
30 menit keduanya sama-sama menuju ******, Ryan pun tumbang dan memeluknya dari belakang.
Sejenak mereka menetralkan nafasnya. Sylvi berbalik menghadap Ryan dan mengusap dagu pria tampan itu,
“Apa kamu juga melakukannya bersama istrimu ?” Pertanyaan konyol yang lolos dari mulut Sylvi, ada perasaan tidak rela jika Ryan juga ****** love dengan istrinya. Hei, apa yang salah? Mereka pasangan suami istri tentunya sah-sah saja kan? Memang gila wanita ini.
Ryan membuka kedua matanya menatap Sylvi,
Ia menggeleng, kemudian menjawab “terakhir aku menyentuhnya sebulan yang lalu,entahlah kenapa jika dirumah aku menjadi tak begitu minat dengan hal itu” jujur Ryan
Memang gila kau Ryan, istri berparas cantik dan tinggi bak model di anggurin lebih memilih barang rongsokan yang sama sekali tak berharga itu.
Sylvi yang mendengarnya pun sontak mengembangkan senyumnya, dalam hati ia merasa bahagia karena Ryan sama sekali tak berminat menyentuh Kiara akhir-akhir ini, mungkin saja permainan nya diranjang lebih hebat dirinya,pikirnya.
Sylvi pun ******** ***** Ryan, dan terjadilah yang seharusnya tidak terjadi kembali antara keduanya.
Mereka sampai lupa jam istirahat telah berlalu 15menit yang lalu.
“Kita ganti gaya yuk, ke wastafel aja” ajak Ryan
“Nanti dulu aku capek banget beib, biarkan aku bernafas sebentar” rengek Sylvi.
“Ck! Kelamaan” ucap Ryan langsung membopong Sylvi menuju wastafel.
“Awww Ryan!” Pekik Sylvi terlonjak kaget dengan perlakuan pria itu.
Tanpa babibu Ryan langsung menancapkan pusaka nya dengan sekali hentakan kuat.
“Awww!! Pelan beibb ini perih sekali” ringisnya merasakan perih di area nya.
Ryan tetap tidak peduli, ia terus memacu dengan gerakan sangat cepat hingga menimbulkan suara decapan memenuhi ruangan itu.
Sylvi terus berteriak dibuatnya.
Sedangkan Kiara yang notabene setiap makan siang mengantarkan bekal suaminya,kini ia pun tiba di meja resepsionis.
“Permisi mbak, Mas Ryan nya ada di dalam ruangan kan?” Tanya Kiara pada resepsionis
“Oh ada nona, hanya saja dari tadi belum keluar semenjak bel istirahat 15menit yang lalu” terang resepsionis
Kiara mengernyit heran, Tidak biasanya mas Ryan telat makan siang seperti ini?
“Apa mungkin beliau ada janji dengan seseorang mbak?” Tanya Kiara kembali
__ADS_1
“Tidak ada tamu hari ini nona” pungkasnya
“Oh ya sudah mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaan nya, saya ke atas dulu ya mbak,permisi” pamit Kiara berlalu menuju lift khusus petinggi
Ting!
Kiara sampai di lantai 12 tepat didepan pintu ruangan suami nya, ia mencoba memegang handle pintu dan membuka nya, namun anehnya pintu itu terkunci dari dalam.
‘Apa benar mas Ryan sedang ada tamu ya’ monolognya dalam hati.
Tiba-tiba Dio datang dari arah lift khusus, nampaknya ia habis keluar membeli makanan
Ia menghampiri istri atasannya yang nampak heran berdiri di depan ruangan sang atasan.
“Permisi Nona, ada yang bisa dibantu?” Tawar Dio yang melihat raut wajah Kiara tampak bingung
“Ah iya Dio, mas Ryan lagi ada tamu ya? Kok pintunya dikunci dari dalam?” Heran Kiara
Dio yang mendengar penuturan Kiara pun tampak berfikir, ‘tidak biasanya Tuan begini,kecuali..’
Dio kembali menetralkan pikirannya, ia takut salah bicara
“Mungkin Tuan sedang istirahat Nona, coba saja ketuk pintunya siapa tahu Tuan dengar” saran Dio,
Kiara tampak mengiyakan perkataan Dio lalu Dio berlalu pamit meninggalkan Kiara yang masih didepan pintu
Hening tak ada respon dari dalam
Tok tok tok
Ketukan kedua masih belum dibuka oleh Ryan
Kedua insan yang masih **********ronde ke empat di ruangan itupun sontak terkejut segera mengakhiri nya
“Beib ada orang!” Panik Sylvi.
“Ck sialan! Siapa yang berani mengganggu kesenanganku!” Umpat Ryan mengeluarkan pusaka nya.
Ryan pun segera mengakhiri kegiatannya kemudian berlari menuju kamar mandi, begitupun Sylvi yang memungut satu persatu pakian nya yang tercecer sembarangan dan bersembunyi di ruang baca milik Ryan yang hanya terhalang lemari-lemari tinggi.
Sedangkan diluar, Kiara merasa kesal. Apa yang sesang suaminya lakukan sampai-sampai pintu tak kunjung terbuka. Ia terus menghubungi nomor suaminya, namun tak kunjung ada jawaban.
“Sedang apa sih di dalam, biasanya juga pintu nggak di kunci. Mana di telfon nggak di angkat-angkat lagi” gerutu nya memandangi layar ponselnya.
__ADS_1
Ryan yang panik sedari tadi ponselnya terus berbunyi pun segera membuka kan pintu melihat siapa yang mengetuk pintu, dan ternyata orang itu istrinya.
Ceklek
Tampaklah raut wajah Kiara yang menahan kesal.
“Loh,sayang? Kok nggak ngabarin dulu kalau mau kesini?” Basa basi Ryan menghilangkan panik nya
“Apaan sih mas biasanya juga bebas aja kapanpun aku mau dateng ke kantor mas. Ngapain aja sih didalem ,diketok-ketok nggak nyahut,ini juga pintu pake segala dikunci,di telpon juga nggak diangkat!” Protes Kiara sambil memperhatikan suaminya
“Aku kebelet di toilet sayang, makanya pintunya aku kunci biar ga ada orang masuk” kilah Ryan sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal
“Masa sih? Serius kamu mas? Ngga bohong kan?” Selidiknya sedikit curiga,pasalnya ia melihat suaminya seperti habis lari ngos-ngos an dengan keringat membanjiri pelipis
“Iyaa sayang,mana mungkin sih aku bohong” sanggah nya
“Tapi kok sampe keringetan gitu mas,kaya habis lari marathon aja” sindirnya
Ryan gelagapan mendengar perkataan istrinya. Dibalik lemari Sylvi yang bersembunyi disana ketar ketir takut terbongkar oleh Kiara.
‘Bisa mampus nih kalo Kiara tahu gue disini’ . Ucapnya dalam hati
“Ahh ini mungkin efek sakit perut tadi yang, aku sedikit mules dari pagi tadi, mungkin aku salah makan” alibi Ryan mencoba meyakinkan istrinya yang masih belum percaya
“Aduh kok bisa mas, padahal aku masakin kamu menu sehat loh. Sekarang gimana, masih sakit nggak? Aku panggilin dokter ya?” Tawar Kiara
Ia sedikit khawatir dengan kondisi suaminya
“Ahh nggak perlu sayang, sekarang udah mendingan. Hanya masih lemas aja dari tadi bolak balik ke toilet” terang Ryan
“Yaudah deh kalo mas gak mau, nih aku bawain makan siang buat mas” Kiara membuka kotak bekal yang berisi nasi,lauk pauk dan beberapa potong buah.
Kebetulan Ryan yang habis berolahraga merasakan lapar yang amat sangat setelah beberapa kali menggempur Sylvi,tenaga nya seolah habis.
“Ah iya sayang kebetulan banget mas laper, hampir kehabisan tenaga..” ujarnya hampir saja keceplosan
“Emang mas habis ngapain sampai kehabisan tenaga?” Heran Kiara, merasa ambigu dengan ucapan suaminya
“Ah enggak, kan tadi mas habis bolak balik ke toilet, makanya sampe lemes gini jadinya” kilah nya meyakinkan agar istrinya itu berhenti curiga
“Ohh gitu” sahut Kiara mangut-mangut
Mereka berdua pun memulai ritual makan siang nya, tanpa mempedulikan seseorang yang juga pegal menahan tubuhnya supaya tidak bergerak,serta menahan lapar akibat pertempuran empat ronde tadi.
__ADS_1
‘Sialan! Kamu enak-enakan makan sedangkan aku? Aku hampir pingsan disini Mas?’ Ucap Sylvi dalam hati.
Karma dibayar kontan ya Sylvi, hehehehe😂