
Ayumi terus meronta di tengah perjalanan menuju bandara. Wanita itu kini bersama sepuluh bodyguard dengan dua mobil mengiringi perjalanan mereka agar Ayumi tidak bisa kabur.
Wanita itu seperti kesetanan ketika keluar dari mansion Bimantara, wajar saja.. Meskipun Adrian dan juga Merry tidak merawatnya namun selama dua puluh tahun ia tinggal di mansion itu tumbuh dengan pengawasan orang-orang kepercayaan Keluarga Bimantara.
“Apa jet nya sudah siap?” Tanya Bodyguard itu pada petugas.
“Sudah Tuan” jawab orang itu.
Mereka pun bergegas membawa Ayumi masuk ke dalam jet agar perjalanan mereka singkat. Ini kali pertama nya Ayumi merasakan naik jet Keluarga Bimantara namun bukan dalam rangka yang spesial, melainkan seperti tahanan kriminal dengan pengawasan beberapa bodyguard.
“Kalian akan menyesal telah berurusan dengan ku! Beraninya membuat masalah dengan calon menantu Bimantara!” Ucap Ayumi murka,
Bukannya takut para bodyguard itu malah tersenyum remeh, bahkan ada juga yang menertawai ucapan wanita itu.
“Apa kau gila? Semua orang bahkan se antero jagat raya sudah tahu siapa menantu orang No 1 di Asia, kau dengan lucunya mengklaim dirimu menantu Bimantara? Memangnya berapa keturunan keluarga Bimantara?” Ucap Bodyguard itu remeh.
“Wanita itu hanya benalu!! Bahkan aku lebih pantas darinya! Dia hanya janda yang di pungut di jalanan oleh Keno!” Maki Ayumi mengolok-olok Kiara.
“Tutup mulut busuk mu itu! Kau sangat jauh di bawah kasta Nyonya Kiara! Bahkan seujung kuku pun tak ada, dia keturunan konglomerat sedangkan kau? Kau hanya anak yatim piatu yang di besarkan di Keluarga Bimantara atas dasar belas kasihan! Tidak lebih!!”
“Benar! Seharusnya kau menyadari itu, jika bukan karena jasa Keluarga Bimantara kau mungkin sudah menjadi gembel sejak kecil! Cihh! Setelah di besarkan kau seakan lupa kulit darimana kau berasal! Setidaknya jika ingin meninggi tahu dirilah sedikit” ucap Bodyguard lain menimpali.
Mereka semua jengkel bercampur kesal setiap berurusan dengan Ayumi karena sifat nya yang buruk di mata mereka. Meskipun gadis itu cantik namun mereka sama sekali tak melihat sisi positif dari gadis itu. Mereka terlanjur jijik bahkan tak berminat sama sekali.
Ayumi semakin berang mendengar ucapan-ucapan dari mulut mereka semua. Membuat kebenciannya pada Kiara semakin menggunung.
“Seumur hidupku aku tidak akan pernah membiarkan hidupmu bahagia Kiara! Kau sudah merebut kebahagiaan ku, harapanku!”
“Diam kalian!! Mau di bawa kemana aku?!!!” Teriak Ayumi memekakkan telinga.
“Kau bisa diam tidak?!! Mau ku lempar kau ke bawah hah?!!” Bentak salah satu bodyguard itu tak tahan dengan kebisingan Ayumi.
“Kau akan di bawa ke New York! Menemui Grandma Thea!” Jelas salah satu bodyguard itu menyeringai.
“A-apaa?!!! Tidakkk!! Aku tidak mauu! Lepaskan aku sekarang jugaa!!!” Teriak Ayumi meronta-ronta. Ia begitu trauma dengan nenek tua itu, sedari kecil Grandma Thea sangat tidak menyukai Ayumi sebab gadis itu selalu manja dan lengket dengan suaminya yang tak lain adalah Kakek Lewis.
Grandma Thea berpikir bahwa gadis itu selalu mencoba merebut perhatian kakek Lewis padahal dirinya bukan siapa-siapa bagi Keluarga Bimantara. Hanya ayahnya yang Grandma Thea percaya.
“Hahaha!! Rasakan hukuman mu, meskipun tak semenyeramkan di ruang bawah tanah, berhadapan dengan Grandma Thea setiap hari adalah hukuman yang paling menyiksa mu seumur hidup mu! Persiapkan saja mental mu dasar gadis tak tahu diri!” Ejek Para bodyguard itu tersenyum puas.
Mereka semua mengetahui bagaimana sepak terjang seorang Grandma Thea terhadap gadis itu. Wajar saja, para bodyguard itu bekerja sejak mereka masih remaja di bawah bimbingan Kakek Lewis sampai sekarang mereka masih setia dengan keluarga itu.
Ayumi menggeleng kuat, ia sungguh tak akan sanggup menghadapi nenek tua itu meskipun usia nya semakin tua, terakhir bertemu dengan Grandma Thea saat acara pesta kelahiran Baby Ken saja Ayumi sampai di buat tersiksa tak berani keluar kamar.
Menangis, hanya itu yang bisa Ayumi lakukan saat ini.
Sementara Keno dan Morgan kini telah sampai di resort.
Mobil mereka memasuki area resort disambut oleh para penjaga dan bodyguard Keno.
Sesampainya di depan kamar mereka langsung masuk menyusul para istri yang mungkin kini tengah beristirahat karena malam sudah larut.
“Honey..” panggil Keno ketika memasuki kamarnya. Dilihatnya istri cantiknya tengah tidur meringkuk memeluk putranya membuat hati Keno sedikit menghangat.
“Cup!” Kecupan lembut Keno daratkan pada dua orang yang paling berarti dalam hidupnya.
Kiara diam saja tanpa merespon ucapan suaminya. Keno menghembuskan nafasnya berat, ia tahu istrinya itu belum tidur.
__ADS_1
“Maafkan aku..” ucap Keno lirih mengusap-usap punggung istrinya penuh kelembutan.
“Bukan maksud ku ingin menyembunyikan semua ini dari mu honey, hanya saja aku merasa bahwa itu semua tidaklah penting. Tapi aku salah, ternyata hal itu membuat masalah di rumahtangga kita. Aku benar-benar minta maaf” ucap Keno terdengar begitu tulus di telinga Kiara.
Wanita itu mendengar semua perkataan jelas yang keluar dari bibir Keno. Hanya saja dia masih kesal dengan kejadian tadi, hatinya menolak ada wanita yang begitu kekeh ingin merebut suaminya. Sungguh ini mimpi buruk baginya.
“Honey, jangan marah begini. Kau tahu dunia ku serasa runtuh melihat mu acuh seperti ini” ucap Keno sedih.
“Aku tidak marah. Istirahatlah besok kau sudah harus bekerja” ucap Kiara datar tanpa menoleh ke arah suaminya.
“Are you seriously? Tapi kenapa terdengar tidak ikhlas di telinga ku honey, bicaralah dan tatap suami mu” ucap Keno membalikkan tubuh istrinya agar menghadap padanya.
Mereka berdua pun saling tatap, tangan kekar Keno memeluk tubuh ramping istrinya dan merapatkan pelukannya.
“Kau yakin tidak marah?” Tanya Keno menatap intens Kiara membuat wanita cantik itu salah tingkah.
Kiara membuang pandangannya ke arah lain, tak mampu terhipnotis wajah tampan milik suaminya.
Oh shitt! Ada apa dengan jantungku?! Pekik Kiara dalam hati.
“Sudahlah jangan terus memperdebatkan hal yang tidak penting! Aku muak mendengarnya. Istirahatlah” ucap Kiara melepaskan rengkuhannya namun Keno kembali menahan tubuh nya.
“Kalau begitu, give me a kiss please” pinta Keno menatap istrinya penuh damba. Tangannya terulur menyingkirkan anak rambut Kiara.
“Aku benar-benar lelah ingin segera tidur” ucap Kiara memejamkan matanya tak peduli Keno semakin merapatkan tubuh mereka hingga tanpa jarak sekalipun.
Dan sedetik kemudian Keno mengecup bibir ranum milik Kiara berlangsung dengan *******-******* lembut membuat Kiara terkejut sekaligus terbuai bersamaan.
“I love you, aku tidak akan pernah berpaling dari wanita yang telah melahirkan keturunan ku. Never” ucap Keno melepaskan tautan bibirnya lalu mengusap lembut bibir Kiara dengan ibu jarinya.
Kiara di buat terharu dengan ucapan suaminya. Dirinya memang tak sesempurna wanita lain namun ia merasa begitu beruntung dicintai seseorang sampai sebesar ini. Bahkan Kiara selalu dibuat melayang dengan perlakuan Keno setiap harinya.
“Aku menginginkan mu honey” bisik Keno dengan nada sensual.
Kiara mengalungkan tangannya ke leher suaminya.
“Let’s do it” ucap Kiara dengan suara menggoda membuat Keno seperti di terpa angin segar.
“Shitt! Kau begitu cantik jika seperti ini” umpat Keno terpukau dengan aura menggairahkan sang istri.
Keduanya berpindah ke sofa karena tidak ingin mengganggu tidur putranya. Mengingat Keno jika sudah bercinta maka pria itu akan bermain hot tanpa mengenal tempat.
“Apa aku terlalu menarik di matamu?” Tanya Kiara mengetes suami nya ketika dalam keadaan on seperti ini. Jujur dalam hati Kiara ingin menggali seberapa besar cinta yang Keno miliki untuknya.
“Lebih dari menarik, bahkan setiap jengkal dari tubuh mu aku menyukainya. Semuanya terasa candu bagiku honey..” puji Keno menatap kecantikan Kiara penuh damba.
Tangannya terus bekerja memberikan sentuhan-sentuhan manja di tubuh Kiara membuat ia sesekali mendesis tak kuat.
“Ohh hubby kau nakal..” ucap Kiara menggeliat merasakan sentuhan maut suaminya.
“Oh ya? Kau suka Honey??” Tanya Keno menatap wajah naked istrinya sementara tangannya dengan lincah melepaskan semua kain yang menempel di tubuh Kiara.
“Yahh aku menyukainya!” Ucap Kiara dengan tatapan penuh damba.
“Hubby please..” mohon Kiara ketika dada nya di mainkan Keno.
“Nikmatilah honey.. malam ini kita habiskan waktu bersama” ucap Keno terus memberikan sentuhan nya hingga wanita itu mencapai pelepasan pertama nya.
__ADS_1
Keno pun bersiap melakukan penyatuan hingga akhirnya.
Bless!
“Shitt!! Milikmu sangat nikmat honey..!” Ucap Keno merasakan surga dunia menggerang bersamaan dengan pekikan suara Kiara.
“Ohh hubyy..!” Ucap Kiara mendesis menahan suaranya agar tidak menimbulkan kebisingan.
“Lepaskan saja honey jangan kau tahan”
“Tapi Ken..”
“Dia tidak akan bangun, percayalah putra kita sangat tahu bagaimana situasi Mommy Daddy nya” ucap Keno yakin.
Pria itu memiliki ikatan batin yang kuat dengan sang putra. Setiap Baby Ken rewel maka hati Keno juga merasakan gelisah padahal mereka tidak berada di tempat yang sama.
Satu jam berlalu pergulatan mereka semakin memanas. Kiara dibuat takjub dengan performa suaminya di atas ranjang.
Seperti yang Keno katakan, baby Ken sama sekali tak terusik dengan kegiatan Mommy Daddy nya. Membuat Keno dan Kiara bangga pada putranya itu.
“Hubby stop it.. rasanya perih sekali” keluh Kiara merasakan hujaman dari suaminya.
Mau tak mau Keno pun menghentikan gerakannya.
“Apakah sakit?” Tanya Keno menangkup wajah istrinya dan menyeka peluh yang membasahi kening Kiara. Raut kekhawatiran menghiasi wajah Keno membuat Kiara menahan tawa.
“No.. i’m sorry.. aku harus membohongi mu” ucap Kiara menjulurkan lidahnya.
“Honeyy..!” Keno pun menggelitiki perut istrinya membuat tawa wanita itu pecah seketika.
“Hahahaha… hubby stop it!” Pinta Kiara tak mampu menahan rasa geli.
Keno tak menggubris ucapan istrinya tangannya terus menggelitiki tubuh Kiara hingga wanita itu lemas.
“Mommaaa!!”
Astaga!
Ucap keduanya terkejut melihat putranya terbangun.
Kiara segera memunguti pakaian yang tercecer di lantai begitupun Keno. Pasangan itu bergegas mengenakan pakaiannya kembali tak ingin otak putranya terkontaminasi sejak dini.
“Hi boy! Kau sudah bangun.. maaf Mommy dan Daddy membangunkan mu” ucap Keno mendekati putranya di susul oleh Kiara.
“Lopu Momm.. Addyy!” Celetuk bocah berusia satu tahun itu membuat keduanya saling menatap terngaga lebar.
Apa?? Putranya mengucapkan kata-kata manis itu? Darimana bocah gembul itu mempelajari kata gombalan itu?
“Ohh baby.. i love u so much!” Ucap Kiara dan Keno bersamaan lalu memeluk putranya serta menghujani wajah baby Ken dengan ciuman penuh kasih sayang.
Malam yang indah menambah kehangatan keluarga kecil itu.
Tamat
***
Terimakasih buat para readers yang sudah setia dengan novel ini. Author terharu dengan antusias dan support kalian di setiap komentar.. author baca semua kok hehe.. sekali lagi terimakasih atas dukungan yang kalian berikan buat novel author dari awal bab sampai akhir ini.
__ADS_1
I love you all🫶🏻
Sampai jumpa di novel selanjutnya👋🏻💋