Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 43


__ADS_3

Hari terus berganti, kini sudah seminggu Vera bersandiwara dengan kursi roda nya. Sebenarnya Vera tidak benar-benar lumpuh, Vera hanya bersandiwara. Vera selalu menggenakan baju dan celana panjang untuk menutupi bekas luka nya. Kini bekas luka Vera sudah berangsur menghilang.


"Vera buruan!" Panggil Refa dari bawah tangga.


Tak lama Vera turun dari kamar nya dengan baju crop coklat lengan pendek dan celana jens hitam sobek-sobek serta tas punggung hitam.


"Otw sarapan!" Ucap Vera sambil berlalu meninggalkan Refa.


"Oke!" Jawab Refa.


Mereka menuju meja makan, Vera duduk di kursi biasanya. Vera mulai mengambil makanan yang sudah di sediakan bi Diah. Sekarang bi Diah makan bersama Vera dan yang lain di meja makan. Suasana hening saat mereka makan. Tapi suasana itu pecah saat Refa bersuara.


"Ver, gua boleh tanya kan?" Tanya Refa.


"Hem.." Jawab Vera sambil mengambil gelas berisi air mineral.


"Hubungan lu sama Lucas udah sampe mana?" Tanya Refa langsung pada point.


Vera yang mendengar itu refleks menyemburkan air yang ada dalam mulut nya. Yang lain pun ikut kaget, begitulah pula dengan Lucas yang tiba-tiba tersedak.


"Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.." Vera terbatuk-batuk setelah menyemburkan air.


"Kenapa gua salah ngomong?" Tanya Refa sok polos.


"Udah, buruan berangkat" Ucap Vera berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Caelah! Salting lu Ver!" Ucap Jessy mengejek.


"Gua selesai" Ucap Vera sambil menaruhnya alat makan nya dan mengambil tas lalu keluar mansion.


Vera duduk di kursi depan tears mansion menunggu yang lain. Vera menatap mobil kesayangan nya lekat. Vera rindu saat ia mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, seperti ingin menantang malaikat maut.


"Berani berurusan dengan ku, akan ku pastikan kau tidak akan pernah lepas dari ngenggaman ku. Permainan baru saja di mulai.." Batin Vera dengan senyum devil terukir di wajahnya.


-oOo-


Sampai di kelas Vera langsung membuka laptop nya untuk mengecek keadaan perusahaan baru nya. Seminggu yang lalu Vera mendirikan perusahaan nya sendiri. Selain menjadi leader mafia Vera juga seorang CEO di X'W Group, perusahaan Vera. Baru seminggu di resmikan, X'W Group sudah lumayan dikenal oleh masyarakat London. Kemajuan X'W Group terbilang sangat cepat, terbukti hanya dalam waktu 1 minggu perisahan Vera sudah memiliki lebih dari 200 karyawan. Vera juga tidak sembarangan dalam memilih karyawan, karena Vera hanya memperkerjakan orang-orang yang terampil, disiplin, jujur dan pasti nya berbakat dalam masing-masing bidang. Jessy dkk, Farel dan Lucas pun ikut bekerja di perusahaan Vera. Mereka menempati posisi yang berbeda disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Dan Jessy Vera tunjuk menjadi sekertaris CEO, alias sekertaris Vera.


Kelas Vera memulai pelajaran pertama nya. Semua manusia mendengarkan dan memperhatikan pak Garba, guru bidang seni. Tapi lain hal dengan Vera, Vera terus menatap layar laptop nya seksama.


"Vera, siang ini kita punya jadwal meeting" Bisik Jessy.

__ADS_1


"Gua tau" Jawab cuek Vera.


"Terus gimana? Kita masih punya kelas dodol" Ucap Jessy.


"Bolos lah" Jawab enteng Vera tanpa merasakan beban sedikit pun.


"Gila!" Pekik Jessy keras karena kelepasan.


Sontak pak Garba berganti menjelaskan dan menatap Jessy. Manusia yang lain pun menatap Jessy juga.


"Kenapa Jessy?" Tanya pak Garba menatap Jessy.


"Itu pak.. e.. anu.. Vera! Iya Vera! Vera gila pak. Eh.. maksud nya Vera agak gila pak.. Iya" Jawab Jessy berbata-bata dan akhirnya membawa nama Vera dalam masalah nya.


"Kamu yang gila" Ucap pak Garba sambil berbalik badan.


Mendengar ucapan yang di lontarkan pak Garba membuat seisi kelas tertawa kecuali Vera dan Jessy. Jessy hanya tertunduk malu.


"DIAM!" Bentak pak Garba.


Seketika itu juga kelas menjadi sunyi lagi. Hanya terdengar suara pak Garba dan ketikan keyboard milik Vera. Waktu terus berlalu, jam istirahat sudah datang. Berbondong-bondong manusia sekolah datang ke kantin untuk mengisi perut. Sedangkan Vera dkk sudah tidak terlihat lagi di dalam area sekolah.


-X'W Group-


Saat Vera masuk, para karyawan Vera membungkuk hormat pada Vera. Vera membalas mereka dengan anggukan kecil.


"Lucas, siapkan semua dokumen yang diperlukan dan antar ke ruang meeting secepat nya" Suruh Vera.


"Baik lady.." Jawab Lucas sambil berlalu pergi ke ruangan nya.


"Farel, panggil Marco dan Ansel untuk mengecek ulang keamanan ruang meeting" Suruh Vera lagi.


"Siap singa betina.." Jawab Farel.


Mendengar itu Vera hanya menghembuaskan nafas kasar.


"3 menit" Ucap Vera lagi.


"Woke!" Jawab Farel.


Farel segera pergi dari hadapan Vera untuk memanggil Marco dan Ansel. Sedangkan Refa dan Farah kembali ke divisi masing-masing. Vera dan Jessy masuk ke lift khusus untuk ke ruangan CEO di lantai paling tinggi, lantai 27.

__ADS_1


Vera duduk di kursi kerja nya dengan tangan nya memegang sebuah dokumen berwarna biru. Vera membaca nya dengan seksama.


"Jessy.." Panggil Vera.


"Meeting di mulai 15 menit lagi" Jawab Jessy yang sudah paham dengan Vera.


"Oke. Kamu udah siapin buktinya?" Tanya Vera.


"Udah" Jawab Jessy.


"Sebutkan jadwal hari ini dan besok" Ucap Vera lagi.


"Pukul 2 siang menghadiri rapat di perusahaan J5 External, pukul 4 sore pengecekan proyek kerja sama pembangunan pusat perbelanjaan Fedoma, pukul 6 sore menghadiri perjamuan perusahaan Zavalla di hotel Royal, pukul 7 malam lelang amal di gedung lights. Jadwal besok.." Ucap Jessy seruis sambil melihat IPad kerja nya.


"Stop!" Ucap Vera yang sudah malam mendengar susunan jadwal esok hari.


"Udah udah pusing gua. Come on!" Ucap Vera sambil bangkit dari duduk nya untuk menuju ke lantai 18 ruang meeting.


Di dalam ruang meeting orang-orang Vera sudah duduk di tempat masing-masing, begitu juga dengan Lucas, Farel, Refa dan Farah yang ikut berpartisipasi di meeting ini. Sedangkan Jessy? Ia hanya berdiri di samping Vera sampai Vera memberi perintah untuk duduk pada Jessy.


Anggota Vera sudah menunggu perusahaan T.E lebih dari 10 menit dari kesepalatan hang sudah di buat. Tak lama pintu ruang meeting terbuka memperhilatkan beberapa orang masuk ke ruang meeting dan duduk di tempat yang sudah di sediakan.


"Apa maksud kalian?" Tanya Vera spontan.


"Maaf? Maksud nona?" Tanya balik tuan Towels, direktur perusahaan T.E.


"Anda terlambat 10 menit" Jawab Vera sambil melihat jam tangan nya.


"Hanya 10 menit, tentu bukan masalah benar?" Tanya pak Towels.


"Anda tidak disiplin waktu. Dan saya tidak suka orang yang tidak bisa disiplin. Meeting selesai, saya memutuskan membatalkan kerja sama di antara kita" Jawab Vera Sambil berdiri dan memberi perintah pada anggotanya untuk keluar.


Baru selangkah Vera berjalan, tuan Towels sudah memanggil Vera lagi.


"Nona, tolong beri kami satu kesempatan lagi" Pinta si tua bangk Towels.


"Tidak" Jawab Vera dingin.


!!


"Nona Vera, saya mohon tolong perhitungkan lagi keputusan anda. Beri kami satu kesempatan lagi" Ucap Towels memohon pada Vera.

__ADS_1


"Baiklah" Jawab Vera sambil berbalik badan.


"Bagus! Kau masuk dalam jebakan ku. Bersiaplah untuk kebangkrutan perusahaan baru mu ini.." Ucap Towels dalam hati


__ADS_2