Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 24


__ADS_3

"Vera will you to be my girlfriend?" Ucap nya sambil berlutut dengan tangan kanan nya menyodorkan bucket bunga itu.


Jeddaarrrr..... Mereka terkejut bukan main. Rasa kaget mereka seperti tersambar petir di siang bolong. Karena ucapan cowok itu, Lucas berubah jadi dingin, muram, dan wajah nya yang merah padam. Vera hanya diam menanggapi ucapan cowok itu. Tapi berbeda hal dengan teman-temannya, mereka menganga tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Lu siapa?" Tanya Vera dingin.


"Lu lupa? Gua Windu, temen SMP lu" Jawab cowok itu yang tak lain adalah Windu.


"Gua gak punya temen SMP" Jawab Vera dingin.


"Gila lu ya. Jelas-helas gua temen lu. Oke kalo lu gak inget gak papa, tapi lu mau kan jadi pacar gua?" Tanya Windu.


Vera yang sudah geram karena ulah Windu yang menurut Vera tidak masuk akal itu akhirnya menjawab pertanyaan Windu. Tapi bukan dengan ucapan melainkan dengan tindakan. Vera tiba-tiba menarik tangan Lucas hingga Lucas menghadap ke arah nya karena Lucas lebih tinggi, Vera menarik baju Lucas sampai Lucas sedikit membungkuk dan....


Cup....


Vera memendaratkan bibir mungil nya di bibir Lucas. Lucas pun serasa di sambar petir untuk kedua kali nya, entah kenapa Lucas menerima ciuman itu sampai-sampai Lucas juga perlahan membalas ciuman Vera. Vera melakukan ciuman itu dengan sangat menghayati dan menikmati.


Jedderrr....!! Jessy dkk dan Farel serasa di sambar petir untuk kedua kali nya. Windu pun tidak percaya dengan yang ia lihat sekarang. Karena tinggah Vera dan Lucas membuat semua mata tertuju pada mereka berdua yang masih berciuman itu.


"Uhhh... Pingin dong rasain bibir Lucas"


"Itu cewek kenapa malah ciuman sama Lucas sih? Harusnya kan gua!"


"Cool beauty.. Sakit ati romeo mu.."


"So sweet!"


Begitulah ocehan-ocehan tidak jelas dari pada netizen. Tak lama Vera melepaskan ciuman nya. Wajah Lucas yang sebelum nya dingin, muram, dan marah padam itu seketika berubah menjadi sangat senang dan puas.


"Dia tunangan gua" Jawab Vera dingin.


"What?!" Batin teman-temannya saat mendengar ucapan Vera.


Jedderrr!!! Untuk ketiga kali nya Lucas mendapatkan sambaran di siang bolong yang panas gini.


"Gak! Vera lu bohong kan sama gua?!" Bentak Windu yang marah karena cintanya ditolak mentah-mentah oleh Vera.


"Apa hak lu bentak tunangan gua?" Tanya Lucas dingin.


"Hak gua?! Gua pacar Vera!" Bentak Windu dengan wajah yang sudah merah padam karena marah dan malu.


"Gua di sini tunangan nya!" Jawab Lucas yang juga ikut membentak Windu.


"Diem lu! Bocah kemarin sore juga udah belagu" Ejek Windu.


Bugh!


Tinju maut pun dilepaskan Lucas. Tinju yang mendarat di pipi Windu membuatnya mundur beberapa langkah.


"Sialan lu!!!" Ucao Windu yang marah hendak balik meninju Lucas.

__ADS_1


Namun Lucas lebih dulu memukul Windu untuk kedua kali nya. Pukulan keras itu membuat darah segar keluar dari hidung Windu.


"Lucas, udah. Ayok pulang" Ucap Vera sambil menggengam tangan Lucas.


"Oke" Jawab Lucas.


"


Vera mengambil handphone dari kantong celana nya dan menelfon seseorang untuk menjemput nya.


"5 menit jemput kesini" Suruh Vera pada orang di sebrang sana.


Setelah itu Vera memutuskan sambungan telfon sepihak. Vera mengeluarkan sesuatu dari kantong celana nya dan di lemparkan benda itu di hadapan Windu.


"Bawa balik tuh mobil" Ucap Vera melamparkan kunci mobil nya ke arah Windu.


"Vera, kita pulang pake apa?" Tanya Lucas.


"Tenang, aku udah suruh mereka jemput" Jawab Vera.


Tak lama berselang terdengar suara helicopter yang sedang mengudara di atas mereka. Helicopter itu berhenti beberapa meter dari tempat Vera berdiri.


"Yukk" Ajak Vera pada Lucas.


"Oke!" Jawab Lucas sambil menggendeng tangan Vera.


"Guys kita duluan" Ucap Vera pamit pada teman-temannya sebelum naik ke atas helicopter miliknya.


Vera dan Lucas masuk ke dalam helicopter, mereka duduk berhadapan. Vera dan Lucas memasangkan safety belt ke tubuhnya. Tak lama helicopter itu kembali mengudara menuju mansion Vera.


"Vera" Ucap Lucas.


"Emm..." Jawab Vera sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Barusan yang lu bilang beneran?" Tanya Lucas.


"Emang kenapa?" Tanya Vera balik.


"Gua cuma mau tau" Jawab Lucas.


"Antara iya dan gak" Jawab Vera.


*******


Kini sampai lah mereka di mansion. Vera masuk ke dalam mansion menuju kamar nya di ikuti oleh Lucas yang mengekorinya di belakang. Di depan pintu kamar nya Vera sempat berhenti sebentar.


"Selesai acara temuin gua di belakang" Suruh Vera dingin lalu kembali masuk ke kamar nya tanpa menunggu jawaban Lucas.


******


Malam yang di tunggu-tunggu oleh manusia kelas Vera pun tiba. Banyak mobil terparkir di depan mansion Vera. Semua manusia di kelas Vera diundang untuk merayakan pesta yang Vera buat di kediaman nya. Saat teman-temannya satu per satu datang, mereka kagun dengan Vera. Gimana gak? Mansion udah kaya gedung serba guna, tingkat lagi, halaman luas kaya lapangan golf, indah, banyak bunga warna-warni, dan juga kampu tumbler.

__ADS_1


Di sana sudah ada banyak meja yang penuh dengan makanan juga minuman dan juga puluhan botol red wine. Kali ini Vera ingun pestanya aman terkendali. Jadi vera menugaskan beberapa mafioso nya untuk berjaga.


"Itu Vera!" Teriak salah seorang teman sekelas Vera yang melihat Vera berjalan mendekati mereka.


"Udah nikmatin aja" Jawab Vera.


"Oke!" Jawab mereka.


Musik mulai dimainkan, orang-orang mulai asik sendiri. Sedangkan Vera hanya duduk sendiri di temani 5 botol wine yang masih tersegel.


"Yo!" Teriak seseorang sambil menepuk baju Vera. Vera pun menileh ke belakang.


"Eh lu orang. Duduk" Ucap Vera mempersilahkan teman-temannya duduk.


Kini di meja Vera sudah sangat ramai, teman-teman Vera duduk satu meja dengan nya. Ya! Siapa lagi kalo bukan Jessy dkk, Farel, Lucas, Mark, Ender, Victor, Justin, dan Darren.


"Vera, sorry ya gua ngajak mereka gak bilang-bilang sama lu" Ucap Mark.


"No problem.. Lebih banyak lebih baik" Jawab Vera.


"Minum?" Tanya Vera sambil mengangkat salah satu botol wine itu.


"Oke! Tapi kita nge game duku gimana?" Usul Mark.


"Game apa?" Tanya Refa.


"Truth or dare gimana?" Usul Farel


"Ayok!" Jawab mereka kompak kecuali Farel sendiri dan Vera.


Mark lalu mengambil sebotol wine dan di tidur kan. Permainan di mulai. Mark memutar wine itu. Tidak lama kemudian botol wine itu berhenti dan ujung botol menunjuk ke arah Jessy.


"Truth or dare Jess?" Tanya Farah.


"Gua truth aja deh" Jawab Jessy.


"Gua yang ngasih pertanyaan" Jawab Vera.


"Oke" Ucap Jessy.


"Underwear lu warna apa?" Tanya Vera.


"What?!" Ucap mereka semua spontan tidak percaya dengan ucapan Vera. Kain hal dengan Jessy, sekarang wajah nya semerah tomat.


"Vera lu krham banget sumpah" Rengek Jessy.


"Cepet jawab" Ucap Vera.


Jessy pun menarik nafas dalam-dalam bersiap untuk menjawab, jantungnya pun berdetak sangat kencang.


"Merah" Jawab Jessy sambil menunduk malu.

__ADS_1


__ADS_2