Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 70


__ADS_3

Pagi tiba di mansion Vera. Vera turun dengan setelan kerja nya menuju meja makan untuk sarapan. Entah kenapa mood Vera buruk kali ini. Vera tidak menyapa siapapun dan langsung menyantap sarapan nya. Keheningan terjadi, dentingan sendok dan garpu yang terdengar.


Drett.. drett..


Handphone Vera bergetar. Vera menghentikan makan nya dan mengangkat panggilan telfon yang masuk.


"5 menit" Ucap Vera.


"Gawat lady! Marco tiba-tiba pingsan saat kami interogasi" Ucap Key anggota Devil People.


"Aishh.. merepotkan, bawa dia ke rumah sakit" Ucap Vera sambil memijat pelan pelipisnya.


"Baik lady. Dan kita punya kabar baik dari The Hacker's" ucap Key.


"Apa itu?" Tanya Vera.


"The Hacker's berhasil menemukan sedikit bukti 7 tahun lalu" Jawab Key.


"Good! Lanjutkan, aku akan kesana nanti" Jawab Vera.


"Baik lady"


Sambungan itu terputus, Vera melanjutkan makan nya yang tertunda. Sarapan mereka pagi ini sangat tenang.


"Vera bisa bicara sebentar?" Tanya Mia.


"Kapan?" Tanya Vera.


"Siang ini caffe Summer Spring" Jawab Mia.


"Ya, aku akan datang" Jawab Vera.


Setelah percakapan singkat itu suasana kembali hening. Lagi-lagi Vera memikirkan tentang masa lalu nya yang mengatakan bahwa Vera pernah amnesia. Vera memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong.


"Apa benar aku pernah amnesia? Binbin adalah Calvin, Rara adalah Vera**" Ucap Vera dalam hati.


"Xaviera Edgar William. Kecelakaan tanggal 27 September, koma 8 bulan, amnesia"


"Agh!" Erang Vera sambil memegangi kepalanya. Otak nya seperti memutar sebuah gambaran tentang sebuah kecelakaan yang entah benar atau tidak. Sontak orang-orang di meja makan menjadi panik seketika.


"Vera kenapa?" Tanya Farel cemas.


"Ku gak papa Ver?" Tanya Lucas.


"Vera.." Ucap Jessy.


Tiba-tiba saja gambaran itu hilang dan Vera sadar kembali. Vera terlihat seperti orang linglung. Sedetik kemudian Vera sadar kembali.


"Vera lu kenapa? Sakit?" Tanya Lucas.


"Eh! Tidak, aku baik-baik saja" Jawab Vera menyembunyikan rasa khawatirkan dan penasaran nya.


"Jessy kosong semua jadwal siang ini. Undur semua meeting siang hari" Perintah Vera dan di angguki Jessy.


"Sampai jumpa pukul 2 siang, Mia" Ucap Vera sambil beranjak pergi ke kantor.


"Kau bisa berangkat nanti Jessy" Ucap Vera.


Vera melangkah keluar dari mansion nya menuju garasi mobil. Vera mengeluarkan lamborghini hitam nya yang sudah di perbaiki dan menjadi mobil anti peluru. Vera menjalankan mobilnya keluar dari mansion menuju rumah sakit melihat keadaan Marco. Sampai di rumah sakit Vera langsung masuk dan menanyakan ruangan Marco. Kini Vera sampai di depan ruangan Marco. Terlihat Key, Preston dan Brodie menunggu di luar.

__ADS_1


"Lady!" Ucap mereka melihat kedatangan Vera.


"Bagaimana? Apa dia sudah bicara?" Tanya Vera.


"Belum lady, sepertinya dia sangat setia" Jawab Preston.


"Mulutnya amat rapat juga. Jika dia sadar hubungi aku" Jawab Vera sambil berlalu pergi lagi.


Vera melaju ke perusahaan nya. Sampai di perusahaan Vera langsung berjalan masuk. Para karyawan nya menunduk hormat pada Vera. Vera masuk ke lift CEO dan menuju ruang kerja nya.


"Udah sampe. Aku udah kosongin semua jadwal siang ini" Ucap Jessy saat Vera masuk ke ruangan.


"Jessy, menurut mu bagaimana sikap ku?" Tanya Vera tiba-tiba sambil berdiri menghadap ke luar perusahaan.


"Katakan sejujurnya, jangan berbohong" Ucap Vera lagi. Jessy pun binggung kenapa Vera menanyakan hal ini. Sejak pulang dari pesta kemarin malam, Vera menjadi sedikit aneh.


"Dingin, tegas, mandiri, punya jiwa kepemimpinan tinggi, susah di atur, punya pemikiran sendiri, genius, berani, jahat, dan sadis" Jawab Jessy ragu-ragu. Sedangkan Vera mendengarkan seksama dan masih melihat ke luar jendela.


"Jahat dan sadis.." Lirih Vera mengulangi dia kata akhir yang keluar dari mulut Jessy. "Wanita iblis.." Ucap Vera lagi.


"Jessy, jika suatu hari ada pertempuran yang besar dari sesama mafia dan di sana kamu harus membuat pilihan. Pertama semua teman mu namun aku di kecuali 'kan atau kamu memilih ku namun semua teman mu akan mati? Mana yang kamu pilih?" Tanya Vera sukses membuat Jessy bingung dan merasa aneh dengan Vera. Jessy juga merasa jika ucapan Vera seperti sebuah gambaran tentang suatu kejadian yang memang mungkin benar ada nya.


Sejak Jessy bertemu Vera dan terikat akan dunia gelap pasti susah untuk keluar. Bahkan jika berhasil keluar, maka ia pasti akan di buru oleh pemerintah. Kini ia benar-benar sudah masuk di dunia gelap itu dan sulit untuk keluar.


"Aku tidak memilih siapa pun" Jawab Jessy mantap.


"Beri alasan" Ucap Vera.


"Karena kamu bukan hanya 'Tuan' ku, melainkan juga teman ku. Kita ada di satu keluarga yang masing-masing terikat. Kita juga bersama masuk di dunia gelap itu. Jadi tidak ada pengecualian terhadap siapapun. Kamu 'Tuan' ku, kamu teman ku, kamu sahabat ku, kamu keluarga ku, dan kamu adalah malaikat ku" Jawab Jessy.


Vera tersenyum tipis mendengar jawaban Jessy. Vera berbalik badan dan menghadap Jessy. Vera duduk di kursinya dan menyilangkan kaki nya.


"Kita harus bersiap untuk kemungkinan terbesar di dunia mafia yaitu perebutan kekuasaan. Beritahu semua markas untuk terus menghimpun pasukan. Jika bisa jangan mengekspos diri di depan publik apa lagi sampai melibatkan pemerintah" Ucap Vera.


"Target jumlah nya masing-masing 5000 ppasukan dengan jaga waktu secepat nya. Lebih banyak lebih baik, jika kurang dari 5000 pasukan suruh mereka himpun lagi" Tambah Vera.


"Baik lady!" Jawab Jessy.


"Jangan lupa cek semua persenjataan yang ada. Jika senjata di rasa kurang suruh Joel O'Hara mafia Rusia untuk mengirimkan banyak senjata. Jangan lupakan granat mini 1000 buah, pesan dengan Xiao Cheng mafia China. Tentang uang akan aku transfer saat senjata dan granat itu di terima. Hitung semua kendaraan tempur masing-masing marmas dan kirim laporan nya pada ku. Aku mau laporan itu ada dalam 2 hari" Jelas Vera.


"Baik lady! Laksanakan" Jawab Jessy.


"Frans Hooper, mungkin kekuatan mafia ku belum terlalu kuat. Tapi aku juga tidak ingin kalah dari mu. Walau pasukan mu lebih sedikit dari pada aku, tapi teknik tempur mu seperti pasukan elite negara. Aku juga sudah mulai mengerti cara tempur mu. Aku nantikan duel pertempuran antara kita" Ucap Vera dalam hati.


Dalam waktu 10 menit, semua markas TDB di beberapa negara sudah mendapatkan perintah dari Vera dan langsung di laksanakan. Kami ini mereka sedikit di beri waktu, walau hanya 2 hari. Biasanya Vera ingin semua laporan dalam satu hari bahkan hanya dalam hitungan jam setelah perintah di keluarkan.


-Mansion Joel O'Hara, Krasnoyarsk, Rusia-


"Tuan Joel, kita dapat banyak pesanan senjata dalam jumlah yang sangat banyak!" Teriak Jacob mengebu-ngebu sambil membawa semua iPad di tangan nya. Jacob berlari ke kolam renang menemui Joel.


"Hei! Tidak bisakah kau tidak berteriak! Aku sedang bersenang-senang dengan wanita ku!" Ucap Joel yang jengkel dengan Jacob.


"Maaf tuan" Ucap Jacob sambil membungkukkan badan.


"Hem! Ada apa? Katakan cepat, aku sibuk!" Ucap Joel tidak sabaran.


"Kita dapat banyak pesanan hari ini, sangat banyak!" Jawab Jacob sambil menatap layar iPad nya.


"Berapa banyak pesanan nya dan siapa yang memesan nya?" Tanya Joel.

__ADS_1


"Lebih dari 50000 senjata" Jawab Jacob sukses membuat Joel kaget setenang mati. Joel langsung bangun dari rebahan nya dan melepas kaca mata hitam menatap Jacob tanpa berkedip.


"Gila! Kita bisa untung besar! Siapa yang memesan nya?" Tanya Joel sangat senang karena ada orang yang memesan senjata dalam jumlah sangat banyak.


"Nona Vera, mafia Inggris" Jawab Jacob membuat Joel melotot seketika.


"Apa?! Vera?! Wanita iblis itu membeli sangat banyak untuk apa? Gila dia" Ucap Joel sambil mengusap wajah nya kasar.


"Jadi bagaimana tuan? Apa kita bisa menyanggupi nya?" Tanya Jacob.


"Bodoh! Jika kita melepaskan ini sama saja membuang berlian dan memilih tembaga! Sanggupi! Suruh semua pekerjaan untuk membuat senjata sesuai dengan jumlah nya!" Jawab Joel.


"Baik tuan" Jawab Jacob.


"Ada permintaan apa lagi dia?" Tanya Joel.


"Di sini tertulis, senjata itu di bagi sama rata dan di kirim ke 10 cabang mafia di 10 negara. Dan Joel O'Hara akan di beri uang bonus jika pengiriman selesai dan barang di terima" Ucap Jacob.


"Kalau begitu apa yang kau tunggu? Cepat siapkan dan kirim. Dan atur keberangkatan ke Inggris lusa, aku ingin bertemu nona mafia itu" Ucap Joel.


"Baik tuan" Jawab Jacob.


Jacob segera undur diri dan menginformasikan pada semua pekerja. Pekerja itu tak kalah kaget dari Joel. Sangat kaya orang ini batin mereka. Mereka pun berusaha keras menyelesaikan senjata itu agar mereka mendapatkan uang bonus.


-Tread Kastilia, Chengdu, China-


"Master! Master! Master!" Panggil Guan Dong, asisten pribadi Xiao Cheng.


"Bisa berhenti berteriak?! Aku sedang makan!" Pekik Xiao marah.


"Maaf master" Ucap Guan Dong.


"Ada kabar apa sampai kau berteriak seperti itu?" Tanya master Xiao.


"Kita dapat pesanan 1000 granat mini dari Inggris, nona Vera" Jawab Guan Dong.


Sontak master Xiao yang sedang minum itu menyembur kan air yang ada di dalam mulutnya.


Uhuk Uhuk Uhuk!!


"Master, master" Ucap Guan Dong menepuk-nepuk punggung master Xiao.


"Untuk apa wanita iblis itu pesan 1000 granat? Ingin perang dengan siapa dia?" Tanya master Xiao sabuk mengelap mulutnya dengar serbet.


"Entah master, di sini tertulis bahwa nona Vera ingin granat itu di bagi sama rata dan di kirim ke semua markas nya di 10 negara. Dan kita akan mendapat uang bonus jika pengiriman sukses" Ucap Guan Dong.


"Sebenarnya dia sekaya apa? 1000 granat sama saja menghabiskan 50 milyar" Ucap master Xiao yang tidak habis pikir dengan Vera.


"Dasar wanita gila! Tidak waras" Umpat kesal master Xiao.


"Guan penuhi permintaan nya. Sekalian sampaikan pesan ku untuk nya" Ucap master Xiao.


"Apa pesan nya master?" Tanya Guan Dong.


"Aku ingin bertemu wanita gila itu lusa" Ucap master Xiao.


"Baik master" Jawab Guan Dong. Guan Dong undur diri dari hadapan master Xiao.


"Wanita gila yang tidak waras itu mau apa? Jika dia marah akan terjadi perang dunia ke 3. Bahkan hanya menyinggung nya saja sudah di lenyap kan, dasar tidak waras. Wanita gila itu cantik tapi malah masuk mafia. Coba aku mengenal nya lebih dulu, mungkin sekarang jadi istri ku. Hahaha.." Ucap master Xiao dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2