
Vera tertidur cukup lama. Saat bangun jam dinding sudah menunjukkan waktu makan malam. Vera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah berpakaian Vera duduk di pinggir ranjang sambil memegang sebuah foto, yup foto keluarga Vera.
TOK TOK TOK!
"Kak Vera? Ayo kak kita makan" Ucap Alex dari balik pintu mebuat Vera menghapus air matanya.
"Iya, Alex duluan" Jawab Vera.
"Jangan lama-lama kak" Ucap Alex.
Vera segera menaruu kembali foto itu dan menuju kamar mandi lagi untuk membasuh wajahnya. Vera turun ke bawah untuk menang malam. Di bawah ternyata ada Ansel dan orang asing itu, Mia. Vera tidak menyapa dan langsung duduk di kursinya. Makan malam pun dimulai, keheningan adalah satu-satunya yang bisa di tafsirkan, hanya dentingan sendok dan garpu yang saling bersahutan.
Namun keheningan itu hancur saat Vera bersuara.
"Ansel, mulai sekarang kamu tinggal disini" Ucap Vera dingin.
"Tapi tempat itu gimana?" Tanya Ansel.
"Biar Marco yang urus" Jawab Vera sambil melakukan kontak mata dengan Ansel.
Ansel pun mengerti apa yang di rencanakan Vera. Ansel pun hanya mengangguk paham.
"Arthur mana?" Tanya Vera.
"Di kamar dia tidur abis minum susu" Jawab Ansel.
"Setelah ini suruh para babysitter itu tidur satu kamar dengan Arthur" Ucap Vera.
"Oke" Jawab Ansel.
Setelah itu suasana hening seperti sebelumnya. Tapi di balik keheningan itu ada orang yang diam-diam mencari perhatian.
"Ini waktu makan buat cari perhatian" Sindr Vera pada Mia yang terus memandangi Lucas.
"Maaf kak.." Lirih Mia tapi tidak di gubris Vera.
"Maksud lu apa Ver nyindir-nyindir Mia?" Tanya Reva sedikit ngegas. Semua orang yang sedang menyantap makanan itu menjadi takut akan terjadi sesuatu.
"Menurut lu?" Tanya balik Vera sambil menaruh alat makan nya dan meminum air di gelas.
"Ver, lu gak boleh gitu. Mia sekarang bagian dari kita" Ucap Farah.
"Dia bukan bagian bagi gua" Jawab Vera dingin.
"Vera, lu berubah" Ucap Lucas memandang wajah Vera yang sudah berubah menjadi ekspresi dingin seperti dulu.
"Bukan urusan lu" Jawab dingin Vera sambil berlaku pergi tanpa menghabiskan makanan nya.
Orang-orang hanya diam di tempat memandang Vera yang berjalan ke lantai atas. Sedangkan Mia hanya menundukkan kepala nya. Jessy dan Ansel pun menjadi sangat jengkel dengan Reva, Farah dan Mia.
"Maaf semua.. Gara-gara Mia kakak itu pergi" Lirih Mia membuat Jessy dan Ansel muak.
"Huph! Puas lu?" Sindir Jessy.
"Puas apaan sih Jess!" Ucap Reva.
__ADS_1
"Harusnya kalian tau dimana kesalahan kalian" Ucap Ansel dingin.
"Dan lagi LU, jangan pernah coba-coba ngerayu Lucas atau lu gak sanggup menanggung konsekuensinya" Lanjut Ansel dengan menekan kata 'lu' disertai tatapan tajam dari mata sipitnya setelah itu ikut pergi menuju lantai atas di susul dengan Jessy.
"Bang Ansel, kak Jessy! Alex ikut!" Teriak Alex sambil berlari mengejar Ansel dan Jessy yang sudah berada di atas tangga.
Yang tersisa di meja makan hanya diam tidak bersuara. Hanya terdengar suara isak tangis dari Mia.
"Nanti gua ngomong sama Vera" Ucap Lucas dingin sambil memandang Mia yang menangis dan di tenangkan oleh Reva dan Farah.
"Jangan.. Mia emang salah.." Jawab Mia diselingi segukan.
"Gak Mia! Vera emang udah keterlaluan" Ucap Reva.
"Selama ada kita, ku bakal aman dari Vera" Ucap Farah.
"Huph! Mudah sekali memecah mereka. Oh Lucas.. cepat atau lambat kau akan menjadi milikku dan akan ku gulingkan Vera dari dunia mafia dan mengambil alih kekuasaan nya" Batin Mia tersenyum jahat.
-------
-Kamar baby Arthur-
Vera masuk ke kamar Arthur setelah dari ruang kerja nya. Disana terlihat 3 babysitter itu tertidur di kasur mungkin karena sudah lelah. Tepi Vera membangunkan mereka untuk pergi makan, karena mereka bertiga memang belum makan malam.
"Meghan, Grace, Kelly.." Panggil Vera pelan.
Meghan, Grace dan Kelly yang mendengar seseorang memanggil terbangun dari tidurnya. Saat melihat ke samping ternyata sudah ada Vera. Mereka bertiga cepat-cepat bangun.
"Tidak apa, aku hanya membangunkan kalian untuk makan malam. Masih ada makanan di meja makan. Makanlah, biar aku yang menjaga Arthur" Ucap Vera.
"Selesai makan kalian boleh istirahat" Lanjut Vera.
Meghan, Grace dan Kelly segera turun ke bawah untuk mengisi perut mereka sesuai dengan perintah atasan nya. Tinggalah Vera di dalam kamar yang bercat abu muda. Vera berdiri memandang wajah tampan baby Arthur yang tertidur lelap.
"Maaf Arthur, Mommy bikin orang tua kamu meninggal. Kalo kamu udah gede, Mommy bakal ceritain semuanya, kalo kamu sakit hati sama Mommy. Kamu boleh balas dendam ke Mommy" Ucap Vera pelan.
--------
Pagi tiba, Vera segera bangun dan membuka tirai jendelanya membiarkan sinar matahari masuk. Vera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap ke sekolah. Setelah selesai berpakaian Vera turun ke bawah. Terlihat baby Arthur sudah bangun dan di gendong oleh Grace.
"Kalian sudah sarapan?" Tanya Vera sambil melihat jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 06.40 waktu sarapan.
Saat di tanya Grace, Kelly dan Meghan malah saling pandang dan seperti ragu untuk menjawab Vera. Vera pun berkerut kening dan menatap mereka bertiga.
"Siapa yang melarang kalian?" Tanya Vera dingin membuat 3 orang itu menunduk takut.
"Katakan.." Ucap Vera keuh penekanan.
"No..nona Mia, nona" Jawab Grace gugup seperti ketakutan.
"Sialan! Berani nya menyuruh orang ku!" Umpat Vera kesakitan dengan suara pelan supaya tidak di dengar banyak orang.
"Taruh baby Arthur di atas dan turun sarapan bersama" Perintah Vera.
"Baik nona!" Jawab mereka kompak.
__ADS_1
Meghan, Grace dan Kelly naik ke atas untuk menaruh baby Arthur. Sedangkan Vera sudah berjalan menuju meja makan. Saat sampai Vera malah mendapatkan tatapan tidak suka dari Reva dan Farah tapi Vera acuhkan. Saat Vera sudah duduk, semua orang bersiap untuk mengambil makanan tapi Vera hentikan.
"Stop!" Ucap Vera membuat mereka yang ingin mengambil makanan berhenti seketika.
"Kenapa Vera?" Tanya Jessy.
"Belum lengkap" jawab Vera dingin.
Mereka pun saling bertukar pandangan begitu juga dengan Alex.
"Sebentar kak, Alex panggil mama" Ucap Alex yang menyadari tidak adanya kehadiran bi Diah.
Alex pergi memanggil bi Diah untuk bergabung. Mereka yang di ada di meja makan duduk diam dan tenang. Tak lama Alex kembali dengan bi Diah. Bi Diah duduk di tempatnya dan menatap Vera sambil tersenyum.
"Sudah? Boleh kita makan?" Tanya Reva.
"Belum!" Tegas Vera membuat mereka tambah bingung.
"Vera, ini udah ada bu Diah. Kurang apa lagi sih?" Tanya Farah.
Belum sempat Vera menjawab Meghan, Grace dan Kelly datang dengan kepala yang tertunduk.
"Nona.." Panggil Meghan pelan.
"Duduk" Jawab Vera dan di angguki mereka.
Meghan, Grace dan Kelly duduk di kursi yang kosong. Saat mereka duduk, mereka malah terlihat seperti ketakutan. Vera menatap mereka teliti.
"Orang asing tidak berhak menyuruh orang ku, paham?" Ucap Vera penuh penekanan dengan maksud menyindir Mia.
"Vera! Lu kenapa sih?!" Bentak Lucas yang tidak tahan dengan tingkah Vera. Bentakan Lucas mengagetkan semua orang kecuali Vera, Ansel dan Mia.
"Lucas! Jaga mulut mu!" Bentak Ansel yang jengkel dengan Lucas.
"SHUT UP!!" Pekik Vera lantang membuat semua orang langsung membungkam mulut masing-masing.
"Lucas, lu yang berubah, bukan gua. Dan lagi Mia, lu cuma orang asing yang kehadirannya tidak mendapatkan izin dari Nyonya rumah. Jadi jaga sikap mu! Jangan seenaknya memerintah orang ku!" Ucap Vera dingin dan penuh penekanan di sertai tetapan tajam ke arah Mia.
"Jessy!" Panggil Vera sambil melemparkan sesuatu.
"Ini.." Ucap Jessy setelah berhasil menangkap benda itu.
"Mobil mu berkuman" Ucap Vera disertai senyum mengerikan nya.
"Terimakasih nona ku" Jawab Jessy dengan nada hangat dan menunjukkan hormat nya.
Setelah itu Vera langsung pergi tanpa sedikitpun menyentuh makanan di atas meja. Ansel dan Jessy tersenyum menghormati kepergian Vera.
"Hati-hati nona..!!" Ucap Ansel dan Jessy dengan sedikit keras.
Setelah Vera tidak terlihat lagi, senyum Ansel dan Jessy hilang dan di gantikan ekspresi wajah datar dan dingin.
"Lihat? Dia tidak di terima oleh Vera, berarti dia memang sebuah kuman yang harus di musnahkan" Ucap Jessy tersenyum sinis.
"Ingat hanya 'kuman', jangan terlalu bermimpi untuk menjadi Nyonya di mansion ini" Tambah Ansel yang langsung pergi setelah meneguk air minum nya.
__ADS_1
"Ayo Alex!" Ajak Jessy.
"Kita sarapan di luar" Tambah Jessy dan di balas anggukan dari Alex setelah menjadap izin dari mama nya, bi Diah.