
Hari ini merupakan hari pernikahan Sylvi dengan Morgan. Wanita itu akhirnya luluh dengan segala nasihat yang Kiara berikan. Awalnya dia begitu ragu Morgan akan menolak kehadiran anak yang di kandungnya, tapi dengan segala ucapan dan keyakinan Morgan ingin menjadikan Sylvi pendamping hidupnya, pada akhirnya Sylvi mengalah. Dia tidak ingin melukai hati pria yang telah menyelamatkan hidupnya, untuk urusan hati biarlah berjalan semestinya. Lagi pula Morgan juga tidak pernah memaksa untuk mencintainya, hanya saja dia meminta agar Sylvi selalu berada di sisinya apapun keadaannya.
“Terimakasih sudah mau menerimaku, aku berjanji akan selalu membahagiakan dan melindungi mu juga anak kita” ucap Morgan tersenyum tulus. Pria itu mengecup kening Sylvi usai melakukan akad nya.
Sylvi dibuat trenyuh dengan ucapan Morgan yang secara gamblang mengakui janin yang ada di dalam kandungannya sebagai anaknya.
“Justru aku yang berterimakasih padamu, kau sudah berjasa dalam hidupku Morgan, maafkan aku yang belum bisa memberikan hatiku sepenuh nya. Tapi aku berjanji, aku akan mencoba mencintaimu semampu ku” ucap Sylvi yakin.
Morgan begitu bahagia dengan ucapan wanita yang kini menjadi istrinya itu.
“Sungguh kau ingin belajar mencintai ku?” Tanya Morgan tak percaya.
Sylvi menganggukkan kepalanya seraya tersenyum lembut.
“Terimakasih.. terimakasih istriku” ucap Morgan begitu senang langsung merengkuh wanita itu ke dalam pelukannya.
*Hati Sylvi sedikit tersentuh mendengar panggilan 'istriku’ *yang terucap dari bibir Morgan.
“Kedua mempelai silahkan berdiri di tengah-tengah altar” ucap penghulu mengarahkan sepasang pengantin itu.
Keduanya kini berjalan di atas karpet yang membentang menuju kursi pelaminan.
Pernikahan mereka dilaksanakan di mansion baru yang Morgan hadiahkan untuk Sylvi, ia ingin memberikan kesan yang tak terlupakan di mansion itu.
Tak lama keduanya pun menduduki kursi mereka saling bersebelahan. Senyum manis terukir di bibir Morgan.
Akhirnya ia menikahi wanita yang selama ini ia kejar, tidak sia-sia usahanya selama ini membuahkan hasil yang manis.
Para tamu pun tampak mengantri mengucapkan selamat kepada keduanya. Banyak sekali kolega-kolega bisnis yang datang menghadiri acara itu, tak terkecuali Keno dan Kiara. Keduanya merupakan tamu kehormatan nya kali ini.
Namun belum juga terlihat kehadiran mereka berdua. Sylvi tampak gelisah berada di tempatnya. Hal itu tak luput dari perhatian Morgan.
“Apa yang membuat mu tak nyaman?” Tanya Morgan
“Ah tidak. Sejak tadi aku tidak melihat kehadiran Kiara dan suaminya.. apa mereka enggan menemui ku? Setelah apa yang aku perbuat selama ini” ucap Sylvi dengan sorot mata penuh kesedihan, ia sadar dengan posisi nya meskipun Kiara menganggapnya sebagai saudara tapi tetap perbuatannya di masalalu begitu melukai hati wanita itu.
“Sudah jangan terlalu dipikirkan, aku yakin mereka berdua pasti datang. Mungkin saja terjebak macet” ucap Morgan menenangkan Sylvi.
“Ya.. mungkin saja” ucap Sylvi.
Tiba-tiba seorang pria paruh baya datang menghampiri Morgan.
“Selamat atas pernikahannya Tuan Morgan, saya ikut berbahagia. Semoga langgeng sampai maut memisahkan” ucap Pria paruh baya itu.
Di belakangnya di susul wanita muda yang ikut memberikan ucapan selamat padanya.
“Selamat Presdir, akhirnya status bujang mu sudah sirna” canda wanita itu menyalami Morgan dan Sylvi bergantian.
“Terimakasih atas doa nya Tuan William, Nona Laura.. silahkan nikmati hidangan nya..” ucap Morgan
Sylvi hanya membalas dengan senyuman ramah.
Ayah dan anak itu pun berlalu dari hadapan mereka.
Tak lama setelahnya, kedatangan Keno bersama Kiara cukup mengundang perhatian para tamu. Dengan pengawalan bodyguard yang cukup ketat serta adanya Will di belakang Keno. Assisten yang cukup di segani dalam kalangan bisnis itu.
Semua tamu berbisik melihat pengusaha no 1 di negaranya itu menggandeng seorang wanita cantik bak model yang terlihat begitu anggun, menambah kesan kecocokan bagi keduanya. Hanya saja wajah Kiara tertutup masker yang ia kenakan. Ia sengaja karena tidak ingin semua orang mengetahui keberadaannya yang akan menimbulkan pusat perhatian.
“Akhirnya kau datang juga Kiara, aku cemas menunggu mu sejak tadi. Ku pikir kau tidak akan datang di hari spesial ku ini” ucap Sylvi memeluk Kiara.
“Kau ini bicara apa, tentu saja aku akan datang di acara penting sahabatku ini” ucap Kiara tersenyum lembut.
“Selamat bro, semoga ini menjadi pertama dan terakhir mu” ucap Keno memberi selamat pada Morgan.
__ADS_1
“Terimakasih, ini semua berkat campur tangan mu. Kalau bukan karnamu aku tidak yakin bisa memilikinya” ucap Morgan tersenyum melirik Sylvi yang tengah berbincang dengan Kiara.
“Santai saja, itu bukan hal yang besar” ucap Keno santai.
Morgan mengangguk tersenyum.
Sepasang suami istri itupun akhirnya turun meninggalkan kedua pengantin baru itu menuju tempat duduk VIP.
“Ayah, lihat Keno datang bersama siapa” ucap Laura melihat ke arah kedua pasutri itu dengan tatapan penuh iri. Ia penasaran dengan rupa wanita yang duduk di sebelah Keno, pasalnya Kiara duduk membelakangi keduanya sebab Laura dan William menempati kursi umum bukan di VIP.
Pandangan William pun mengikuti arah mata Laura.
“Kau jangan khawatir, kita lancarkan rencana kita sekarang juga” ucap William tersenyum menyeringai.
Pria paruh baya itu pun menghubungi seseorang di balik sambungan telpon.
“Hmm.. jangan sampai gagal!”
Ia langsung mematikan panggilannya sepihak.
“Hei, kau!” Panggil William pada salah satu pelayan cathering.
“Ada yang bisa saya bantu Tuan?” Tanya pelayan itu mendekat.
William membisikkan sesuatu di telinga pelayan wanita itu.
Lalu memberikan satu botol kecil entah apa isinya.
“Ingat, nyawa mu menjadi taruhan jika kau gagal!” Ancam William pada pelayan itu yang bergetar ketakutan.
“B-baik Tuan” ucapnya lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
“Apa yang ayah lakukan?” Tanya Laura penasaran.
Gerak gerik mereka berdua pun tak luput dari pengawasan Will di sudut tempat mereka duduk.
Merasa ada yang janggal Will pun mengutus bodyguard untuk menyusul pelayan tadi.
“Cepat lakukan segera, sebelum pelayan itu datang kembali” titah Will.
Bodyguard itupun berlalu ke arah belakang menyusul pelayan tadi.
“Hei kau!” Tegur bodyguard itu pada pelayan wanita tadi.
“Saya Tuan?” Ucapnya menunjuk dirinya.
“Ya! Apa yang di lakukan pak tua tadi?” Tanya bodyguard itu mengintimidasi.
Pelayan itupun gugup bukan main.
“S-saya hanya diminta mengantarkan minuman saja pada tamu spesialnya Tuan” ucapnya tergugup.
“Siapa tamu nya?” Tanya Bodyguard itu dengan tatapan tajam.
“Tuan Muda Bimantara” ucapnya menunduk.
Bodyguard itu menggeram marah.
“Jangan berani-berani mengusik ketenangan Tuan kami jika kau tidak ingin hidupmu berakhir tragis!” Berang nya.
“M-maafkan saya Tuan, saya sungguh tidak berniat menuruti ucapan orang tadi. Tapi saya juga di ancam Tuan” ucap Pelayan itu memelas.
“Tukar kembali minuman nya! Berikan obat itu pada nya. Dan antarkan minuman yang murni tanpa campuran obat pada Tuan Muda Bimantara beserta istrinya. Kau akan di lindungi jika bersedia menuruti ucapanku!” Ucap bodyguard itu.
__ADS_1
“B-baik Tuan. Saya bersedia, dan tolong lindungi saya dan keluarga saya. Saya betul-betul takut dengan ancaman pria tua itu” ucapnya sedih.
“Hmm. Kau tenang saja. Lakukan tugasmu dengan baik!” Ucap bodyguard itu lalu pergi meninggalkan pelayan wanita itu.
“Hufhhh.. selamat” ucap pelayan itu lalu menuruti perintah bodyguard tadi.
“Bagaimana?” Tanya Will pada bodyguard suruhannya tadi.
“Aman Tuan, pria tua itu berniat memberi obat dosis tinggi pada Tuan Muda” jelasnya pada Will.
Will menggeram murka dengan penuturan bodyguard nya.
“Kurang ajar! Tak cukup berulah dengan kehebohan berita kemarin rupanya dia masih gentar saja mengganggu Tuan Muda! Lihat saja bagaimana hidupmu akan berakhir!” Ucapnya dengan sorot mata iblis.
Di meja nya, Keno dan Kiara tengah mencicipi menu hidangan VIP. Keduanya begitu mesra sampai-sampai tidak menghiraukan keadaan sekitar yang menatapnya penuh tanya. Siapa wanita yang bersama Pria no 1 di negaranya itu? Begitulah kira-kira di benak para tamu undangan.
“Hubby cukup, aku bisa melakukannya sendiri” tolak Kiara yang sedari tadi terus di suapi oleh Keno.
“Kau berani menolak suami mu ini Nyonya Muda Bimantara?” Ucap Keno menaikkan sebelah alisnya.
“Bukan maksud ku menolak hubby, hanya saja lihatlah tatapan para tamu. Aku merasa tidak enak” ucap Kiara mengerucutkan bibirnya.
Keno pun terkekeh genas dengan tingkah istrinya.
Ia kembali memasangkan masker pada wajah istrinya.
“Permisi Tuan,Nona.. ini minuman tambahannya” ucap Pelayan itu menghantarkan minuman di meja Keno dan Kiara.
“Oh, terimakasih” ucap Keno singkat.
Pelayan itu berlalu meninggalkan mereka berdua.
“Minum dulu honey” ucap Keno menyingkap masker Kiara lalu menyodorkan satu gelas berisi jus.
Kiara pun meneguknya.
“Thank you hubby” ucap Kiara tersenyum lembut.
“Apapun untukmu Nyonya” ucap Keno mengerlingkan matanya. Lalu meneguk gelasnya yang juga berisi jus itu.
Kiara pun menggeleng pelan melihat tingkah suaminya.
Sementara William tersenyum kemenangan melihat target nya berhasil masuk perangkapnya.
“Permisi Tuan, Nona.. ini minuman nya” ucap seorang pelayan yang berbeda.
“Ya” ucap William singkat.
“Cepat habiskan segera, lalu kita segera pergi dari sini” ucap William meneguk minuman nya.
“Memang kita akan kemana Yah?” Tanya Laura mengalihkan pandangannya ke arah ayahnya. Wanita itu sedari tadi terus mengamati interaksi antara Keno dan wanita di sebelahnya yang terlihat begitu intim. Sampai darahnya dibuat mendidih.
“Jangan banyak tanya! Kita akan tunggu kedatangan Keno di hotel yang sudah Ayah siapkan” ucap William tersenyum miring.
“What?? Jadi ayah sudah mempersiapkan dengan sedemikian rupa?” Ucap Laura tersenyum senang. Wanita itupun meneguk minuman yang diberikan oleh pelayan tadi.
“Menurut mu ayah hanya akan duduk berpangku tangan begitu?! Cihh! Segala sesuatu harus dilakukan dengan perjuangan!” Ucap William beranjak dari duduknya di ikuti Laura. Mereka berdua berjalan meninggalkan pesta itu tanpa berpamitan dengan Morgan sang Tuan pemilik acara.
“Sungguh etika yang minus bagi seukuran pembisnis sepertinya” ucap Will meremehkan.
“Suruh beberapa orang mengikuti mereka, dan siapkan semua yang aku katakan tadi! Termasuk amankan saksi mata” ucap Will memberi perintah lada salah satu bodyguard yang berjaga.
“Baik Tuan! Saya akan menghubungi pihak yang bersangkutan agar mau berada di pihak kita” ucap orang suruhan Will.
__ADS_1
Will pun menyeringai devil. “Kehancuranmu sudah di depan mata William!”