
"Gua suka lu. Tapi setiap lu dikode gak peka-peka bang*at!"
-Refa Tania Quincy-
-oOo-
Vera langsung berdiri sambil merogoh katon celananya mencari kunci mobilnya. Vera berlari sangat kencang meninggalkan Brian disana menuju mobilnya. Vera masuk ke mobil itu dan langsung tancap gas meninggalkan Brian.
"Lamborghini? Sultan tuh si Vera" Puji Brian.
Tak lama Jimmy dan yang lain menghampiri Brian.
"Yan, mana Vera?" Tanya Daniel.
"Barusan aja balik" Jawab Brian.
"Njrit.. Padahal niat gua tadi mau nganterin dia balik lah plus minta kontak nya"
"Nganterin dia balik? Dia aja bawa mobil, mobilnya bukan kaleng-kaleng Lambo mann"
"What?! Lambo? Seriusan? Ngaco lu!"
"Ohh gitu ya.. Jadi lu ga percaya sama gua? Fine ga akan gua kasih kontak Vera sama lu"
"Hah?! Lu punya kontak Vera?!"
"Punya. Hahaha"
******
Brum.. Brum..
Vera sampai di mansion nya, benar saja mansion nya kini sudah ramai dengan para mafioso miliknya. Kedatangan Vera disambut semua mafioso itu.
"Masukin garasi!" Suruh Vera pada Marco, orang yang Vera percayai mengurus mafioso di mansion yang satunya.
"Baik Lady" Jawab Marco.
Vera masuk ke mansion nya. Baru saja masuk Vera langsung di serbu pertanyaan olah teman-teman nya.
"Ver, siapa yang ngancem kita?" Tanya Jessy.
"Gua ga tau" Jawab Vera.
"Terus kita gimana? Kita masih harus sekolah besok" Tambah Refa.
"Ya sekolah" Jawab Vera.
"Tapi Farah gimana? Dia sendirian gitu di sini?" Tanya Refa.
"Ada mafioso, dia ga sendiri" Jawab Vera.
"Ke ruang kerja gua sekarang" Suruh Vera.
"Ngapain?" Tanya Lucas.
Vera menatap tajam Lucas dan langsung pergi ke ruang kerja nya. Jessy, Refa dan Lucas mengikuti di belakang. Mereka masuk ke ruang kerja Vera. Vera mengambil laptopnya dan duduk di sebuah sofa.
"Hal penting apa Ver?" Tanya Lucas.
"Gua dapet SMS dari orang yang gua ga kenal sama sekali. Dan besok dia punya "surprise" buat kita semua. Dia juga bilang ke gua buat jaga kalian baik-baik, gua ngelakuin ini demi lu semua, gua ga mau lu semua kenapa-napa" Jelas Vera.
"Cas, tolong charger handphone gua" Tambah Vera.
"Oke" Jawab Lucas.
__ADS_1
"Terus sekarang kita gimana?" Tanya Refa.
"Kita harus cari informasi siapa yang kirim pesan itu" Jawab Jessy.
"Ya! Jessy bener" Timpal Vera.
Jari jemari Vera dengan lihainya menekan-nekan keyboard laptop itu, mencari informasi tentang orang yang memberikan pesan itu ke Vera. 15 menit kemudian hasil yang ditunggu pun muncul. Monitor laptop memunculkan informasi itu.
"Vera udah ketemu" Ucap Lucas.
"Serius? Apa hasilnya?" Tanya Refa.
"Dia bukan orang asing, dia orang yang kita kenal" Jawab dingin Vera.
"Siapa?" Tanya Jessy.
Vera memutar laptopnya menghadap ke Jessy dan Refa yang penyakit kepo nya kumat. Jessy membaca teliti informasi itu.
"Angel Jhon?" Ucap Refa menyebutkan nama orang itu.
"Ini Angel!" Seru Jessy.
"What?! Angel? Seriusan?" Tanya Refa.
"Ya! Angel" Jawab Vera.
"Tapi apa masalah kita sama dia?" Tanya Lucas.
"Gua waktu itu bunuh bokap nya" Jawab Vera.
*****
"Far, kita berangkat duluan ya. Lu istirahat dulu di rumah" Ucap Jessy sambil mengelus pucuk kepala Farah.
"Iya.." Jawab Farah dengan suara yang agak serak.
"Iya Ver.. Gua ngerti" Jawabnya.
"Oke kita duluan ya" Ucap Refa.
Vera dan yang lain keluar dari kamar Farah untuk segera berangkat sekolah karena memang sudah pukul 07.30. Di ruang tengah Vera sempat berhenti sebentar.
"Non Vera udah mau berangkat ya?" Tanya Bi Bi Diah.
"Iya bi.. Bi, nanti kalo ada orang asing minta bukain pintu jangan di buka ya bi dan lagi kalo di luar ada suatu berisik atau ada suara tembakan bibi sama Alex ke kamar Farah" Jelas Vera.
"Iya non.." Jawab bi Diah.
Vera dan yang lain keluar dari mansion. Mobil mereka ternyata sudah di siapkan oleh mafioso Vera.
"Ansel, kalo nanti terjadi sesuatu telfon" Jelas Vera.
"Baik lady!" Jawab Marco sambil menundukan kepala nya.
Vera masuk ke mobil nya, Vera duduk di depan bersama Lucas, Lucas yang nyetir. Ternyata di jalan mobil Vera terjebak macet. Setelah 30 menit mereka terjebak di jalan itu ver sampai di gerbang sekolah. Gerbang itu sudah di tutup 30 menit lalu.
"***** kita telat!" Dengus Refa sebal.
Vera keluar dari mobil nya dan menghampiri security untuk membuka kan gerbang untuk mereka, namun permintaan Vera di tolak security itu. Vera yang marah langsung menendang gerbang, tendangan yang kuat itu membuat gerbang jadi terbuka. Vera kembali ke mobil nya dan duduk di kap mobil bagian depan.
"Jalan!" Suruh Vera
Lucas mengikuti perintah Vera. Mereka membobol gerbang sekolah. Setelah masuk dan memarkir mobil, mereka berlari menuju kelas masing-masing.
*****
__ADS_1
Brakk!!
Vera menendang pintu kelas nya dengan kaki. Pak Graf marah dengan Vera yang membuka pintu dengan kasar itu.
"Tidak punya etika?!" Tanya pak Graff.
Vera mengacuhkan pak Graff dan duduk di bangkunya. 4 jam berlalu sekarang waktu istirahat. Vera dan yang lain berjalan menuju kantin. Ternyata Lucas lebih dulu datang di banding Vera. Mereka memakan makanan nya sambil di selingi candaan.
Kringgg!!!
"Gua duluan" Ucap Vera.
"Bay Lucas! See you!" Teriak Refa yang menyusul Vera.
Pelajaran ke 3 di mulai, jam dinding kelas menunjuk kan pukul 2 siang. Kelas Vera sudah di masuki guru yang mengajar, pak Killers, begitu lah siswa HWHS memanggilannya. Di tengah penjelasan materi handphone Vera bergetar, orang asing kemarin memberikan Vera sebuah pesan.
Sudah aku laksanakan!
Begitu isi pesan itu.Tak lama berselang handphone Vera kemblu bergetar. Kali ini orang itu menelfon Vera, tanpa ragu Vera menggeser tombol hijau di layar handphone nya dan mendekat kan ke telinga nya.
"Aku sudah melaksanakan nya, teman mu ada bersama ku" Ucap pria di balik telfon itu.
"Lady!! Lady! Lady!" Teriak Farah.
"Kak Vera!!" Teriak Alex.
"Non!! Non!" Teriak bi Diah.
!!!
Brakk!!
Vera bagun dari duduk nya dan menggebrak meja di depan guru nya sambil mengangkat telfon.
"Apa yang kau ingin kan?!" Bantak Vera keras.
Seluruh mata manusia di kelas itu menatap Vera aneh, termasuk Jessy dan Refa. Pak Dab juga ikut menatap Vera.
"Aku akan mengirimkan alamat nya dan datang lah kamu ke sana" Suruh pria itu.
"Lady jangan dateng!!" Teriak Farah.
Tut... Tut..
Sambungan telfon itu terputus. Vera langsung melainkan handphone nya kembali dan menelfon seseorang.
"Dalam 2 menit bawa semua pasukan lengkap dan milik ku juga berkumpul di depan sekolah! Kirim 3 helicopter ke rooftop sekolah sekarang!" Kelas Vera di telfon.
Vera mengangkat kepala nya menghadap ke arah Jessy dan Refa. Vera memberikan kode keras pada mereka berdua. Sontak mereka berdiri dan mengendong tas nya lalu berjalan keluar kelas.
"Hei! Kalian bertiga mau kemana?!" Teriak pak Killers.
Mereka bertiga mengacuhkan pak killers. Setelah mereka keluar kelas Jessy bertanya pada Vera.
"Ver, ada apa?" Tanya Jessy.
"Farah di culik" Bisik Vera dingin.
"Apa?!" Ucap mereka kompak kecuali Vera.
"Gua udah telfon Marco, kalian naik ke rooftop tunggu helicopter. Gua jemput Lucas, ganti baju kalian dan pakai kopeng! Waktu 10 menit!" Jelas Vera kembali.
Jessy dan Refa yang sudah mendapat perintah segera berlari menuju loker untuk mengambil seragam mafia mereka dan topeng. Sedangkan Vera menyusul Lucas di kelas nya, Vera berlari menaiki puluhan akan tangga untuk sampai di kelas 11.
__ADS_1
ILUSTRASI MARCO TDB
SOURCE: PINTEREST