Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 10


__ADS_3

"Ya, karena dunia mafia kejam aku masuk ke sana" Ucap Vera.


"Tapi kenapa? Kenapa harus jadi mafia?" Tanya Jessy.


"Kalian akan tau nanti" Jawab Vera.


"Tapi-" Farah yang belum selesai dengan perkataan nya sudah lebih dulu di potong Vera.


"Kalian punya 2 pilihan. Pertama kalo kalian ga suka aku jadi mafia aku bakal nyuruh kalian pindah dari mansion" Jelas Vera.


"Terus yang kedua?" Tanya Farel.


"Kalian tetep tinggal disini dan aku jamin kalian aman disini. Waktu kalian 1 menit!" Jelas Vera lagi.


"Kalian ikut aku!" Perintah Vera pada mafioso nya.


"Baik lady!" Jawab mereka kompak.


Vera dan mafioso itu pergi meninggalkan Jessy ddk, Farel, dan bi Diah di sana. Vera masuk ke ruang kerja nya. Menekan salah satu buku dan masuk ke ruang rahasia. Menyusuri lorong-lorong dengan penerangan minim sampai mereka di ruang penyimpanan senjata.



Mereka masuk ke ruangan itu. Mafioso itu kaget melihat koleksi senjata Vera. Bisa di bilang senjata yang Vera miliki sangat lengkap dengan berbagai jenis, model, dan tempat pembuatan senjata itu.


"Taruh senjata itu di bagian paling ujung" Perintah Vera.


"Baik lady!" Jawab mereka.


Mereka kembali mengangkat kotak itu ke ujung ruangan. Mereka menyusun senjata itu berdasarkan jenis nya. Setelah itu mereka kembali menuju ruang brangkas, ruang dengan urutan terakhir. Ruang itu hanya bisa di akses oleh Vera, karena untuk akses masuk membutuhkan suara, sidik jari, mata, dan sebuah mata sandi yang hanya di ketahui Vera.


******


"Gua duluan" Ucap Vera senbari menaruh alat makan nya di meja dan mengambil tasnya.


"Vera sarapan lu belum abis" Tegur Farah.


Vera hanya diam mencerna perkataan Farah. Tidak satu pun kata keluar dari mulutnya. Vera melanjutkan jalan nya.


Brakk!


Vera membanting pintu mansion dengan kuat. Vera mulai menjakankan mobil nya keluar dari mansion itu. Vera sampai di sekolah lebih dulu dari Jessy ddk dan Farel. Tak lama kemudian ada sebuah taksi berhenti di gerbang sekolah dan seorang cewek cantik keluar dari taksi itu.


Sepanjang ia melangkah selalu saja di perhatian oleh seluruh manusia yang melihat nya dan beberapa menggosipi diri nya, ya! Angel.


"Liat tuh! Ga tau malu, ternyata dia tuh kerja jadi PL"


"*Dasar cewek murahan"


"Ga takut hamil? Pake 'Pengaman' ga tuh?"


"Tadi gua liat berita nya, pas dia 'ngelayanin' cowok hidung belang, jijik gua*"


Sindiran demi sindiran terdengar sampai telinga Angel. Angel pura-pura tidak tau apa yang terjadi. Tiba-tiba ada anggota geng nya menghampiri Angel.


"Njel! Gawat!" Teriak Donita.


"Gawat apaan?" Tanya Angel.


"Ku cepet ke mading sekolah!" Perintah Donita.


Angel langsung berlari menuju mading sekolah. Sedangkan Vera masih berseder di Lamborghini nya. Vera mulai berjalan menuju kelas nya.


"Lihat saja Angel, apa yang bisa kau lakukan sekarang?" Batin Vera.

__ADS_1


Angel sudah sampai di depan mading menerobos paksa kerumunan manusia itu untuk melihat apa yang sebenarnya terpasang di sana.


"Apa?!"


Angel merobek selebaran itu dari mading dan menjadikan nya robekan kertas kecil.


"Dasar ga tau malu" Sindir salah seorang dari mereka.


"Siapa yang buat ini!" Bantak Angel.


Vera berjalan santai melewati lautan manusia itu. Saat berpapasan dengan Angel Vera sempat melirik ke arah Angel lalu pergi lagi.


"Vera!" Teriak Angel menghampiri Vera.


Vera langsung berhenti saat nama nya di panggil. Vera berbalik badan menghadap Angel. Sekarang Angel sudah ada di depan Vera.


"Maksud lu apa?!" Tanya Angel.


"Are you crazy?" Tanya balik Vera.


"Lu yang bikin selebaran ini kan?!"


"Apa bukti kalo gua yang bikin?"


"Karena cuma lu yang dendam sama gua"


"Lu nuduh gua?"


"Iya!"


"Gua baru dateng dan gua ga tau apa-apa soal selebaran ini"


*****


"Gatau gua. Liat skuy!" Seru Farah.


Mereka berempat berjalan mendekati lautan manusia yang berkumpul di depan mading no. 5 sekolah.


******


"Lu masih ga mau ngaku?!" Bentak Angel dengan jari telunjuk nya menunjuk muka Vera.


"Singkirin tangan lu dari muka gua" Suruh Vera.


Vera marah langsung menangkap tangan Angel dan memutarnya ke belakang dengan sedikit tekanan.


"Lu masih berani nuduh gua siap tangan lu bakal patah sekarang!" Jawab Vera dingin.


"Arghh.. Kalo bukan lu siapa lagi?! Udah pasti lu!" Jawab Angel.


Telinga Vera panas emosinya memuncak dan akhirnya batas kesabaran nya berakhir. Vera terus memutar tangan Angel dan menekan nya dengan kuat sampai tangan Angel patah tulang.


"Vera!!" Teriak Jessy tak jauh dari Vera


"Arrgghhh!!!" Teriak Angle sambil menangis.


"Itu akibatnya" Ucap Vera dingin.


Vera melepaskan tangan Angel dan berbalik pergi. Jessy ddk dan Farel dengan cepat menyusul Vera. Sebelum Vera ke kelas Vera lebih dulu ke loker sekolah. Setelah itu Vera masuk ke kelas.


*******


Hari ini kelas Vera kosong karena guru yang seharusnya mengajar di kelas Vera sedang sakit. Vera duduk tenang di kursi nya menatap langit yang cerah itu. Kadang Vera bermain dengan handphone nya.

__ADS_1


[Chat]


Windu: P


Windu: Ver! Gimana kabar lu?


Vera: Baik


Windu: Lu sekarang di mana?


Vera: London


Windu: Gua boleh ngomong sesuatu sama lu?


Vera: Langsung ke intinya


Windu: Ver gua suka sama lu


Vera: Ya terus?


Windu: Lu mau terima cinta gua?


Vera: Gua punya pacar


Selesai menjawab Vera langsung mematikan handphone nya. Dengan kepala masih menghadap ke tembok Vera memejamkan matanya. Baru 5 menit sudah ada yang mengganggu Vera lagi.


"Xaviera Saffanya Beryn William harap segera menuju ruang guru, sekali lagi Xaviera Saffanya Beryn William harap segera menuju ruang guru"


Vera langsung membuka matanya dan bangkit dari duduk nya. Semua mata mengarah ke Vera, Vera menatap balik mereka. Intinya tuh satu kelas takut sama Vera.


"Vera lu ga papa?" Tanya Jessy.


"Iya" Jawab Vera.


Vera langsung melangkahkan kaki nya kekuar dari kelas dan menuju ruang guru. Sampai di ruang guru Vera langsung masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Di ruang guru juga sudah ada Angel dengan tangan kanan nya yang di gendong.


"Kenapa panggil saya bu?" Tanya Vera sambil menarik salah satu kursi dan duduk.


"Siapa yang suruh kamu duduk?" Tanya balik bu Sarah.


"Saya. Ibu kenapa? Ga suka?" Jawab Vera.


"Vera kamu ya.."


"Bisa to the point aja?"


"Oke, pertanyaan nya kenapa kamu ngelakuin itu sama Angel?"


"Ibu tanya kenapa? Tanya sendiri sama orangnya!" Bentak Vera sambil menunjuk Angel.


Vera mengambil handphone nya dan menyodorkan nya tepat di depan muka bu Sarah.


"Ibu tau foto ini? Video ini? Dan asal ibu tau, yang ada di foto dan video ini itu dia!" Ucap Vera kembali.


"Angel ini bener kamu?" Tanya bu Sarah pasa Angel.


"Bu-bukan bu" Elak Angel.


"Oh.. Lu masih belum ngaku juga?" Ucap Vera dengan nada dingin dan senyum devil nya.


"Gua punya bukti" Ancam Vera.


Vera kembali mengotak-ngatik handphone nya dan kembali menyodorkan handphone itu ke wajah bu Sarah.

__ADS_1


"Ini muka Angel" Ucap Vera menunjukan wajah asli orang di dalam foto.


__ADS_2