Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 33


__ADS_3

Hari sudah pagi, setelah sarapan Vera, jessy dkk dan Lucas bersiap berangkat sekolah. Tapi ada yang berbeda hari ini, ya! Sikap Vera berubah. Sejak Vera bangun raut wajah vera sulit di tebak. Entah Vera gelisah, sedih, bahagia atau entah apa itu.


"Alex, liburan nya ditunda dulu ya" Ucap Vera sebelum berangkat sekolah.


"Kenapa kak?" Tanya Alex.


"Kemarin kakak abis di serang musuh. Anak buah kakak banyak yang sakit. Jadi liburan nya ditunda gak papa kan?" Ucap Vera.


"Oke deh kak!" Jawab Alex sambil tersenyum.


Kini Vera sudah sampai di parkiran sekolah. Tak disangka Vera bertemu dengan Farel yang juga barusan sampai. Mereka pun berjalan bersama sampai di kelas.


Sampai di kelas Vera langsung duduk di kursi nya sembari mandang ke luar. Take berapa lama bel masuk berbunyi nyaring. Pelajaran di mulai. Tak lama setelah bel masuk itu terhilat bu Veron masuk ke kelas bersama seorang wanita yang berusia sekitar 30 tahun.


"Mohon perhatian sebentar anak-anak. Hari ini kita punya guru baru yang menggantikan bu Petra yang hilang. Dia adalah bu Lily" Ucap bu Veron memperkenalkan bu Lily.


"Halo semua, perkenalkan saya Lily Mourus boleh panggil bu Lily, saya disini menggantikan bu Petra" Sapa bu Lily itu.


Tapi ada yang aneh dengan bu Lily. Jika dia memang seorang guru kenapa kemeja putih yang dipakai nya begitu ketat sampI kancing baju atasnya tidak terkancing, belahan dadanya terlihat jelas, kemeja itu tampak kekecilan di tubuh bu Lily. Di tambah rok hitam span belakang yang ketat membuat pantatnya terlihat montok. Gaya nya lebih terlihat seperti PEL*CUR.


Setelah itu bu Veron pergi dari kelas Vera untuk lengajar di kelas lain. Saat bu Veron pergi, tampak lah kedok asli dari Lily Mourus.


"Kalian liat apa?! Buka buku kalian!" Bentak bu Lily dengan berkacak pinggang.


Semua manusia di kelas Vera sontak kaget dan cepat-cepat mengeluarkan buku mereka masing-masing. Tapi tidak dengan Vera. Vera malah bersiap untuk tidur dengan tangan kanan nya sebagai bantalan.


"Itu gadis yang disana ngapain kamu!" Bentak bu Lily dengan spidol di tangan nya hendak menerangkan materi.


Vera tidak menggubris bentakan bu Lily. Vera masih khusyuk dengan tidur nya. Tiba-tiba..


TUK!

__ADS_1


Bu Lily melemparkan spidol nya ke meja Vera. Vera yang merasa terganggu itu langsung bangun dan melihat ke arah spidol yang sudah jatuh tepat di samping meja nya. Vera langsung memiringkan kepala nya ke kanan menatap bu Lily.


"Whay?" Tanya Vera cuek.


"Kamu ya berani-berani nya tidur di jam saya! Gak punya sopan santun banget kamu!!" Bentak bu Lily.


"Ohh..." Jawab Vera cuek dan bersiap untuk membaringkan kembali kepala nya di atas meja itu.


BRAK!!


"Kurang ajar!! Dasar anak gak punya tata krama! Bangun kamu!!" Teriak bu Lily yang sudah emosi itu sambil menggebrak meja di depan nya.


Vera yang sudah muak mendengar ocehan itu langsung berdiri tegap. Vera menatap tajam ke arah bu Lily di sertai dengan wajah bengis nya bak singa yang bersiap menerkam mangsanya.


"Disini anda yang tidak punya tata krama" Ucap Vera dingin. Manusia di kelas Vera mulai takut dan panik jika Vera mengamuk lagi seperti kejadian beberapa minggu lalu.


"Gak sopan kamu ya!" Bentak bu Lily membela diri.


"Anda punya otak? Anda mengajar dengan pakaian seperti itu? Sangat jelas andalah yang tidak punya malu,tata krama, sopan santun bahkan moral" Jawab Vera cuek memprofokasi bu Lily.


"Sebenarnya kau ini guru atau pel*acur?" Sindir Vera dengan tatapan yang sinis.


Semua orang pun tertegun dengan ucapan yang Vera lontarkan. Bagaimana tidak? Vera menyebut bu Lily sebagai pel*acur.


"Kamu...." Ucap bu Lily geram, wajah nya sampai merah padam menahan emosi.


"Kenapa? Mau baku hantam?" Tanya Vera sambil memutar-mutarkan pergelangan tangannya.


"Ohh.. Jadi cuma modal omong doang?" Sinder Vera lagi.


"Oke, gua Vera gak punya waktu ladenin pel*acur" Ucap Vera sambil menenteng tas hitam nya.

__ADS_1


"Kamu!!" Ucap bu Lily yang sudah tersulut emosi.


"Sebaiknya ubah penampilan mu atau jangan harap bisa di sini lebih lama" Jawab Vera dingin di sertai dengan tatapan membunuhnya.


Bu Lily menelan ludah dengan berat. Tubuhnya gemetar merenspon Vera.


"Dada!" Ucap Vera sambil berlalu pergi dari kelasnya sambil membawa tas yang hanya berisi laptop, flasdisch, sebuah buku kecil, kunci mobil, handphone, pisau lipat dan pistol Glock 45-GAP nya.


-oOo-


KREK...


Suara pintu terbuka terdengar, orang-orang mulai mengarah ke sumbat suara. Terlihat Vera dengan tas di pundak kanan nya bersender di pintu masuk sambil melipat tangan di dada. Vera pun langsung masuk berjalan menuju meja nya dan duduk manis seraya mengeluarkan laptop dari dalam tas nya.


"Apa liat-liat?" Tanya Vera dingin dengan tatapan membunuhnya. Sontak semua orang bergidik ngeri melihat Vera.


Mereka langasung melakukan aktivitas seperti biasanya. Guru sibuk menerangkan materi, murid mendengarkan dan mengerjakan tugas, serta Vera bak ratu merdeka. Vera hanya mendengarkan dengan mata dan jari-jari sibuk dengan laptop nya.


"Sial! Kenapa gak ketemu? Ini cuma informasi 2 tahun lalu" Batin Vera geram.


"Kak Dion, where are you? Are you still alive? I'm miss you.."


Vera memutuskan untuk berhenti menyudahi mencaru lebih dalam. Vera pun beralih dengan perusahaan LIG. Memantaunya dari jarak jauh, memperhatikan setiap pegawai. Tiba-tiba Vera mendapatkan information bahwa saham perusahaan mengalami penirunan drastis. Tanpa pikir panjang Vera langsung menelfon asisten direktur secepat nya.


"Apa yang kalian lakukan hah?! Kenapa saham perusahaan mengalami penirunan drastis?" Tanya Vera yang langsung menaikan intonasi nya membuat seisi kelas kaget.


"Maaf nona besar, di dalam perusahaan ternyata ada orang yang sengaja membocorkan informasi perusahaan. Dan juga banyak rumor beredar yang mengatakan bahwa LIG terlibat kasus pencucian uang dan narkoba. Rumor lain juga mengatakan LIG terlibat kasus korupsi" Jelas Roy panjang kali lebar.


"SEKUMPULAN ORANG-ORANG BODOH! KALIAN PIKIR LIG PERUSAHAAN SEPERTI APA?! APA KALIAN TERLALU BODOH UNTUK MENYELESAIKAN SENDIRI?!"


"Maaf nona.. Maaf.." Jawab Roy yang sudah gelagapan.

__ADS_1


"Aku beri kalian waktu 60 menit. Jika kalian gagal segera kemas barang-barang kalian!! LIG tidak butuh orang yang tidak becus!! LAKSANAKAN!!!" Tegas Vera dengan lantang hingga satu kelas ikut merasakan kemarahan Vera.


"Baik nona besar!" Jawab tegas Roy.


__ADS_2