
Jam dinding menunjukkan pukul 11:50 yang berarti sudah masuk waktu makan siang. Entah kenapa Vera ingin makan siang dengan kekasihnya, Lucas. Vera menutup laptop nya dan membereskan beberapa dokumen.
"Jessy, lu makan sendiri gak papa kan?" Tanya Vera.
"Iya, emang lu mau kemana?" Tanya Jessy.
"Keluar bentaran" Jawab Vera sambil mengambil blazer kerja berwarna coklat muda.
Tidak menunggu jawaban, Vera keluar dari ruangan nya dengan tangan nya memegang blazer dan kunci mobil. Pintu lift sudah terbuka, Vera keluar dan mendapat hormat dari para pegawainya. Vera menuju parkiran dan mengambil mobilnya. Tanpa basa-basi Vera tancap gas meninggalkan kantor nya.
Jarak dari perusahaan ke sekolah memang cukup jauh. 30 menit kemudian Vera sampai di depan sekolah. Vera tidak memarkirkan mobil nya di parkiran, melainkan tepat di depan gedung langsung. Orang-orang yang sudah hafal dengan mobil lamborghini hitam itu diam saja. Vera membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam sekolah nya. Dengan baju kantoran, Vera menuju kelas 11-3 untuk mencari Lucas.
Sepanjang jalan Vera tak hentinya di tatap oleh anak-anak HWHS. Pasalnya pakai Vera terlihat berbeda dengan yang biasa Vera pakai. Kemeja putih dengan kancing emas, rok kantoran dengan warna yang seperti blazer yang pakainya, sepatu high heels merah dan rambut kucir kuda, memang terlihat seperti bukan gaya Vera.
Vera sampai di ambang pintu juga menjadi perhatian orang-orang yang masih ada di kelas.
"Wih! Baju lu beda banget" Ucap Mark yang melihat Vera.
"Apa kabar cool beauty?" Tanya Ender dengan senyum menawan nya.
"Mana Lucas?" Tanya Vera to the point.
"Entah! Di kantin mungkin. Tadi pergi sama Mia, Refa dan Farah" Jawab Mark. Vera tidak menjawab dan langsung nyelonong pergi tanpa membalas pertanyaan Ender.
"Sama aja dia, gak ada yang berubah" Gumam Mark.
Vera berjalan menuju kantin sekolah. Sesekali Vera melirik ke jam tangan nya. Sampai di kantin, suasana malah menjadi gaduh karena kehadiran Vera. Lucas, Refa, Farah dan Mia melihat ke sumber kegaduhan itu. Terlihat di sana Vera berdiri menatap Lucas dengan tatapan tajam lalu beralih ke Mia yang duduk di samping Lucas. Hati Vera melihat itu seperti terbakar, hati nya sangat panas. Vera mendekati meja Lucas. Lucas yang melihat Vera menuju arah nya several bangun dari duduk nya.
"Vera, lu ngapain di sini?" Tanya Lucas penasaran. Tiba-tiba saja Vera menarik telengkuk Lucas dan mencium bibir Lucas lembut.
__ADS_1
Orang-orang di sana kaget dan ada yang sampai berteriak iri. Lucas pun membalas ciuman Vera yang di rindukan nya. Setelah cukup lama, Vera melepaskan ciuman itu dan menatap Lucas lalu beralih ke Mia.
"Mia jangan lupa janji kita siang ini. Aku punya hadiah untuk mu" Ucap Vera yang sudah merubah nada suara nya menjadi dingin.
"Aku tidak lupa" Jawab Mia.
"Baguslah!" Ucap Vera. "Lucas ayo makan siang dengan ku" Ucap Vera sambil menarik tangan Lucas.
Lucas tau dari raut wajah Vera yang sedikit di tekuk itu seperti memberi kesan bahwa Vera cemburu Lucas dekat-dekat dengan Mia. Sampai di depan Vera memberikan kunci mobil nya pada Lucas. Mereka berdua masuk dan melaju meninggalkan sekolah.
"Ada yang cemburu nih.." Goda Lucas sambil menyolek pipi Vera. Vera malah diam tak bergeming dan memalingkan wajah nya.
"Aduh! Gemesin juga lu. Udah dong jangan marah-marah, nanti cepet tua lo.." Ucap Lucas lagi.
"Udah tau gua cemburu ngapain masih deket-deket dia?" Tanya Vera dengan suara hang sedikit ngegas. Lucas terkekeh pelan melihat Vera marah karena cemburu.
"Gua gak mau tau, lusa lu gak usah sekolah. 24 jam sama gua!" Ucap Vera.
"Siap sayang!" Jawab Lucas dengan senyum menawan nya. "Makan di mana nih?" Tanya Lucas.
"Flame Pizza?" Usul Vera.
"Siap!" Jawab Lucas. Mereka pun melesat menuju Flame Pizza.
Sampai di sana Vera dan Lucas bergandengan tangan masuk ke restaurant itu. Orang-orang pengunjung restaurant itu di buat terpana dengan kecantikan Vera dan ketampanan Lucas. Vera dan Lucas duduk di meja no.7.
"Tuan, Nona, silahkan pesanan nya" Ucap pramusaji itu menyodorkan buku menu. Vera menerima nya dan membuka satu per satu halaman buku itu.
"Buffalo Chicken pizza dan cola" Ucap Vera. "Kamu mau yang mana?" Tabya Vera pada Lucas.
__ADS_1
"Samain aja" Jawab Lucas.
"Oke! Buffalo Chicken pizza 1 dan cola 2" Ucap Vera pada pelayan itu.
"Baik, mohon tunggu sebentar" Jawab pelayan itu sopan. Saat pelayan itu hendak pergi, Vera memanggil nya lagi.
"Nona!" Panggil Vera mambuat pelayan wanita itu kembali lagi ke meja Vera.
"Iya Nona, apa ada tambahan?" Tanya pelayan itu sopan.
"Ya! Tapi yang ini tolong di bungkus aja, mau di bawah pulang. Buffalo Chicken pizza 7, cheese pizza 5, BBQ chicken pizza 7, pepperoni pizza 4 dan stuffed crust pizza 7" Ucap Vera membuat Lucas dan pelayan itu bengong. Pasalnya tidak hanya satu box yang di pesan Vera, melainkan 30 box pizza.
"Ba-baik Nona" Jawab pelayan itu. pelayan itu segera pergi untuk memberitau semua pelayan Vera.
"Vera, buat apa beli banyak-banyak?" Tanya Lucas.
"Buat temen-temen sama buat makan di kantor" Jawab Vera.
"Tapi gak 30 box juga dong sayang.." Ucap Lucas.
"Udah diem! Ribet banget" Ketus Vera. Lucas pun langsung diam tidak mau berkomentar lagi. Tak lama pesanan mereka sampai. Vera dan Lucas langsung memakan pizza itu bersama. Selesai makan Vera masih menunggu 30 box pizza lagi.
"Nona, pesanan 30 box pizza sudah siap" Ucap pelayan wanita yang tadi dan di balas anggukan oleh Vera. Saat Vera mengambil black card nya, Vera di cegah oleh Lucas.
"Udah, gua aja yang bayar" Jawab Lucas sambil bangkit dari duduk nya menuju meja kasir. Selesai membayar, Lucas di bantu salah satu pekerja di sana membawakan box pizza itu ke mobil.
Vera dan Lucas segera melesat ke sekolah untuk mengantar Lucas lagi. Sampai di sekolah Vera menyuruh Lucas untuk membawa 10 box pizza. Mereka bersama menuju kelas 11-3. Vera membukakan pintu kelas dan ternyata belum aja guru yang masuk. Tapi mata anak 11-3 tidak tertuhu ke Vera, melainkan box pizza yang di bawa Lucas.
"Pizza!!" Seru Ender senang melihat tumpukan box pizza itu.
__ADS_1