Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 22


__ADS_3

Ck ceklek..


Vera otomasis langsung berhenti makan, menaruh alat makannya, matanya dengan jeli melihat seseorang yang mencurigakan di tepat di belakang Farah, Refa dan Jessy. Vera terus memperhatikan orang itu. Dan akhirnya..


Dor!


Orang itu berhasil melepaskan tembakan ke arah Refa yang duduk di tengah dan hadapan dengan Vera.


Uhh...


Ia meringis menahan sakit yang bertempat di punggung nya. Sontak seisi kantin kaget dengan kejadian yang menimbulkan tumpahnya darah.


**Sesaat sebelum nya***


Vera mulai curiga dengan orang itu. Tiba-tiba orang itu mengangkat sebuah pistol dan mengarahkannya tepat di punggung Refa. Vera tau teman nya berada dalam bahaya langsung mengambil tindakan walau Vera sendiri tau konsekuensi nya.


Vera bangkit dari duduk nya dan langsung naik ke atas meja dan salto untuk bisa mendarat tepat di belakang tubuh Refa. Dan...


Dor!


Tembakan berhasil dilepaskan oleh orang itu. Peluru itu meluncur bagai angin dan berhasil masuk ke tubuh Vera. Darah segar keluarga William pun tumpah di kantin sekolah.


"Uh.." Ucap Vera meringis menahan sakit.


"Vera!" Teriak mereka kompak.


"Sialan!" Batin orang itu.


Vera langsung berbalik badan dan menghadap ke orang itu yang berada jauh di depannya. Saat Vera melihat orang itu berjalan pergi, tanpa basa-basi Vera langsung mengejar orang itu tanpa memperdulikan diri nya sendiri. Padahal pundak nya sudah kemasukan peluru.


Vera seakan tidak bisa merasakan sakit nya tertembak. Vera terus mengejar orang itu. Karena lari Vera lebih cepat dari pada orang itu, Vera berhasil menangkap nya.


Bukk..


Vera mendorong tubuh orang itu sampai terhantuk ke tembok. Vera melepas paksa topi dan masker yang dikenakan orang itu. Dan dia tak lain adalah anak dari orang yang pernah ia bunuh.


"Siapa lu?" Tanya vera dingin dengan tatapan mata tajam.


"Siapa gua? Lu pura-pura go*lok! Gua Kathy anak Thomas!" Jawab orang itu yabg tak langsung adalah Kathy.


"Ngapain lu di kawasan gua?" Tanya vera dingin.


Ck ceklek!


Kathy kembali memasukan peluru dan peluru itu kini siap melesat ke arah lawan nya. Kathy mengarahkan pistol nya tepat di kepala Vera. Vera sedikit mundur karena ia punya rencana.

__ADS_1


"Vera!" Teriak Jessy dkk, Farel, dan Lucas kompak.


"Cool beauty!" Tariak beberapa orang di kantin yang kenal dengan Vera.


Vera memang sering di panggil 'Cool beauty' di sekolah nya karena sifatnya yang dingin namun ia juga sangat cantik.


"Hehehe... Sekarang mereka akan melihat secara langsung bagaimana cara ku membunuh cool beauty kalian" Ucap Kathy sambil tersenyum sinis.


"Lu yakin?" Tanya vera dingin ditambah dengan senyum devil nya.


"100%" Jawab Kathy.


Vera hanya menyengir dan dengan gerakan tangan yang cepat dan lincah Vera merebut pistol Kathy dan mengarahkan nya kembali ke kepala Kathy.


"Bagaimana? Ingin ke akhirat?" Tanya vera dingin.


"......"


Tuk!


Kathy memetik jari nya, seketika pembunuh bayaran yang Kathy sewa muncul dan mengepung Vera. Tau lady mereka di kepung setidaknya 10 pria dengan tubuh penuh tattoo, tindik, badan tinggi besar. Lucas, Farel, Jessy dkk langsung turun tangan. Mereka berlari cepat menghampiri Vera.


"Bereskan dia" Suruh Kathy pada orang itu.


Setelah itu Kathy kabur meninggalkan Vera yang sudah di kepung 10 orang. Melihat ada sedikit celah Vera langsung mengangkat pistol nya dan menembak Kathy.


Dor! Dor! Dor!


Vera melesatkan 3 tembakan ke arah Kathy. Vera membidik kedua kaki dan tangan kiri Kathy. Kathy seketika jatuh bermuluran darah, tapi masih hidup. Karena tembakan itu Kathy tidak bisa berbuat apa-apa. Kathy tergeletak tak sadarkan diri.


Vera dan yang lain langsung menghajar 10 orang itu. Masing-masing mereka mandapat bagian sendiri. 3 orang dengan Vera, 1 orang dengan Refa dan Farah, 2 orang dengan Lucas, 2 orang dengan Jessy, dan 2 orang dengan Farel.


"..!!!!..."


Luka di pundak Vera mulai menjadi sakit. Karena luka itu pergerakan Vera jadi terhenti sesaat. Saat ada peluang 1 orang yang melawan Vera melepaskan tinju nya dan berhasil mengenai perut Vera. Karena tinju kuat itu Vera sampai terpental.


"Ughh..." Vera meringis kesakitan saat tinju kuat itu mengenai perutnya.


"KEP*RAT KAU!!!!!" Tariak Vera sambil berlari ke arah pria itu.


Pukulan bertubi-tubu Vera kepaskan ke pria itu. Vera terus bertarung dengan tenanga yang tersisa. Saat pria itu mulai lemas, kasakitan, dan kelelahan Vera melepaskan pukulan yang sangat kuat ke bagian kepala.


*Bugh!!


Arghh*!!

__ADS_1


Pukulan kuat di kepaskan Vera. Pria itu terjatuh dengan tubuh yang babak belur di hajar Vera sampai orang itu pingsan di buatnya. Tapi karena Vera terus terusan bergerak, membuat luka nya mengeluarkan darah lebih banyak.


Baju putih Vera pun ikut ternodai darah. Warna putih yang tadi nya bersihkan tanpa adanya noda sedikit pun, sekarang jadi di penuhi dengan merahnya darah. Vera yang sedari tadi sudah mengeluarkan keringat dingin menahan sakit itu. Vera mengeluarkan handphone nya.


"Datang ke sini dalam 3 menit dan sesetel pakian untuk ku" Suruh Vera mutlak kepada orang di sekarang sana, Marco.


Vera memutuskan sambungan telfon nya. Vera berjalan pelan menuju meja nya dengan tangan kanan nya terus memegangi pundak belakang nya.


"Vera!!" Teriak mereka sambil berlari menghampiri Vera.


"Ver, lu gak papa?" Tanya Lucas khawatir dengan Vera karena darah yang keluar banyak.


"I'm okey" Jawab Vera menenangkan teman-temannya.


"Okey dari mana?! Lu berdarah gini! Ke rumah sakit sekarang!" Bentak Lucas dengan adanya sedikit ucapan perintah untuk Vera.


"Bentar tunggu mereka sampe..." Ucap Vera dengan nafas yang sudah tidak teratur.


"Vera!" Teriak Lucas.


"Lucas!!" Bentak Vera keras pada Lucas yang membuat Lucas terdiam.


Lucas pun menuruti semua ucapan lady nya. Lucas pun menunggu mafioso TDB sampai. 4 menit kemudian terdengar gemuruh hentakan kaki yang cepat dan banyak menuju kantin sekolah. Siapa lagi jika bukan mafioso Vera.


"Lad.." Ucap Marco hendak berbicara dengan Vera tapi Vera memotongnya.


"Tempat umum, panggil nona" Suruh Vera berbisik.


"Bereskan tempat ini dan bawa mereka untuk intrograsi " Suruh Vera.


"Baik nona!" Jawab tegas Marco.


Marco berbalik badan dan memberi perintah pada mafioso yang lain untuk membawa orang-orang itu ke markas TDB.


"Lucas.." Ucap Vera.


"Ya!" Jawab Lucas.


Vera dan Lucas berjalan pergi dari kantin. Tapi jalan Vera berbeda dari biasanya. Vera terlihat berjalan dengan sedikit pincang dan lambat. Dan Lucas akhirnya mengambil tindakan untuk mempercepat jalan Vera.


Hup...


Lucas menggendong Vera ala bridal style. Vera terkejut dengan yang Lucas lakukan begitu pun dengan Jessy dkk dan Farel sertai seluruh orang yang ada di kantin.


"Lu apa-apaan? Turunin gua!" Suruh Vera.

__ADS_1


"Gak mau" Jawab Lucas.


__ADS_2