
"Nih buat lu. Gua gak tau lu suka apa" Ucap Vera sambil menaruh sebuah piring putih yang berisikan makanan yang di buat Vera dan segelas air mineral.
"Gak papa. Makasih loh ya.." Jawab Lucas sambil tersenyum ke arah Vera
"Hem.." Jawab Vera berdehem ria.
"Buruan di makan, nanti keburu dingin gak enak" Tambah Vera.
"Iya lady.." Jawab Lucas sambil mencoel dagu Vera.
Karena coelan itu seketika pipi putih vera berubah menjadi merch merona. Jantung nya berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya.
"Vera? Muka lu merah, lu demam?" Tanya Lucas dengan telapak tangan nya menempel di kening Vera.
"Makan!" Bentak Vera sambil menepis tangan Lucas di kening nya.
Lucas dan Vera memakan makanan yang Vera masak tadi sambil di temani film box office di tv. Tak terasa hari sudah larut malam dan mereka berdua masih stay di ruang kerjaan Vera.
Pluk..
Tiba-tiba kepala Vera bersandar di bahu kanan Lucas. Lucas pun kaget dengan kehajadian itu.
"Vera.. Lu tau gak sih kalo gua lama-lama nyaman sama lu" Ucap Lucas dengan mata yang masih menatap tv.
"Gua kaya nya mulai suka sama lu.." Tambah Lucas.
"....."
Lucas merasa ada yang aneh. Ya! Kenapa Vera diem aja? Lucas salah ngomong? Atau Vera marah?. Karena penasaran Lucas menengok ke samping dan..
"Astaga.. Jadi dari tadi lu tidur?" Batin Lucas dan tiba-tiba salah satu sisi bibirnya terangkat dan memperlihatkan senyum yang sangat manis.
"Lady Lucas udah tidur?" Tanya Lucas pada Vera yang tidur itu.
"Oke. Good night baby..." Ucap Lucas sambil mengelus pucuk kepala Vera penuh perasaan dan mencium nya.
Lucas terus menonton film nya dengan tangan kanan nya memegang tangan Vera. Tak terasa kantuk tiba, mata Lucas mulai berat untuk kembali menatap layar tv di depan nya. Lama kelamaan matanya ikut tertutup dan tidur tepat di sebelah Vera yang ia baringkan di sofa dan menjadikan paha nya sebagai bantalan kepala Vera sertai sebuah kemeja hitam yang menutupi tubuh Vera.
******
Sekarang jam sudah menunjukan pukul 6 pagi. Vera bagun dari tidur nya dan membangunkan Lucas di samping nya.
"Lucas.. Bangun buruan" Ucap Vera sambil mengoyangkan pelan tubuh Lucas.
"Lucas buruan bangun"
"Emm.. Vera?" Ucap Lucas yang akhirnya membuka matanya.
"Iya, buruan mandi!" Suruh Vera.
"Ya" Jawab Lucas yang langsung bangkit dan keluar dari ruang kerjaan Vera.
__ADS_1
Setelah Lucas keluar Vera ikut keluar ke kamar nya untuk mandi. Di kamar mandi kepala Vera masih mengingat sesuatu yang membuat nya sedikit bingung.
"Selamem maksud dia apa bilang 'Good night baby?" Ucap Vera pelan.
"Bodo lah!"
Selesai mandi Vera kembali ke ruang kerjaan nya untuk mengambil keras biru dan alat tulis nya. Setelah itu baru Vera turun untuk sarapan.
"3 hari lagi hari minggu kita ke pantai. Alex sama bi Diah boleh ikut" Kelas Vera di tengah makan nya.
"Bener kak? Alex boleh ikut?" Tanya Alex tidak percaya.
"Iya Alex sayang.." Jawab Vera sambil mengelus kepala Alex lembut.
"Yeay!!" Tariak Alex kegirangan.
"Vera.." Ucap Lucas namun terpotong Vera lebih dulu.
"Nanti berangkat bareng gua" Ucap Vera spontan.
"Oke" Jawab Lucas.
Selesai makan mereka berangkat sekolah. Kali ini Alex di antar Jessy dkk sedangkan Vera dan Lucas langsung labas ke sekolah. Selama perjalanan mereka hanya diam tidak berbicara sedikit pun.
"Vera" Ucap Lucas sedikit gugup.
"Hem..." Jawab Vera dingin tanpa sedikit pun melihat ke arah Lucas matanya tertuju pada jalanan London hari itu.
"Hari ini cerah ya.." Ucap Lucas sedikit basa basi. Tiba-tiba....
Terdengar jelas gemuruh geledek di langit dan tak lama berselang jatuh lah titik-titik air hujan yang kian lama berubah menjadi hujan yang lumayan deras.
"......"
"....."
Seketika suasana atmosfer di dalam mobil berubah 180 derajat. Dan pada akhirnya mereka terus membisu satu sama lain hingga mereka sampai di lapangan sekolah.
"Gua duluan" Ucap Vera sambil melepaskan sabuk pengaman.
"Tunggu Ver!" Ucap Lucas spontan dan sedikit membentak.
Vera berhenti membuka pintu mobil dan menghadap ke Lucas. Suasana sedikit barubah menjadi tegang dan mencekam.
"Lu kenapa sih?!" Tanya Lucas dengan nada membentak.
"Maksud lu?" Tanya balik Vera dengan sangat dingin dan datar.
"Lu kenapa diemin gua?" Tanya Lucas dengan sangat serius.
"Are you crazy?" Tanya balik Vera yang tidak kalah serius, dingin, datar dan ditambah tatapan matanya yang sangat tajam dan mengerikan.
__ADS_1
Bukk!
Vera keluar dari mobionya dan membanting pintu mobionya sendiri. Vera berjalan cepat menuju kelas nya agar tubuhnya tidak basah karena hujan yang lumayan deras itu. Tinggalah Lucas sendiri di mobil itu menghadap lurus ke depan.
Vera terus berjalan sampai di pintu kelas nya. Vera masuk ke kelas nya sendiri dengan baju yang agak basah. Vera berjalan menuju tempat duduk nya.
"Dasar aneh!" Batin Vera yang tertuju pada Lucas.
30 menit kemudian kelas dimulai. Tapi seperti biasa Vera tidak lernah serius dalam belajar nya malah dia amat serius dengan cetak kertas biru yang ia bawa ke sekolah. Half itu membuat bu Sarah marah besar pada Vera.
"Vera! Kamu ngapain?!" Tanya bu Sarah dengan nada membentak.
"Gua?" Tanya balik Vera sambil menunjuk diri nya sendiri.
"Kalo bukan kamu siapa lagi?!" Jawab bu Sarah dengan kedua tangannya berada di pinggang.
"Ohh..." Jawab Vera yang hanya beroh saja kemudian kembali fokus pada cetak biru nya.
Bu Sarah yang terlanjur kesal langsung menghampiri Vera di kursi nya. Bagi semua manusia kelas 10-1 muka bu Sarah marah itu bagaikan iblis yang mengamuk.
Grep!
Bu Sarah tiba-tiba mengambil paksa cetak biru Vera yang sudah ia kerjakan selamaman dan sekarang sudah hampir selesai. Bu Sarah melihat apa yang Vera lakukan sampai-sampai Vera dengan beraninya mengacuhkan diri nya.
"Sampah!" Ejek bu Sarah sambil membuang cetak biru Vera sembarangan ke lantai.
Sontak Vera marah besar. Manik coklat nya menatap tajam nan dingin manik biru laut bu Sarah. Tatapan itu semakin menjadi saat Vera menambahkan hawa dingin bak kutub utara. Seketika suasana atmosfer di kelas Vera menjadi sangat tegang, mengerikan, dan di penuhi dengan kemarahan yang memuncak dari kedua pihak.
"Apa hak anda menceramahi saya?" Tanya dingin Vera.
"Hak saya? Tentu saya punya hak menceramahi kamu karena saya di sini seorang guru!" Jawab bu Sarah dengan nada keras.
"Guru? Sejak kapan saya punya guru seperti anda?" Tanya Vera.
"Sejak kamu pindah ke sekolah ini!" Jawab bu Sarah.
"Dan asal kamu tau. Kamu disini bukan lah seorang yang punya wewenang atas sekolah ini. Kamu disini hanya sebagai murid. Dan lagi kehadiran kamu disini hanya membuat nama naik dan reputasi sekolah tercoret!" Bentak bu Sarah.
"Aduh! Satu udah mati sekarang sudah ada calon lagi. Buset dah! Tobat gua! Ampun gusti!" Batin Refa.
"Calon baru sudah hadir" Batin Jessy sambil memperhatikan Vera dan bu Sarah.
"Nyawa anda bisa diampuni kah?" Batin Farah bertanya.
Tiba-tiba kaki bu Sarah terangkat dan berhasil menginjak cetak biru Vera. Amarah Vera semakin memuncak dan sudah tidak bisa dibendung lagi dan akhirnya....
-oOo-
*Iklan dikit ya sayang.
Hay guys gimana kabarnya kalian semua? Semiga baik-baik aja dan kalo ada yang sakit ya semiga cepet sembuh. Udah author TO THE POINT aja deh.
__ADS_1
Kalian suka cerita nya? Kalo kalian mau request chapter bisa kok dan nanti author bakal usahain buat nepatin. Dan ada satu lagi, kalian mau ikustrasi dari tokoh 'Lady Of The Mafia' silahkan jawaban kalian tulis di kilom komentar.
Dan jangan lupa Like, Vote dan Favorite! Terima kasih!! See you next time*!