
"Lu kok lama bingit Ver? Untung gak telat luh" Ucap Refa yang baru melihat Vera masuk ke kelas.
"Ada urusan" Jawab dingin Vera lalu duduk di kursinya.
"Lu tuh ya.. Gak bisa gitu sekali-kali jangan bilang 'ada urusan' gitu? Bosen denger nya tau" Keluh Refa
"Hem..." Jawab Vera yang hanya berdehem ria.
Take lama speaker sekolah berbunyi nyaring dan terdengar suara seorang pria yang sangat lantang menyuruh semua murid sekolahan Hanlontown World High School atau biasa di sebut HWHS untuk segera menuju lapangan sekolah.
"Perhatian untuk semua murid Hanlontown World High School untuk segera menuju lapangan. Terima kasih!"
Mendengar pengumuman itu Jessy dkk langsung pergi menuju lapangan dengan Vera.
"Skuy!" Ucap Refa.
Vera yang malas untuk ke lapangan mau tidak may Vera harus ke sana. Di sepanjang jalan banyak gosip-gosip yang keluar dari mulut dan mulut siswa HWHS.
"**Ini ngapain coba suruh ngumpul di lapangan? Mager tau"
"Iya sih. Tapi katanya sih bu Petra udah gak ke rumah 3 hari"
"Kok bisa? 3 hari?"
"Iya"
Begitu setidaknya gosip-gosip yang terdengar di telinga Vera, Jessy dkk, dan tentu Farel. Tapi gosip itu memang ada bener nya. Memang sudah 3 hari bu Petra tidak pulang ke rumah dan tidak mengajar di sekolah.
"Vera, kalo lu ketauan lu yang bunuh bu Petra gimana?" Bisik Farah pelan.
"Jejak tentang bu Petra udah gua musnahin, mustahil ada yang bisa ngelacak" Jawab Vera santai.
"Astaga.. Ini dulu mamak nya gidam apaan sih? Anak nya gak ada takut-takut nya. Apa lagi ini dia bunuh guru sendiri dan dia nya malah masih tenang-tenang aja?" Batin Farah.
"Vera, yang di bilang Farah beneran? Ku bunuh bu Petra?" Tanya Farel yang tidak percaya dengan ucapan Farah itu.
"Iya" Jawab Vera dengan santai nya.
Sampai di lapangan mereka menunggu kepala sekolah untuk memberitahukan informasi pada semua murid HWHS. Dan seperti biasa Vera, Jessy dkk, Farel, dan Lucas selalu bersama. Tak lama kepala sekolah datang bersama beberapa orang yang mungkin adalah keluarga bu Petra.
"Perhatian! Saya memanggil kalian ke sini untuk menyampaikan informasi penting. Bu Petra sudah 3 hari tidak pulang ke rumah nya. Keluarga bu Petra sudah mencoba menelfon polisi untuk membantu mencari bu Petra" Ucap pak kepala sekolah lantang.
"Vera, gimana nih.. Mereka udah nelfon polisi" Ucap Refa.
"Mereka gak akan bisa nemuin bangkai Petra" Jawab tenang Vera.
"Lu serius Ver? Kalo misalkan mereka curiga sama lu gimana?" Tanya Lucas.
"Ikutin alur aja. Gua punya cara" Jawab Vera.
"...Jadi siapa pun yang melihat bu Petra tolong hibungi saya atau keluarga nya. Itu saja informasi nya kalian boleh kembali ke kelas masing-masing. Terima kasih!" Jelas pak kepala sekolah.
Setelah informasi itu selesai Vera, Farel, jessy dkk, dan Lucas kembali ke kelas mereka masing-masing. Perjalanan kembali mereka diwarnai kecanggungan, tidak seorang puj dari mereka berbicara.
****
__ADS_1
"Daddy..." Ucap lirih seorang cewek yang seumuran dengan Vera yang mengangis di depan makam sang ayah.
"Daddy jahat.. Kenapa tinggalin Kathy sendirian? Daddy gak sayang sama Kathy?"
"Daddy jangan tinggalin Kathy sendiri.."
Cewek itu adalah Kathy anak dari Thomas sang leader Black Panthers. Di tengah tangisnya ada seseorang yang menepuk bahu Kathy pelan.
"Permisi nona.. Boleh kita berbicara sebentar?" Tanya seorang cewek cantik yang seumuran dengan Kathy.
"Siapa kamu?" Tanya cewek itu.
"Aku teman mu. Aku tau siapa yang sudah membunuh daddy mu" Jawab cewek itu di sertai senyuman licik nya.
"Katakan siapa yang membunuh daddy ku?!"
"Sebelum itu kamu harus bekerja sama dengan ku"
"Oke!"
******
Pelajaran kembali di mulai, dan seperti biasa Vera mendengarkan penjelasan guru nya sambil bermain handphone nya.
"Sekarang buka buku kalian halaman 126" Suruh pak Ezan guru fisika yang menggantikan bu Petra.
"Kalian kerjakan 10 soal itu di buku masing-masing lalu kumpulkan ke saya juka sudah selesai" Tambah pak Ezan.
Sekarang semua manusia di kelas Vera menggerutu tentang soal 10 itu. Mereka menggerutu karena penjelasan pak Ezan sebelum nya sangat tidak masuk akal dan sudah di cerna otak mereka.
"Shut.. shut! Ver.. Vera.." Panggil Refa berbisik ke Vera, mendengar itu Vera menileh ke sumber suara.
Vera menaikan satu alisnya ke arah Refa pertanda 'apa'.
"Nyontek" Ucap Refa pelan.
Tau apa jawaban Refa yang mau menyontek Vera tidak memberikan contekan pada Refa walaupun dia sudah selesai. Refa melihat Vera yang menggeleng tanda Vera tidak mau memberikan contekan hanya bisa pasrah untuk menjawab soal itu dengan asal.
Vera meletakan pulpen nya di atas meja lalu berjalan ke depan meja guru mengunpulkan tugas nya. Manusia di kelas Vera kaget karena Vera selesai dengan sangat cepat, bahkan mereka nomor 2 pun belum selesai untuk menjawab.
Pluk..
Vera melemparkan buku nya di meja guru lalu berbalik badan kembali ke kursi nya. Vera duduk di kursi nya sambil memainkan handphone.
[Pesan]
Marco: Lady, saya sudah mengirimkan mayat Thomas ke keluarga nya.
Vera: Kerja bagus
Marco: Terima kasih Lady
******
Hari ini kelas selesai lebih cepat karena guru HWHS mengadakan rapat penting. Jadi, murid HWHS di pulangkan lebih cepat dari jadwal pulang seharusnya.
__ADS_1
"Vera, gua mau tanya" Ucap Farah.
"Apa?" Tanya Vera.
"Lu bukan orang Barat asli?" Tanya Farah.
"Bukan" Jawab Vera.
"Tapi muka lu mirip kaya orang barat asli. Mata coklat, rambut coklat, body aduhai, cantik, kulit putih duhh perfect!" Jelas Farah yang memuji Vera
"Gua blasteran" Jawab Vera
"What?! Beneran?" Tanya Jessy tidak percaya.
"Hem.." Jawab Vera yang hanya berdehem saja.
"Blasteran apa lu?" Tanya Refa.
"Indo-Amerika" Jawab Vera.
*****
Sampai di mansion Vera naik ke kamar nya. Di tangga Vera bertemu Alex yang hendak turun.
"Alex" Ucap Vera.
"Iya kak?" Tanya Alex.
"Sini" Jawab Vera sambil mengayunkan tangan nya.
Alex berbalik dan menghampiri Vera. Vera naik ke atas dengan Alex yang mengekorinya. Sampai di atas Vera menyuruh Alex masuk ke kamar nya.
"Kak Vera ngapain anak Alex ke kamar?" Tanya Alex.
"Alex, kamu kenapa gak lawan mereka?" Tanya balik Vera spontan.
Alex mendengar itu terkejut, bagaimana bisa Vera mengetahuinya?
"Maksud kakak?" Tanya balik Alex pura-pura tidak tau.
"Jangan bohong. Kamu di bully kan?" Jawab Vera.
"Kok kakak bisa tau?" Tanya Alex.
"Aku liat kamu tadi lagi" Jawab Vera.
**Flashback***
Vera melajukan mobionya sedikit men jauh dari sekolah Alex. Melihat Alex sudah masuk Vera diam-diam mengikutinya.
"Hahaha... Liat ini, anak pembantu ini ngapain masih sekolah? Ini kan sekolah cuma buat keluarga kaya" Ejek seorang anak laki-laki dengan beberapa orang teman nya di belakang.
"Alex kamu itu bukan dari keluarga elite, jadi jangan mimpi bisa selamanya di sini"
**Flashback Off**
__ADS_1