Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 37*


__ADS_3

"Apa ada yang mau pacaran sama cewek tomboy kek gua?"


-Jessy Alvander Defara-


-oOo-


Vera bangun jam 4 sore. Vera langsung mengambil handphone nya. Vera menatap foto keluarga nya di layar handphone, foto kelurga itu di ambil sehari sebelum kejadian mengerikan itu terjadi. Tak terasa air matanya kembali menetes.


"Ma, Pa, Kak, Risa. Vera kangen kalian semua" Ucap Vera sambil tersenyum.


"Baik-baik ya disana, Vera disini baik kok"


"I love you all"


Vera menaruh kembali handphone nya di meja sebelah tempat tidur. Vera memutuskan untuk mencuci wajah nya. Selesai itu Vera keluar dari kamarnya.


"Ver, lu mau kemana?" Tanya Refa.


"Keluar" Jawab Vera.


"Lu oke?" Tanya Refa yang masih khawatir.


"Oke" Jawab Vera dingin sembari berjalan keluar dari mansion.


"Jangan lama-lama ver" Ucap Refa.


Vera tidak menjawab Refa, Vera menuju garasi mengambil mobilnya. Vera langsung tancal gas meninggalkan mansion dan entah kemana.


"Ref, Vera mau kemana?" Tanya Jessy.


"Ga tau, katanya keluar bentar" Jawab Refa.


"Ref, gua takut ada apa-apa sama Vera"


"Jess, Vera itu cewek kuat. Lu ga inget pertama kali kita ketemu dia? Dia yang selanetin kita. Terus pas dia ketemu Lucas yang di keroyok, Vera yang bantuin. Gua yakin Vera ga apa-apa, percaya sama gua"


"Hemm oke"


Brum.. Brum..


Vera melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang 85 km. Vera berkendara berkeliling kota. Tak di sangka Vera berhenti di sebuah lapangan basket. Vera duduk di bangku panjang pinggir lapangan sambil memandang cowok-cowok yang main basket di sana.


"Oii, tangkep!" Suruh sah satu cowok.


Cowok itu melemparkan bola basket ke arah temannya, tapi lemparan nya melampung jauh, sasaran nya tidak kena.


Tuk..


Bola basket itu berhenti setelah menyentuh sepatu putih Vera. Vera mengambil bola itu dan memandangi cowok-cowok itu. Vera yang iseng itu berlari ke tengah lapangan sambil mendribble bola melewati cowok-cowok itu dengan lincah bak pemain professional. Vera menembakkan bola ke ring basket dan tembakannya mendarat mulus. Semilir angin membuat baju dan rambutnya tertiup, tanpa Vera sadari ia ternyata sedang di perhatikan oleh kumpulan cowok-cowok itu.


"Hei! Lu jago juga ya" Puji satu cowok yang mengenakan seragam basket dengan nomor punggung 7.


"Oh.." Jawab Vera.


"Astaga nih cewek dingin banget, serasa masuk freezers" Batin Brian.


"Gua Brian Skey Alfian, Brian" Ucap Brian memperkenalkan diri nya.


"Vera" Jawab Vera.


"Oh iya Ver, lu senggang?" Tanya Brian basa-basi


"Ya" Jawab Vera dingin.


"Woi Yan! Gesit dong!" Teriak satu cowok no 14. Nomor yang tidak di sukai Vera.

__ADS_1


"Sabar dong!" Jawab Brian.


"Mau ikut?" Ajak Brian.


Vera tidak menjawab, Vera berbalik badan mengambil bola itu dan berjalan bersama Brian menghampiri teman-teman nya yang lain.


"Wah! Ya, nutur cewek dimana? Cakep dah" Goda cowok lain no 11.


"Ngomong jangan seenak jidat" Bantah Vera dingin.


"Kamp*et! Nih cewek abis dari Everest ya? Dingin banget" Batin Daniel.


"Kawus! Makanya ngomong jangan asal, kena semprot dah lu" Ejek Brian.


"Ver nih gua kenalin, ini Daniel, Ray, Reza sama Jimmy" Ucap Brian memperkenalkan diri.


"Dan cewek ini Vera" Ucap Brian lagi.


"Hai" Sapa mereka kompak.


"Hem.." Jawab Vera yang hanya merenspon dengan dehemanm


"Lanjut gak nih?" Tanya Jimmy.


"Lanjut lah!" Jawab semua kompak kecuali Vera.


"Eh Ver, mau ikut?" Tanya Ray.


Vera tidak menjawab, Vera langsung saja berjalan mendekati mereka sambil mendribble bola. Vera berjalan di antara Brian dan Ray. Tiba-tiba handphone sara bergetar, seseorang menelfon nya. Vera mengambil handphonenya dari dalam kantong celana nya.


"Lucas?" Batin Vera.


"Angkat Ver, sapa tau penting" Saran Brian.


Vera menggeser tombol hijau di layar handphonenya dan mendekatkan nya ke telinga kiri nya.


"2 menit!" Ucap Vera spontan di handphonenya.


"Ve-vera barang-barang yang lu suruh kirim ada yang rusak" Ucap Lucas pelan takut menyinggung Vera.


"Apa?! Lu ngelakuin apa?!" Tanya Vera dengan nada tinggi yang membuat Brian, Reza, Ray, dan Daniel berhenti.


"Iya Ver.. Sorry" Ucap Lucas.


"Pecat mereka! Gua ga butuh orang ga becus!" Jawab Vera dengan nada tunggi nan dingin.


Vera mematikan telfonnya dan menaruhnya di pinggir lapangan bersamaan dengan handphone Brian, Reza, Ray, Jimmy, dan Daniel.


Tak lama mereka mulai memainkan bola nya, karena orangnya ada 6 jadi di bagi 2 tim, tim Vera dan tim Reza. Tim Vera dengan Brian dan Jimmy dan tim Reza sisanya. Mereka bermain sekitar 30 menit dengan skor tim Vera lebih banyak 10-8.


"Udahan uyy" Ucap Jimmy dengan nafas ngos-ngosan.


"Ya!" Jawab mereka kompak kecuali Vera.


Mereka berjalan menuju pinggir lapangan mengambil handphone dan duduk di kursi panjang yang tadi di duduki Vera. Vera duduk dengan mata memandangi langit sore itu. Vera sebenernya aus tapi dia ga bawa minum.


"Nih" Ucap seseorang sambil menyodorkan botol minum yang sudah di buka itu. Ya dia Brian.


Vera mengambil botol minum itu dan meminumnya. Brian malah salpok kita Vera minum.


"Lu liat apaan?" Tanya Vera dingin.


"Eh.. Sorry" Jawab Brian malu-malu.


KLING!!

__ADS_1


Vera mengambil handphone nya dan melihat siapa yang mengirim pesan ke Vera. Tapi ternyata itu nomor yang kemarin mengirimkan Vera pesan.


"Aku sarankan jagalah temanmu, jaga dia Baik-baik. Aku sedah mempersiapkan kejutan besar untuk mu, sampai jumpa besok!"


Begitulah setidaknya pesan dari orang asing itu.


"Siapa dia? Temanku? Refa, Jessy, Farah, Lucas, Alex, Bi Diah. Siapa?" Batin Vera.


"Aku harus telfon mereka!"


"Ver, siapa itu?" Tanya Brian spontan.


"Urus urusan lu sendiri" Jawab Vera dingin.


Vera menelfon Jessy tapi Jessy tidak menjawab telfonnya, Vera menelfon Lucas tapi sama saja. Saat Vera ingin menelfon Refa tiba-tiba handphonenya mati kehabisan baterai.


"Ahh yang benar saja?!" Batin Vera geram.


Brian yang dari tadi di samping Vera menatap Vera aneh. Vera terus khawatir memikirkan teman-teman nya di mansion sana. Vera ingin menelfon tapi handphone mati.


"Yan, handphone lu mana?" Tanya Vera.


"Handphone? Bentar" Jawab Brian sambil mengambil handphone yang ia taruh di sebelahnya.


"Nih!"


Vera langsung mengambil handphone Brian dan mengetik nomor orang rumah yang ia hafal. Vera menelfon Refa dan ternyata di angkat.


"Hallo ini siapa?" Tanya Refa


"Ini gua Vera" Jawab Vera di telfon.


"Tumben. Ngapa Ver?"


"Di mansion ada siapa?"


"Gua, Jessy, Farah, Lucas, Alex sama bi Diah"


"Bilang sama semua manusia di mansion buat jaga diri baik-baik, terutama Alex, Bi Diah, sama Farah yang lagi sakit. Perketat keamanan, abis ini telfon Marco atau Ansel dalam 2 menit suruh kirim 250 orang. Idupin semua CCTV di mansion. Suruh Lucas siapin semua, dan jangan ada yang keluar mansion sebelum gua pulang! Ngerti?


"Tapi kenapa Ver?"


"Ada yang ngincer kalian"


Vera langsung mematikan telfonnya, tapi Vera masih khawatir dengan teman-teman nya di mansion. Brian baru tau kali Vera bisanya ngomong panjang kali lebar ini. Vera masih meminjam handphone Brian, Vera mengetik sebuah nomor.


"Handphone lu. Makasih!" Ucap Vera sambil menyodorkan handphone.


"Ya!" Jawab Brian mengambil handphone nya.


"Eh ini..?"


"Nomor gua"


"Oh.."


"Gua balik duluan"


"Oke!"



ILUSTRASI ANSEL TDM


SOURCE: PINTEREST

__ADS_1


__ADS_2