
Vera keluar dari kamar nya untuk bersiap pergi ke sekolah. Sebelum sekolah Vera, Jessy ddk, Farel, Dan Alex duduk di meja makan menyantap sarapan yang tadi sudah si siapkan Bi Diah. Setelah sarapan mereka berangkat ke sekolah, seperti biasa mereka mengantarkan Alex lebih dulu. Yang biasanya mereka hanya menggunakan 1 mobil sekarang harus berubah menjadi 2 mobil, karena memang ada manusia tambahan mansion Vera.
"Rel keluarin mobil BMW gua dari garasi" Suruh Vera yang sudah ada di garasi.
Farel tidak bisa membantah ucapan Vera. Mau tidak mau Farel harus menuruti semua yang Vera perintah kan pada nya, jika tidak Vera akan benar-benar mengirimnya ke panti jompo.
Setelah mengeluarkan 2 mobil itu mereka masuk ke masing-masing mobil. BMW Vera akan di kendarai Farel dengan 4 manusia yang ikut dalam mobil nya. Sedangkan Vera solo, alias sendirian.
"Alex, Jessy, Refa, sama Farah ikut Farel" Suruh Vera dari dalam Lambhogini hitam milik nya.
"Lu?" Tanya Farel.
"Gua? Solo lah" Jawab Vera.
"Kak Vera, Alex mau di anter kak Vera" Rengek Alex di mobil BMW itu.
"Kak Vera ikut anterin kok, cuma kak Vera bawa mobil sendiri" Jelas Vera dengan sabarnya.
Setalah itu mereka langsung tancap gas meninggalkan mansion itu. Dalam perjalanan Vera selalu berada di depan Farel. Setelah 15 menit membelah jalanan London itu mereka sampai di sekolah Alex.
Setelah mengantarkan Alex sekolah mereka kembali membelah jalanan menuju sekolah mereka sendiri. Vera yang berkendara sendirian itu sangat senang karena tidak ada manusia yang berisik dalam mobil nya. 20 menit berlalu, tiba lah mereka di sekolah.
Dua mobil mewah itu memasuki area parkir kendaraan. Seluruh manusia yang masih berada di luar sekolah itu memandangi mobil Lambhogini hitam Vera. Mereka penasaran siapa yang membawa lambo itu ke sekolah, mereka hanya tau satu cewek yang sering membawa mobil mewah ke sekolah itu adalah Vera, tapi dengan BMW bukan Lambhogini.
Setelah benar-benar terparkir rapi vera membuka pintu mobil nya dan keluar dengan meggandeng tas hitam di pundak kanan nya. Seluruh mata manusia langsung tertuju pada Vera yang keluar dari lambo itu.
"*Itu kan anak baru itu, padahal dia baru sekolah 5 hari tapi udah ga masuk 3 kali"
"Itu Vera bukan sih? Si anak baru yang belagu itu. Sekolah bawa Lambhogini? Bilang aja mau pamer"
"Palingan itu juga punya ortu dia"
"Mobil Lambhogini dari om-om di bar tuh*"
Begitulah setidaknya ucapan-ucapan para manusia yang syirik liat Vera bawa gituan. Vera hanya diam merenspon perkataan itu. Dengan hawa dingin yang di pancarkan Vera dan tatapan nya yang sangat-sangat tajam, menyeramkan, dan dingin itu bisa membuat seseorang ketakutan.
Farel dan Jessy ddk berlari kecil untuk bisa bersama dengan Vera.
"Jess, emang Vera selalu di giniin di sekolah?" Bisik Farel pada Jessy.
"You know okey..." Jawab Jessy.
Mereka melewati lorong-lorong kelas lain menuju ruang guru mengantarkan Farel daftar sekolah. Langkah mereka terhenti karena ada orang yang mencegat mereka dari depan.
__ADS_1
"Heh! Masih berani lu muncul di sekolah ini lagi?" Tanya Angel. Angel dan geng nya mencegat Vera.
Awal nya Vera berhenti tapi Vera melangkah lagi meninggalkan Angel di ikuti Farel dan Jessy ddk. Langkah Vera sontak terhenti ketika Angel memegang pergelangan tangan nya. Vera kembali mundur dan mentap tajam dan dingin manik biru laut milik Angel.
"Gua ga ada waktu buat lu!" Ucap Vera sambari menunjuk-nunjuk dada kiri Angel.
"Kalo gitu kita selesaiin sekarang" Jawab sombong Angel.
"Fine" Ucap dingin Vera.
Vera melepas tas nya dan melemparkan ke belakang. Farah dengan sigap menangkap tas Vera. Manik coklat Vera menatap tajam ke manik biru laut Angel. Angel mulai menyerang Vera dengan cara keroyokan.
Pertarungan yang tidak seimbang itu membuat Angel mendapat support dari manusia di sana. Ya! 1 lawan 8, sungguh tidak imbang.
Bukk bukk bukk
Baku hantam terjadi antara Vera dengan geng Angel, Angel hanya diam melihat anak buah nya berkelahi dengan Vera. Manusia yang tadinya mensupport geng Angel kini hanya bisa diam melihat yang terjadi setelah nya.
"Gini doang? SAM-PAH!" Ucal Vera sambil memutar-mutarkan pergelangan tangan kanan nya dan menekan kata SAMPAH.
"Ba*ot! Hiyaa...!!" Jawab Angel sambil berlari untuk menonjok Vera.
Bukk!
Tangan Vera lebih cepat di banding Angel. Pukulan Vera mendarat mulus di rahang Angel dan seketika berubah menjadi ungu. Angel tak mau kalah terus malawan Vera.
Pukulan bertubi-tubi Vera berikan untuk Angel. Ada yang di pipi, dagu, dan perut Angel. Akhirnya Angel tak sanggup untuk bangkit lagi, hidung Angel juga sudah mengeluarkan darah segar, Vera pun memulai akhirnya di depan banyak orang yang menonton.
"Bad girl macam apa lu?! Mukul gua sekali juga lu ga bisa, SAMPAH. Cam kan baik-baik lu semua bukan tandingan gua! Ngerti!" Jelas Vera dengan kaki Kiri nya berada di atas kepala Angel yang sudah tersungkur di lantai itu.
"Lu bakal tau konsekuensi nya berani sama gua" Jawab Angel yang masih dengan nama sombong nya.
"Inget bokap gua leader mafia. Black Swan" Tambah Angel dengan nada kecil tapi masih bisa di dengar oleh Vera.
"Kita liat aja. Gua bakal hancurin keluarga Jhon dari muka bumi ini" Ancam Vera.
Tatapan tama Vera mengundang kengerian bagi yang melihat nya. Vera mengangkat kaki nya dan menghadap ke semua orang yang menonton Vera.
"Kalo ada yang mau adu sama gua? Maju!" Ucap Vera dengan nada keras namun dingin.
"Ga-gak ada!" Jawab mereka semua.
"Yang kalian liat sekarang ini adalah konsekuensi kalian kalo remehin gua! Kalo kalian ga suka sama gua cari gua! Gua bakal layanin kalian sampai masuk tanah!" Jelas Vera dingin dan menatap tajam mereka.
__ADS_1
Kringgg!!!
Bel sudah bunyi Vera tidak punya waktu banyak langsung pergi dari tempat itu dengan menggandeng tangan Farel untuk ikut dengan nya.
"Kalian duluan aja. Gua yang anterin Farel" Ucap Vera.
Tak lama mereka sampai di ruang guru. Setelah mengisi formulir Farel di terima di sekolah itu dengan kelas yang sama dengan Vera.
******
Vera dan bu Veron masuk ke kelas bersamaan. Vera langsung berjalan menuju bangkunya dan duduk dengan kepala menghadap tembok.
"Hari ini kelas kita akan kedatangan murid baru lagi setalah 5 hari yang lalu Vera masuk dan manjadi bagian dari kita. Seka-" Belum selesai bu Veron berbicara Vera sudah berbicara duluan.
"To the point aja deh. Males dengerin lu ngomong" Protes Vera.
"Vera kamu..!!" Jawab bu Veron gregetan.
"Apa?" Ucap Vera dingin.
Karena bu Veron tidak mau berdebat dengan murid nya itu nu Veron langsung berbicara to the point. Bu Veron memberi kode pada Farel yang menunggu di luar kelas. Seth mendapat kode Farel masuk dengan cool nya.
"Sialahkan perkenalkan diri mu" Ucap bu Veron.
"Gua Farel Victor William, Farel" Jawab Farel memperkenal diri.
"Dah tau!" Ucap Vera spontan.
"Anak itu..." Keluh bu Veron yang sudah menggertakan giginya.
"Nama belakang nya sama kaya Vera, William. Jangan-jangan mereka keluarga" Gossip salah satu cewek.
"Farel sialahkan duduk di samping Farah" Suruh bu Veron.
"Bu, saya boleh duduk sebelah Jessy ga?" Tanya Farel.
"Jessy? Oke sialahkan. Rachel kamu pindah di sebelah Farah" Suruh bu Veron.
Rachel menuruti apa kata wali kelas nya. Akhirnya Farel dapat duduk bersebelah dengan Jessy. Farel pun menjadi berbunga-bunga berada di dekat Jessy.
*****
Pengumuman!!!
__ADS_1
Salam manis kalian semua! Semua sehat!
Gimana kalian suka sama ceritanya? Kalian pasti udah nungguin adegan Vera nya beraksi kan? Tenang adegan Vera beraksi melawan penjahat akan di mulai pada chapter 9 atau 10. Jadi mohon bersabar!! Untuk update Author akan selalu berusaha untuk bisa update setiap hari. Terima kasih!!