Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 45


__ADS_3

30 menit kemudian meeting selesai. Semua pihak setuju untuk melakukan vote suara. Do saat yang lain sudah pergi, tinggal Vera yang masih berada di dalam ruangan bersama Direktur Hans. Suasana saat itu sangat hening.


"Bang Dion?" Ucap Vera memecah keheningan itu.


"Siapa Dion?" Tanya Hans dengan raut wajah yang sulit di tebak.


"Berhenti main-main, gua tau lu pasti Dion. Tato itu.. persis sama kaya yang ada di tubuh Dion. Kalo lu direktur Hans bener-bener Dion, tolong.. tolong jangan pernah tinggalin gua. Pas gua tau Dion masih idup, gua mati-matian cari Dion di seluruh belahan dunia. Jadi please bang.. balik ke Vera" Ucap Vera dengan sangat yakin bahwa direktur Hans adalah Dion.


"Tato black rose di leher dan tato di tangan itu bener-bener Dion. Ikatan batin gak pernah bisa di putusin" Ucap Vera sambil menahan air matanya agar tidak terlihat lemah di hadapan orang itu.


"Dan lu punya tato di punggung kan? 'William Brother' itu tato yang ada di punggung lu kan?!" Tanya Vera lagi dengan sedikit ngegas.


Direktur Hans hanya menunduk diam dak berkata sedikit pun. Sedangkan Vera, jantung nya berdebar kencang. Vera yakin seyakin yakin nya bahwa direktur Hans bener-bener Dion yang selamat ini dia cari sampe using dunia dan batang hidung nya tidak pernah bisa Vera lihat.


"Jawab!" Ucap Vera lantang sambil berdiri.


"Ya! Direktur Hans adalah Dion Alexander William" Jawab direktur Hans ralat Dion dengan wajah serius tapi tersirat sebuah kesedihan.


"Dion Alexander William yang selamat ini seorang Xaviera Saffanya cari sampe ujung dunia. Orang yang pernah donorin darah nya. Orang yang dari balik layar selalu menyemangati dan menghargai setiap keputusan seorang Xaviera Saffanya perbuat. Dan orang yang gak pernah membenci apa yang udah di lakuin Xaviera Saffanya" Jawab Dion.


"Bang.." Ucap Vera lirih.


Vera tidak bisa lagi menahan air matanya. Hati nya sangat jujur dari pad tubuhnya. Sungai kecil mengalir di pipi putih Vera.


GREB!


Dion bangkit dan memeluk Vera erat. Tangisnya pecah saat Dion memeluk erat Vera. Pelukan yang selama ini ia rindukan kembali pada dirinya. Orang yang sudah ia cari-cari sampai ujung dunia kembali pada nya. Vera membalas kembali pelukan Dion.


"Gua janji gak akan tinggalin lu sendirian lagi. Gua janji" Ucap Dion menenangkan Vera.


Vera hanya diam dan masih menangis. Dion melepaskan pelukan nya.


"Princess jangan nangis dong" Ucap Dion sambil mengelap air mata Vera.


Vera hanya tersenyum tipis melihat itu. Sentuhan ini sangat di rindukan oleh Vera dan sekarang terbayar. Vera sangat berterima kasih pada Risa dan Tuhan yang memberi nya kesempatan lagi untuk bertemu dengan abang nya, Dion.


"Vera, sekarang nama gua bukan Dion lagi. Tapi Hansen Alexander William" Ucap Hans.


"Iya bang..." Jawab Vera lirih.


"Vera, kita balik sekarang. Banyak kerjaan di kantor" Ucap Jessy mengigatkan Vera.


"Ya" Jawab Vera.

__ADS_1


"Bang, Vera balik ke kantor dulu" Ucap Vera.


"Iya. Semoga sukses kamu ya" Jawab Hans.


Vera mengangguk pelan dan berjalan pergi meninggalkan Hans disana. Hans hanya tersenyum melihat Vera yang kini sudah sukses di usia muda.


"Tuan, nona Mandy datang ke perusahaan katanya ingin menemui anda" Ucap Yuri Tajima asisten pribadi Hans.


"Ingin apa lagi dia? Bilang aku sibuk dan suruh dia pergi. Aku tidak ingin melihat wajah nya" Ucap dingin Hans lalu pergi ke ruangan nya.


Walaupun Hans sudah berumur 25 tahun, Hans masih belum memiliki pacar sama sekali. Hans masih belum mau berpacaran apa lagi menikah. Hans ingin menikmati masa-masa sendiri nya dulu.


-oOo-


Di sisi lain, di sebuah gedung tua pinggir kota terlihat seorang pria tua bangka sedang berbicara dengan seorang pria yang tubuhnya si penuhi tato dan rambut gondrong nya.


"Ingat aku ingin direktur Hans berlutut pada ku dan lagi aku juga ingin wanita tadi. Jadi jangan sampai ia lecet sebelum aku memakai nya" Ucap pria tua yang tak lain adalah Franco.


"Baik lah. Tapi jangan lupa bayaran nya" Jawab pria bertato itu.


"Urusan uang gampang. Yang peting selesai tugas mu dulu" Jawab Franco.


-oOo-


Sampai di kantor, Vera dan Jessy langsung menuju ruang CEO untuk melanjutkan tugas-tugas Vera. Di tengah mengerjakan pekerjaan nya Vera ingat sesuatu.


"Oke" Jawab Jessy.


Jessy segera menelfon Refa, Farah dan Lucas untuk menemui Vera. Tak lama kemudian yang di tunggu datang. Refa, Farah dan Lucas masuk ke ruang CEO.


"Kenapa Ver?" Tanya Refa.


"Kita mulai perang" Jawab Vera.


"Dimana?" Tanya Lucas.


"Jam 7 malam lelang amal di gedung lights" Jawab Vera.


"Oke. Siapa target nya?" Tanya Farah semangat untuk membolongi kepala manusia itu.


Vera membalikkan laptop nya menghadap Refa dan yang lain. Terlihat beberapa foto pria di layar laptop Vera.


"Tua bangka Franco dan pria ini" Jawab Vera.

__ADS_1


"Jika perhitungan ku benar, tua bangka Franco menyuruh orang ini dan pasukan nya untuk membuat kekacauan dan membunuh dia" Ucap Vera menjelaskan sambil memberikan foto Hans pada mereka.


"Jadi tugas kalian melindungi dia. Jangan bawa banyak mafioso, cukup 15 orang. Jelas?" Ucap Vera.


"Jelas" Jawab mereka kompak.


"Dan satu lagi. Lucas yang akan masuk bersamaku menggantikan Jessy. Jessy yang akan memberi kalian perintah untuk penyerangan" Ucap Vera lagi.


"Oke" Jawab Jessy Dan Lucas kompak.


"Satu lagi, bilang ke pada seluruh ketua devinisi untuk menemui ku di ruangan dalam waktu 15 menit" Suruh Vera.


"Siap lady!" Jawab mereka kompak.


Setelah itu mereka pergi kembali melanjutkan pekerjaan mereka di masing-masing devinisi. Dan Vera juga kembali melanjutkan pekerjaan nya. 15 menit kemudian para ketua masing-masing devinisi menghadap ke ruangan Vera. Vera pun menjelaskan tentang vote suara untuk mana sebuah univertas yang sedang di kerjakan.


Waktu terus berlalu, kini Vera di mansion sudah siap dengan gaun nya. Gaun dengan warna hitam selutut, high heels hitam, rambut yang di gulung, pistol di atas paha nya dan sedikit make up natural. Sedangkan Lucas dengan tuxedo merah motif dan pistol di saku nya. Jessy dkk pun sudah siap dengan baju tempur nya. Pasukan juga sudah di kirim ke tempat.


Dengan mobil lamborghini hitam kesayangan Vera. Mereka berangkat menuju gedung lights. Vera dan Lucas masuk ke dalam gedung dengan bergandengan tangan layaknya seorang pasangan. Mata semua orang tertuju pada mereka.


"Nona Vera!" Sapa tua bangka Franco. Vera hanya merenspon dengan senyum tipis nya.


"Lucas dia Francois Ponuiz, direktur K2" Ucap Vera memperkenalkan Lucas pada Franco.


"Nice to meet you sir" Sapa Lucas sambil berjabat tangan.


"Ayo duduk disana, tuan Hans juga ada disana" Ajak Franco.


"Tentu" Jawab Vera.


Mereka berjalan mendekati sebuah meja bundar dengan 6 kursi yang tersedia dan beberapa botol red wine Henri Jayer Cros Parantoux.


"Be careful Lucas" Ucap Vera.


"Always baby.." Jawab Lucas dengan senyum manis nya.


"I like you" Bisik Vera tepat di telinga Lucas, nafas Vera pun terasa sangat menggoda.


Dan seketika pula jantung Lucas berdetak sangat kencang. Lelang di mulai, Vera dan Lucas duduk satu meja dengan Hans dan tua bangka itu. Benda demi benda di perlihatkan dan dari ke-7 benda itu belum ada yang bisa memikat hati Vera. Tibalah barang lelang ke-8 yang merupakan sebuah katana yang sangat langka bahkan mungkin hanya ada 1 di dunia. Dan sebilah pedang itu berhasil memikat hati Vera. Vera pun bertekat memiliki nya.


"Dragon White of the Yin and Yang! Katana yang hanya ada 1 di dunia. Harga pertama 87 juta!" Ucap sang Mc itu.


"90 juta!" Ucap Vera sabil mengangkat papan nomor.

__ADS_1


Sontak orang yang hadir di acara lelang tersebut di buat tercengang oleh Vera. Lucas tau alasan kenapa Vera sangat menginginkan katana itu.


-


__ADS_2