Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 50


__ADS_3

Jet pribadi mereka pun mendarat dengan selamat di bandara Internasional Soekarno-Hatta.


Mereka pulang ke mansion dengan berbeda mobil bersama iring-iringan bodyguard mereka yang berjumlah delapan mobil.


Sesampainya di mansion mereka semua bergegas istirahat ke kamar masing-masing. Kecuali Keno dan Will yang masih berada di depan kamar Keno.


“Kau menginap disini saja Will, setelah ini aku masih ada perlu denganmu, kita bicarakan di ruang kerja ku saja” ucap Keno.


“Baik Tuan” angguk Will kemudian.


Di ruang kerja Keno,Will sudah duduk berhadapan dengan Keno saat ini.


“Kau siapkan semua berkas keperluan besok malam Will.. cek semua jangan sampai ada yang terlewat satupun” ujar Keno tegas.


“Baik Tuan, akan saya laksanakan” ucap Will.


Keno mengangguk.


“Sudah sampai tahap mana persiapan nya?” Tanya Keno.


“Sudah 90% Tuan” jawabnya


“Oke baiklah.. sekarang lakukan tugasmu setelah itu istirahat. Persiapkan tenaga mu untuk besok” titah Keno.


“Baik Tuan, saya permisi dulu” pamit Will kemudian.


Keno menganggukkan kepalanya berlalu meninggalkan ruang kerja menuju kamarnya untuk beristirahat.


Tak terasa pagi menyapa..


Seluruh makhluk penghuni mansion itu tengah sibuk dengan aktifitas nya masing-masing.


Suara dentingan sendok menyertai keheningan di meja makan.


“Keno sudah selesai, siapkan mobil Will.. kita berangkat lebih awal hari ini” titah Keno.


“Baik Tuan” Will pun beranjak dari tempat duduknya menuju garasi.


“Sayang, nanti kamu perawatan ke salon. Buat dirimu secantik mungkin untuk persiapan acara nanti malam” ujar Keno pada Kiara yang tengah meneguk segelas air mineral.


“Memangnya menurutmu aku tidak cantik?” Tanya Kiara menaikkan sebelah alisnya.


“Bukan begitu, hanya saja aku ingin kau terlihat memukau nanti malam” ucap Keno


“Ya Kiara, Mommy setuju. Nanti sekalian saja bareng sama Mommy” timpal Merry


“Baiklah..” ujar Kiara pasrah.


Keno tersenyum mendengarnya.


“Yasudah, aku berangkat dulu.. cupp” pamit Keno seraya mengecup pelipis Kiara.


“Keno berangkat sekarang Mom,Dad” pamit Keno mengecup punggung tangan Adrian dan Merry bergantian.


“Ya hati-hati” ucap Pria paruh baya itu.


Akhirnya Merry dan Kiara pun bersiap pergi ke salon untuk mempercantik dirinya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama hanya dua puluh menit mereka sudah sampai di salon ternama kota itu, tentunya salon langganan Merry.


“Selamat datang di salon kami Nyonya dan Nona” sapa pemilik salon itu.


“Ya terimakasih. Aku ingin kau mempercantik putriku ini, buat dia se-sempurna mungkin” ujar Merry pada pemilik salon itu.


“Ahh.. tanpa di rubah pun Putri Nyonya sudah terlihat sangat cantik. Baiklah mari Nona ikut saya” ucap pemilik salon itu mengajak Kiara masuk di treatment room yang berada di dalam salon ternama itu.


Merry pun juga melakukan perawatan sembari menunggu Kiara selesai.


Di perusahaan Wijaya Group.


“Dio, persiapkan semua berkas potensi perusahaan kita satu tahun terakhir untuk pengajuan tender Bimantara nanti malam” titah Ryan pada Assisten nya yang tengah berada di hadapannya itu.


“Saya sudah menyiapkan berkas yang anda minta Tuan” jawab Dio.


“Oh ya? Bagus, dan satu lagi. Aku ingin kau mendampingiku nanti sebagai perwakilan perusahaan ini.” Ujar Ryan


“Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi kembali ke ruangan saya” pamit Dio di angguki Ryan.


“Selangkah lagi, perusahaan akan terselamatkan, setelah itu kau tidak akan bisa lepas dariku Kiara” gumam Ryan tersenyum devil.


Dirinya berniat untuk menghamili Kiara, agar wanita itu tidak bisa lepas darinya. Jika dia berhasil membuat Kiara hamil kalaupun dipaksa menandatangani surat gugatan itupun pastinya tidak akan ada perceraian karena Kiara tengah mengandung benihnya, pikirnya.


Helloo… makin ngawur aja nih ya si Ryan. Nikah tiga tahun aja Kiara gak hamil-hamil,mana mungkin dalam waktu singkat bisa bikin Kiara hamil? Hehh, mimpi nya ketinggian🤣


Sedangkan seorang wanita malang yang berada di bui, tengah di perbudak oleh teman sesama sel nya.


Saat ini Sylvi menjadi bulan-bulanan para napi di dalam sel di karenakan mereka semua tau bahwa Sylvi dalang perencana pembunuhan, mereka yang di dalam sel itu rata-rata adalah preman, pencuri, dan pekerja ****. Se-bejat-bejatnya mereka tidak pernah sama sekali terlintas di pikiran mereka untuk berniat membunuh, apalagi sesama wanita. Sungguh keji pikirnya.


“Dasar wanita busuk! Kau lebih busuk dari kami!” Cibir napi wanita itu.


“Apa katamu?! Cihh! Kami sama sekali tidak sudi di samakan denganmu perempuan keji! Setidaknya di otak kami tidak pernah berpikir menghilangkan nyawa orang! Dengar itu!” Ucap napi lainnya menjambak rambut Sylvi kasar.


“Aaww!! Lepass bedebahh!!” Umpat Sylvi meringis sakit.


“Rasakan saja deritamu! Kau tidak hanya menerima hukuman sosial disini, tapi juga fisik! Bayangkan saja deritamu sesuai apa yang kau perbuat!” Bentak napi-napi itu.


Semakin miris saja keadaan Sylvi, setiap harinya bagaikan neraka dibuatnya.


Tiba-tiba ada polisi wanita yang memanggilnya, sontak para napi yang membully nya itu menghentikan aktifitas nya.


“Sodari Sylvi, ada yang ingin menemui anda silahkan ikut kami” ucap Polwan itu.


“Baik” ucap Sylvi antusias, setidaknya siksaan nya berkurang,pikirnya.


Wanita itu mendekati meja tempat pria yang menemui nya itu.


Pria itu sontak menoleh dengan kedatangan Sylvi.


“M-morgan??” Ucap Sylvi terbata.


Pria itu menanggapi dengan senyum singkat.


“Kenapa kau bisa tahu aku ada disini? Bukankah kau ada di Kanada?” Tanya Sylvi terkejut.


“Ya, aku sudah pulang ke Indonesia dua bulan yang lalu” jawab Pria itu.

__ADS_1


“Benarkah? Lalu kenapa kau tak menemui ku?” Tanya Sylvi heran.


Morgan menggeleng,


“Aku rasa kau terlalu sibuk dengan pujaan hatimu, rasanya tidak etis jika aku mengganggu percintaan mu” jawabnya


“Kau ini bicara apa sih” gerutu Sylvi. Bukan tidak tahu, dia paham betul jika Morgan menaruh rasa padanya. Pria itu mengejarnya sewaktu duduk di bangku kuliah hingga menerima tolakan darinya menyebabkan pria itu lari ke Kanada untuk move on. Tapi sepertinya gagal. Entah apa maksud kedatangan nya kali ini.


Morgan hanya tersenyum miring.


“Kau belum menjawab pertanyaan ku Morgan, bagaimana kau bisa tahu aku ada disini?” Selidik Sylvi.


“Apa yang aku tidak tahu? Sejauh ini aku mengetahui semua tentang mu, bagaimana kehidupan mu. Kedatangan ku kesini untuk menjemputmu. Sudah cukup penolakan yang kau beri padaku Vi, aku akan membebaskan mu asal kau mau hidup denganku” tawar Morgan pada wanita pujaan hatinya itu.


“Apa kau bilang? Kamu gila Morgan?!” Ucap Sylvi tak percaya.


“Aku tidak akan main-main. Bahkan aku akan memberikan separuh saham ku demi menebusmu dari tempat ini. Dan jangan lupakan, setelah itu kau jadi milikku sepenuhnya” seringai licik muncul dibibirnya.


“What the f**kk! Kau tahu aku tidak mencintaimu! Aku hanya mencintai Ryan” seloroh Sylvi emosi.


“Ayolah Baby, apa yang kau inginkan dari pria mandul itu? Dia saja tidak peduli dengan keadaanmu? Lalu apa yang bisa kau harapkan sementara perusahaan nya saat ini di ambang kebangkrutan. Kau tidak akan mendapatkan apapun darinya, dia masih sangat mencintai istrinya itu, sementara kau bagaikan debu di matanya. Pikirkan baik-baik ucapanku” ucap Morgan panjang lebar dengan senyuman mengejek.


Sylvi terperangah dibuatnya, ada benarnya yang dikatakan pria dihadapannya ini. Mengharapkan cinta Ryan dengan kondisinya yang mendekam di dalam sel tidak akan berbuah apa-apa. Setidaknya dia harus bebas terlebih dahulu untuk memperjuangkan cintanya kembali.


‘Apa sebaiknya aku terima saja tawaran Morgan? Tidak apa aku mengorbankan diriku di genggaman pria ini. Yang penting aku bisa keluar dari tempat menjijikkan ini. Dengan begitu aku tidak akan kesulitan untuk merebut Ryan dari wanita itu! Dan aku akan membunuh nya jika ada kesempatan emas. Ya! Sebaiknya begitu!’ Gumamnya dalam hati.


“Bagaimana? Aku tidak akan memberikan penawaran dua kali. Jika tidak, akupun tidak memaksa” ujarnya santai, ia yakin wanita ini tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


“Oke aku setuju, kau harus berjanji padaku jika aku keluar dari sini tidak ada predikat buronan di namaku” ucap Sylvi


“Tidak masalah, jika kau mau operasi saja wajahmu” bisik Morgan tersenyum devil. Akhirnya masuk juga dalam perangkapnya.


Sylvi tampak berpikir,


“Tidak buruk juga ide mu, oke. Kapan kau akan membebaskan ku? Aku sudah tak tahan berada di neraka ini” gerutu nya kesal.


“Tenang saja Baby. Sekarang juga aku akan membawa mu pergi dari tempat ini” ucap Morgan yakin.


“Kau serius?” Tanya Sylvi berbinar.


“Ya, aku sudah menyuap petugas polisi yang menangani kasusmu. Kau bisa keluar karena aku memanipulasi dengan catatan kau sudah berubah dan berkelakuan baik, orang orang tidak akan menyangka mu sebagai buronan” terang Morgan.


“Bagus, kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita pergi” ajak Sylvi tak sabaran. Akhirnya dia bisa menghirup udara bebas lagi.


“Ada syaratnya..” ucap Morgan


“Apa? Cepatlah!” Kesalnya.


“Kau layani aku setelah ini” ucap Morgan tersenyum mesum. Sudah lama ia mendambakan tubuh Sylvi dengan segala usahanya, sekarang ia mendapatkannya secara mudah.


“Ck! Oke-oke” pasrah nya dengan nada sebal. Ada rasa tidak rela dia menghianati Ryan, sebab selama ini tubuhnya hanya di jamah oleh Ryan.


Morgan senang bukan kepalang. Mereka berdua pun pergi dari tempat tahanan itu dengan senyum yang mengembang tanda ada kebahagiaan tersendiri di hati masing-masing.


Author mohon dukungan dan vote nya ya readers, biar novel ini cepat meledak.. kalau minim dukungan otomatis ceritanya juga lamban, karena yang bikin othor semangat update cuma dukungan dan vote dari kalian mwehehe..


Jangan lupa like nya,

__ADS_1


Kalo enggak tak jitak nih🤣🤣


__ADS_2