Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 46


__ADS_3

"90 juta!" Ucap Vera sabil mengangkat papan nomor.


Sontak orang yang hadir di acara lelang tersebut di buat tercengang oleh Vera. Lucas tau alasan kenapa Vera sangat menginginkan katana itu.


-oOo-


"Lihat wanita itu, berani mengeluarkan 90 juta dollar hanya untuk pedang itu"


"Hobby orang memang berbeda ya.."


"Zultana tuh"


Begitulah gosip-gosip terdengar di telinga Vera. Bahkan Hans juga tidak percaya dengan Vera, hanya demi sebilah besi panjang?


"Wow! 90 juta pertama! Ada harga tambahan?" Ucap di Mc itu.


"100 juta!" Pekik seorang pria dengan topeng hitam menutupi area sekitar mata nya.


Vera geram pada orang itu. Karena tekat Vera untuk mendapatkan pedang itu sangat besar, Vera tidak ingin kalah. Vera terus-terusan menambah nominal uang nya.


"500 juta!" Teriak Vera lagi yang sukses membuat orang-orang berdecak kagum sekaligus terheran-heran.


"Jumlah yang fantastic! Ada harga tambahan?" Tanya MC itu hanya hanya di renspon diam.


"500 juta pertama!" Ucap MC itu lagi sambil bersiap mengangkat palu nya.


"500 juta kedua!"


TOK!


Akhirnya MC itu mengetuk palu itu tanda katana itu sukses di jual. Vera pun tersenyum tipis menandakan ia puas untuk kemenangan nya dalam harga kali ini.


"Selamat kepada nona Vera yang berhasil membeli katana ini dengan uang 500 milyar dollar!" Ucap MC itu lagi untuk kesekian kali nya.


Gemuruh tepuk tangan terdengar di mana-mana. Lucas, Hans dan Franco juga ikut bertepuk tangan.

__ADS_1


"Kau menang kali ini bocah. Tapi tidak dengan esok. Good luck!" Ucap seorang pria yang kengenakan tuxedo Hitam yang menutupi tangan nya yang di penuhi tattoo.


Sedangkan di sisi lain, pasukan Vera bersembunyi di luar gedung. 5 orang snipper termasuk Refa dan Farah sudah menunggu di gedung tua yang bersebelahan dengan gedung lights. Selagi memantau pergerakan musuh mereka juga menunggu signal dari Vera.


-oOo-


Sedangkan di dalam gedung Vera dengan mata elang nya memeriksa setiap inci ruangan itu. Tiba-tiba...


DODODODODORRRR!!!


PRANG! PRANG! PRANG!!


AHHH!!


Seketika gedung lights di hujani ribuan amunisi dari senjata musuh. Semua orang kaget, berteriak ketakutan dan bersembunyi untuk melindungi diri. Vera dan semua orang di meja 6 pun kaget, dengan sigap Vera menunduk dan memencet sebuah tombol SOS yang terhubung langsung dengan IPad yang di bawa Jessy. Vera dan Lucas tidak bisa melakukan serangan balik karena itu terlalu beresiko. Alhasil mereka hanya diamond bersembunyi.


DODODODORRRR!!


Vera, Lucas, Hans dan Franco di brondong habis-habisan oleh semua senjata musuh. Vera pun merasa sangat kesal karena ini terjadi di luar perkiraan Vera.


Jessy yang mendapatkan sinyal SOS dari Vera segera memerintahkan pasukan nya untuk masuk ke dalam gedung dan membalas serangan mereka.


"GO GO GO!!" Teriak Jessy mengomandokan pasukan nya untuk menyerang.


Jessy beserta 10 anggota The Demon Blood lengkap dengan senjata berlari memasuki gedung lights. Jessy juga memberi komando para snipper untuk menembak musuh-musuh mereka. 'One shot one kill' itulah moto yang para snipper tanam di diri mereka.


Refa dan Farah beserta para snipper yang lain sudah memfokuskan senjata mereka. Tapi sialnya mereka tidak bisa melepaskan tembakan karena target yang terus-terusan bergerak. Mereka berdecak kesal dengan keadaan ini. Sementara pasukan Jessy sudah masuk ke dalam gedung. Menambaki setiap musuh mereka.


"Sisakan 1 untuk introgasi" Ucap Farah pada Jessy dengan wireless yang memberi perintah tanpa persetujuan Vera.


"Tidak ada perintah dari Vera" Jawab Jessy.


"Lakukan saja! Gua kayak kenal mereka" Ucap Farah.


"Oke!" Jawab Jessy.

__ADS_1


Pasukan Jessy berhasil masuk ke ruang lelang. Saat mereka masuk, tanpa ampun pasukan Jessy melakukan serangan balasan tanpa ampun. Pasukan Jessy terpecah untuk menyebar, Jessy dan 2 orang anggota TDB menghampiri Vera, Lucas, Hans, dan Franco untuk mengefakuasi mereka. Saat tengah berjalan keluar ruangan, Franco malah menodongkan pistol nya tepat ke arah kepala Vera, bersiap untuk menambak nya.


DOR!


BRUK!


Sesaat sebelum nya•••


Franco menodongkan pistol nya yang mengarah tepat di kepala Vera. Jessy yang saat itu menghadap ke belakang tidak melihat apa yang di lakukan Franco. Sedangkan kedua mafioso Vera sibuk menghujani musuh dengan amunisi nya untuk membuat Vera aman.


Tapi tidak dengan Lucas, ia merasa ada yang aneh, feeling nya mengatakan bahwa ada sesuatu yang mengancam nyawanya wanita di depan nya itu. Tangan Lucas menyelinap di balik jas merah nya seperti menyiapkan sesuatu. Saat peluru masuk Lucas dengan segera membalikan badan nya dan mendapatkan Franco di belakangnya memengang pistol dengan telunjuknya sudah siap menarik pelatuk.


"Jangan sentuh pacar ku!" Pekik Lucas sambil melepaskan tembakan nya.


DOR!


Suara nyaring itu terdengar, Vera segera menoleh ke belakang. Ia mendapatkan Franco sudah tergeletak tak bernyawa di depan Lucas. Vera hanya tersenyum miring dengan itu.


"Pacar? Ternyata lu udah gede" Batin Hans dengan ujung bibirnya yang terangkat.


"Itu baru pria ku" Batin Vera dengan senyum tipis nya.


Tapi tak di sangka satu mafioso Vera mati tertemvak karena menghalau peluru yang melesat ke arah Vera. Vera pun akhirnya marah, ia harus cepat ikut bertindak. Tekat nya pun sudah bulat.


"Maaf bang.." Batin Vera.


Tidak mau kalah dengan Lucas, Vera mengambil 2 pistol dari balik dress nya. Pistol itu ia selipkan di paha nya. Vera pun ikut menembaki musuh-musuh nya sambil berjalan perlahan.


"Inget! Apa pun yang lu lakuin, gua pasti dukung lu. Walaupun lu jadi mafia gua bakal tetep dukung lu. Gua ikhlas" Batin Hans melihat adik perempuan nya dengan wajah yang sudah berubah memperhatikan kebengisan serta kekejaman nya pada dunia.


Akhirnya setelah beberapa lama masuk an musuh berhasil di pukul mundur. Walaupun tidak semua tewas tapi mereka bisa membuat musuh kewalahan dan akhirnya menyerah. Mereka pun keluar dengan cepat dari gedung itu dan masuk ke mobil khusus yang sudah di siapkan Vera. Mobil itu bukan sembarang mobil, mobil yang bisa muat 5 orang ini merupakan mobil anti peluru. Vera memodifikasi semua mobil yang di tumpangi mereka menjadi mobil anti peluru.


"Hans, ikut pulang dengan ku" Ucap Vera yang duduk di antara Lucas dan Hans.


"Kenapa?" Tanya Hans.

__ADS_1


"Mereka mengincarmu. Kau aman degan ku" Jawab Vera.


__ADS_2