Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 38


__ADS_3

Di bandara Internasional Soekarno-Hatta jet pribadi Keno sudah mendarat lima belas menit yang lalu..


Keno turun berjalan menuju pintu keluar bandara, disana sudah ada sang Assisten pribadi nya yang siap menjemputnya.


“Selamat datang kembali Tuan” sapa Will


“Ya Will, gimana kabarmu” tanya Keno


“Saya baik, Tuan. Anda baik-baik saja?” Tanya Will


“Seperti yang kau lihat Will” balas Keno


“Mari silahkan masuk” ucap Will seraya membuka kan pintu mobil.


Keno pun masuk ke dalam mobil nya.


“Kau sudah mengundang pria itu Will?” Suara bariton Keno membuka percakapan di perjalanan menuju mansion.


“Sudah Tuan, dan Tuan Ryan yang akan mewakili sendiri perusahaannya” jelas Will.


“Bagus. Sebentar lagi dia akan masuk dalam perangkapku. Terus kumpulkan bukti sebanyak-banyaknya Will, agar memperkuat putusan pengadilan nanti. Meskipun aku sanggup membayar sidang perceraian itu tapi aku ingin hasil final menyatakan murni dari kesalahan pria itu secara prosedur keputusan jaksa pengadilan” ucap Keno.


“Ya Tuan, sebisa mungkin akan saya lakukan” balas Will.


“Dua minggu lagi aku ingin membawa Kiara di acara itu Will, persiapkan semua rencananya dengan matang, jangan beri celah pria itu untuk melakukan perlawanan” titah Keno.


“Baik Tuan” ucap Will.


Keno mengangguk kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi seraya memejamkan matanya. Lelah, itu yang sedang ia rasakan kini.


‘Baru saja berpisah, sudah rindu saja padamu Kiara’ batin nya terus memikirkan Kiara.

__ADS_1


Sementara di mansion Keluarga Davency, Kiara tengah berada di sofa ruang tamu seraya melakukan panggilan dengan seseorang di seberang telpon.


“Kalian berangkatlah hari ini, dan kabari aku ketika kalian sudah sampai di Indonesia” ucap Kiara pada seseorang dibalik telepon.


“…”


“Ya.. Pastikan semuanya aman terkendali, jangan sampai wanita itu curiga lalu kabur melarikan diri! Aku yakin wanita itu sangat licin. Untuk itu tugas kalian adalah menyusun taktik supaya mempermudah pergerakan kalian” ucap Kiara panjang lebar.


“…”


“Oke. Aku akan memantau terus perkembangan nya” ucap Kiara lalu mengakhiri panggilannya.


“Perkembangan apa Kiara?” Tanya Daniel yang datang dari arah tangga.


Kiara menoleh ke arah Papa nya.


“Ah, ini Pa.. kenalan Kiara di indonesia sedang mendirikan cafe, dia meminta bantuan pada Kiara untuk memantau perkembangan cafe nya. Dan mungkin saja Kiara akan membantunya suatu saat ketika dibutuhkan kesana Pa” jawab Kiara.


“Iya Pa, percuma Kiara kasih tahu toh Papa juga gak bakalan ngerti. Kiara kasian. Dia memulai usahanya dari nol. Kiara hanya ingin membantunya saja” jawabnya


“Tidak untuk saat ini Kiara. Jika hanya sehari dua hari Papa ijinkan tetapi tetap dengan pengawasan anak buah Papa, jika tidak maka tidak akan Papa ijinkan”


Kiara menghela nafasnya berat, mulai lagi posesif nya. Entah kapan Papa nya itu mengijinkan nya terbang ke Indonesia lagi.


“Ya ya, terserah Papa. kiara hanya nurut saja” ujarnya pasrah.


“Papa mau bicara satu hal denganmu Kiara” ucap Daniel.


“Bicara saja Pa, serius amat” balas Kiara.


“Ini mengenai Keno dan kakakmu” terang Daniel.

__ADS_1


Kiara pun diam tak menanggapi, dalam lubuk hatinya masih sangat kesal pada dua orang itu yang telah menyembunyikan rahasia besar dari Kiara.


“Kau harus mengerti posisi mereka saat itu Kiara, tidak mungkin mereka mengatakan yang sesungguhnya disaat rumahtangga mu sedang tidak baik-baik saja. Papa mengenal luar dalam mu seperti apa, kau sama seperti mendiang Mama mu yang keras kepala, jadi lebih baik menunggu saat yang tepat daripada memberitahu mu disaat itu juga yang justru akan membahayakan posisi mu disana. Kau tau sendiri Kiara, wanita itu cukup licik. Tidak bisa di remehkan sama sekali. Papa harap kamu memaafkan Keno dan kakakmu, hargai usaha mereka yang selama ini melindungi dan menjaga mu dari jauh. Itu tidaklah mudah Kiara, mereka berkorban tenaga,waktu dan pikiran. Tidakkah kau melihat betapa sayangnya mereka terhadap mu Kiara?” Nasehat Daniel panjang lebar berusaha membujuk Kiara.


Seketika mata Kiara memanas setelah mendengar semua nasehat Papa nya.


“Ya, Kiara tau Pa. Aku sudah memaafkan mereka berdua. Kiara hanya butuh waktu saja” ucapnya.


Daniel mengangguk mengerti. Memang tidak mudah membujuk putrinya itu, namun ia harus tetap sabar.


“Kiara ke atas dulu,Pa” pamitnya pada Daniel.


“Ya” ucap Daniel seraya mengangguk.


‘Sebaiknya aku beritahu rencana Keno pada Kiara nanti saja jika sudah mendekati hari itu. Aku takut Kiara menolak disaat suasana hatinya sedang kalut' monolog Daniel sambil menatap kepergian Kiara.


Sesampainya di kamar, Kiara merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Matanya menerawang ke atap langit kamar nya.


Sepi. Itulah yang saat ini ia rasakan, kehadiran Keno cukup mampu mengalihkan fikiran nya sejenak. Kiara tidak bisa menampik kerinduan nya pada pria tampan itu.


‘Haisshh.. baru dua hari saja sudah rindu begini. Kenapa juga waktu itu aku tidak merespon perkataannya saja? Jika begini hubungan ku dengannya sudah pasti renggang” keluhnya.


Hubungan? Hubungan macam apa yang ia jalani saat ini? Astaga Kiara, kau sampai melupakan statusmu yang rumit saat ini.


‘Huhh! Andai saja aku sudah bercerai dengan laki-laki itu, mungkin tidak se-rumit sekarang’ gerutu nya bermonolog sendiri.


‘Tapi kapan pertemuan itu akan tiba? Aku tidak bisa berjauhan dengannya lama-lama’ ucapnya sedih.


Kiara teringat sesuatu, ia mengambil liontin dan gelang di laci nakas tempat tidurnya.


‘Semoga ini bisa menjadi obat rindu ku untuk sementara waktu’ gumamnya seraya memakai liontin itu kembali.

__ADS_1


__ADS_2