
Pagi menyapa, sepasang suami istri itu masih bergelung di dalam selimut.
Tak berapa lama Keno terbangun karena pergerakan dari sang istri.
“Honey..” panggil Keno mendekati wajah Kiara yang masih setia memejamkan matanya.
“Cupp..” satu kecupan mendarat di kening Kiara.
“Hmmm…” hanya suara deheman yang keluar dari bibir wanita cantik itu.
“Ini sudah pagi honey” ucap Keno mengungkung tubuh Kiara.
“Hubby berat..” keluh Kiara yang tak kunjung membuka kedua matanya.
“Cup” kecupan itu berakhir ciuman antara keduanya dengan sangat lembut.
Tangan Keno menjalar kemana-mana hingga suara ******* lolos dari bibir Kiara.
“Hubby..” rengek nya pada Keno yang tak henti-henti nya menjahili Kiara.
“Sssttt.. biarkan aku melakukan tugas ku honey, kau tinggal menikmati nya” ucap Keno menanggalkan seluruh kimono milik Kiara.
Kiara yang tadinya malas membuka matanya kini malah melotot akibat perlakuan Keno.
“Hubby kau ingin sekarang?” Tanya Kiara yang sudah polos tanpa sehelai benang pun.
“Seperti yang kau lihat honey” ucap Keno yang juga melepas baju nya.
“Kau siap honey?” Tanya Keno yang melihat wajah terkejut Kiara.
Wanita itupun akhirnya mengangguk mengiyakan.
“Let's start the game” ujar Keno yang berakhir dengan cubitan Kiara di lengan kiri nya.
Dan terjadilah pergulatan panas antara keduanya.
Di belahan bumi lain.
Sylvi saat ini tengah mencari cara agar bisa bertemu dengan Ryan. Ia nekat mengunjungi Ryan ke kantor nya tanpa sepengetahuan Morgan. Wanita itu meminta izin pada Morgan dengan alasan ingin berbelanja karena bosan. Alhasil Morgan menyetujui nya, karena memang ia selalu mengurung Sylvi di dalam apartemen tanpa mengajak wanita itu cuci mata.
Tapi sebelum itu, Sylvi mampir ke apotik untuk membeli tespek sebagai bukti bahwa ia memang hamil anak Ryan.
“Permisi mbak, saya mau testpack satu yang hasilnya paling bagus dan akurat” ucap Sylvi pada apoteker itu.
“Baik mbak tunggu sebentar ya” ucap apoteker itu mengambilkan tespek sesuai kemauan Sylvi.
“Ini mbak”
“Baik, berapa totalnya?” Tanya Sylvi.
“Delapan puluh ribu rupiah Mbak” ucap apoteker itu.
“Ok ini, kembalian nya ambil aja” ucap Sylvi menyerahkan selembar uang pada apoteker itu berlalu pergi.
Sesampainya di parkiran dia melihat sosok yang tidak asing baginya sedang berjalan menuju apotik.
“Loh Dio?” Ucap Sylvi.
__ADS_1
Pria itupun menoleh karena merasa namanya di panggil.
“Maaf anda siapa?” Tanya Dio merasa asing dengan wanita yang memanggilnya.
”Aku Sylvi, mantan rekan kerja mu” ucap Sylvi.
“Maksud nya?” Tanya Dio tak mengerti.
“Ck! Aku Sylvia, mantan sekretaris bos mu” terang Sylvi.
“Kau yakin? Kenapa wajahmu berubah?” Tanya Dio heran.
“Itu bukan urusanmu” jawab Sylvi ketus.
“Bukannya kamu berada di penjara?” Tanya Dio.
“Aku sudah bebas” ucap Sylvi
“Secepat itu? Bagaimana mungkin?” Tanya Dio tak percaya.
“Ck! Sudahlah. Tidak ada gunanya membahas masalah ini. Ngomong-ngomong ngapain kamu ada disini? Bukannya ini jam kantor ya? Tanya Sylvi panjang lebar.
“Aku sudah tidak bekerja disana” jawab Dio singkat.
“Apaa?! Memang kenapa? Kau di pecat? Lalu siapa yang menggantikan posisi mu sekarang?” Tanya Sylvi beruntun. Ia cukup kaget dengan penuturan mantan rekan kerja nya itu.
“Perusahaan itu sudah bangkrut. Lalu apa yang musti di gantikan?” Ucap Dio santai. Pria itu nampaknya cukup lelah dengan semua problem yang ada di perusahaan itu.
“Bangkrut?!! Kau jangan bercanda Dio, mentang-mentang kau sudah tidak bekerja disana seenaknya saja kau mendoakan perusahaan calon suamiku bangkrut” ucap Sylvi sedikit emosi.
“Cih!” Pria itu berdecih mendengar kata calon suami yang keluar dari mulut wanita ular itu.
“Apa maksudmu? Kau seolah-olah pemilik perusahaan yang bekerja keras sendiri saja. Kau harus ingat tanpa perusahaan Ryan kau bukan apa-apa” maki Sylvi tak terima.
“Kau pikir aku dari dulu sampai sekarang siapa? Aku bukan orang yang haus harta, perlu kau tahu bahwa selama ini aku berusaha sendiri sementara bos mu itu hanya sibuk dengan perasaan nya yang belum bisa move on dari mantan istrinya” ucap Dio penuh penekanan.
“Kau pasti belum tahu banyak tentang kekasihmu itu kan? Biar ku beri tahu” Dio menghembuskan nafasnya kasar lalu melanjutkan ucapannya.
“Kekasih mu itu jatuh miskin setelah bercerai dari Nona Kiara, itu semua karena dia masih belum terima dengan perceraian itu hingga akhirnya dia nekat menculik Nona Kiara yang berstatus sebagai kekasih pewaris Keluarga Bimantara” jelas Dio panjang lebar.
Sylvi melotot mendengar ucapan Dio.
“Apa katamu?? Wanita mandul itu kekasih dari pewaris tunggal Bimantara?? Bukankah kita pernah menjalin kerjasama dengan nya waktu itu?” Tanya Sylvi
“Ya, kau benar. Dan semua saham yang ada di perusahaan kekasih mu sudah di tarik pihak Bimantara Group akibat ulah ceroboh nya” ucap Dio.
“Apa?! Sial!! Lalu dimana Ryan sekarang?”
“Aku tidak tahu. Waktu perusahaan itu bangkrut aku sempat mencarinya, namun yang aku dapat hanya sebidang tanah sebab mansion itu sudah hancur berkeping-keping. Jika tidak salah, itu karena Keluarga Bimantara murka dan menghancurkan mansion beserta isinya. Tapi tidak ada jasad satupun di sana. Itu artinya Ryan sudah tidak berada disitu lagi” jelas Dio.
“Sial!! Semua gara-gara wanita itu yang menyebabkan kekacauan ini!! Aku semakin benci padamu Kiara!!” Umpat Sylvi penuh emosi. Sekarang harus dimana lagi dia mencari Ryan jika jejaknya saja hilang. Gagal sudah rencana nya memberi tahu Ryan bahwa ia tengah hamil darah dagingnya.
“Lupakan dendam mu, tidak akan ada gunanya kau membenci seseorang yang tidak pernah mengusik kehidupan mu. Kau malah semakin jatuh ke dalam jurang Sylvi” nasehat Dio.
“Kau tahu apa? Dia sudah merusak kebahagiaan ku! Dia juga penyebab anak ku terpisah dari Papa nya!” Teriak Sylvi meronta.
“Papa?” Beo Dio.
__ADS_1
“Ya! Aku saat ini tengah mengandung anak Ryan. Dan sekarang aku kehilangan jejaknya! Bagaimana dengan nasib anakku kedepan nya” ucap Sylvi mengeluarkan airmata nya.
“Kau yang sabar Sylvi, aku ikut prihatin. Semua sudah terjadi untuk apa kau tangisi. Ini semua juga akibat perbuatan kalian di masa lalu. Jangan menyalahkan takdir” ucap Dio.
“Bedebah! Aku tidak peduli sama sekali! Aku ingin mencari Ayah dari anakku. Aku juga akan menuntut balas dengan wanita mandul itu!” Ucap Sylvi berlalu pergi meninggalkan Dio seorang diri.
“Carilah sampai ke ujung dunia, itupun jika dia masih hidup” gumam Dio ketika mobil yang di kendarai Sylvi perlahan menjauh.
Pria itu kembali melanjutkan niatnya masuk ke dalam apotik untuk membeli obat yang di perlukan nya.
Di dalam mobil nya, Sylvi terus mengumpat sambil memukul stirnya. Dia masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi selama dirinya tidak ada di dekat Ryan.
“Kau dimana Ryan? Kau memang bodoh! Kenapa kau tidak menuruti ucapan ku saja untuk segera membalaskan dendam mu! Kenapa Ryan! Kau terlalu naif dengan perasaanmu pada wanita itu hingga kau mengorbankan seluruh harta mu! Bodoh Ryan kau bodohh!!” Teriak Sylvi penuh derai airmata.
“Sekarang aku harus kemana? Siapa yang harus aku mintai bantuan? Tidak mungkin aku meminta bantuan Morgan, yang ada pria itu akan murka dan menyiksa ku” isak Sylvi pilu.
Sejenak ia terdiam, “Tante Flo? Yah! Hanya Tante Flo yang bisa membantuku sekarang” ucapnya.
“Tapi dimana dia? Bahkan aku juga tidak tahu keberadaannya saat ini” ucap Sylvi bingung.
“Apa sebaiknya aku minta bantuan Morgan untuk mencari keberadaan nya? Dia tentu tidak akan curiga kan?” Ucap Sylvi yakin mengingat wanita itu adalah tante nya sendiri.
Wanita itu pun memutar balik mobilnya menuju apartemen Morgan.
Sesampainya di apartemen wanita itu langsung menemui pria itu.
“Morgan” panggil Sylvi
“Hmm? Kau sudah balik rupanya, mana belanjaan mu?” Tanya Morgan yang mengalihkan pandangannya ke arah Sylvi.
“Aku tidak jadi berbelanja, hanya cuci mata saja mendadak mood ku hilang” ucap Sylvi
“Oh..” ucap Morgan ber oh ria.
“Emm.. Morgan, aku ingin meminta bantuan mu” ujar nya.
“Bantuan apa?” Tanya Morgan mengernyitkan dahi.
“Tolong bantu aku mencari keberadaan Tante ku, aku rindu sekali dengan nya. Sudah berapa lama aku tidak mengunjunginya” terang Sylvi.
“Tante Flo?” Tanya Morgan memastikan.
Sylvi menganggukkan kepalanya.
“Ya, Tante Flo.. dia hobi sekali berkeliling dunia, bahkan aku tidak tahu keberadaan nya sekarang. Nomor nya pun sudah tidak aktif lagi” keluh Sylvi.
“Baiklah.. akan aku suruh anak buah ku mencari keberadaan Tante mu” ucap Morgan mengiyakan.
“Yeyy.. makasih Morgan” ucap Sylvi senang.
“Itu tidak gratis Baby” ucap Morgan.
“Apa?!”
“Yah.. layani aku dulu” ucap Morgan tersenyum miring.
Sylvi pucat pasi mendengar penuturan Morgan. Pria hyper itu pasti akan menghujam nya habis-habisan lagi.
__ADS_1
‘Nak, kita bekerja sama ya. Mommy akan sekuat tenaga melindungimu, semoga kamu tetap baik-baik saja’ batin Sylvi dalam hati.
Dan terjadilah pergulatan panas antara dua insan itu.