bicara apa? Tidak ada yang salah disini, kalaupun harus ada yang di salahkan adalah pembunuh itu” ucap Keno


“Semua ini juga karena ku, jika saja aku tak bersikukuh ingin menemukan pembunuh ibuku semua tak akan terjadi” sahut Kiara


“No, tidak ada yang perlu di sesali. Semua sudah terjadi. Ini juga murni insiden kan? Lagipula luka ku tak begitu parah.. besok juga sembuh” ucap Keno menenangkan.


Mereka bertiga mengangguk mendengar ucapan Keno.


Ceklek..


Pintu ruangan terbuka menampakkan sosok dokter laki-laki.


“Selamat sore Tuan, bagaimana keadaan anda” tanya Dokter.


“Sore dok, keadaanku sudah lebih baik” jawab Keno


Dokter itu mengangguk tersenyum, lalu mengecek kondisi luka Keno.


“Ya, kondisi luka tuan hanya tinggal pemulihan saja. Selebihnya semua normal. Untuk sementara jangan beraktifitas terlalu berat agar luka nya cepat kering” ucap Dokter itu.


“Apa saya sudah boleh pulang Dok?” Tanya Keno.


“Kau ini kenapa? Setidaknya tunggu dulu sampai perban nya kering Keno” timpal Kiara.


“Aku sudah tidak betah berada di tempat ini sayang” keluh Keno.


“Tidak apa-apa Nona, Tuan sudah boleh pulang jika memaksa. Tapi harus ingat dengan ucapan saya tadi, kalau bisa jangan sampai luka nya terkena air terlebih dulu” saran Dokter itu.


“Jadi saya boleh pulang sekarang Dok?” Tanya Keno antusias.


“Ya Tuan, tapi dengan syarat seperti yang saya sebutkan tadi” ucap Dokter itu tersenyum.


Kiara menghela nafasnya kasar. Memang batu sekali pria ini.


Dokter itu berlalu pergi meninggalkan ruangan itu. Mereka langsung berkemas dibantu Will dan Delon.


“Sudah siap semua?” Tanya Delon.


“Sudah Tuan” ucap Will.


Kiara pun memapah Keno, berjalan keluar menuju parkiran mobil.


“Tidak perlu sayang, aku bisa jalan sendiri” tolak Keno halus.


“Menurut saja, jangan banyak protes” tegas Kiara tak ingin dibantah.


Keno tersenyum mendengar nya. Wanita nya ini perhatian sekali. ‘Apa aku harus pura pura sakit terus supaya Kiara perhatian padaku setiap hari’ gumamnya dalam hati.


Modus sekali kau Keno!

__ADS_1


“Berikan kunci mobil nya Will, biar aku yang menyetir” pinta Delon.


“Tidak perlu Tuan, saya saja yang mengemudikan mobilnya” tolak Will


“Menurut atau kau pulang dengan jalan kaki” ancam Delon.


“Kalian ini bisa tidak jangan berdebat” seru Keno.


Kiara hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah mereka.


“Baiklah Tuan” pasrah Will memberikan kunci mobilnya pada Delon.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, Delon dan Will duduk di depan sedangkan Keno dan Kiara duduk di belakang.


Mobil yang mereka tumpangi melaju meninggalkan area rumah sakit itu.


Sesampainya di hotel mereka masuk ke dalam kamar Keno.


“Kapan kau berencana akan kembali? Bukankah pesta perebutan tender itu akan segera di laksanakan besok malam?” Tanya Delon yang duduk bersandar di sofa.


“Sepertinya malam ini saja” jawab Keno.


“Bagaimana dengan kondisi Tuan?” Tanya Will khawatir


“Kau pikir aku selemah itu Will? Lihat kondisi ku, aku bisa saja menyerang mu sekarang” ucap Keno sombong.


“Lalu kenapa kau tadi berlagak sakit seperti orang tak berdaya saja?” Tanya Delon heran


“Sssttt.. jangan sampai Kiara mendengarnya” desis Keno melihat ke arah toilet, di dalamnya terdapat Kiara yang tengah membersihkan tubuhnya.


“Cihh! Ternyata kau jago sekali akting” cibir Delon.


Ceklek..


“Siapa yang jago akting?” Tanya Kiara yang keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di kepala.


“Ohh” Kiara hanya ber oh ria saja.


Will yang di sangkutpaut kan pun mengernyitkan dahi. ‘Tuan,sejak tadi saya diam pun kena getahnya’ batin Will menghembuskan nafasnya kasar.


“Kita kembali ke Indonesia malam ini sayang, kemasi semua barang-barangmu” titah Keno.


“Kenapa? Kau lupa dengan ucapan dokter tadi? Bagaimana bisa kau ingin kembali sekarang?” Cecar Kiara tak mengerti.


“Dia tidak kenapa-napa Kiara, tenang saja” timpal Delon.


“Apa maksud Kakak?” Heran Kiara. Bisa bisanya orang sakit dibilang tidak apa-apa.


“Diam kau! Jangan dengarkan kakakmu itu sayang” sahut Keno.


Delon memutar bola matanya malas.


“Setidaknya beritahu Daddy dan Mommy dulu” ucap Kiara menasehati.


“Ya.. aku akan bicara dengan Daddy” balas Keno.


“Biar saya panggilkan Tuan dan Nyonya dulu Tuan” ucap Will di angguki oleh Keno dan berlalu keluar dari kamar itu menuju kamar Adrian dan Merry yang berada di paling ujung selisih dua kamar dari kamar Keno.


Ting tong!


Tak lama pintu kamar itupun terbuka.


“Ya Will, ada apa?” Tanya Adrian yang keluar dari kamar itu.


“Saya ingin memberitahukan bahwa Tuan Muda saat ini sudah pulang dari rumah sakit Tuan” ucap Will


“Hah? Secepat itu? Lalu dimana dia?” Tanya Adrian beruntun.

__ADS_1


“Tuan Muda saat ini berada di kamarnya bersama Tuan Delon dan Nona Kiara Tuan” ujar Will menjelaskan


“Baiklah, aku akan segera menyusul nanti” ucap Adrian di angguki oleh Will.


Ia pun berlalu kembali ke kamar Keno meninggalkan kamar Adrian.


“Bagaimana Will?” Tanya Keno setelah Will berada di kamarnya.


“Tuan Besar akan menyusul sebentar lagi Tuan” ujar nya.


Keno mengangguk paham.


“Kau ingin ikut ke Indonesia atau kembali ke New York?” Tanya Keno pada Delon.


“Sepertinya aku akan kembali ke New York, Papa pasti menanyakan ku jika terlalu lama meninggalkan perusahaan” jawab Delon.


“Kakak yakin tidak ingin ke Indonesia?” Tanya Kiara


Delon menggeleng.


“Kakak punya tanggung jawab besar Kiara, tidak semudah itu meninggalkan perusahaan besar itu. Apalagi sekarang Papa sudah tidak lagi memegang kendali atas perusahaan” jelas Delon.


Kiara mengangguk lesu.


“Ya, aku tau. Tapi setidaknya sesekali berkunjunglah ke Indonesia bersama Papa, aku merindukan kalian.. sepertinya aku akan sedikit lama di Indonesia karena sidang perceraian itu belum terlaksana” ujar Kiara


“Papa mu akan mengunjungi mu di hari pernikahan kalian nanti” ujar Adrian yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Keno.


“Daddy? Apa maksud Daddy?” Tanya Kiara tak mengerti.


“Kalian akan segera menikah setelah sidang perceraian mu dengan Ryan nanti” terang Adrian


Merry mengangguk tersenyum membenarkan ucapan suaminya.


Delon,Keno dan Will pun hanya diam tanpa menanggapi, Adrian sudah mengatakan ini jauh-jauh hari sebelum kedatangan mereka ke negara S.


“Secepat itukah? Lalu bagaimana dengan masa iddah’ Kiara?” Tanya wanita itu bingung.


“Tidak perlu memikirkan hal itu. Semua akan Daddy urus, lagipula bukankah kamu sudah lama tidak berhubungan dengan pria itu, kau tidak mungkin hamil dari pria itu sayang?” Tanya Adrian


“Iya juga ya” beo Kiara membenarkan ucapan Adrian.


Kiara tersenyum lega,akhirnya ia segera lepas dari jeratan pria itu.


“Dan kau Keno, tugasmu hanya membuat pria itu menandatangani surat gugatan cerai itu, sebab surat yang Daddy kirim melalui Ben telah di robek oleh pria bodoh itu” ujar Adrian beralih ke putranya.


“Daddy tenang saja, disaat pesta nanti aku akan membuatnya menandatangani surat itu” ucap Keno pasti.


“Bagus, lakukan yang terbaik” ucap Adrian.


“Aku ingin kembali ke Indonesia sekarang Dad, banyak yang harus aku pastikan mengenai acara besok malam” ucap Keno.


“Ya, kita pulang sekarang.. kau ikut kami Delon?” Tanya Adrian


“Sepertinya tidak Paman” jawab Delon


“Kau tidak ingin singgah ke negara kami dulu sayang?” Tanya Merry pada Delon


“No bibi, Delon tidak bisa berlama lama meninggalkan perusahaan. Delon hanya bisa mendoakan.. Semoga acaranya berjalan sesuai rencana kalian, aku titip adikku Keno” ujar Delon


“Ya, tenang saja brother” timpal Keno.


“Yasudah tidak apa-apa.. hati-hati” ucap Merry mengusap bahu Delon.


“Terimakasih, Paman.. Bibi, semuanya aku pergi dulu” pamit Delon melambaikan tangan nya dan dibalas lambaian oleh mereka.


Delon pun keluar menuju basement hotel bersama para anak buah nya yang sudah menunggunya disana, di ikuti rombongan Keno yang juga bersiap pergi ke landasan jet pribadi mereka.

__ADS_1


__ADS_2