Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 75


__ADS_3

Wanita itu masih saja menyanggah semua fakta yang di ungkap oleh Keno.


“Tidak mungkin! Jelas-jelas mereka ada di markas mu! Dan kau yang membawanya ke sini!” Ucap Sylvi tak percaya.


“Oh.. baiklah.. Will!” Panggil Keno.


Will pun mengambil laptop nya dan menunjukkan rekaman cctv yang menampilkan Ryan dan Flo tengah berseteru adu mulut hingga akhirnya saling menghantam berkelahi begitu brutalnya.


Sylvi terdiam dengan airmata nya yang semakin deras membanjiri wajahnya.


“Hiks.. hiks.. kenapa kalian menjadi seperti ini! Aaaaaa!!!!” Teriak Sylvi kesetanan. Ia begitu frustasi bagaimana nasib nya kedepan tanpa adanya Ryan di sisinya, bahkan keadaan pria pujaan hatinya kini berada antara hidup dan mati.


“Kau!! Kau adalah penyebab semua kekacauan ini! Kau penyebabnya Kiaraa!!!!” Teriak Sylvi histeris menunjuk Kiara yang sejak tadi hanya diam menyimak. Ia begitu malas meladeni wanita penuh drama di hadapannya itu.


“Kau pikir penyebab hancurnya rumahtanggaku siapa? Kau! Jangan asal menyalahkan orang lain sementara takdir yang kau terima saat ini adalah buah dari kebusukan mu di masa lalu. Bertobatlah sebelum hidupmu semakin hancur” ucap Kiara memberi nasehat. Andai dia sedang tidak hamil wanita itu pasti sudah maju paling depan memberinya pelajaran. Tapi dia sadar, di dalam perutnya ada jabang bayi yang harus dia prioritaskan daripada ego nya.


“Hiks.. hiks.. anakku.. bagaimana nasib anakku kedepannya” ucapnya pilu, tubuhnya merosot ke lantai. Sisa tenaga yang dimilikinya seolah menghilang begitu saja.


Kiara mendekat tak tega melihat tangisan wanita itu, bagaimanapun ia juga perempuan, ikut merasakan kesedihan dan kehilangan yang di alami Sylvi.


“Jangan mendekat honey,” cegah Keno.


“Tidak akan terjadi apa-apa Hubby, sebentar saja” ucap Kiara tersenyum lembut.


Keno hanya pasrah dan menggeleng pelan. ‘Sebenarnya hatimu terbuat dari apa sayang, kenapa kau begitu mulia dengan orang yang sudah berniat mencelakaimu’ gumam Keno dalam hati.


Kiara memeluk kedua bahu Sylvi dan mengusapnya pelan memberi dukungan wanita itu.


“Jangan terus bersedih, ingat di dalam perutmu ada bayi yang tak berdosa. Dia pasti juga ikut sedih melihat mommy nya begini” ucap Kiara menenangkan.


“Hiks.. hiks.. aku wanita paling menyedihkan di dunia ini.. aku tidak punya siapa-siapa lagi selain mereka. Bagaimana hidupku kedepannya” ucap Sylvi sesegukan.


“Kau masih ada aku, anggaplah aku sebagai saudaramu juga. Jangan khawatir, aku akan membantumu membesarkan bayimu nanti, kita bisa belajar menjadi ibu sama-sama” ucap Kiara tersenyum lembut.


Sylvi menoleh ke arah Kiara.


“Kau tidak berniat menghukum atau menyiksa ku? Aku sudah jahat padamu, rasanya kalimat mu tidak pantas kau tujukan pada ku” ucap Sylvi


“Lupakan semua yang terjadi, aku akan memaafkan mu jika kau memang benar-benar berniat untuk merubah dirimu menjadi lebih baik. Pikirkan hidupmu kedepannya.. jangan ada dendam sedikitpun karena itu hanya akan mempersulit hidupmu” nasehat Kiara yang membuat Sylvi terdiam.


“Aku rasa aku tidak pantas mendapatkan maaf darimu, aku terlalu hina. Biar saja aku menjalani hukuman yang pantas untukku, aku sudah tidak mempunyai harapan lagi sekarang” ucap Sylvi pasrah, pandangannya mengarah ke Ryan dan tante nya yang terbaring kaku.

__ADS_1


Ia berjalan mendekati keduanya, memegang tangan kedua manusia yang sudah tak bernyawa itu.


Keduanya telah meninggal bersamaan.


“Hiks.. hikss.. maafkan aku. Aku banyak salah padamu, kenapa kau tidak bertahan demi anakmu yang ada di dalam rahimku.. dia pasti akan sangat sedih jika tahu papanya sudah tiada” ucap Sylvi menangis pilu.


Kiara terus mengusap bahu Sylvi memberikan kekuatan pada wanita hamil itu.


Keno yang menyaksikan itu semakin kagum pada sifat dewasa istrinya. ‘Aku tidak salah memilih pendamping hidup’ ucapnya dalam hati.


“Tante.. maafkan Sylvi, selama hidupmu aku tidak pernah menjadi keponakan yang baik untukmu” ucapnya pada mayat Flo yang terbujur kaku.


“Sudah Sylvi, doakan mereka agar mereka di beri tempat terbaik di sisi-Nya.. ayo kita pergi dari sini. Tidak baik berada di ruangan ini untuk ibu hamil seperti kita.” Ajak Kiara menarik bahu Sylvi.


“Lepaskan aku Kiara, biarkan aku menjalani hukuman ku” kekeh Sylvi tak mau berdiri.


“Siapa yang mau menghukum mu? Aku tidak cukup memiliki waktu hanya untuk melukai seseorang, Tuhan saja maha mengampuni kenapa aku tidak?” Ucap Kiara.


“Tapi ini semua salahku, aku merasa tidak pantas lagi menikmati hidup. Lagi pula harapanku telah hilang, aku tak memiliki siapapun lagi” ucap Sylvi putus asa.


“Kau jangan berkata seolah kau tidak berharga. Masih ada laki-laki yang mau menerima baik buruk mu. Ayo kita pergi” paksa Kiara.


Sylvi pun pasrah menuruti perintah Kiara.


“Pergilah, aku susul nanti” ucap Keno ketika berpapasan dengan istrinya.


Kiara membalas anggukan.


“Will.. urus pemakaman mereka, pastikan mereka berdua di makamkan dengan layak” ucap Keno


“Baik Tuan, akan segera saya laksanakan” ucap Will.


Keno pun mengangguk dan berbalik pergi menyusul istrinya.


“Kiara, maafkan aku. Maafkan atas semua perbuatan keji ku selama ini. Aku benar-benar merasa bersalah dan tidak pantas mendapatkan maaf darimu” ucap Sylvi kembali mengeluarkan airmatanya.


“Aku tahu, dan sebenarnya ini sulit bagiku. Tapi kita tidak seharusnya hidup dalam rasa kebencian bukan? Sebagai sesama kita harus saling memaafkan sebesar apapun kesalahan orang itu. Tapi kau harus berjanji padaku, perbaiki hidupmu dan jangan ada lagi rasa dendam di dalam hatimu” ucap Kiara memberi nasehat


“Ya.. aku rasa aku tidak seharusnya melakukan hal bodoh ini, semua hanya sia-sia.. dan aku menyesali itu ketika aku sudah kehilangan seseorang yang selama ini aku perjuangkan” ucap Sylvi dengan raut wajah menyesal.


“Dan aku sangat berterimakasih padamu, kau sudah berbesar hati memaafkan semua kesalahanku, aku berjanji akan hidup lebih baik kedepannya. Ada malaikat kecil yang harus aku perjuangkan” sambung Sylvi menunduk mengusap perut nya yang sedikit menonjol. Usia kandungannya saat ini memasuki empat bulan lebih.

__ADS_1


Kiara mengangguk tersenyum.


“Kau tidak perlu sungkan jika meminta bantuan padaku, anggap saja aku seperti saudaramu.” Ucap Kiara yang di balas senyuman singkat oleh Sylvi.


Wanita itu sampai tidak memiliki muka berhadapan dengan Kiara, dirinya terlalu malu dengan kelakuannya di masalalu yang terbilang sangat jahat. Tapi sekarang? Bahkan wanita itu yang merangkulnya disaat dia terpuruk seperti ini.


“Ngomong-ngomong kau tinggal dimana? Biar aku mengantarmu pulang” tanya Kiara.


“Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri naik taksi” tolak Sylvi tak ingin merepotkan Kiara.


“Jangan membantah, katakan saja dimana tempat tinggalmu” paksa Kiara.


Sylvi menghembuskan nafasnya berat.


“Di apartemen kota XX” ucap Sylvi pasrah.


Akhirnya Keno pun datang, pria itupun menghampiri istrinya.


“Kau baik-baik saja honey?” Tanya Keno khawatir.


“Ya, tentu saja aku baik-baik saja. Memang siapa yang mau melukai ku” ucap Kiara.


“Syukurlah, bagaimana keadaan baby? Apa dia rewel?” Tanya Keno mengusap lembut perut Kiara.


“Tidak sama sekali hubby, dia masih sebiji kacang tanah, belum merepotkan ku sama sekali” ucap Kiara yang dibalas kekehan oleh Keno.


Kejadian itu tak luput dari penglihatan Sylvi, wanita hamil itu tersenyum kecut menyaksikan kemesraan mereka berdua. ‘Andai aku seberuntung dirimu Kiara’ gumamnya sedih.


“Hubby, ayo kita pulang. Sekalian mengantarkan Sylvi kembali ke apartemen” ucap Kiara mendongak.


“Sekarang? Kau tidak ingin jalan-jalan dulu?” Tawar Keno.


Kiara menggeleng.


“Sebaiknya kita segera pulang. Aku sudah lelah, kasihan Sylvi juga. Dia harus banyak istirahat agar mengurangi stress nya, itu tidak baik untuk kandungannya” ujar Kiara menatap Sylvi.


Wanita itu semakin merasa bersalah dengan kebaikan Kiara.


“Baiklah, ayo” ajak Keno menggandeng tangan Kiara.


“Ayo Sylvi, aku antar kau pulang” ajak Kiara.

__ADS_1


Sylvi pun mengangguk berdiri dari duduknya dan mengikuti langkah kaki Kiara menuju mobil nya.


__ADS_2