
Dentuman music terdengar jelas, suasana tempat yang ramai, riuh dan banyak wanita berpakaian sexy menemani para pria minum. Di sebuah meja kosong yang sudah di pesan, terdapat seorang gadis berambut coklat memandang kosong ke arah depan dengan tangan kanan nya memegang botol bir.
Memory pertama kali seorang pria menyatakan cinta nya dan mencium nya memberi kekuatan dan penyemangat untuk hidup. 2 gadis cantik yang di angkat menjadi keluarga nya sertai sahabat nya, sekarang berpaling dari diri nya. Orang yang begitu di percaya 'nya mengkhianati 'Tuan' nya. Seorang gadis tiba-tiba masuk ke dalam kehidupan nya dan merubah segala nya. Semua yang ia punya di rampas, termasuk cinta nya.
"E.. Kalo gua yang nyatain perasaan.. lu bakal terima gak?"
"Gua serius Ver! Gua gak becanda, gua suka sama lu. Gua selalu mikir seribu kali buat ngomong ini langsung ke lu. Dan sekarang apa yang gua omongin ini tulus, gak bohong.I like you. I really like you.You want to be my girlfriend?"
Ucapan yang awal nya di penuhi cinta dan ketulusan, perlahan menghilang karena ucapan orang baru.
"Jangan sakiti dia. Aku menyayangi nya! Aku mencintai nya!"
Sesakit ini 'kah rasanya patah hati? Bahkan sakit ini lebih sakit di banding sebuah siksaan. Terluka namun tidak berdarah. Hancur namun tidak terlihat. Pikiran nya seolah menjadi buntu. Pikiran nya kacau seperti benang kusut.
"Kenapa jadi seperti ini? Semua berubah karena kehadiran nya. Reva sudah ketahuan berhianat pada ku. Orang yang ku sayang malah terpengaruh ucapan busuk nya" Batin Vera.
BUK!!
Botol bir yang baru di teguk habis beradu dengan meja kayu itu. Di atas meja banyak botol botol yang sudah kosong tergeletak berserakan. Jika di hitung hampir 20 botol kosong ada di atas meja.
"Pufh! Hahahahah~~!! Kalian ketahuan, sudah tidak aku ampuni. Aku akan menghukum mereka. Dia berani merampas yang aku miliki, berarti menantang ku" Ucap Vera dengan setengah sadar.
-Flashback di Markas TDB-
Vera seperti orang kesurupan bagi semua orang di markas nya. Tidak seorang pun berani menenangkan Vera yang sudah menjelma menjadi iblis mengerikan.
"Ayo! Lagi! Hanya ini! Sampah!" Ucap Vera menganggap remeh 10 orang mafioso yang kini tergeletak kesakitan di seluruh tubuh akibatnya amukan Vera yang membabi buta.
Vera menggila setelah membaca beberapa berkas hasil pencarian informasi mengenai Mia. Siapa sangka ternyata Mia adalah mata-mata yang di kirim White Heart untuk memantau kemajuan kelompok Vera yang kini sudah masuk urutan no.1. Dan lagi yang membuat Vera semakin marah dan kecewa adalah bukti bahwa Reva benar-benar seorang perhianat. Di informasi itu tertera bahwa Reva akan melakukan pemberontak 'kan terhadap Vera dan berencana untuk menghilang 'kan nama Xaviera Saffanya Beryn William dari dunia bisnis dan dunia bawah. Lalu mengalihkan mafia Vera dengan atas mana Reva Tania Quincy.
__ADS_1
Ansel sudah mencoba segala cara untuk menghentikan amukan Vera pada bawahan nya sendiri, tapi percuma. Walau Vera wantia yang posisinya juga sudah terluka itu, kekuatan nya setara dengan seorang pria.
"Hancur kan! Hancur kan semua! Ratakan penghianatan di dalam lingkup kehidupan ku! Ambil kembali apa yang menjadi hak Xaviera Saffanya Beryn William!" Ucap Vera menggema ke segala ruang.
-Flashback Of-
Vera mengeluarkan handphone dari saku celana nya. Dan menelfon seseorang yang nama kontak nya juga samar-samar terlihat oleh mata Vera.
"Vera lu di mana?! Udah hampir jam 1 malem lu belun balik" Tanya seorang pria dengan nada bicara di penuhi rasa cemas.
"Apa dia peduli? Tidak! Club malam.. Merituna.." Jawab Vera.
"Gila! Lu udah 5 jam di club?! Gua jemput ku sekarang!" Tegas pria itu.
Panggilan itu terputus. Vera meletakkan nya di atas meja. Vera kembali membuka botol bir yang baru. Vera langsung menenguk setengah botol itu dan meletakkan di meja. Kepala Vera mulai pusing karena efek minum. Saat Vera ingin meminum lagi tiba-tiba ada tangan yang mengambil minuman nya.
BUK!
"Ansel.. Kenapa kau ada di sini?" Tanya Vera.
"Lu kebanyakan minum jadi otak lu rusak! Pulang sekarang!" Bentak Ansel sambil menarik pergelangan tangan Vera tapi Vera tidak bangkit.
"Kenapa? Gak mau pulang?" Tanya Vera.
"Gendong.." Ucap Vera manja.
Ansel membuang nafas kasar. Baru kali ini melihat tingkah Vera yang manja. Ansel melepaskan genggaman nya dan menggendong Vera keluar dari club dan pulang.
Sampai di mansion, Jessy dan Farel yang belum tidur karena khawatir akan Vera menunggu di ruang keluarga. Tiba-tiba pintu mansion terbuka dan terlihat Ansel menggendong Vera yang tertidur karena mabuk. Ansel membawa Vera ke kamar dan menidurkan nya. Semantara Jessy menelfon Darrel untuk ke mansion agar bisa meneriksa punggung Vera. Darrel terpaksa datang ke mansion Vera tengah malam. Darrel meneriksa keadaan Vera di tunggu dengan 3 orang itu.
__ADS_1
"Hufh... Luka di punggung nya tidak terlalu serius hanya memar biasa, di kompres juga bisa meredakan sakit nya. Tapi kalian juga bodoh, kenapa membiarkan nya tidak makan dari kemarin? Dan malah membiarkan nya minum banyak alkohol. Aku akan memberi nya infus sebagai ganti nutrisi untuk tubuh nya" Ucap Darrel.
"Itu gara-gara pacar mu dan orang baru itu" Ketus Farel.
"Pacar ku? Reva?" Tanya Darrel.
"Siapa lagi?" Tanya Jessy.
"Oke, besok aku berbicara dengan nya. Oh! Dan satu lagi, pasti kan Vera tidak terlalu tertekan, karena itu bisa berakibat buruk untuk tubuh nya" Ucap Darrel.
"Oke. Makasih Rel udah ma kesini" Jawab Jessy.
"Iya, tapi jangan lupa bonus tengah malam.." Ucap Darrel.
"Kalo itu minta langsung aja sama Vera" Jawab Farel.
"Udah! Biarin Vera tidur, dia terlalu tertekan" Ucap Ansel.
Mereka pun keluar dari kamar Vera. Tapi Jessy meminta ijin untuk tetal berada di sana lebih lama lagi, yang lain pun mengizinkan. Setelah mereka keluarga, Jessy mencari-cari sesuatu di kamar Vera. Di bawah meja, di bawah ranjang, kamar mandi dan semua tempat untuk mencari sesuatu.
Dan ternyata usaha 30 menit nya untuk mencari benda itu terbayar. Jessy menemukan 5 penyadap suara di tempat berbeda. Jessy memutuskan semua kebel untuk memutuskan sinyal dengan semua penyadap itu.
Setelah selesai dengan urusan nya Jessy kembali ke kamar nya untuk beristirahat. Baru 30 menit Jessy keluar, ada seseorang menyelinap masuk ke kamar Vera yang kebetulan lupa di kunci kembali oleh Jessy. Orang itu mendekati Vera yang tertidur dengan selang infus yang masih terpasang. Tiba-tiba orang itu melayang kan sebilah pisau tepat ke arah dada kiri Vera. Dan..
JLEBB!!
AHH...
TRING..
__ADS_1