
"Alex mau jadi kuat?" Tanya Vera sambil memegang kedua pundak Alex.
"Emm!" Jawab Alex sambil mengangguk.
"Mau belajar?" Tanya Vera lagi.
"Mau!" Jawab Alex.
"Oke. Nanti kakak bikin jadwal buat kamu. Tapi inget, mommy kamu"
"Siap kak Vera!"
Setelah itu Alex keluar dari kamar Vera untuk nonton tv. Sementara di kamar, Vera tampak sangat bosan. Akhirnya Vera menuju ke kolam renang pribadi di belakang rumah.
"Renang enak nih" Ucap Vera.
Vera mengambil handphone nya dan handuk kecil warns putih. Setelah itu Vera turun dari kamar nya menuju kolam renang.
"Bi buatin jus jeruk sama kue kering anterin ke kolam renang" Suruh Vera pada bi Diah.
"Iya non" Jawab bi Diah.
Bi Diah langsung kembali ke dapur membuat mimuman dan camilan untuk Vera. Sedangkan Vera kembali ke kegiatan yang akan ia lakukan itu.
Sampai di kolam renang Vera menaruh handphone dan handuk nya di atas kursi di pinggir kolam renang. Setelah sedikit melakukan pemanasan Vera langsung menceburkan diri ke kolam renang itu.
Byurr...
Cipratan air terlihat saat Vera loncat ke dalam kolam renang itu. Dengan badan yang lenturnya Vera berenang bolak balik.
"Non ini kue sama jus nya" Ucap bi Diah yang membawa nampan berisikan kue dan jus jeruk Vera.
"Taro di atas meja" Suruh Vera.
Bi Diah meletakan nampan itu di atas meja dan pergi kembali ke dalam mansion. Ternyata bi Diah ketemu sama Jessy yang lagi nyariin Vera.
"Bi liat Vera gak?" Tanya Jessy.
"Non Vera lagi berenang di belakang" Jawab bu Diah dengan jari jempol nya menunjuk ke belakang.
"Oke. Makasih bi" Jawab Jessy lalu several meninggalkan bi Diah.
"Non Vera beruntung ya punya temen baik-baik nerima apa adanya lagi. Syukurlah.." Batin bi Diah sambil memandangi punggung Jessy yang lama kelaman hilang.
******
Vera yang sudah bolak-balik berenang kesana kesini akhirnya naik juga ke daratan. Pas Vera mau naik pas juga sama Jessy yang baru dateng.
"Woy! Dicariin juga" Ucap Jessy dari belakang Vera.
Vera merasa ada manusia yang berbicara dengan nya menoleh ke belakang melihat siapa yang berbicara pada nya.
"Jessy? Ngapain?" Tanya Vera sambil mengangkat tubuhnya sendiri naik ke daratan.
"Ada yang pingin gua omongin" Jawab Jessy yang tiba-tiba jadi serius.
__ADS_1
"Bilang aja" Jawab Vera berjalan menuju meja di samping kolam renang nya dan meminum jus jeruk kesukaan nya.
Jessy mendekati Vera lalu duduk di sebelah kursi Vera. Terlihat Vera santai meminum jus nya dengan handuk kecil yang berada di atas kepalanya.
"Lu pernah suka sama cowok?" Tanya Jessy langsung pada point pembicaraan.
"Maksud lu naksir cowok?" Tanya balik Vera.
"Ya semacamnya lah.." Jawab Jessy sambil menggaruk telengkuk nya yang tidak fatal sama sekali.
"Gak. Gua gak pernah naksir cowok satu pun" Jawab Vera.
"Yaelah... Percuma dong gua tanya sama lu" Ucap Jessy dengan nada agak frustasi.
"Lu lagi naksir cowok?" Tanya Vera.
"Gila! Ya gak lah. Mana ada cowok yang suka sama cewek tomboy kek gua?" Jawab Jessy yang seperti menjelek-jelekan diri nya sendiri di depan Vera.
"Ada" Jawab Vera cuek.
"Siapa?" Tanya Jessy.
"Orang" Jawab Vera.
"VERAAAA!!!" Teriak Jessy yang kesal dengan Vera.
"Bodo lah! Cabut gua!" Ucap Jessy yang langsung pergi meninggalkan Vera sendiri di kolam renang.
"Aneh" Batin Vera yang melihat Jessy pergi.
Vera mengambil handphone nya dan terlihat menelfon seseorang.
"......"
"Kalo bisa selesai secepat nya. Gua bakal pulang sebulan 2 kali buat liat proyek"
"......."
"500 hectare cukup?"
"......."
"Dana pertama berapa?"
"......"
"90 milyar? 100 triliun? 200, 300, 400, 500, 600? Oke 900 trillun"
"......"
"Gaji per bulan 8 juta"
Selesai bicara Vera mematikan telfon sepihak lalu dilemparkan handphone nya ke meja. Tak lama Vera kembali masuk ke kolam renang nya dan berenang sampai puas.
******
__ADS_1
Makan malam tiba, Vera turun dari kamar nya dengan baju santai namun fashionable. Dengan rambut yang ia gulung dan wajah tanpa make up tapi masih cantik. Vera menarik kursi tempat biasanya ia duduki. Mulai lah Vera mengambil makanan nya.
"Bi Diah makan di sini aja" Ajak Refa tanpa persetujuan Vera.
Sontak semua orang kaget dengan ucapan yang baru saja di lontarkan dari mulut mungil Refa. Semua manusia di meja makan menatap Refa aneh begitu pun dengan Vera.
"Ver.. Boleh ya.." Mohon Refa dengan nada-nada manja.
Vera entah kenapa hatinya selalu luluh saat teman atau orang terdekatnya memohon pada nya, seakan tidak tega jika menolaknya.
"Hemm.." Jawab Vera yang hanya berdehem disertai anggukan pelan.
Tau maksud jawaban Vera, Refa langsung senang. Refa bangkit dari duduk nya dan menarik bi Diah untuk makan bersama mereka. Awalnya bi Diah menolak aja kan Refa. Bi Diah menatap Vera seakan memberi kode, Vera peka menganggukan kepalanya. Bi Diah tersenyum lalu bersedia duduk dan makan bersama setelah ada jawaban dari nona nya.
Selesai makan Vera naik ke atas menuju ruang kerja nya untuk membuat design cetak biru untuk proyek SMA yang akan dia kerjakan dalam waktu dekat ini.
Vera sangat teliti, dengan pekerjaan nya sampai tidak tau jika ada orang yang masuk ke ruangan nya.
"Vera? Lu sibuk?" Tanya kucas yah kini sudah ada di dalam ruangan Vera.
"Lucas? Sibuk sedikit" Jawab Vera tanpa sedikit pun melihat Lucas.
Lucas duduk di sofa ruangan Vera. Lucas memperhatikan Vera yang sedari tadi sibuk sendiri di meja nya.
"Boleh ngobrol?" Tanya Lucas.
"Silahkan" Jawab cuek Vera.
"Lu tuh sebenernya cewek yang gimana sih?" Tanya Lucas.
"Kaya yang lu liat sekarang" Jawab Vera.
"Ver, jujur gua kadang bingung sama lu. Lu tuh kadang-kadang hangat, care, manis. Tapi lu juga cuek, datar, dingin, kejam, acuh, dan gak peduli"
"Maksud lu? To the point aja deh"
"Ehh.. Udah lupain aja"
"Hem..."
"BTW lu ngerjain apa Ver?"
"Cetak biru"
"Cetak biru? Buat apaan?"
"Proyek"
"Boleh gua bantu?"
"Terserah"
Lucas bangkit dari duduk nya dan menghampiri Vera di meja nya. Ternyata benar Vera sedang mengerjakan lembar cetak biru nya. Setelah mendapat izin, Lucas ikut membantu Vera mengerjakan lembar cetak biru milik nya.
"Lu ngerti juga ya" Puji Vera pada Lucas yang berada di samping nya.
__ADS_1
"Lumayan.." Jawab Vera.
Sepanjang malam mereka mengerjakan itu di temani obrolan khas mereka. Saat mereka istirahat sebentar Vera turun ke dapur untuk membuat sesuatu. 30 menit berselang Vera kembali ke ruang kerja nya dengan sebuah nampan di tangan nya. Nampan itu berisikan 2 porsi makanan yang di buat Vera untuk dirinya sendiri dan Lucas.