Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 46


__ADS_3

Malam hari nya setelah makan malam, Keno bersiap untuk flight ke negara S malam ini juga. Ia tengah berada di ruang makan bersama Adrian,Merry dan Will juga Kiara.


“Will tolong ambilkan koperku di atas, tadi sudah aku siapkan di depan pintu kamar” titah Keno.


“Baik Tuan” ucap Will.


“Daddy mau memberitahukan sesuatu Keno, dan juga kamu Kiara” ucap Adrian.


“Apa itu Dadd?” Tanya mereka bersamaan.


“Tadi pagi Daddy telfon Papa kamu, dia bilang kemarin Ryan datang ke New York mencarimu” ucap Adrian.


“Apaa?!!” Kaget Keno dan Kiara serentak.


“Kalian ini dari tadi barengan terus” timpal Merry


Kiara menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


“Bagaimana mungkin pria bodoh itu berani ke mansion Om Daniel Dad?” Ucap Keno tak habis fikir.


Kiara menunjukkan ekspresi datarnya, dalm hatinya ia juga bingung. Se nekat itukah laki-laki itu?


“Dia bilang ingin mencari keberadaan Kiara karena Papa mu tidak memberitahukan dimana keberadaan mu sekarang” ucap Adrian menatap Kiara dan Keno bergantian.


“Syukurlah Dad, dengan begitu hidupku akan tenang. Jangan sampai dia berani menemui ku dan menolak perceraian itu. Aku hanya akan bertemu dengannya ketika persidangan itu dimulai” ucap Kiara


“Ya, Papa mu menyuruh Daddy untuk menutup semua informasi tentang mu Kiara, agar tidak mudah di lacak oleh Ryan maupun suruhan nya. Karena Daddy yakin Ryan tidak mungkin melakukannya sendiri” ucap Adrian.


“Kalau begitu segera layangkan gugatan perceraian pada pria bodoh itu. Dan aku titip Kiara selama aku tidak ada Dad, jangan sampai pria itu mengetahui keberadaan Kiara. Aku yakin dia sangat nekat kali ini” ucap Keno khawatir.


“Pasti, jangan ragukan kemampuan Daddy mu ini” ucap Adrian mantap.


“Yasudah Dad,Mom Keno pergi dulu” pamit Keno memeluk Mommy Daddy nya bergantian.


“Ya hati-hati” ucap Adrian dan Merry.


“Sayang, jaga diri baik-baik. Jangan pernah keluar rumah tanpa pengawalan bodyguard” ucap Keno seraya mengecup kening dan bibir Kiara.


“Ya,kau juga.. berjanjilah kembali dengan keadaan selamat” ucap Kiara.


“Belum halal udah nyosor aja anak ini!” Tegur Merry pada Keno.


Pipi Kiara bersemu merah mendengar ucapan Mommy Merry.


“Bentar lagi juga halal kok Mom tenang aja” timpal Keno.


“Isshh sudah sana pergi” usir Merry.


“Baiklah. Ayo kita pergi Will.. bye semua” ucap Keno mengajak Will seraya melambaikan tangannya.


Mereka bertiga pun membalas lambaian tangan Keno.


“Silahkan Tuan” ucap Will membuka kan pintu mobil untuk Keno.


“Terimakasih Will” ucapnya masuk ke dalam mobil.


Setelahnya Will pun duduk di kursi kemudi.


Mobil yang Keno tumpangi berlalu meninggalkan area mansion.


‘Aku berharap kau menepati ucapanmu Keno, semoga firasat ku tidak benar’ gumam Kiara khawatir melepas kepergian Keno.


“Ayo kita masuk Kiara, angin malam tidak baik untuk kesehatan” ucap Merry yang mengerti suasana hati Kiara.


“Sudah jangan bersedih begitu, Keno pasti segera pulang dan baik-baik saja. Percaya sama Daddy, sebab darah jagoan Daddy mengalir ditubuh Keno” ucap Adrian menghibur Kiara.


Kiara pun tersenyum mengangguk.


“Kiara ke kamar dulu Mom,Dad” pamit Kiara


“Ya, selamat malam sayang” ucap Adrian dan Merry.


Kiara mengangguk tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya menaiki tangga.


Dua jam berlalu.. akhirnya jet pribadi yang ditumpangi Keno beserta rombongan itu sampai di negara S yang memang hanya negara tetangga, tidak memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai di negara itu.


“Dimana letak hotel Tuan Delon Tuan?” Tanya Will yang tengah menyetir menggunakan mobil sewa yang Keno sewa beberapa unit di negara itu untuk transportasi nya bersama para anak buah nya.


“Aku akan kirim lokasi nya Will” ucap Keno


“Baik Tuan, ah ini sudah masuk” ucap Will melihat pesan dari Keno.


Will yang paham dengan lokasi hotelnya pun segera melajukan kecepatan mobilnya.


Setelah tiga pulih menit menempuh perjalanan akhirnya mereka semua pun sampai.

__ADS_1


“Kamarmu ada di sebelahku, dan sebelah nya lagi kamar Assisten mu. Untuk para bodyguard biar saja menginap di penthouse dekat hotel ini” ucap Delon yang baru saja melihat kedatangan Keno.


“Baiklah, kalian semua ke penthouse sekarang dan bersiaplah. Sepuluh menit lagi kita datangi markas itu!” Titah Keno.


“Baik Tuan!” Ucap mereka serempak meninggalkan Keno,Delon dan Will.


“Saya ke atas dulu membawa koper anda Tuan” pamit Will.


“Ya Will” ucap Keno.


Mereka berdua masih duduk di lobi hotel itu.


“Aku dengar Pria itu berkunjung ke mansion mu” ucap Keno


“Ya, lancang sekali dia menginjakkan kaki di wilayah keluargaku” geram Delon.


“Aku sudah menyuruh Kiara untuk mengajukan surat cerai segera. Agar dia bisa terlepas dari ikatan menyesakkan itu” ucap Keno.


“Itu bagus! Lebih cepat lebih baik. Karena cepat atau lambat laki-laki itu pasti akan tetap menolak” timpal Delon.


Keno menganggukkan kepalanya.


Tak lama para bodyguard itu menghampiri Keno dan juga Will yang baru keluar dar lift.


“Kami semua sudah siap Tuan” Ucap Bodyguard itu.


“Baiklah. Kita pergi sekarang” ucap Delon berjalan di ikuti Keno dan Will yang berada di belakangnya.


Keno,Delon dan juga Will berada di satu mobil, mereka berada ditengah iring-iringan anak buahnya, sedangkan para anak buah itu terbagi menjadi delapan mobil.


Cukup jauh perjalanan mereka kali ini, kurang lebih menempuh waktu dua jam, mereka harus melewati pelosok desa dan juga hutan luas di tepi pulau. Karena memang keberadaan markas pembunuh bayaran itu di tengah hutan.


“Pakai mantel mu Keno, udara semakin dingin” ucap Delon menoleh ke belakang memperingati Keno.


Sebab saat ini waktu menunjukkan pukul sebelas malam, malam semakin larut semakin dingin pula udaranya.


“Ya ya” ucap Keno mengambil mantel nya yang berada di samping kursinya.


Mereka sengaja menggunakan waktu malam hari untuk menyerang lawan karena disaat malam larut musuh mereka pasti banyak yang lengah. Mereka ingin menggunakan kesempatan itu untuk mempermudah misi nya.


“Apa kau lelah Will? Aku bisa menggantikanmu” tawar Delon


“Tidak Tuan, saya sudah cukup menyiapkan stamina saya sebelum pergi ke sini” ucap Will menolak.


“Ohh.. Yasudah” balas Delon.


Tak terasa dua jam menempuh perjalanan akhirnya mereka pun sampai di markas tengah hutan itu.


Keno pun langsung mengamati situasi di markas tersebut, matanya memindai ke segala arah.


“Kalian sepuluh orang mengepung bagian luar mengalihkan perhatian lawan, lima orang di bagian samping, lima orang lagi di bagian belakang. Tiga orang ikut aku masuk ke dalam bersama Delon dan Will, kita semua berpencar. Sedangkan yang lainnya berjaga-jaga ketika keadaan darurat” titah Keno panjang lebar. Sangat rinci sekali menentukan keputusan dalam waktu yang singkat.


“Baik Tuan” ucap mereka serempak.


Mereka masuk dengan senjata di saku jaket mereka masing-masing.


Diluar markas itu tidak ada penjaga sama sekali, mungkin mereka semua tengah beristirahat.


Anak buah Keno pun bersiap memberikan tembakan guna mengalihkan perhatian musuh.


Dorr !


Satu tembakan melesat ke udara, dan benar saja. Para pembunuh bayaran itu berlari keluar mendengar tembakan itu.


“Apa itu?!!” Teriak mereka semua.


Will yang sembunyi di tembok pintu keluar itu bersiap melepaskan tembakannya ke arah pembunuh bayaran itu.


Dorrr! Dorr! Dorr!!


Tiga orang tewas seketika dengan peluru menembus tepat di jantung mereka.


Keno dan Delon pun bergegas masuk disusul Will di belakang nya. Tugas Will adalah menghalau dan melindungi Keno serta Delon ketika ada serangan mendadak dari musuh.


“Siapa kalian?!! Beraninya masuk kedalam wilayah kami!!” Teriak salah satu pembunuh bayaran itu.


“Sepertinya mereka cari mati” ucap teman nya


“Hahaha.. baiklah, kita sikat mangsa kita kali ini” ucap pembunuh bayaran itu mengambil pistol lalu menodongkan ke arah Keno. Dan..


Dorr! Dorr!!


Belum sempat pembunuh itu menarik pelatuk nya. Dua tembakan dari Will melesat ke arah para pembunuh bayaran itu dan tewas seketika.


“Cihh! Pembunuh sekelas tempe saja sombong” cibir Delon.

__ADS_1


“Ayo kita masuk kedalam, aku yakin Lincoln pasti akan kabur melihat markas nya diserang” ucap Keno.


Mereka pun menelusuri seluruh gudang bangunan itu di ikuti anak buah Keno dan Adrian di belakang nya.


Sedangkan anak buah Delon berjaga diluar. Dan menghabisi seluruh pembunuh bayaran yang menyerang mereka. Kini hanya tersisa Lincoln saja, yang ternyata adalah ketua dari pembunuh bayaran itu.


“Hahaha.. kalian pasti mencariku bukan?” Tanya seorang Pria yang duduk di kursi dengan kaki menyilang sambil menghisap cerutu.


Sontak mereka bertiga pun menoleh ke sumber suara.


“Bagus jika kau sudah mengetahui maksud kedatangan kami” sahut Keno santai.


“Ohh.. jadi kau pria bernama Lincoln pembunuh ibuku?!” Tanya Delon geram seraya mengatupkan rahangnya menahan emosi.


“Tahan emosi mu” ucap Keno pelan.


Delon pun menghembuskan nafasnya kasar.


“Lalu kenapa jika iya? Wajar saja, aku melakukan tugasku karena aku di bayar” jawab Lincoln.


“Keparat kau! Aku akan menghabisi nyawamu dengan tanganku sendiri baj****n!!” Teriak Delon murka.


“Silahkan saja jika kau bisa” cibirnya.


Delon yang kepalang emosi pun menarik pelatuknya ke arah Lincoln


Dorrr!!


Satu tembakan berhasil Lincoln hindari, pria itu secepat kilat menodong Delon dengan pisau lipat dari dalam sakunya.


“Ohh kau mau bermain denganku? Baiklah, mari kita mulai permainan menyenangkan ini” ucap Lincoln tersenyum miring.


“Terlalu banyak bicara!!” Sentak Delon menendang perut Pembunuh itu hingga terhuyung ke belakang.


“Sialan kau!” Bentak Lincoln tak terima.


Dia pun melayang kan pisau nya ke arah Delon namun ia segera menendang tangan Lincoln dengan keras. Pisau itupun terjatuh di sisi kanan Lincoln.


“Lihatlah, kau saja lemah dengan kemampuan bela dirimu.. bagaimana bisa kau jadi seorang pembunuh bayaran? Aku meragukan mu keparat!” Ejek Delon


Dia berjalan mendekati Lincoln yang terjatuh di lantai dengan menodongkan pistol nya.


“Katakan selamat tinggal pada dunia mu yang akan berakhir sebentar lagi” ucap Delon hendak menarik pelatuknya.


“Kalau aku berakhir setidaknya kau pun juga sama” ucap Lincoln tersenyum miring. Tiba-tiba tangannya meraih pisau itu. Lalu..


Dorr!!! Dorr!!!!


Jlebb!


“Tuaannn!!”


“Keno!!”


Teriak Will dan Delon bersamaan yang melihat Keno tertusuk di bagian perutnya karena melindungi Delon.


Lincoln seketika tewas dengan luka tembak di bagian kepala dan dada nya. Sedangkan Keno terkena tusukan itu bersamaan dengan melesat nya tembakan Delon yang kedua.


“Kenapa kau sebodoh ini!” Bentak Delon melihat Keno bercucuran darah.


“Setidaknya kau selamat Delon” ucap Keno dengan suara melemah.


“Kau gila?!! Kiara pasti sangat marah padamu karena kau tidak menepati janjimu untuk kembali dengan keadaan baik baik saja!” Marahnya frustasi.


“Tenang saja, aku baik-baik saja.. uhukkk uhukk!” Ucap Keno terbatuk, tenaga nya seolah menghilang dengan rasa sakit di perutnya.


“Mari kita segera meninggalkan tempat ini Tuan, Tuan Muda Keno harus segera diberi penanganan” ucap Will mengangkat tubuh Keno yang lemah tak berdaya akibat banyaknya darah yang keluar.


Delon mengangguk seraya membantu Will mengangkat tubuh Keno masuk ke dalam mobil.


“Kalian semua cepat siapkan mobil! Kita pergi ke rumahsakit terdekat!” Titah Delon.


“Baik Tuan!” Ucap bodyguard Delon


Mereka pun membawa masuk tubuh Keno ke dalam mobil.


“Kalian ledakkan saja tempat ini! Aku akan menemani Tuan kalian ke rumah sakit!” Titah Delon pada anak buah Keno.


“Baik Tuan” Ucap Bodyguard itu.


Seiring menjauhnya mobil yang ditumbangi Delon dan Will, anak buah Keno itupun melemparkan bom ke markas itu.


“Ayo kita segera menjauh dari tempat ini!” Titah salah satu bodyguard Keno. Mereka semua segera menjauh dari tempat itu sebelum timer bom itu meledak.


Duaaarrrr!!!!

__ADS_1


Markas itu hancur berkeping-keping tak tersisa bersamaan dengan mayat-mayat para pembunuh bayaran itu.


Mohon maaf jika terdapat typo, jangan lupa like dan vote nya ya🫶🏻


__ADS_2