
"Berangkat!" Tegas Vera pada mafioso nya.
Mendengar perintah Vera, para mafioso menjalankan kendaraan mereka masing-masing. Sesuai rencana TDB akan me booknyerang markas Black Panthers. 30 menit mereka membelah jalanan London akhirnya mereka sampai di markas Black Panthers.
"Jalan kan sesuai rencana, jangan sampai lengah" Tegas Vera.
"Baik Lady!" Jawab mafioso nya.
Vera, Lucas dan Jessy berjalan ke arah pintu masuk markas. Di depan pintu masuk Vera sempat berhenti karena mendengar sesuatu.
"*Gimana ini? Sekarang kelompok jadi kacau balau, di tambah ketua ilang. Bikin pusing orang"
"Iya, go*lok juga tuh ketua, ngapain cuba nyerang tapi gak punya persiapan? Gak butuh kita?"
"Iya entah tuh orang sekarang udah mati apa belum"
"Tapi ngomong-ngomong mafia yang nyerang Matatula siapa?"
"Kalo gak salah sih.. e.. The Demon Blood"
"Demon Blood?"
"Iya, kata nya sih leader nya cewek*"
Vera mendengar kan pembicaraan mereka dengan seksama. Tanpa sadar Vera menunjukan senyum devil ala Vera.
"Vera, jadi mereka ngincer kita?" Bisik Jessy.
"Gak, mereka cuman curiga kalo kita yang bunuh leader nya" Jawab Vera.
"Sekarang jadi kita serang gak nih?" Timpal Lucas.
"Attack now" Jawab Vera.
Brakk!
Lucas menendang pintu markas Black Panthers dengan aba-aba dari Vera. Mafioso yang sedang ngobrol itu kaget saat mereka kedatangan tamu tak di undang.
"Hai!" Sapa Vera.
"Siapa kalian?! Berani-beraninya masuk ke kawasan Black Panthers" Jawab salah satu cowok anggota BP. BP (Black Panthers).
Vera tidak mau menjawab mereka. Vera membakikan badan nya agar mereka bisa melihat dan membaca tulisan di jubah Vera.
"Leader The Demon Blood?" Ucap mereka membaca tulisan di jubah Vera.
Dor!
Vera menembak mafioso itu tepat di kepalanya. Mafioso itu langsung mati di tempat.
"2 pilihan, tunduk atau jadi sepertinya dan seperti ketua kalian yang sudah di akhirat?" Ancam Vera sambil memperlihatkan foto Thomas yang sudah mati di layar handphone nya.
"Ke-ketua?" Ucap mereka tak percaya.
"Kami tunduk pada mu" Jawab satu dari mereka.
"Benarkah?" Tanya Vera lagi.
__ADS_1
"I-iya" Jawab mafioso itu gagap.
"Maaf jawaban mu tidak menyakinkan" Ucao Vera.
"Attack now!" Teriak Vera memberi aba-aba.
Mafioso Vera langsung berlari menyerbu BP. Vera yang setia dengan takana langsung berlari menembus pertahan musuhmu dan membunuh mereka. Tapi Vera ingat bahwa leader mereka sudah mati.
"Stop!" Teriak Vera lagi.
Mafioso TDB berhenti melakukan serangan ke BP atas perintah Vera. Vera menyerungi lagi katana nya.
"Tunduk atau mati?" Tanya Vera.
"Jangan bunuh kami! Kami akan setia pada mu" Jawab satu dari mereka.
"Benarkah?" Tanya Vera memastikan.
"Iya!" Jawab mafioso itu kompak.
"Lucas urusan mereka" Suruh Vera sambil berlalu pergi.
******
Vera, Jessy dkk, dan Lucas sampai di mansion pukul 23.15. Sampai di mansion mereka bergegas menuju kamar masing-masing untuk tidur.
"Good Night Vera" Ucap Refa.
"Night Ver" Ucap Farah.
"Good sleep Vera" Ucap Jessy.
Refa, Farah, dan Jessy masuk ke kamar nya. Kini tinggal Vera dan Lucas yang masih stay di depan pintu kamar. Saat Vera ingin membuka pintu, Vera terhanti karena Lucas yang berbicara dengan nya.
"Vera?" Ucap Lucas.
"Emm.." Jawab Vera yang berarti 'iya'
"Good night baby..." Jawab Lucas pelan namun masih bisa terdengar jelas di telinga Vera.
"What do you say?" Tanya Vera untuk memastikan apa yang baru saja telinga nya dengar.
"Gak. Bukan apa-apa" Elak Lucas.
"Ohh, night Lucas" Ucap Vera yang perlahan masuk ke dalam kamar.
Ceklek
Vera menutup rapat pintu kamar nya dan melepaskan jubah nya mengganti nya dengan piyama lalu berjalan menuju kasur empuk yang sudah menunggu Vera. Vera menjatuhkan diri nya di kasur itu, matanya memandangi langit-langit kamar.
"Aku gak salah denger?" Batin Vera yang masih memikirkan kejadian beberapa menit yang lalu.
"Dia bilang 'Baby' gak salah denger? Ciusan?"
"Gak Vera! Sadar! Gak ada orang yang suka sama lu! Lu itu mafia, gak ada yang mau pacaran sama cewek leader mafia Vera! Inget Ver!"
Vera bergelut dengan perasaan dan pikiran nya. Vera semakin tidak karuan memikirkan masalah itu. Hal-hal aneh dan tidak masuk akal itu tercampur menjadi satu di otak Vera yang membuat Vera menjadi stres.
__ADS_1
*****
"Be*o lu! Bisa-bisa nya ngomong gitu di depan Vera? Gila! Gak waras gua bangke!" Ucap Lucas.
"Astaga.. **** **** **** **** **** **** **** ****!"
*****
Dengan berani sang mentari masuk ke kamar Vera, membangunkan lady mafia itu dari tidur nya. Cahaya yang menyilaukan mata membuat Vera membuka matanya perlahan. Lady cantik itu berjalan menuju kamar mandi nya.
Selesai mandi dan memakai pakaian nya Vera turun untuk sarapan bersama. Di meja makan tampak semua manusia yang tinggal di mansion Vera sudah duduk di kursi mereka masing-masing. Vera menghampiri mereka dan menarik perlahan kursinya lalu duduk dan menikmati makanan mereka.
"Kak! Kak Vera" Sapa Alex.
"Emm.." Jawab Vera yang berarti 'iya'
"Nanti kak Vera anterin Alex ya" Pinta Alex.
"Kenapa harus aku?" Tanya Vera.
"Pingin nya kak Vera" Jawab Alex.
Mendengar jawaban Alex Vera hanya bisa membuat nafas kasar lalu mengangguk pelan tertanda Vera akan mengantarkan Alex.
Selesai sarapan mereka berangkat ke sekolah masing-masing. Karena Vera mengantarkan Alex, Vera harus berpisah dengan Jessy dkk dan Lucas.
"Kak Vera" Ucap Alex membuka pembicaraan dalam mobil.
"Apa?" Jawab Vera bertanya.
"Kak Vera pernah takut sama orang gak?" Tanya Alex.
"Pernah, tapi itu dulu" Jawab Vera.
"Ohh.. berarti sekarang kak Vera gak takut lagi sama orang itu?"
"Gak. Alex kenapa tanya gitu?"
"Gak, gak papa"
"Alex takut sama siapa?"
"Alex gak takut sama siapa siapa"
"Bilang sama kak Vera jujur atau kak Vera gak akan mau anterin Alex sekolah lagi"
"ehh? Tapi kak Vera gak boleh bilang sama mommy ya? Janji"
"Oke janji"
Vera dan Alex saling berjanji kelingking di mobil. Alex dengan jujur mengakatan bahwa diri nya di sekolah sering di bully oleh beberapa teman nya.
"Siapa yang bully Alex?" Batin Vera penasaran dengan orang yang membully Alex.
"Oke. Udah sampe, buruan masuk sana. Nantu telat loh" Tegur Vera pada Alex.
"Emm.. Oke! Alex duluan kak! In get jangan bilang mommy ya.." Jawab Alex sambil membuka pintu lalu keluar dar mobil nya.
__ADS_1
Melihat Alex sudah masuk Vera menjalankan mobil nya menjauh dari sekolah Alex untuk ke sekolah nya sendiri.